SENIN, 7 JUNI 2010
36 HALAMAN/Rp3.000,-
Ketika Kabar Pungli di Distamben Kembali Merebak (1)
REPORTING
Indik asi pungutan liar Indikasi up Dinas lingkup (pungli) di lingk Per tambangan dan Energi ertambangan (Distamben) Pr ovinsi Pro Lam pung kkembali embali mencuat. Lampung Bisa jadi ini benar etapi benar,, tte mungkin juga tidak ang tidak.. YYang jelas, kkabar abar pungutan liar itu kkembali embali merebak karena kke etidakpuasan atas hasil kkerja erja inspekt orat yyang ang inspektorat men an tidak ada menyyatak atakan pungli.
Investigative
Minimal Dipotong Rp5 Juta
PBB: Israel Bersalah
BACA BESOK
KADISTAMBEN Anggap Fitnah
BEBERAPA waktu lalu, Radar Lampung pernah mengangkat masalah pungli ini ke permukaan. Sebelumnya diberitakan, Kadistamben Lampung E. Piterdono H.Z. diduga telah melakukan pungli dengan meminta dana sebesar 25-40 persen kepada PPTK (pejabat pelaksana teknis kegiatan)-nya. Sesuai Keputusan Kepala Distamben Lampung No. 188.4/02/III.17/2010 tanggal 8 Februari 2010 tentang Penunjukan PPTK dan Sekretaris Kegiatan pada Distamben, total pagu anggaran di dinas tersebut adalah Rp9,33 miliar. Dalam keputusan itu, ditetapkan lima program peningkatan pendapatan daerah dari hasil pertambangan dan energi pada bidang migas. Ada sejumlah kegiatan pada program-program itu. Yakni kesekretariatan sebanyak lima kegiatan; ketenagalistrikan (dua kegiatan); geologi sumber daya mineral (dua program dan sembilan kegiatan); dan pertambangan umum dan bidang migas serta energi.
Istri Bibit Yakin Suami tak Bersalah JAKARTA- Kembali diperkarakannya pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto membuat pihak keluarga mantan Kapolda Kalimantan Timur itu kembali gelisah. Mereka tidak habis pikir, kenapa kasus yang dulu sudah mereda itu kembali muncul. ’’Saya sampai nggumun (heran, Red), kasus apalagi sih ini,” kata istri Bibit, Sugiharti, saat dihubungi di Jakarta kemarin. Wanita yang karib dipanggil Titik itu mengaku tidak tahu putusan praperadilan yang diketok majelis hakim banding Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta pada Kamis (3/6) lalu itu akan membuat sang suami kembali diseret ke pengadilan. Yakni dalam kasus yang sama pada Oktober tahun lalu, terkait penyalahgunaan kewenangan dan pemerasan terhadap tersangka korupsi sistem komunikasi radio terpadu (SKRT) Anggoro Widjojo. Kemudian, salah seorang buah
pernikahannya dengan Bibit memberitahukan kepadanya Kamis (3/6) malam bahwa sang ayah harus menghadapi proses hukum. ’’Anak saya lihat di media-media online, katanya bapak kalah lagi,” ujar wanita 60 tahun ini lirih. Titik lahir di Purworejo, Jawa Tengah. Sebelum dinikahi Bibit, wanita kalem tersebut kuliah di Akademi Keperawatan Depkes, Jakarta. Setelah lulus pada 1970-an, dia bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Jiwa Pusat Jakarta hingga pensiun. Ketika itu, Bibit muda bertugas di Bagian Intel Polda Metro Jaya sebelum akhirnya masuk Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 1977. Dia memberi Bibit empat buah hati. Yakni Yudi Prianto, Bayu, Endah Sintalaras, dan Rini Wulandari. Titik tidak habis pikir kenapa kasus yang sama bisa membelit Baca ISTRI Hal. 11
Baca MINIMAL Hal. 11
DUH INDAHNYA…
FOTO JPNN
Presiden SBY dan istrinya, Gubernur Bengkulu Agusrin M. Najamudin, serta Ketua DPD RI Irman Gusman menyaksikan keindahan panorama Pantai Tapak Paderi Bengkulu dari ketinggian Benteng Marlborough peninggalan Inggris.
Aceh Sisihkan Lampung
FOTO KHALIL MAZRAAWI/AFP
MEMBAIK: Kondisi Surya Fachrizal, relawan yang tertembak tentara Israel, semakin membaik. Ia kemarin dipindahkan ke Jordania.
