KATA PENGANTAR
Puji Syukur penulis sampaikan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Rancangan Aktualisasi Pelatihan Dasar bagi CPNS Golongan III Angkatan 7 Kementerian Kesehatan tahun 2022 dengan judul “Belum Optimalnya Rujukan Gizi Klinik pada Ibu Hamil dengan Pertumbuhan Janin Terhambat (PJT) di RSAB Harapan Kita Tahun 2021” sebagai pemenuhan tugas dalam rangkaian kegiatan pelatihan dasar CPNS.
Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pihak yang telah membantu proses rancangan aktualisasi ini sehingga dapat berjalan dengan baik. Ucapan terima kasih khususnya kepada:
1. dr. Meryanne Elisabeth, Sp.PA sebagai Mentor yang telah memberikan bimbingan dan masukan selama kegiatan rancangan aktualisasi.
2. Bapak Alfred Ariyanto, S.Si, Apt.,M.Si sebagai Coach yang telah memberikan bimbingan dan dukungan moral dalam persiapan rancangan aktualisasi.
3. Dr. Mirawati Setyorini, Sp.KK, FINSDV sebagai atasan saya di KSM Spesialis Lain RSAB Harapan Kita.
4. Ayah, ibu, saudara, suami, anak, mertua dan keluarga besar yang turut mendukung saya untuk maju sebagai CPNS.
5. Segenap Direksi dan karyawan RSAB Harapan Kita yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk maju dalam seleksi CPNS.
Penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam penyusunan laporan rancangan aktualisasi, sehingga berharap dengan besar hati adanya saran atau kritik yang membangun sebagai bahan perbaikan dan penyempurnaan dari kegiatan aktualisasi ke depannya. Atas perhatiannya, penulis ucapkan terima kasih.
Jakarta, 13 Juli 2022
Penulis Liliana
DAFTAR ISI LEMBAR PERSETUJUAN .…………………………………………………………………… i SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS…………………………………………………… ii KATA PENGANTAR …………………………………………………………………………… iii DAFTAR ISI ..………………….………………………………………………………………. iv BAB I PENDAHULUAN ……………………………………………………………………….. 1 1.1. Latar Belakang ……………………………..………………………………………………………. 1 1.2. Tujuan Aktualisasi ………………………..…..………………………………………………….. 2 1.3. Manfaat Aktualisasi ………………………………..……………………………………………… 2 BAB II PROFIL INSTANSI TEMPAT AKTUALISASI .……………..…………………… 3 2.1. Visi dan Misi RSAB Harapan Kita ……………………………………………………………. 3 2.2. Profil KSM Spesialis Lain ……………………………………………………………………….. 4 2.3. Tugas Pokok dan Tugas Fungsi ……………………………………………………………… 5 BAB III ANALISIS ISU DALAM PELAKSANAAN TUGAS DAN FUNGSI ……………. 11 3.1. Identifikasi dan Analisis Isu Aktual …………………………………………………………. 11 3.2. Alternatif Pemecahan Masalah sebagai Gagasan Kreatif 11 BAB IV RANCANGAN AKTUALISASI ……………………………………………………….19 4.1. Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar PNS ……………………………………………. 19 4.3. Rencana Jadwal Kegiatan Aktualisasi ……………………………………………………… 23 4.4. Para Pihak yang Terlibat dan Perannya dalam Aktualisasi …………………………. 23 BAB V DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………… 24
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Aparatur Sipil Negara (ASN) menurut Undang Undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2014 merupakan profesi bagi pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang bekerja di instansi pemerintah. ASN berkedudukan sebagai unsur aparatur negara yang memiliki tugas sebagai pelaksana kebijakan publik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, pelayan publik yang profesional dan berkualitas dan perekat/ pemersatu bangsa. Oleh karena itu, seorang ASN wajib memiliki landasan yaitu nilai-nilai dasar BerAkhlak yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Kolaboratif, dan Adaptif) dan mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam menjalankan tugas dan kewajibannya di lingkungan kerja. Dalam UU No 5 tahun 2014 Pasal 63 ayat 3 disebutkan calon PNS wajib menjalani masa percobaan/masa prajabatan yang dilaksanakan melalui proses pendidikan dan pelatihan terintegrasi selama 1 tahun. Tujuan dari masa percobaan tersebut yaitu untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Sehubungan dengan ini, Lembaga Administrasi Negara Republik
