3 minute read

PRODUCT DESIGN

Next Article
SIGNATURE DISH

SIGNATURE DISH

AIN’T I A WOMAN?

WOMEN’S VISION / PRODUCT DESIGN Eileen Gray (9 August 1878 – 31 October 1976). Calon pelukis gagal yang jatuh cinta pada interior Teks Pipit Pianita desain setelah tidak sengaja mendekorasi apartemen temannya setelah lulus dari the Slade School of Fine Art. Dalam seluruh proyek interior, Eileen merancang sebagain besar furnitur dan ia yang mempopulerkan finishing lacquer untuk furnitur. Satu karyanya yang mendapat kritikan sebagai furnitur modern inovatif adalah kursi Bibendum dan meja E1027. Idenya berasal dari potongan lengkungan baja tubular (baja berbentuk pipa) ditnumpuk ganda dan menumpu pada dudukan dengan bentuk sama. Kursi yang dirancang tahun 1920-

Advertisement

Petikan dari pidato Sojourner Truth (1797 1930an ini masih diminati bahkan kursi asli karya Eileen – 1883) di tahun 1851 yang disiapkan masih saja diburu para kolektor furnitur art deco dengan tanpa rencana dan skrip. Namun memiliki harga sangat tinggi. dampak besar untuk membuat para wanita Le Corbusier pernah menolak mentah-mentah sadar, bahwa dirinya tidak perlu hanya Charlotte Perriand (1903–1999) saat melamar menjadi menjadi kaum pendamping laki-laki dan harus berada di desainer di studionya. Walaupun Perriand lulusan the belakangnya. Sojourner Truth merupakan abolisionis Ecole de L’Union Centrale de Arts Decoratifs (School of the dan juru kampanye hak-hak perempuan Afrika- Central Union of Decorative Arts) dan salah satu karyanya Amerika di abad 17-18. di Masa tersebut, dua hal berat ia pernah dipajang di the Exposition Internationale des Arts suarakan dengan lantang, yaitu persamaan gender dan Decortifs et Industriels Modernes. Perriand dianggap mengangkat derajat kulit berwarna untuk kesetaraan tidak bisa menjadi desainer atau arsitek dan hanya bisa yang sama. menyulam bantal. Sebulan kemudian, Le Corbusier melihat

Tidak hanya Truth, Kartini bahkan Laksamana karya Perriand, Bar in the attic (Bar sous le toit) dalam Salon Malahayati telah membuktikan bahwa tidak ada D’Automne tahun 1927. Interior bar dengan furnitur dan kegiatan dan profesi yang tidak bisa dilakoni wanita. finishing menggunakan metal dan kaca, sebuah hal tidak biasa Dalam dunia desain, perempuan memang kalah saat itu dan langsung meminta Perriand untuk menjadi furnitur pamor dengan laki-laki. Namun tidak berarti desainer di bironya. Perriand terkenal dengan kepiawaiannya mereka tidak memberikan kontribusi besar dalam mengolah berbagai material dan teknik. Ia juga menemukan profesi cukup berat. Karena begitu banyak desainer sistem countertop untuk partisi yang memisahkan ruang makan legendaris wanita dengan karya yang terkenal dan dapur sehingga perempuan bisa menyiapkan makanan sambil hingga kini. berbincang-bincang.

Dok. Domo.com

Karya Nana Ditzel, egg chair yang meraih The Milan Triennale dan Lunning Prize.

Eames Lounge and Ottoman karya Ray Eames.

Dok. scandium.com

Bicara desainer wanita dengan karya yang banyak meraih penghargaan, tersebutlah Nanna Ditzel. Desainer Denmark dengan salah dua penghargaan The Milan Triennale dan Lunning Prize. Karyanya bersama suami pertamanya Jørgen adalah furnitur rotan berbentuk kursi gantung di tahun 1957. Bersama Jorgen, Ditzel banyak berekplorasi menggunakan mebel dan setelah kematian suaminya, ia semakin berani bereksplorasi dengan material seperti busa, plastik dan fiberglass. Karyanya Trinidad chair, kursi ringan di tahun 1993 terjual ribuan unit setiap bulannya.

Sebelum Jorgen yang membebaskan istrinya untuk berkarya dalam dunia desain. Charles Eames telah melakukannya lebih dahulu. Sebuah hal tabu di awal abad 19 dilakukan Charles dengan menjadikan istrinya Ray Eames sebagai pasangan berkreasi untuk desain grafis, fine art dan film. “Anything I can do, Ray can do better,” kata Charles. Kolaborasi membawa keduanya menjadi desainer Amerika berpengaruh dalam arsitektur dan interior modern di dunia. Karya mereka banyak menggunakan plywood yang dibengkokkan menjadi furnitur-furnitur ergonomis. Terlihat dari Lounge Chair wood (LCW) dan Eames Lounge Chair, kursi dengan dasar plywood berbentuk kurva dengan bantalan kulit yang terkenal hingga sekarang.

Charlotte Perriand mendesain Bamboo Chaise saat mengunjungi Jepang.

This article is from: