RADAR LAMPUNG | Rabu, 2 Juni 2010

Page 1

RABU, 2 JUNI 2010

32 HALAMAN/Rp3.000,-

Keluarga Korban Galang Informasi Sendiri

11 WNI Dipenjara Israel, 1 Dirawat

SEORANG istri relawan mengaku pasrah, meski belum ada informasi yang jelas mengenai penyerangan Israel terhadap kapal Mavi Marmara yang tengah berlayar menuju Gaza, Palestina. Salah satunya adalah Kuntum Khairatifa, istri Arief Rachman. ’’Saya tidak bisa bilang apa-apa. Sebab, saya juga tidak tahu yang sebenarnya,’’ ungkap wanita 30 tahun itu saat ditemui di rumahnya, kawasan Lenteng Agung, Jakarta, kemarin. Kuntum mengaku, awal mengetahui informasi serangan tentara Israel terhadap kapal Mavi Marmara yang berisi 12 relawan itu dia dapatkan melalui media. ’’Lalu, saya cari-cari ke internet,’’ paparnya. Tak puas dengan informasi tersebut, kemarin Kuntum bersama kedua orang tua Arief berkunjung ke kantor Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C) Indonesia. ’’Daripada informasi yang kami dapatkan setengah-setengah, kami pergi saja ke MerC,’’ tegas Kuntum. Dia mengaku terakhir menghubungi Arief sebelum berlayar ke laut tengah. ’’Dia pamit lewat SMS. Cuma bilang kalau selama kurang lebih 20 jam tidak bisa dihubungi karena sedang berlayar,’’ paparnya. Sejak itu, kata Kuntum, suaminya itu tak bisa lagi dihubungi. Sementara itu, Chief Presidium Mer-C Sarbini Abdul Murad menjelaskan, informasi terakhir yang digalang melalui Lembaga Bantuan Kemanusiaan Turki (IHH) menyebutkan IHH menemukan salah satu kapal relawan yang bersandar di Pelabuhan Ashdod, Israel. ’’Menurut IHH, barang bantuan yang kami bawa dijarah,’’ ungkapnya.

JAKARTA – Nasib 12 warga negara Indonesia (WNI) masih belum terlalu jelas. Namun, setidaknya hampir bisa dipastikan hingga kemarin semuanya masih selamat dari serbuan tentara Israel yang dilakukan di kapal Mavi Marmara di perairan Mediterania. Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional Dino Patti Djalal mengatakan, kini seorang WNI yang belum dipastikan identitasnya tengah dirawat di Rumah Sakit (RS) London, Haifa, sebuah kota di utara Israel. Sedangkan sebelas WNI lainnya berada di penjara sipil yang dijaga ketat militer di Kota Besherfa, Israel. ’’Kesebelas WNI itu sekarang bersama relawan lainnya berada di Kota Besherfa, ditempatkan di penjara umum sipil dan kini dijaga militer,’’ ujar Dino dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin (1/6). Dino mengatakan, keterangan itu diperoleh oleh sumber Dubes Indonesia untuk Yordania Zainul Bahar yang berada di Israel. Dino mengatakan, kabar mengenai

Baca KELUARGA Hal. 11

nasib WNI akan terus diverifikasi. Indonesia akan membentuk gugus tugas yang akan dikirim ke Ramallah, Yordania. Indonesia juga memantau hasil dari sidang darurat Dewan Keamanan (DK) Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membahas penyerangan Israel terhadap kapal misi kemanusiaan tersebut. DK PBB telah meminta untuk dilakukan penyelidikan langsung yang jujur, kredibel, dan transparan. ’’Presiden cukup puas seruan beliau dapat terealisasi dari keputusan DK PBB,’’ katanya. Dino mengatakan, Indonesia juga berhasil mendorong dilakukannya debat darurat oleh Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB di Jenewa, Swiss, yang membahas khusus serangan Israel terhadap kapal Mavi Marmara. Dino menambahkan, masalah Israel dan Palestian akan turut dibahas dalam pertemuan Presiden AS Barrack Obama dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Obama dijadwalkan berkunjung ke Indonesia pada pertengahan Juni 2010. (jpnn/niz)

Ketua DPRD Tanggamus Tersangka Dugaan Korupsi Rugikan Negara Rp2,74 Miliar

FOTO REUTERS

FOTO AFP

KACAMATA PEREKAM: Kacamata dengan kemampuan merekam layaknya sebuah handycam? Kini semua itu bukan impian. Inilah kacamata yang punya kemampuan hebat dan dipamerkan di Computex 2010, TWTC Nangang, Taipei, kemarin (1/6).

KUTUK ISRAEL: Seorang anak pun mengecam tindakan Israel menyerang kapal kemanusiaan di depan Kedubes Turki, Tel Aviv, akhir bulan ini.