Indonesia melalui Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun
2021 mengatur Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS yang terpadu melalui program blendedlearning dengan proses pembelajaran tatap muka dan daring selama pandemi covid19. Dalam Latsar
CPNS ini diupayakan pengembangan kompetensi berupa pembentukan karakter PNS yang profesional sesuai bidang tugasnya masing-masing.1,2
Saat ini Indonesia masih berjuang dalam mengatasi masalah kekurangan gizi, salah satunya adalah kekurangan gizi yang dapat terjadi sejak dalam kandungan dan fase awal setelah bayi lahir. Masa kehamilan merupakan periode penting pada 1000 hari kehidupan. Ibu hamil termasuk kelompok yang rentan dengan permasalahan gizi karena peningkatan kebutuhan bagi ibu hamil dan janin. Asupan gizi ibu hamil sangat berpengaruh pada pertumbuhan janin. Status gizi yang baik dapat mencegah terjadinya Berat Badan Lahir
Rendan (BBLR) dan stunting(pendek). Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018
menunjukkan angka prevalensi balita stuntingdan BBLR di Indonesia masing-masing sebesar
30,8% dan 6,2%. Balita yang mengalami stunting akan mengalami tingkat kecerdasan kurang, rentan terhadap infeksi dan berisiko pada penurunan tingkat produktivitas.3
Asupan energi dan protein yang tidak mencukupi selama kehamilan dapat menyebabkan kekurangan energi protein (KEK). Berdasarkan Penilaian Status Gizi (PSG) tahun
2016, sebesar 53,9% ibu hamil mengalami kekurangan energi (<70% kebutuhan energi) dan 51,9% ibu hamil mengalami kekurangan protein (<80% kebutuhan protein). Selain itu, berdasarkan Riskesdas 2018 sebesar 48,9% ibu hamil mengalami anemia terutama anemia defisiensi besi. Anemia pada ibu hamil dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin saat kehamilan maupun setelahnya pada tumbuh kembang bayi. Salah satu upaya untuk memperbaiki status gizi pada ibu hamil KEK dan anemia adalah dengan pemberian makanan tambahan berupa biskuit kaya gizi dan suplementasi tablet tambah darah (TTB), namun cakupan dari pemberian makanan tambahan (90,5%) dan suplementasi TTB (64,0%) secara nasional pada tahun 2019 masih belum melampaui target Renstra. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) kemudian menjabarkan prioritas untuk penanganan enam masalah kesehatan di tahun 2021 yang kemudian disebut sebagai Program Nasional. Adapun keenam kegiatan prioritas tersebut di antaranya adalah Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), pencegahan stunting, peningkatan pengendalian penyakit baik menular maupun tidak menular, serta penguatan
keamanan kesehatan untuk penanganan pandemi, penguatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), serta peningkatan sistem kesehatan nasional. Program Nasional tersebut bertujuan untuk pembangunan Sumber Daya Manusia yang unggul dan sehat, sehingga dapat membantu meningkatkan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi Indonesia.4
Sehubungan dengan Program Nasional Tahun 2021, maka penulis melakukan identifikasi masalah/isu yang terdapat di lingkungan kerja yaitu RSAB Harapan Kita. Sejumlah
217 ibu hamil mengalami permasalahan pertumbuhan janin terhambat (PJT) di RSAB Harapan Kita pada tahun 2021. Diagnosis PJT merupakan urutan ketiga tertinggi kasus rawat inap untuk KSM Obstetri dan Kebidanan di RSAB Harapan Kita, namun cakupan pelayanan gizi khususnya rujukan Gizi Klinik di KSM Spesialis Lain masih belum memadai. Hal ini diperkirakan dapat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi dan peningkatan morbiditas pada ibu hamil dan janin. Oleh karena itu, penulis mengusulkan judul “Belum optimalnya rujukan Gizi Klinik pada
Ibu Hamil dengan Pertumbuhan Janin Terhambat di RSAB Harapan Kita Tahun 2021” sebagai laporan rancangan Aktualisasi Latsar CPNS.
1.2. Tujuan Aktualisasi
Tujuan umum dari Aktualisasi sebagai salah satu dari rangkaian kegiatan Latsar CPNS
Golongan III di Kementerian Kesehatan yaitu menjadi ASN yang profesional dan berkarakter dengan menerapkan nilai-nilai dasar ASN BerAkhlak.
