JUMAT, 4 JUNI 2010
36 HALAMAN/Rp3.000,-
BACA BESOK Investigative
REPORTING
Salahi Keppres dan UU Pers
Dimyati Bebas, Ratusan Massa Mengamuk PANDEGLANG – Massa dan polisi saling lempar batu. Seluruh hakim, jaksa, terdakwa, beserta kuasa hukumnya terpaksa dievakuasi. Itulah tindakan cepat aparat kepolisian pascavonis bebas yang diberikan pada mantan Bupati Pandeglang, Banten, Dimyati Natakusumah, kemarin (3/6). Suasana di Pengadilan Negeri (PN) Pandeglang semakin ricuh karena massa dari Aliansi Masyarakat Pandeglang Menggugat (AMPM) kian merangsek ke depan kantor. Kericuhan sendiri berawal saat Dimyati dibebaskan dari tuduhan penyuapan terhadap anggota DPRD Pandeglang periode 2004–2009 terkait pinjaman daerah Rp200 miliar. Jumlah uang yang diduga diselewengkan senilai Rp1,5 miliar. Hingga semalam, konsentrasi massa anti-Dimyati masih bertahan di sekitar pengadilan. Sementara, terdakwa yang juga anggota DPR telah diamankan di Markas Komando Brigade Mobil Polda Banten. (jpnn/ade)
Tender Genset dan Listrik di Balai PMD Lampung (1)
Tak Dikorankan, Pengumuman Lelang Ditempel Terbalik Proses tender kerap menjadi ladang subur bagi para oknum untuk kepentingan pribadinya. Setidaknya indikasi inilah yang mencuat di Balai Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Provinsi Lampung. Berikut penelusuran Radar Lampung terkait proses tender bermasalah ini. KEPUTUSAN Presiden (Keppres) No. 80/2003 tentang Barang dan Jasa yaitu pada pasal 17 ayat 2 menjelaskan pelelangan umum adalah metoda pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan secara terbuka dengan pengumuman secara luas melalui media massa dan papan pengumuman resmi untuk penerangan umum. Sehingga masyarakat luas dunia usaha yang berminat dan memenuhi kualifikasi dapat mengikutinya. Sayangnya, apa yang tercantum dalam keppres tersebut diduga tidak dilaksanakan oleh panitia pelelangan Baca TAK DIKORANKAN Hal. 11
ANARKIS: Mahasiswa kecewa terhadap vonis bebas Dimyati dan langsung melempari polisi yang memblokir jalan menuju pengadilan dengan apa saja yang ditemui di jalan.
FOTO JPNN
12 WNI tak Bisa Pulang JAKARTA – Proses pemulangan 12 relawan asal Indonesia yang menjadi korban kebrutalan pasukan komando Israel di kapal Mavi Marmara terkendala persoalan teknis. Hingga tadi malam (3/ 6), KBRI di Amman, Jordania, belum mendapatkan kepastian tiket untuk memulangkan sepuluh relawan yang sela-mat ke tanah air. Problem lain juga dialami dua relawan yang terluka. Keduanya tertembak saat mengikuti misi kapal bantuan kemanusiaan Freedom Flotilla bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza pada Senin (31/5). Mereka dirawat di tempat terpisah. Okvianto Emil
FOTO REUTERS
Baharudin sudah diterbangkan ke Istanbul, Turki. Sedangkan Surya Fahrizal masih dirawat di Haifa, Israel. ’’Seat (kursi pesawat) masih belum dapat. Meski begitu, presiden sudah memerintah saya untuk memulangkan mereka secepatnya,’’ ujar Duta Besar RI untuk Kerajaan Jordania Zainulbahar Noor ketika dihubungi Jawa Pos (grup Radar Lampung) dari Jakarta tadi malam.
Ketika diwawancarai, Zainul sedang rapat dengan sepuluh aktivis Indonesia untuk mematangkan masalah pemulangan. Dia menuturkan, sebagian besar aktivis dan relawan memilih untuk menanti kedatangan Surya yang sekarang dirawat di Ramban Hospital, Haifa, Israel. Sebelumnya, Surya dirawat di London Hospital, Haifa, karena terluka parah akibat penembakan tentara Israel. Begitu Surya datang, kata Zainul, mereka akan bersama-sama menuju ke Istanbul, Turki, untuk bergabung bersama Baca 12 WNI Hal. 11
Penjelasan Sudarno Menyisakan Pertanyaan
KUCING PASIR: Apa pun di tangan seniman pasti menjadi sesuatu yang indah. Tak terkecuali pasir di pantai yang disulap menjadi kucing dalam Festival Pasir Haeundae di Busan kemarin (3/6).