Soal Mobil, Anggota KPU Beda Pengakuan BANDARLAMPUNG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandarlampung berbeda pengakuan soal mobil dari Wali Kota Eddy Sutrisno. Jika ketuanya, As’ad Muzammil, seperti dikutip dari sebuah harian mengakui menerima, empat anggotanya tetap kukuh mereka tak pernah mendapat Daihatsu Luxio. As’ad menjelaskan, mobil-mobil itu masingmasing digunakan adiknya, suami Erlina, serta Eddy Sutrisno istri Fauzi Heri dan Ridwan M. Syakur. Sedangkan milik Evie tidak diketahui siapa yang menggunakan. Erlina memilih tidak berkomentar menanggapi pernyataan itu. Ditanya soal mobil yang pernah parkir di garasinya, Erlina gelagapan. ’’Sekarang, mobil itu tidak ada. Saya no comment saja. Saya ikut apa pun komentar ketua (As’ad),” ujar Erlina. Salah satu sopir yang bertugas di KPU membenarkan pernyataan As’ad. ’’Saya pernah melihat mobil itu sejak Oktober lalu di rumah salah seorang komisioner dan dipakai anggota keluarganya. Karena saya kan juga sering mengantar ke rumah,” ujar lelaki yang wanti-wanti namanya tidak dipublikasikan. Baca SOAL Hal. 11

KOTAAGUNG – Ketua DPRD Tanggamus Hi. Alhajar Syahyan, S.H. menjadi tersangka kasus dugaan korupsi makan-minum tamu pimpinan dewan pada APBD 2006–2009. Demikian pula mantan Wakil Ketua DPRD Hi. Misri Jaya Latif dan Hi. Badjuri Isa serta tiga staf sekretariat DPRD yang juga panitia pelaksana kegiatan, yakni Hilman S., Dewi I., dan Agus S. Adalah Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotaagung, Tanggamus, Agus Istiqlal, S.H., M.H. yang menyampaikan informasi itu. Kemarin (1/6), ia didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus (Ka-

sipidsus) Fajar Gurindro, S.H., M.H. dan Kasiintel Ahmad Maulana, S.H. usai ekspose hasil penyidikan yang dihadiri seluruh jaksa Kejari Kotaagung. Menurut Agus, dari penyidikan yang dilakukan dan berdasarkan alat-alat bukti yang dihimpun tim penyidik terungkap, kegiatan yang dilaksanakan pada 2006– 2009 itu tidak pernah ada. Padahal surat pertanggungjawabannya ada. Ini diketahui setelah penyidik meng-cross check berbagai pihak. ’’Kerugian negara mencapai Rp2,74 miliar,” terang Agus. Keenam tersangka dijerat pasal 2 jo pasal 18 subsider pasal 3 UU No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Selain itu, UU No. 20/2001 yang merupakan perubahan atas UU No. Baca KETUA Hal. 11

Obama Tetap tak Bisa Diharapkan PRESIDEN AS Barrack Obama masih juga melempem menyikapi agresi Israel ke Palestina. Tak ada kecaman, apalagi kutukan atas tindakan mereka menyerang kapal Marvi Marmara yang membawa ratusan relawan kemanusiaan ke Gaza, Palestina, dan mengakibatkan

19 relawan tewas itu. Menurut laporan Aljazirah, Obama hanya menyesalkan jatuhnya korban dalam peristiwa itu. Obama khawatir terhadap keberadaan relawan yang kini dalam perawatan. Presiden AS itu meminta pentingnya mempelajari semua fakta dan kondisi ter-

kait peristiwa tragis tersebut secepat mungkin. Pernyataan dia itu disampaikan secara resmi oleh Gedung Putih dalam bentuk rekaman pembicaraan telepon antara Obama dengan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu. Baca OBAMA Hal. 11

Mengunjungi Keluarga Korban Penyerangan Israel

Gelar Doa Bersama, Sempat Kirimkan SMS Satu dari 12 warga negara Indonesia (WNI) di kapal Mavi Marmara yang diserang oleh Israel di tengah laut Mediterania, ternyata tercatat sebagai warga Desa Negararatu, Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Dia adalah Nur Ichwan Abadi. Siapa dia?

setempat. Seorang pria berkopiah haji mempersilakan Radar Lampung masuk ke dalam rumah yang setengahnya berdindingkan papan itu. Usai mengucapkan salam, wartawan koran ini lantas menyalami sekitar sepuluh pria yang ada di ruang tamu rumah tersebut. Kemudian Radar memperkenalkan diri seraya mengutarakan maksud kedatangan ke rumah yang belakangan diketahui milik paman dari Nur Ichwan Abadi, yakni M. Yunus. Setelah berbincang beberapa saat, M. Yunus bercerita bahwa mereka baru saja

Laporan Wirahadikusumah, BANDARLAMPUNG KERUMUNAN orang berada di rumah bercat kuning di Desa Negararatu, Natar, Lampung Selatan, sekitar pukul 20.30 WIB tadi malam. Mereka baru saja melaksanakan doa bersama untuk keselamatan Nur Ichwan Abadi, relawan Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C) Indonesia asal desa

Baca GELAR Hal. 11 DUKA KELUARGA: M. Yunus, paman Nur Ichwan Abadi (tengah) dan Yudi, sepupunya (kanan). FOTO WIRAHADIKUSUMAH

Ingin Berlangganan, Hubungi: (0721) 782306-7410327

www.radarlampung.co.id


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.