FOTO UKON FURKON/JPNN
HIBUR PENGGUNA JALAN Seekor kera yang telah didandani diajak mengamen oleh pemiliknya di kawasan Sunter, Jakarta Utara, kemarin. Hampir setiap hari, mereka mencoba menghibur pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Polisi Incar Dua Jaksa Gayus JAKARTA - Tim penyidik independen Mabes Polri terus mengumpulkan bukti untuk mengungkap seluruh jaringan sindikasi mafia pajak Gayus Tambunan. Tak lama lagi, dua jaksa kasus Gayus, Cirus Sinaga dan Poltak Manulang, menyandang status baru. Keduanya terancam ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan keterlibatan merekayasa kasus Gayus Halomoan Tambunan. Tim sudah mendapat izin lisan dari jaksa agung. Namun tanpa surat resmi, mereka belum bisa bergerak. ’’Padahal sudah lama kami mengirimkan surat permohonan penindakan kepada jaksa agung. Tetapi sampai sekarang tanggapannya belum sampai juga,” ucap seorang sumber di Mabes Polri kemarin (6/6). Padahal dari bukti-bukti dan keterangan awal, jika Cirus dan Poltak memang benar-benar datang dan diperiksa tim independen, bisa dipastikan keduanya akan menjadi tersangka. ’’Tetapi, tentu saja harus diperiksa dahulu,” katanya. Baca POLISI Hal. 11
JAKARTA – Desakan dunia internasional terhadap aksi Israel akhirnya mengubah sikap PBB. Badan dunia itu menyalahkan sikap Israel memblokade Jalur Gaza. Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM) Navi Pillay menegaskan, blokade harus dicabut. Ia juga menegaskan kembali permintaannya akan penyelidikan atas serangan Israel terhadap kapal pasokan bantuan kemanusiaan pekan ini. ’’Hukum kemanusiaan internasional
melarang penderitaan kelaparan warga sipil sebagai metode perang dan hukum itu juga melarang menerapkan hukuman kolektif kepada warga sipil,’’ tegas Pillay. Ia juga menyinggung operasi militer Israel terhadap kapal Rachel Corrie yang berusaha menembus blokade Israel terhadap Gaza ke Jordania, Sabtu (5/5). Tujuh aktivis kemanusiaan yang ditangkap Israel kemarin dideportasi. Baca PBB Hal. 11
BENGKULU – Kafilah Lampung harus pulang dengan tangan kosong di cabang fahmil Quran. Mereka dikalahkan para utusan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) di penyisihan. ’’Saat perlombaan berlangsung, Lampung hanya mendapat nilai 860, sementara Aceh 1.800. Provinsi Aceh memang bagus. Saat menjawab soal rebutan, seluruh soal (delapan) dijawab oleh utusan Aceh,’’ kata Mawardi A.S., ofisial MTQ Nasional XXIII asal Lampung, kemarin. Cabang MTQ Nasional lain yang diikuti kafilah asal Lampung kemarin yakni khatil Quran dan hafiz Quran 1 juz, 10 juz, dan 30 juz. Namun, hingga kemarin tiga perlombaan tersebut belum diumumkan pemenangnya.
Sementara itu, jelang pelaksanaan MTQ Nasional XXIII itu, satu kafilah putri terbaik Qiroatul Quran Lampung Sumiyati (19), warga Jl. Ir. Sutami PJR Sribawono, sakit. Sedianya, mahasiswi semester VI IAIN Raden Intan Bandarlampung itu mengikuti tangkai lomba qiro’ah sab’ah. Namun, ia jatuh pingsan akibat sakit malaria dan maag. Kini Sumiyati masih dirawat di Rumah Sakit Dr. M. Yunus Bengkulu. Semestinya ia tampil dalam ajang nasional tersebut kemarin, namun karena sakit ia mendapat dispensasi tampil hari Kamis (10/6). ’’Seharusnya, ia tadi mengikuti pertandingan itu. Tetapi karena sakit, panitia MTQ memberikan dispensasi waktu,’’ kata Titin Indrayani, Baca ACEH Hal. 11
Cahyo Alkantana dan Tekadnya Mengembangkan Ekoturisme di Gunungkidul
Sulap Bukit Gamping, Suguhkan Eksotisme Dasar Gua Berkeliling ke berbagai negara tidak membuat Cahyo Alkantana melupakan Gunungkidul, kampung halamannya. Dia menemukan surga tersembunyi di sana. Tekadnya pun bulat: menyulap bukit gundul Gunungkidul menjadi kawasan wisata berkonsep ekoturisme. Laporan Lutfi R., Gunungkidul GUNUNGKIDUL tak lagi identik dengan kekeringan. Pegunungan yang dahulu tandus dan berbatu gamping di sisi tenggara Daerah Istimewa Jogjakarta itu pun sedikit demi sedikit berubah menjadi hijau. Reboisasi sukses dijalankan di ka-
Ingin Berlangganan, Hubungi: (0721) 782306 - 7410327
bupaten penghasil gaplek tersebut. Tidak hanya itu. Gunungkidul juga mempunyai banyak potensi wisata lain. Di sana tersaji pantai-pantai menawan yang masih perawan. Ada juga hutan buatan Wanagama (milik Universitas Gadjah Mada/UGM). Yang tak kalah eksotis adalah guaguanya yang menantang. Di Gunungkidul terdapat lebih dari 400 gua yang tersebar di berbagai tempat. Beberapa di antaranya bersambungan satu sama lain. Nah, dua di antara ratusan gua itulah yang kini disulap dan dikelola Cahyo Alkantana sebagai kawasan wisata ekoturisme. Dua gua tersebut adalah Luweng (Gua) Jomblang dan Luweng Grubug. Sejak 1983, ketika masih pelajar, Cahyo sering mengunjungi dua
gua itu. Dua gua tersebut memang saling berhubungan. Di dasar Luweng Jomblang yang berdiameter 40 meter dan berkedalaman 60 meter, terdapat hutan purba dengan jenis vegetasi yang langka ditemui di permukaan tanah. Dari mulut Luweng Jomblang, terdapat jalan setapak menuju Luweng Grubug. Luweng Grubug adalah gua vertikal yang terletak 90 meter di bawah permukaan tanah. Dasarnya berdiameter sekitar 12 meter dan sedikit tertutupi dedaunan. Untuk sampai di dasarnya, pengunjung harus menuruni dengan tali. ’’Kalau turun di Gua Grubug pukul 11.00 hingga 13.00, kita akan mendapat pemandangan yang luar biasa eksotis. Sinar matahari masuk
FOTO LUTFI R./JPNN
Baca SULAP Hal. 11
JADI PILIHAN: Pemandangan di Kalisuci yang dikembangkan Cahyo Alkantana. Alternatif wisata alam di Gunungkidul.
www.radarlampung.co.id