Adapun tujuan khusus Aktualisasi yaitu:
a. Sebagai upaya pengamalan nilai-nilai dasar ASN BerAkhlak dalam melaksanakan kegiatan di RSAB Harapan Kita
b. Pengamalan kode etik dan perilaku ASN di RSAB Harapan Kita
c. Meningkatkan mutu kinerja ASN di KSM Spesialis Lain
d. Implementasi rujukan Gizi Klinik dengan kolaborasi multidisiplin
e. Memenuhi syarat kelulusan Latsar di Kementerian Kesehatan Tahun 2022
1.3. Manfaat Aktualisasi
Rancangan Aktualisasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat :
a. Manfaat bagi masyarakat yaitu menurunkan morbiditas dan mortalitas pada ibu hamil dengan permasalahan PJT, maupun permasalahan BBLR dan stunting setelah bayi dilahirkan
b. Manfaat bagi organisasi yaitu sebagai masukan bagi KSM Spesialis Lain dan KSM Obstetri dan Ginekologi RSAB Harapan Kita untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan perinatal
c. Manfaat bagi individu yaitu sebagai bahan bagi peserta Latsar untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai tugas, fungsi, dan manajemen SMART ASN supaya dapat berjalan optimal
BAB 2
PROFIL INSTANSI TEMPAT AKTUALISASI
Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita merupakan Rumah Sakit khusus di bawah dan bertanggung jawab kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang melayani kesehatan khusus ibu dan anak. RSAB Harapan Kita didirikan pada tanggal 22 Desember 1979 di Jalan Letjen S. Parman No. Kav. 87, Kelurahan Kota Bambu Utara, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat Status badan hukum RSAB Harapan Kita telah ditetapkan pada tahun 2019
menjadi Pusat Kesehatan Ibu dan Anak Nasional, sehingga memiliki peran strategis dan menjadi pengampu yang terdepan dalam memberikan kesehatan ibu dan anak. RSAB Harapan
Kita mempunyai tiga layanan unggulan yaitu Perinatal Terpadu, Pusat Pelayanan Kelainan Bawaan Terpadu (Birth Defect Integrated Center/BIDIC) dan Pelayanan Infertilitass dan Teknologi Reproduksi Berbantu (klinik Melati). Selain itu, pelayanan lainnya meliputi subspesialis layanan ibu yaitu fetomaternal, subspesialis layanan jantung anak, paru anak, saraf anak, hematologi anak, klinik kelainan tumbuh kembang, radiologi intervensi, hingga laboratorium genetika yang berperan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Sebagai pusat rujukan pelayanan ibu dan anak, RSAB Harapan Kita memilki kapasitas
271 tempat tidur dengan BOR 5 tahun terakhir sebesar 56,64%. Selain berfungsi sebagi pusat pelayanan, RSAB Harapan Kita juga merupakan rumah sakit pendidikan yang digunakan untuk kepentingan pelayanan, pendidikan, dan penelitian secara terpadu dalam bidang pendidikan profesi kedokteran, pendidikan kedokteran berkelanjutan dan profesi kesehatan lainnya. Seluruh kegiatan tersebut selaras dengan fokus pembangunan sumber daya manusia Indonesia dan mengacu pada komitmen global tujuan pembangunan berkelanjutan untuk fokus pada kesehatan ibu, bayi baru lahir dan kesehatan anak. Dengan demikian RSAB
Harapan Kita menjadi terdepan dan dan menjadi acuan bagi rumah sakit di regional, provinsi, dan kabupaten/kota dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang berkualitas khususnya dalam penanganan rujukan kasus tersier secara terintegrasi.
