JUMAT, 1 OKTOBER 2010
32 HALAMAN/Rp3.000,-
Indeks Hari Ini
Hasil 12 PPK Sama dengan QC
Astronom Temukan Bumi Baru UPAYA menemukan alternatif tempat tinggal baru, jika bumi terlalu full, belum berhenti. Yang terbaru, ahli astronomi berbagai institusi mengklaim menemukan planet yang paling layak ditinggali manusia.
BACA HAL. 5
MU Hajar Valencia 1-0 VALENCIA gagal memanfaatkan krisis yang menimpa Manchester United di matchday kedua Grup C Liga Champions. Tampil di depan publik sendiri, mereka justru dipermalukan dengan skor 0-1.
BACA HAL. 13
Prima 54,95%, BMS 45,05%
Konflik AWS-P3UW Dibawa ke SBY
GUNUNGSUGIH - Hasil rekapitulasi suara sementara Pilkada Lampung Tengah putaran kedua dari 12 panitia pemilihan kecamatan (PPK) tak jauh berbeda dengan penghitungan cepat (quick count/QC). Pasangan Hi. A. Pairin, S.Sos.-Ir. Hi. Mustafa, M.H. (Prima) mengantongi 144.957 suara (54,95 persen). Sementara, Musa-Suwidyo (BMS/Barisan Musa-Suwidyo) meraih 118.840 suara (45,05 persen). Pada QC yang dilakukan Lembaga Survei Rakata Institute, Prima yang merupakan kandidat dari Partai Golkar meraih 53,12 persen suara. Berbeda tipis dari BMS yang diusung PDIP dengan 46,88 persen. Berdasar data PPK itu, pasangan BMS hanya unggul di dua kecamatan, yakni Gunungsugih dan Rumbia. Di sana, pasangan dengan nomor urut tujuh ini memperoleh 16.810 dan 8.297 suara. Sedangkan, Prima mengantongi 16.458 dan 7.440 suara (selengkapnya lihat grafis, Red). Anggota KPU Lamteng Muhtaridi menjelaskan, hasil penghitungan suara sementara itu belum bisa dijadikan acuan. Sebab, baru dari 12 kecamatan. Sementara, kecamatan di Lamteng ada 28.
PERMASALAHAN antara PT Aruna Wijaya Sakti (AWS) dengan sejumlah plasma terus meluas. Untuk penyelesaiannya, masalah ini akan dibawa ke Presiden SBY.
BACA HAL. 24
RS Periksa Calon Pendonor RUMAH Sakit Mardiwaluyo Kota Metro mulai memeriksa Nurdin, calon pendonor hati untuk Anisa, bayi berusia 15 bulan yang menderita atresia bilier. Sementara, panitia bersiap-siap untuk konser amal.
BACA HAL. 28
Baca HASIL Hal. 11
FOTO JPNN
WAJAH PELAKU: Wajah pelaku peledakan di Pasar Sumber Arta, Jalan K.H. Noer Ali, Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat, sekitar pukul 08.15 WIB kemarin (30/9). Pelaku yang juga menjadi korban ledakan itu adalah Ahmad bin Abu Ali (38), warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan. FOTO YOSHIKAZU TSUNO/AFP
WCV Salah seorang pengunjung pameran yang berlangsung di Tokyo, Jepang, kemarin menjajal kendaraan khusus penyandang cacat atau wheel chair vehicle (WCV). Kendaraan bertenaga baterai itu bisa mencapai kecepatan 50 km/jam.
Sri Mulyani p Capres 2014 Lun Luncurkan Website W dengan Slogan I’ll Be Back JAKARTA JA Pa ra calon kontestan yang Sri Mulyani akan maju dalam Pemilihan Presiden 2014 harus mulai pasang kuda-kuda. Pasalnya, ada kemungkinan mereka bersaing dengan Sri Mulyani Indrawati. Suasana semangat mantan menteri keuangan itu menjadi capres sangat terasa dalam acara peluncuran website www.srimulyani.net kemarin (30/9). Di salah satu pojok halaman website dipasang foto perempuan yang kini menjabat direktur pelaksana Bank Dunia itu disertai latar bertulisan, ’’I’ll Be Back’’. Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bakti mengatakan, Sri Mulyani punya kapasitas dan kapabilitas untuk menjadi presiden RI pada 2014. ’’Modal itu sudah ada. Mudah-mudahan Baca SRI MULYANI Hal. 11
Belanda Belum Akui Kedaulatan Indonesia JAKARTA - Indonesia sudah 65 tahun merdeka. Tetapi, pemerintah Belanda ternyata belum pernah menyatakan pengakuan secara resmi dan tertulis mengenai kedaulatan negara ini. Dokumen bersejarah pengakuan kedaulatan itu baru mau disampaikan pemerintah Belanda saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkunjung ke Negeri Kincir Angin itu pada 5-8 Oktober nanti. Selama ini, Belanda secara resmi belum mengakui kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Bangsa yang pernah menjajah Indonesia selama 3,5 abad itu mengakui kemerdekaan Indonesia berdasar soevereiniteitsoverdracht (penyerahan kedaulatan) yang ditandatangani di Istana Dam, Amsterdam, pada 27 Desember 1949. Baca BELANDA Hal. 11 http://www.radarlampung.co.id
