RADAR LAMPUNG | Sabtu, 20 November 2010

Page 1

SABTU, 20 NOVEMBER 2010

32 HALAMAN/Rp3.000,-

PEDULI MENTAWAI DAN MERAPI PEMBACA Radar Lampung, mulai Rabu (27/10) kami membuka dompet peduli untuk membantu saudara-saudara kita yang mengalami musibah tsunami di Mentawai, Sumatera Barat, dan letusan Gunung Merapi, Jogjakarta. Salurkan bantuan Anda langsung ke Graha Pena Lampung, Jl. Sultan Agung No. 18, Kedaton, Bandarlampung, atau ke nomor rekening BCA 0200.7000.66. An. Ardiansyah (Radar Peduli)

Sumbangan Jumat, 19 November 2010 Saldo

Rp 132.221.425

1. SMPN 18 Bandarlampung Rp 1.250.000 2. Masjid Al Ramadhan Gg. Garuda RT 17 Wayhuwi, Jatiagung Rp 1.400.000 3. Edi Purnomo (Via bank) Rp 150.000 4. Adi Erlansyah, S.E. (Via bank) Rp 1.000.000 5. SMP Muhammadiyah (Via bank) Rp 410.000 6. Lina Sari M., Kotabaru Rp 500.000 7. Ibu-ibu jamaah pengajian Masjid Al-Muslimin Rp 500.000 8. Anggota & pengurus TP PKK Kel. Sidodadi, Kedaton Rp 3.627.000 9. Hj. Rusmiyati Rp 100.000 10. SMAN 1 Pesisir Selatan, Lambar Rp 3.841.000 11. SMPN 1 Batangharinuban, Lamtim Rp 1.500.000 12. Karyawan RS Urip Sumoharjo Rp 1.000.000 13. Andri Prasetyo Rp 200.000 14. Suminto Hadi Rp 800.000 15. Hj. Indrawati Ari Rp 1.000.000 Total

Rp1 Triliun Dikorupsi kini terkumpul, Rp211.939.710 di antaranya berada pada tahap penyidikan. Sedangkan dari 43 kasus pidana khusus (pidsus) tersebut, 38 kasus masuk tahap penuntutan. Lima kasus sudah terselesaikan dengan kekuatan hukum tetap (inkracht). Sumber Radar Lampung mengatakan, 43 kasus ini merupakan gabungan dari seluruh perkara pidsus yang ditangani korps Adhyaksa, baik di lingkungan Kejati Lampung maupun kejaksaan negeri se-Lampung.

Kejati Lampung Baru Selamatkan Rp833 M BANDARLAMPUNG – Dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di Lampung cukup tinggi. Terbukti, saat ini Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung menangani 43 kasus tipikor dengan taksiran kerugian negaranya lebih dari Rp1 triliun. Namun sayang, kejati hanya mam pu menarik sebesar Rp833.535.647.910 kerugian negara dari para koruptor itu. Meski demikian, kejati menganggap uang negara

yang diselamatkan dalam kurun waktu Januari-Oktober 2010 tersebut

adalah keberhasilan. Dari Rp833.535.647.910 yang

Baca RP 1 TRILIUN Hal. 11

Rp 149.499.425

INFO HAJI

Usul Tambah Kuota PEMERINTAH mengakomodasi umat muslim Indonesia yang ingin menunaikan ibadah haji. DPR bersama Kementerian Agama (Kemenag) mengajukan penambahan kuota. Tahun ini 211 ribu jamaah, tahun depan diusulkan menjadi 250 ribu. Kemarin, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ahmad Zainuddin didampingi Sekjen Kemenag Bahrul Hayat bertemu Ketua Muasassah Laporan Asia Tenggara Syekh Zuhair SeHermansyah dayu. Hadir juga anggota komisi dari Tanah Suci VIII lainnya, yaitu K.H. Muhammad Busro dan Muhammad Mahrus, serta Ketua Misi Haji Indonesia D.R. Syairozy. ’’Sudah selayaknya kuota haji Indonesia ditambah menjadi minimal 235 ribu. DPR dan Kemenag akan terus memperjuangkan hal ini,’’ kata Ahmad Zainuddin dalam siaran pers kepada wartawan di Jakarta kemarin (19/11). Baca USUL Hal. 11

FOTO FAJAR ADITYA

EKSPOS KASUS KORUPSI: Aspidsus Kejati Lampung M. Teguh, S.H., M.H. (kedua kiri) memaparkan perkembangan kasus tindak pidana korupsi saat konferensi pers di kantornya kemarin.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lamsel mencatat ada enam laporan orang tua yang anaknya diperkosa. Laporan pertama diterima pada 23 Mei 2009 dengan korbannya Ap (7), 31 Agustus 2009 korbannya Nf (7), 16 September 2009 dengan korban Ar (7), 18 Februari 2010 korbannya Tm (7), 2 Juni 2010 dengan korban Sy (7), dan terakhir 13 November 2010 korbannya Sa (7). Baca MANTAN Hal. 11

Tiga Anggota Dewan Tertangkap Bawa Ineks

FOTO DITE SURENDRA/JPNN

PAK RADEN: Dwi Indahwati dari SMAN 1 Krembung, Sidoarjo, membuat robot Pak Raden dari kertas di acara Paper Craft Competition Se-Jawa Timur di Kampus Stikom Surabaya kemarin (19/11).

