KARSA Magz
October Issue
© 2021 KARSA Editor In Chief Otniel Wijayandaru Writer Paskalia Evans | Rofy Rusdiana Publication Designer Otniel Wijayandaru
FROM THE EDITOR
PUSPA RUPA WASTRA is a living proof of our love to one of Indonesia's most beautiful heritages: Batik. Through this October issue, we would like to dig deeper about the story of each batik, as we believe that batik hold a deeper meaning than just mere fabric- that there is a story behind every stroke that awaits to be discovered. Finally, please enjoy reading this second volume of KARSA Magz, as we put our heart and passion while we were crafting this publication.
Otniel Wijayandaru Editor in Chief of KARSA Magz
COVER STORY Naura Arifa
1
GIMANA PERASAAN KAMU SETELAH MENDAPAT KABAR BAHWA KAMU MEMENANGKAN CAMPAIGN RAYAKAN BATIKMU DARI KARSA? Jujur kaget banget bisa menang, tapi yang pasti aku bersyukur dan seneng banget bisa dikasih kehormatan ini, karena pada awalnya, tujuan aku ikut kampanye ini bukan karena mau hadiah atau apa sih, tapi lebih karna aku ingin punya wadah untuk aku menyalurkan kebanggaan aku kalau batik emang sekeren itu.. Lebih kerennya lagi, batik itu ga cuma punya 1 motif doang, tetapi punya beragam corak dan motif yang punya membawa maknanya masing-masing dibaliknya. A little background story, aku kemarin foto pakai batik ini di Anitkabir, salah satu kota di Turki dekat Ankara (tempat aku berkuliah), dan orang-orang pada suka banget ngeliat batik yang aku pake sama temen-temenku! Bahkan ada beberapa yang datengin kita untuk foto bareng karena kita pakai batik!
2
KAMU SUDAH SUKA BATIK SEJAK KAPAN? Ini sama sekali ga peres, tapi jujur deh aku jadi semakin suka sama batik itu semenjak aku aktif di KARSA. (FYI, Naura adalah Relawan KARSA 2021 Loh!) KARSA udah ngebuat aku jadi semakin lihat betapa batik itu ternyata adalah salah satu budaya kita yang bener-bener keren dan indah. Apalagi ada anak-anak muda yang tergerak untuk melestarikan itu, aku jadi ikut tergerak dan mulai do my part juga. Kalo dulu sampai SMA aku pake batik hanya ke acara formal, sekarang karena kuliah dan ga ada seragam, aku suka nge-mix and match batik di outfit seharihari aku. Aku suka banget betapa batikbatik ini bisa mempercantik penampilanku, dan tentunya sambil memakai batik aku juga ikut melestarikan budaya negeriku tercinta!
MENGAPA KAMU MEMILIH BATIK MOTIF PARANG RUSAK SEBAGAI BATIK YANG KAMU KENAKAN SAAT BERPARTISIPASI DALAM #RAYAKANBATIKMU? Aku memilih batik ini karena batik ini adalah batik pemberian Ayahku. Batik ini punya memori uniknya tersendiri yang buat aku senang banget memakainya. Ayah aku tau kalau aku suka fashion dan juga budaya, jadi Ayahku akhirnya beli batik ini yang ternyata cocok dan bagus banget!
Selain itu, aku memilih batik ini karena batik Parang Rusak mengajarkan aku tentang makna kebijaksanaan dalam setiap gerakan. Aku percaya kebijaksanaan itu adalah kunci dari semua hal yang dihadapi di sekitar kita. Kebijaksanaan ini mengajarkan aku untuk memilah mana yang kita harus letakkan di sini ataupun di sana. Bahkan, sesuatu yang baik apabila tidak diletakkan secara bijaksana, menurutku ga bakal bermakna lagi. Jadi, aku percaya bahwa kebijaksanaan sangatlah penting di kehidupan kita, dan hal itu tercerminkan oleh batik Parang Rusak ini.