Bom Bunuh Diri Meledak di Bekasi Pelaku Bersepeda, a, Pos Polisi Diduga Jadi Target JAKARTA – Belum dingin dampak kerusuhan di Jalan Ampera, Jakarta Selatan (29/9), dan Tarakan (28/9), polisi kembali direpotkan peledakan yang diduga bom bunuh diri di Pasar Sumber Arta, Jalan K.H. Noer Ali, Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat, sekitar pukul 08.15 WIB kemarin (30/9). Petugas mengidentifikasi pelaku yang juga menjadi korban ledakan itu adalah Ahmad bin Abu Ali (38), warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Hingga tadi malam, motif peledakan bom rakitan berdaya ledak rendah itu belum jelas. Namun, pihak Mabes Polri mengimbau jajarannya siaga dan mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang di daerah lain. Diduga, Ahmad
berencana meledakkan bom yang berbahan baku petasan itu di keramaian pasar atau di sekitar pos polisi, sekitar 30 meter dari lokasi ledakan. ’’Mabes Polri belum memastikan polisi sebagai sasaran bom yang meledak itu. Namun, Polri mewaspadai serangan itu dilakukan terhadap institusi. Terkait siapa di balik aksi itu dan koneksinya dengan teroris atau tidak, masih ditelusuri Densus,’’ kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol. Hu H Iskandar Hasan kemarin. Isk Iskandar menuturkan, bom yang meledak tersebut dirakit ya secara amatir. Namun, di tempat se kejadian perkara (TKP), polisi ke menemukan sejumlah bahan m berbahaya. Di antaranya, 50 b paku berukuran 4 sentimeter, p bubuk mesiu, dan karbit. Selain itu, polisi menemukan surat ancaman dan wasiat bunuh diri di dua lembar kertas dalam kantong pelaku. Baca BOM Hal. 11
Pergi ke Padang untuk Cari Biaya Melahirkan BANDARLAMPUNG – Tiba di sebuah rumah di Dusun IIIb, Desa Sabahbalau, Tanjungbintang, Lampung Selatan, kemarin (30/9), terlihat dua bendera kuning berdiri di sisi kiri dan kanan pintu pagar yang terbuat dari anyaman bambu. Puluhan orang duduk di bawah tenda terpal. Mereka adalah pelayat. Ya, hari itu penghuni rumah tengah menunggu jenazah Wisnu Wibowo (33) alias Wasno alias Pak De. Dia adalah anggota kawanan perampok yang beraksi di tiga anjungan tunai mandiri (ATM) –Bank Bukopin, Bank Nagari, dan BNI– di kawasan Ulak Karang, Padang, 25 September lalu sekitar pukul 04.00 WIB. Sehari kemudian, jajaran Polda Sumbar meringkus enam orang setelah terjadi kontak senjata di kawasan Malalak, Kabupaten Agam. Dua di antaranya tewas di tempat, yakni Bento (30) dan Pak De. Keduanya asal Lampung. Kemudian, Suhardi alias Hendra menemui ajal di RS Bhayangkara. Tiga lainnya Sudip (30), Ikhsan (28), dan Khairil Baca PERGI Hal. 11
FOTO TAUFIK WIJAYA
MENUJU TPU: Warga membawa keranda yang berisi jenazah Wasno menuju tempat pemakaman umum (TPU) kemarin.
Kisah Ibu-Ibu yang Menjadi Korban Arisan Piau di Tambora
Tak Curiga karena si Bandar Dikenal Dermawan Penggelapan uang arisan kembali terjadi. Kali ini menimpa ibu-ibu di Kampung Krendang, Tambora, Jakarta Barat. Tak tanggung-tanggung, uang yang dibawa kabur sang bandar mencapai Rp2 miliar. Peserta arisan hanya bisa menangisi uang mereka yang hilang.
FOTO THOMAS KUKUH/JPNN
arisan piau. Dia menghimpun uang dari para peserta arisan. Nilainya mencapai Rp2 miliar. Konon, anggota arisan tersebut ratusan orang. Tetapi, ada yang menyebut jumlah anggota arisan itu hanya 50 orang. Kerugian setiap korban bervariasi. Ada yang rugi Rp1 juta, ada juga yang sampai kehilangan Rp150 juta. Semestinya, saat Lebaran lalu, para peserta menarik uang arisan. Tetapi, hingga Lebaran berlalu, bukan dapat uang arisan piau, para peserta justru bingung karena sang bandar menghilang. Mereka lantas beramai-ramai mendatangi rumah kosong tersebut sambil berteriak meminta sang penghuni keluar. Para peserta menyatakan sudah ditipu Akhim, orang yang selama ini mereka percaya untuk menjadi bandar arisan tersebut. ’’Dia tiba-tiba menghilang. Uang kami dibawa kabur,” ucap Anis Sukma, salah seorang korban. Saat ditemui di rumahnya, yang tak jauh dari tempat tinggal Akhim, wajah Anis kusut masai. Dalam dua minggu terakhir, dia termasuk peserta yang getol mencari Akhim.
RUGI RP150 JUTA: Anis menunjukkan foto Akhim yang telah menipunya dalam arisan piau. Dia menderita kerugian Rp150 juta.
Baca TAK Hal. 11
Laporan Thomas Kukuh, JAKARTA RUMAH bertingkat di pojok gang di wilayah RT 11/RW 02 Kampung Krendang, Tambora, Jakarta Barat, terkunci rapat. Minggu lalu (26/9), rumah tersebut didatangi puluhan warga yang sebagian besar ibu-ibu keturunan Tionghoa. Mereka mencari si pemilik rumah. Meski suara para pendemo sampai habis, si pemilik rumah tak kunjung keluar. Sebab, rumah itu memang sudah lama kosong. ’’Dia tidak bertanggung jawab. Dia membawa uang kami,” ungkap ibu-ibu yang menyatakan menjadi korban arisan yang dikelola Akhim, sang pemilik rumah. Bagi warga sekitar, perempuan 35 tahun tersebut memang dikenal sebagai bandar
Berlangganan, Hubungi: 0721 - 782306-7410327