2.1. Visi dan Misi Instansi Tempat Aktualisasi
Sesuai dengan arahan Presiden pada sidang Kabinet Paripurna pada tahun 2019, bahwa visi Presiden yaitu “Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian, Berlandaskan Gotong Royong”, dengan salah satu misi yang terkait dengan kesehatan adalah
“
Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia”. Dengan demikian dalam melaksanakan visi dan misi Presiden di bidang kesehatan yaitu menciptakan manusia yang sehat, produktif, mandiri,
berkeadilan, maka RSAB Harapan Kita menjabarkan visi rumah sakit adalah “Terdepan sebagai
Pusat Kesehatan Ibu dan Anak Nasional” . Penjabaran misi RSAB Harapan Kita antara lain:
1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan perempuan, perinatal, dan anak yang aman dan berkualitas
2. Menyelenggarakan pendidikan tenaga kesehatan di bidang kesehatan perempuan, perinatal dan anak
3. Menyelenggarakan pelatihan di bidang kesehatan perempuan, perinatal dan anak
4. Menyelenggarakan penelitian di bidang kesehatan perempuan, perinatal dan anak
5. Meningkatkan jejaring dan sistem rujukan di bidang kesehatan perempuan, perinatal dan anak
Dalam menjalankan tugas keseharian, ASN di RSAB Harapan Kita memiliki tata nilai yang menjadi budaya kerja RSAB Harapan Kita yaitu CANTIK :
C = Cepat
A = Akurat
N = Nyaman dan Aman
T = Transparan dan Akuntabel
I = Integritas Tinggi
K = Kerjasama Tim
2.2. Profil Kelompok Staf Medik Spesialis Lain
Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 68 Tahun 2019 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja, RSAB Harapan Kita dipimpin oleh Direktur Utama dengan 4 Direktur yang membawahi Direktorat Pelayanan Medik, Keperawatan, dan Penunjang (DMKP), Direktorat Perencanaan, Operasional dan Umum (DPOU), Direktorat SDM, Pendidikan dan Penelitian (DSPP), dan Direktorat Keuangan & Barang Milik Negara (BMN), seperti terdapat pada Gambar 2.1. Terdapat 7 Kelompok Staf Medik (KSM) di bawah DMKP yaitu:
a. KSM Anak
b. KSM Obstetri dan Ginekologi
c. KSM Bedah
d. KSM Spesialis Lain
e. KSM Gigi dan Mulut
f. KSM Umum
g. KSM Anestesi
Gambar 2.1 Struktur Organisasi dan Tata Kerja RSAB Harapan Kita
KSM Spesialis Lain merupakan kumpulan dari kelompok kerja (KK) dokter spesialis yang memiliki kompetensi dari berbagai bidang kerja. Adapun KK yang bergabung dalam KSM Spesialis Lain antara lain KK Kulit dan Penyakit Kelamin, KK Ilmu Penyakit Dalam, KK Gizi Klinik, KK Genetika, KK Laboratorium Klinik, KK Mikrobiologi Klinik, KK Radiologi, KK Akupunktur Klinik. KK Gizi Klinik merupakan bidang spesialis yang bekerja dalam pelayanan gizi klinik bagi pasien rawat inap dan rawat jalan.
2.3 Tugas Pokok dan Fungsi
Dalam kesehariannya, tugas pokok dari KK Gizi Klinik antara lain:
a. Menilai status gizi dari hasil skrining gizi pasien berisiko malnutrisi baik malnutrisi kurang energi-protein (KEP) ataupun obesitas
b. Memperkirakan status metabolisme dan hubungannya dengan patofisiologi penyakit pada pasien berdasarkan anamnesis, analisis asupan, pemeriksaan fisik dasar dan hasil laboratorium
c. Melakukan pemeriksaan antropometri dan komposisi tubuh
d. Melakukan analisis kebutuhan energi, faktor stres, kebutuhan gizi makro dan mikro
e. Mengelola preskripsi gizi dan memilih jalur pemberian gizi, bentuk dan frekuensi pemberian makanan
f. Melakukan pemantauan dan evaluasi yang berkaitan dengan terapi medik gizi
Fungsi dari KK Gizi Klinik sesuai dengan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yaitu menerapkan ilmu kedokteran dasar dan ilmu gizi berdasarkan evidence-basedmedicine(EBM) sebagai dasar investigasi dan berpikir analitik dalam melaksanakan terapi medik gizi. Dengan adanya terapi medik gizi tersebut, diharapkan dapat meningkatkan performa pasien dan menurunkan angka morbiditas dan mortalitas pada pasien ibu hamil dan anak.
3.1. Identifikasi dan Analisis Isu Aktual
Identifikasi isu dilakukan melalui metode environmentalscanning yaitu identifikasi melalui tahapan observasi, analisis tugas dan fungsi pokok di unit kerja KK Gizi Klinik RSAB Harapan Kita. Proses identifikasi isu dapat disimpulkan dalam tabel 3.1.
a. Belum optimalnya rujukan gizi klinik pada ibu hamil dengan pertumbuhan janin terhambat di RSAB Harapan Kita tahun 2021
Pertumbuhan janin terhambat/PJT (intrauterinegrowthretardation/IUGR) merupakan suatu kondisi janin mengalami kegagalan dalam laju pertumbuhan sehingga taksiran ukuran dan berat badan janin tidak sesuai dengan usia kehamilan. Sejumlah 217 ibu hamil dirujuk dan dirawat di RSAB Harapan Kita pada tahun 2021 dengan diagnosis PJT. Faktor penyebab PJT bervariasi dari faktor maternal/ibu, plasenta, janin, genetik, ataupun kombinasi dari beberapa faktor tersebut. Faktor maternal seperti malnutrisi berat atau obesitas, penambahan berat badan selama kehamilan yang tidak sesuai, hingga gangguan di plasenta dapat menyebabkan pasokan zat gizi dan oksigen tidak mencukupi kebutuhan janin sehingga lama kelamaan memicu terjadinya PJT.