3
ADAKAH PESAN YANG INGIN KAMU SAMPAIKAN MENGENAI PELESTARIAN BATIK? Semoga kita semua sebagai anak muda bisa tetap bangga mengenakan batik di manapun dan kapanpun. Mungkin satu hal yang bisa kita lakukan agar terus dapat bangga terhadap batik adalah dengan kerap mengenakannya dalam kehidupan sehari-hari. Aku harap kita bisa barengbareng menghancurkan stigma bahwa batik itu kolot dan lain-lain. Kita bisa loh mix and match batik dengan item lainnya agar bisa lebih terlihat trendy. Aku harap juga KARSA bisa terus berkarya terutama tentang batik, Aku aja baru bener-bener ngeliat batik sebagai sesuatu yang perlu dimaknai karena KARSA! Aku harap banyak pihak bisa lebih memfasilitasi teman-teman yang punya keinginan buat ngenalin indonesia. Budaya perlu banyak diapresiasi orang agar suaranya akan terus terdngar sampai kita dan anak cucu kita tua nanti. APA HARAPANMU TERKAIT MASA DEPAN BATIK INDONESIA? Harapanku adalah semoga batik tidak akan lekang termakan oleh waktu. Aku harap batik bisa menemani kita di era modern ini, dan dan aku harap para anak muda juga bisa terus memakai batik. Aku pengen banget negara lain bisa tau dan lebih mengenal batik ini dan juga ga diakui sama negara lain. Semoga batik juga bisa dipakai semua orang di daily life dan bukan hanya acara-acara penting aja. Dengan begitu, kita dapat menerima budaya kita sendiri dalam kehidupan sehari-hari.
4
B a t t h
a lob l S
n I G k i po t l i g
Sebagai sebuah negara yang sungguh beragam, Indonesia menawarkan banyak sekali kebudayaan dengan keunikannya tersendiri. Batik sebagai salah satu kain kebanggaan nusantara ini adalah salah satunya. Kemahsyuran namanya telah terdengar hingga ke seluruh penjuru bumi, sehingga semakin banyak orang yang beruntung bisa menyaksikan keindahannya. Pada bagian ini, kami akan meliput batik-batik yang telah mengepakkan sayapnya ke level mancanegara. This is Batik in Global Spotlight.
5
Fashion Show "Batik For The World" yang digelar di UNESCO, Paris, Perancis tahun 2018 memamerkan pakaian batik hasil karya tiga desainer terkemuka Indonesia yakni Oscar Lawalata, Edward Hutabarat, dan Denny Wirawan.
sc: indonesiakaya.com
sc: kumparan.com Nelson Mandela mengenakan batik saat kunjungannya ke Indonesia pada tahun 1997 sebagai presiden Afrika Selatan.
6
BatikFacts DIPENGARUHI BERBAGAI BUDAYA
DITETAPKAN SEBAGAI WARISAN BUDAYA
Dalam perkembangan eksistensinya di negeri ini, batik mendapatkan berbagai pengaruh budaya luar, di antaranya budaya India, China, Belanda, dan Arab. Banyak akademisi yang percaya bahwa batik Jawa mulai dapat diproduksi dengan baik saat kain berkualitas dari India pada tahun 1800an mulai diimpor ke Indonesia. Hal ini menjadikan pengaruh kebudayaan India terlihat pada motif batik Indonesia, terutama yang berasal dari pulau Jawa.
Setelah menunggu selama tiga tahun, batik akhirnya ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and the Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO, Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan pada tahun 2009.
Pengaruh kebudayaan China pada kain batik juga mulai masuk pada abad ke-7 akibat hubungan intens antara kerajaan-kerajaan di Nusantara dengan dinasti Tang di China. Pengaruh-pengaruh lainnya hasil dari berbagai proses perdagangan oleh bangsa Belanda dan Arab juga turut andil dalam membentuk keragaman motif batik Indonesia.
Penetapan batik sebagai warisan kemanusiaan ini dinilai oleh UNESCO berkaitan dengan hubungan erat motif, teknik, dan simbolisme batik dengan kebudayaan di Indonesia. UNESCO menaksir batik sebagai suatu kesatuan dengan masyarakat yang dimaknai sebagai prosesi kelahiran hingga kematina hidup manusia. TEKNIK PEMBUATAN YANG OTENTIK Walaupun kain batik dikenal sebagai kain yang memiliki ragam corak yang kompleks, nyatanya proses membatik hanya menggunakan satu alat sederhana bernama canting. Keberadaan canting dipercaya sebagai penemuan asli masyarakat Jawa yang pada dasarnya merupakan sebuah mangkuk tembaga tipis yang dihubungkan denan gagang bambu. Canting digunakan untuk membubuhi kain polos dengan malam yang sudah dilelehi. Saat ini, proses produksi batik sudah lebih modern. Akan tetapi tidak serta merta menghapus nilai luhur dari tiap corak batik yang dihasilkannya. Automasi produksi batik ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar sehingga batik dapat terus dikenakan oleh siapapun di manapun.
7
KARSA percaya bahwa batik adalah satu dari banyak kekayaan Indonesia yang perlu kita semua jaga. Kampanye #RayakanBatikmu seyogyanya adalah bentuk usaha KARSA dalam menjaga dan membumikan budaya Indonesia.
KARSA Magz
October Issue
CONTACT US Email keluargakarsa@gmail.com Phone +62 8194222216 | Alifa Diva Syabil