Anggodo Menang Lagi, Bibit-Chandra Terancam JAKARTA – Nasib dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bibit Samad Rianto dan Chandra Marta Hamzah, kembali terancam untuk duduk di kursi pesakitan pengadilan. Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta memenangkan Anggodo Widjojo dalam gugatan praperadilan surat ketetapan penghentian penuntutan (SKPP) Bibit-Chandra. Itu adalah kemenangan Anggodo untuk kali kedua. Sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan juga mengabulkan permohonan praperadilan yang ia ajukan. ’’PT pada prinsipnya setuju alasan-alasan dan pertimbangan PN Jaksel,” kata juru bicara PT DKI Andi Samsan Nganro tadi malam. Putusan dalam tingkat banding tersebut dijatuhkan pada Kamis (3/6) siang dengan majelis hakim yang diketuai Muchtar Ritonga. Sementara anggotanya adalah I Putu Widnya dan Nasaruddin Tappo. ’’Memerintahkan pada kejaksaan untuk melanjutkan perkara ke pengadilan,” katanya. Andi Samsan menguraikan, terdapat beberapa hal perbaikan dan penegasan majelis hakim PT dalam putusan tersebut. Penegasan itu di antaranya kedudukan Anggodo sebagai pihak ketiga yang berkepentingan dan berhak mengajukan gugatan tersebut. Baca ANGGODO Hal. 11
Polri Periksa Perusahaan Bakrie Group JAKARTA – Pengusutan sindikasi mafia pajak Gayus Tambunan terus berlanjut. Kini tim independen fokus pada pihak-pihak yang menjadi sumber dana haram mantan pegawai Ditjen Pajak itu. Mereka akan memeriksa sejumlah pihak yang disebut Gayus ikut mengirimkan uang ke rekeningnya. Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komjen Pol. Ito Sumardi memastikan semua nama yang disebut Gayus akan diperiksa. Termasuk beberapa anak perusahaan Bakrie Group, seperti Bumi Resouces, PT Arutmin, dan PT Kaltim Prima Coal. ’’Iya, pasti kita akan minta keterangannya,” kata Ito yang kemarin mendampingi Kapolri menyerahkan laporan keuangan di gedung BPK. Saat diperiksa tim independen, Gayus mengaku, pada 2008 pernah menerima USD500 ribu dari Kaltim Prima Coal (KPC) sebagai jasa mengeluarkan surat ketetapan pajak (SKP) untuk tahun pajak 2001–2004 yang tertahan di kantor Pelayanan Pajak Large Tax Office di Gambir. Tertahannya SKP itu, menurut Gayus, karena masalah penetapan kurs mata uang. Selain itu, Gayus juga mengaku menerima USD500 ribu dari PT Bumi Resources untuk berkoordinasi dengan panitera pengadilan pajak untuk memenangi proses banding perusahaan itu. Baca POLRI Hal. 11
Soal Mobil untuk KPU dari Wali Kota BANDARLAMPUNG – Tampak kurang puas dengan penjelasannya pertama, kemarin Sekretaris Kota Bandarlampung Sudarno Eddi kembali mengumpulkan
wartawan. Tentunya, apa yang ia terangkan masih seputar dugaan Wali Kota Bandarlampung Eddy Sutrisno memberikan lima mobil kepada anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Penjelasannya tak jauh berbeda dengan yang ia sampaikan Selasa (2/6). Kali ini, ia bukan sekadar bicara, tapi membawa
bukti-bukti pendukung. Hanya, satu pertanyaan yang tetap belum terjawab: Kalau mobil itu memang direntalkan, kenapa krediturnya di sebuah perusahaan leasing adalah wali kota? Mengapa STNK mobil itu atas nama anak wali kota, Aprilina Hapsari? Baca PENJELASAN Hal. 11
Hari-Hari Terakhir Hasan Tiro, Mantan Petinggi GAM, sebelum Meninggal
Dimakamkan di Samping Makam Chik Di Tiro Teungku Hasan Muhammad Di Tiro atau yang dikenal dengan nama Hasan Tiro meninggal dunia kemarin (3/6). Hingga akhir hayatnya, mantan deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu masih memikirkan nasib rakyat Aceh. WARGA Nanggroe Aceh Darussalam berduka. Hasan Tiro (85) dipanggil Yang Mahakuasa sekitar pukul 12.15 kemarin di Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin (RSUZA) Bandaaceh. Bendera merah putih setengah tiang langsung berkibar di seantero bumi Serambi Makkah sebagai bentuk belasungkawa. Tidak hanya sehari, tapi sampai empat hari. Bahkan, Gubernur Aceh
Ingin Berlangganan, Hubungi: (0721) 782306-7410327
Irwandi Yusuf menginstruksi rakyat Aceh untuk mengadakan tahlilan selama seminggu. ’’Saya minta masyarakat Aceh mengibarkan bendera merah putih setengah tiang dan menggelar tahlilan untuk mendoakan almarhum,’’ seru Irwandi saat melayat di rumah duka. Tak lama kemudian, di kantor-kantor dan rumahrumah penduduk di Bandaaceh berkibar bendera merah putih setengah tiang. Namun, ada yang salah memahami perintah gubernur tersebut. Yang terjadi, ada yang mengibarkan bendera Partai Aceh. Tak heran, pengibaran itu sempat dipertanyakan petinggi Komite Peralihan Aceh (KPA) Darwis Jinieb yang sedang melayat. HASAN TIRO
Baca DIMAKAMKAN Hal. 11
FOTO SUPARTA/AFP
ACEH BERDUKA: Rakyat Aceh berduka atas meninggalnya Hasan Tiro, mantan deklarator Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
www.radarlampung.co.id