Pelayanan gizi rawat inap di RSAB Harapan Kita melalui tahapan awal skrining gizi hingga tata laksana dengan pemberian makanan diet reguler pada ibu hamil dengan PJT. Terapi medik gizi oleh Kelompok Kerja Gizi Klinik dilakukan apabila ada permintaan konsultasi dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Dalam pelaksanaannya, terapi medik gizi tidak dapat dilakukan secara optimal karena adanya keterbatasan waktu terapi sebelum persalinan, terbatasnya suplementasi zat gizi yang bisa diberikan pada ibu hamil dan berbagai permasalahan lainnya. Kondisi janin ini dapat meningkatkan morbiditas pada janin ataupun setelah dilahirkan.
b. Belum optimalnya kunjungan balik pasien obesitas di Poli Gizi Klinik RSAB
Harapan Kita tahun 2021
Dalam audit medis KK Gizi Klinik tahun 2020-2021 diketahui bahwa angka dari kunjungan balik pasien obesitas masih cukup rendah. Dari 55 orang pasien obesitas yang melaksanakan terapi medik gizi dari Poli Gizi Klinik, hanya sejumlah 2 orang
BAB III ANALISIS ISU DALAM PELAKSANAAN TUGAS DAN FUNGSI
pasien yang melakukan kunjungan ulang. Banyak faktor penyebab dari kunjungan balik pasien yang cukup rendah tersebut, antara lain tidak adanya sistem pengingat melalui sms atau aplikasi whatsapp ke nomor pasien untuk memberikan informasi jadwal kontrol berikutnya, tingkat kepatuhan pasien dan motivasi yang kurang dalam menjalankan terapi baik farmakologi maupun nonfarmakologi.
Tujuan umum dari terapi medik gizi pada obesitas adalah mempertahankan penurunan berat badan dalam jangka panjang dan mencegah kenaikan kembali. Menurut panduan praktik klinis (PPK) terapi medik gizi pada obesitas, target jangka pendek penurunan berat badan adalah penurunan sekitar 5 – 10% dari BB awal dan dipertahankan hingga 6 bulan, dengan target jangka panjang berupa penurunan berat badan 10 – 20% dari berat badan awal hingga tercapai target berat badan dengan status gizi ideal. Dalam hal ini, terapi medik gizi pada 2 orang pasien tersebut masih belum optimal dengan rerata penurunan berat badan berkisar 3,5% dari berat badan awal, namun didapatkan persentase lemak tubuh sebesar 7% dari hasil pemeriksaan komposisi tubuh.
c. Belum terdapatnya oralnutritionalsupplementatau susu tinggi protein di formularium RSAB Harapan Kita
Oral nutritionalsupplement (ONS) atau Foods forspecialmedical purpose (FSMP) merupakan makanan berbentuk minuman siap saji, krim, atau suplemen bertepung yang diformulakan atau melewati proses khusus sebagai tatalaksana gizi medik di bawah supervisi tenaga medis. ONS umumnya diberikan pada pasien yang membutuhkan nutrisi enteral parsial atau total baik diberikan dari jalur oral ataupun melalui sarana selang (tube feeding). Indikasi pasien yang membutuhkan ONS adalah perkiraan tidak dapat makan selama 7 hari, atau dengan kemampuan ambilan, digesti, absorbsi, metabolisme dan eksresi saluran cerna terbatas yang tidak dapat diperoleh melalui makanan dalam bentuk biasa atau diet standar, misalnya pasien ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum, status gizi buruk, ataupun pada perawatan intensif. Pemberian diet standar pada seluruh pasien rawat inap diperkirakan mengandung 71 gram protein atau sekitar 15% dari total kalori. Jumlah protein tersebut tidak mencukupi kebutuhan pada beberapa pasien yang mengalami masalah defisiensi zat gizi misalnya hipoalbuminemia, anemia defisiensi besi, pertumbuhan janin terhambat, ataupun infeksi berat/sepsis pada perawatan intensif. Diharapkan dengan adanya ONS tinggi protein (sekitar 14 g/saji) dapat mencukupi kebutuhan protein dan menurunkan degradasi protein yang berlangsung selama proses inflamasi ataupun penyembuhan.
Tabel 3.1 Identifikasi Isu
No Isu Kondisi saat ini Dampak Kondisi yang
diharapkan
1 Belum optimalnya
rujukan gizi klinik pada
ibu hamil dengan
pertumbuhan janin
terhambat di RSAB
Harapan Kita tahun
2021
2 Belum optimalnya
kunjungan balik pasien
obesitas di poli Gizi
Klinik tahun 2021
3 Belum terdapatnya oral
nutritional supplement
(ONS) atau susu tinggi
protein di formularium
RSAB Harapan Kita
• Sejumlah 217 ibu hamil
dengan diagnosis
pertumbuhan janin
terhambat dirujuk dan
dirawat di RSAB
Harapan Kita pada
tahun 2021
• Hanya 13 ibu hamil
yang dikonsulkan ke
Gizi Klinik
• Sejumlah 2 orang
(3,6%) dari 55 pasien
obesitas kontrol ke Poli
Gizi Klinik RSAB
Harapan Kita pada
tahun 2021
• Rerata BB turun 3,6 kg
(3,5%) dalam 1 bulan
dengan persentase
lemak tubuh (FM)
turun 2,7%
• Sejumlah 420 kasus
hipoalbuminemia
dirujuk dan dirawat di
RSAB Harapan Kita
namun tidak tersedia
formula khusus susu
tinggi protein
• Belum dirumuskan
ONS di formularium
RSAB Harapan Kita
Berat badan
lahir rendah (BBLR) atau
BB kecil tidak
sesuai dengan usia
kehamilan
Berkurangnya
jumlah bayi
dengan BBLR
yang dirawat di RSAB Harapan
Kita
Belum mencapai
target akhir
penurunan BB yang
diinginkan
Kunjungan
balik rutin
selama 6 bulan
dengan
penurunan BB
sekitar 5 – 10%
dari BB awal
Makanan
standar
dengan
kandungan
protein tidak
mencukupi
(71
gram/hari)
• Dirumuskan
ONS di formularium
RSAB
Harapan Kita
• Tersedia
makanan
diet tinggi protein
Dari beberapa isu di atas dapat dilakukan penapisan isu untuk menentukan isu utama, yaitu dengan menggunakan metode Aktual, Problematik, Kekhalayakan, Kelayakan (APKL). Aktual artinya isu yang sedang terjadi atau akan terjadi dan sedang menjadi pembicaraan orang banyak. Problematik artinya isu yang menyimpang dari standar ketentuan sehingga harus dicari penyelesaian masalah. Kekhalayakan artinya isu menyangkut hajat hidup orang banyak. Kelayakan artinya isu layak dan logis untuk dirumuskan. Analisis APKL tersebut menggunakan rentang nilai dari angka 1 – 5 dengan keterangan semakin tinggi skor, maka isu tersebut semakin mendesak atau gawat untuk segera dicari penyelesaiannya.
Isu A P K L Jumlah Prioritas
Belum optimalnya rujukan gizi klinik pada ibu hamil dengan PJT di RSABHK tahun 2021
Belum optimalnya kunjungan balik pasien obesitas di poli Gizi Klinik tahun 2021
Belum terdapatnya oral nutrition supplement (ONS) atau susu tinggi protein di formularium RSAB Harapan
Kita
4 4 5 5 18 I
2 3 2 2 9 III
3 4 4 4 15 II
Berdasarkan analisis APKL tersebut, dapat disimpulkan bahwa “Belum optimalnya rujukan gizi klinik pada ibu hamil dengan PJT di RSAB Harapan Kita tahun 2021” memiliki jumlah tertinggi untuk diangkat sebagai isu utama dengan penjelasan sebagai berikut:
Metode Deskripsi Terkait Isu
Aktual
Problematik
4 : Isu menjadi pembicaraan yang sering dibahas dalam ronde besar bersama KSM Obgyn mengenai peran gizi dalam peningkatan BB janin
4 : Isu tersebut dapat menyebabkan dampak negatif pada saat penambahan
BB maternal dan janin tidak sesuai harapan yaitu bayi kecil masa kehamilan atau bayi BB lahir rendah
5 Isu tersebut dinilai dapat memberikan dampak bagi masyarakat apabila
Kekhalayakan
Kelayakan
tidak diselesaikan
5 : Isu tersebut layak untuk segera dicarikan penyelesaian masalah
Tabel 3.2. Penapisan Isu Aktual
Tabel 3.3. PENJELASAN ANALISIS APKL ISU UTAMA
Teknik analisis isu menggunakan fishbone diagram. Diagram tersebut memilah penyebab utama dari isu utama/kontemporer “Belum optimalnya terapi medik gizi pada ibu hamil dengan PJT di RSAB Harapan Kita tahun 2021” dengan menilai dari aspek manpower,machine,method.
