Executive Summary ALSA Legal Coaching Clinic 2021 Protecting The Rights of Women Manado, 10 Desember 2021
EXECUTIVE SUMMARY
ALSA Legal Coaching Clinic 2021 Local Chapter Universitas Sam Ratulangi “PREVENTION OF SEXUAL HARASSMENT OF WOMEN AND MAKE GENDER EQUALITY AS A VALUE NOT A PRIORITY” Manado, 10 Desember 2021
Latar Belakang Kekerasan seksual menurut Naskah Akademik RUU PKS merupakan bentuk kekerasan
atau dominasi kekuasaan yang diwujudkan secara paksa dan merupakan bentuk kontrol seksual dimana satu pihak berupaya melakukan kontrol terhadap pihak lain secara seksual dengan menggunakan kekuasaan atau kewenangannya dalam berbagai bentuknya, bahkan hingga menyebabkan pihak lain tersebut menyetujui tanpa kesadaran yang sesungguhnya. Kekerasan seksual ini bisa terjadi dalam relasi personal, rumah tangga, relasi kerja, wilayah publik, dan juga dapat terjadi dalam situasi konflik, bencana alam, dan situasi khusus lainnya. Pelecehan seksual (sexual harassment) merupakan salah satu bentuk dari tindakan kekerasan seksual yaitu tindakan fisik atau nonfisik kepada orang lain yang berkaitan dengan nafsu perkelaminan, hasrat seksual, dan/atau fungsi reproduksi seseorang yang mengakibatkan seseorang merasa terhina, terintimidasi, direndahkan dan/atau dipermalukan Kekerasan seksual saat ini menjadi isu yang ramai dibicarakan di kalangan masyarakat karena kasusnya yang masih ada dan banyak dijumpai. Berdasarkan data dari Komnas Perempuan, telah terjadi 2.500 kasus kekerasan terhadap perempuan pada periode Januari-Juli 2021 dan angka ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Salah satu bentuk dari kekerasan pada perempuan itu adalah kekerasan seksual. Berdasarkan data grafik Komnas Perempuan, laporan mengenai kasus kekerasan seksual di Indonesia meningkat setiap tahunnya namun pada tahun 2020 dan 2021 angka tersebut menurun