3.2. Keterkaitan Penyebab Isu dengan Kedudukan dan Peran PNS untuk Mendukung Terwujudnya SmartGovernance
Belum optimalnya rujukan gizi klinik pada ibu hamil dengan PJT ini terkait dengan kedudukan dan peran ASN untuk mendukung terwujudnya Smart Governance seperti pada Pelayanan publik, manajemen ASN, dan literasi digital.
a. Dokter penanggung jawab pasien (DPJP) masih belum menganggap status gizi ibu hamil penting dalam tata laksana PJT. Dalam hal ini, kompetensi dari setiap tenaga kesehatan dan kerja sama multidisiplin perlu ditingkatkan untuk memberikan pelayanan terbaik dan menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu hamil dan perinatal
b. Belum adanya standar prosedur operasional (SPO) merupakan salah satu gambaran tidak optimalnya inovasi dan manajemen ASN dalam melakukan perbaikan tiada henti demi pelayanan publik
c. Pasien merasakan kesulitan untuk akses pelayanan Poliklinik Gizi. Dalam hal ini, dibutuhkan SMART governance di bidang literasi digital supaya dapat terlaksana penyesuaian dan pemberian informasi jadwal pelayanan poliklinik.
Gambar 3.2. Bagan Fishbone Mengenai Analisis Penyebab Isu Utama
3.3. Alternatif Pemecahan Masalah Sebagai Gagasan Kreatif
Setelah analisis isu dilakukan, maka terdapat beberapa gagasan untuk mengatasi isu, yaitu berupa pembuatan SPO sistem rujukan bagi ibu hamil dengan masalah PJT di RSAB Harapan
Kita. SPO sistem rujukan ini meliputi rancangan kriteria berat badan janin di bawah persentil
10 grafik Hadlock sesuai usia kehamilan, beserta dengan informasi pelayanan poliklinik Gizi. Adanya pembuatan SPO ini memungkinkan untuk dilakukan analisis status gizi ibu hamil secara umum, evaluasi asupan makanan beserta komposisi zat gizi makro dan mikro, serta evaluasi perkembangan berat badan janin sesuai dengan tahapan kehamilan. Dengan demikian, penulis berencana untuk menuangkannya dalam beberapa kegiatan yaitu :
a. Persiapan bahan diskusi untuk pembuatan SPO sistem rujukan bagi ibu hamil dengan PJT
b. Penyusunan SPO sistem rujukan bagi ibu hamil dengan PJT
c. Sosialisasi dan evaluasi SPO sistem rujukan bagi ibu hamil dengan PJT
RANCANGAN AKTUALISASI
4.1. Rancangan Aktualisasi dan Nilai-nilai Dasar PNS
Matriks Rancangan aktualisasi
Unit Kerja : KSM Spesialis Lain
Penetapan Isu : Belum optimalnya rujukan gizi klinik pada ibu hamil dengan pertumbuhan janin terhambat (PJT) di RSAB Harapan Kita
Gagasan Pemecahan : Penyusunan SPO rujukan gizi klinik pada ibu hamil dengan PJT di RSAB Harapan Kit
Tabel 4.1 Matriks Rancangan Aktualisasi
No Kegiatan Tahapan
Kegiatan Output/Evidence Keterkaitan dengan substansi mata pelatihan agenda 2
Penguatan nilai organisasi
1 Persiapan bahan diskusi rujukan ibu hamil
a. Menyiapkan bahan diskusi Output: terdapatnya bahan diskusi/data
referensi
Saya berdedikasi mengorbankan
tenaga, pikiran, dan waktu demi
kemajuan organisasi KSM
Spesialis Lain RSABHK (Loyal)
Kegiatan ini selaras dengan
visi RSABHK yaitu terdepan
Melakukan identifikasi belum optimalnya rujukan gizi klinik
dengan
BAB IV
Kontribusi terhadap visi misi organisasi (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
RSABHK
Evidence: list bahan
diskusi dan bukti foto
diskusi
dan menyiapkan bahan diskusi
dengan cermat dan bertanggung
jawab (Akuntabel). Saya akan
menyelesaikan bahan diskusi
dengan mencari sumber yang
diberikan (Kompeten).
dalam
pelayanan ibu
hamil dan perinatal.
nilai BerAKHLAK dalam
memperkuat nilai
organisasi demi tujuan mengurangi angka
morbiditas pada ibu
b. Mengundang
KSM Obstetri dan Ginekologi
(Obgyn)
untuk diskusi
bersama
c. Melakukan
diskusi
bersama KSM
Obgyn
Output:
Tersampainya
undangan kepada
KSM Spesialis Lain
dan KSM Obgyn
Evidence: Undangan
virtual (melalui zoom)
melalui media
whatsapp dan
undangan fisik
Output: KSM Obgyn
menyetujui SPO
rujukan gizi klinik
Evidence: absensi, bukti foto dan notulensi rapat
Saya akan menyesuaikan
kesediaan waktu dari KSM
Spesialis Lain dan KSM Obgyn (Harmonis). Dalam
menyampaikan undangan, saya
akan menggunakan bahasa
Indonesia dengan baik dan benar (Loyal).
hamil dan anak
Saya bersedia untuk bekerja
sama multidisiplin (Kolaboratif), bersikap ramah (Berorientasi
Pelayanan), menghargai setiap
masukan yang diberikan (Harmonis).
dengan PJT di
mengimplementasikan
No Kegiatan Tahapan
Kegiatan
Output/Evidence
Keterkaitan dengan substansi
mata pelatihan agenda 2
Kontribusi
terhadap visi
misi organisasi
Penguatan nilai
organisasi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
3 Sosialisasi SPO
dan evaluasi Melakukan
Output : terciptanya
Saya akan mengajak KSM
Identifikasi
Melakukan identifikasi
sosialisasi
SPO rujukan
ibu hamil
dengan PJT
bagi tenaga
kesehatan
pemahaman dan
pengetahuan bagi
tenaga kesehatan
dan ibu hamil
mengenai peran gizi
untuk menunjang
tumbuh kembang
janin
Spesialis Lain dan KSM Obgyn
untuk melakukan sosialisasi hasil
SPO rujukan ibu hamil
(Kolaboratif), memahami
kebutuhan dari tenaga kesehatan
(Berorientasi Pelayanan),
membantu peserta yang kesulitan
dalam pemahaman (Kompeten),
memberikan penjelasan dengan
pentingnya
sosialisasi bagi
tenaga
kesehatan dan
ibu hamil akan
pentingnya
peran gizi
dapat
meningkatkan
kurangnya sosialisasi
pentingnya peran gizi
bagi ibu hamil sehingga
dapat dilakukan upaya
mengimplementasikan
nilai BerAKHLAK untuk
memperkuat nilai
organisasi dalam hal
pelayanan bagi
Evidence : bukti
foto, absensi peserta
sosialisasi
detail (Akuntabel) dan tetap
bersikap ramah (Harmonis).
Adapun masukan dari semua
peserta sosialisasi akan
ditampung untuk perbaikan
(Adaptif)
pelayanan bagi
ibu hamil dan perinatal
masyarakat
4.2. Penjadwalan
4.2 Tabel Jadwal Rencana Kegiatan Aktualisasi
No Kegiatan Minggu Ket/tanggal kegiatan
1 2 3 4
1 Persiapan diskusi bersama KSM Obgyn
2 Penyusunan SPO rujukan Gizi Klinik bagi ibu hamil dengan PJT di RSABHK
3 Sosialisasi SPO dan evaluasi
4.3. Para Pihak yang Terlibat dan Perannya dalam Aktualisasi
27 Juli – 17 Agustus 2022
27 Juli – 17 Agustus 2022
18 Juli – 1 September 2022
Penulis mengindentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan aktualisasi yang dituangkan dalam tabel sebagai berikut :
No Para Pihak Peran dalam Aktualisasi Keterangan
1 Mentor Bimbingan dalam analisis isu dan penyusunan laporan
2 Coach Bimbingan dalam identifikasi isu dan penyusunan laporan
3 KSM Obgyn Persetujuan kegiatan aktualisasi, penyusunan SPO bersama
4 KSM Spesialis Lain/KK Gizi Klinik Persetujuan kegiatan aktualisasi
Sudah dilakukan
Sudah dilakukan
Akan dilakukan
Akan dilakukan
BAB V
DAFTAR PUSTAKA
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, 2014.
2. Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2021.
3. Khairani. Situasi stunting di Indonesia. Jendela Data dan Informasi Kesehatan. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, 2020. (1): Hal 4-9
4. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2020. Hal 147
5. Cederholm T, Barazzoni R, Austin P, Ballmer P, Biolo G, etc. ESPEN Guidelines on definitions and terminology of clinical nutrition. ClinicalNutrition2017, 36:49-64