STRIPTIS

Sudah Periksa 4 Saksi PENYELIDIKAN penari striptis (maaf: telanjang) di karaoke Star City di Jl. Yos Sudarso, Telukbetung Selatan, Bandarlampung, terus bergulir. Hingga kemarin, empat saksi sudah menjalani pemeriksaan di Mapolda Lampung. Mereka adalah Mami Lin, Mami Yola, Mami Rima, dan Mami Anna. Kepala Bidang Humas Polda Lampung AKBP Fatmawati mengatakan, pemeriksaan berlangsung di ruang Unit II Sat. I Kriminal Umum. ’’Mami Lin dan Mami Yola diperiksa Kamis (18/11), sedangkan Mami Rima dan Mami Anna diperiksa pagi tadi (kemarin, Red),’’ kata Fatmawati. Hasil pemeriksaan sementara, tersangka Ls (18) sudah memenuhi unsur untuk diajukan ke jaksa penuntut umum (JPU). Alasan petugas kepolisian tidak menahannya karena ada jaminan dari kedua orang tua Ls. Selain itu, Ls masih berstatus anak Baca SUDAH Hal. 11

BAKAUHENI Satuan Narkoba Polres Lampung Selatan kemarin (19/11) mengamankan tiga orang yang diduga menyimpan pil ekstasi (ineks, Red). Ketiganya yakni Ny (39), warga Wayhalim, Bandarlampung; serta Nw (43) dan Mn (55), warga Tulangbawang. Polisi menemukan barang bukti berupa 2 butir ineks biru berlogo lumba-lumba dan 3 butir Hevy Five di bawah jok mobil BMW silver nomor polisi B 2936 YP.

Dari informasi yang dihimpun Radar Lamsel (grup Radar Lampung), ketiga orang yang diduga menyimpan barang haram itu merupakan anggota DPRD Tuba. Ny adalah anggota DPRD dari Partai Golkar, Nw (PBR), dan Mn (PPNUI). Kendaraan yang ditumpangi ketiganya terjaring petugas di areal Seaport Interdiction (SI) di wilayah

BANDARLAMPUNG – Tidak hanya Bupati Lampung Timur Satono yang ’’dimusuhi’’ Kejaksaan Tinggi Lampung. Bekas Bupati Lampung Tengah Andy Achmad Sampoernajaya juga dicekal oleh korps Adhyaksa. ’’Tersangka Andy Achmad saat ini sudah dicekal,’’ terang Andy Achmad Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Lampung M. Teguh, S.H., M.H. di ruangannya kemarin (19/11). Pencekalan untuk mencegah adanya tindak pidana seperti melarikan diri ke luar negeri dan menghilangkan barang bukti. Teguh mengungkapkan, surat pencekalan tersebut sudah dilayangkan pada tanggal 28 Oktober 2010 bernomor KEP/329/D/ DSP.3/10/2010. ’’Surat itu permintaan polda. Sedangkan untuk eksekusinya kantor imigrasi,’’ paparnya. Masa berlaku surat pencekalan itu selama satu tahun, yakni hingga 28 Oktober 2011. Baca ANDY Hal. 11

Penyuap Gayus Belum Tersentuh

Mantan TNI Perkosa Enam Bocah KALIANDA – Polres Lampung Selatan berhasil membongkar kasus pemerkosaan anak di bawah umur. Mirisnya, pelaku adalah pecatan TNIAD yang kini berprofesi sebagai tukang ojek. Yakni Muslim (49), warga Jalan Kusuma Bangsa, Kelurahan Wayurang, Kecamatan Kalianda, Lamsel. Dia memerkosa enam bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) dalam kurun waktu Mei 2009–November 2010. Pelaku diduga memiliki kelainan.

Andy Achmad Juga Dicekal

SAAT SIDANG Ekspresi Gayus saat mengikuti sidang lanjutan di PN Jaksel, Senin (15/11). Dia akhirnya mengakui kepergiannya ke Bali beberapa waktu lalu.

Baca TIGA Hal. 11

JAKARTA – Harapan masyarakat agar kasus Gayus Tambunan diusut secara lengkap, tampaknya, sulit terwujud. Polri hanya fokus dugaan penyuapan pada petugas rumah tahanan. Sedangkan motif Gayus ke Bali dan pengusutan skandal penyuap Gayus dalam kasus pajak berjalan di tempat. ’’Saat ini memang masih fokus ke suap,’’ kata Kabidpenum Mabes Polri Kombes Marwoto Soeto kemarin. Dia menyebut, untuk kasus Gayus, sebelum diajukan ke persidangan sudah dikupas tuntas oleh tim independen yang sekarang telah dibubarkan. Pengacara Gayus, Adnan Buyung Nasution, sebelumnya sudah menantang pihak penyidik Mabes Polri untuk menyelesaikan kasus Gayus secara utuh. Termasuk mengusut siapa yang menyuap Gayus sehingga pecatan PNS golongan III-A Ditjen Pajak itu bisa hidup bergelimang harta. Baca PENYUAP Hal. 11

FOTO RAKA DENNY/JPNN

Karutan Brimob Kelapa Dua Iwan Siswanto di Mata Tetangga

Sumbang Karang Taruna Rp10 Juta per Tahun Setelah diterpa kasus suap pelesiran Gayus Tambunan Rp368 juta, rumah keluarga Kepala Rutan Brimob Kelapa Dua Kompol Iwan Siswanto menjadi sepi karena ditinggal anak istrinya. Mereka dikenal sebagai keluarga yang baik oleh para tetangga. Laporan Agung P.I., JAKARTA SEBUAH tenda berdiri di samping kediaman Iwan Siswanto di kompleks rumah dinas Sekolah Lanjutan Perwira (Selapa), kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, kemarin (19/11). Para tamu bergiliran memberikan ucapan selamat kepada sang pemilik hajat pernikahan itu. Di depan tenda, sebuah kamera video diletakkan untuk mendokumentasikan momen spesial tersebut. Beda dengan kaveling sebelah rumah yang ramai orang hilir mudik

Ingin Berlangganan, Hubungi: (0721) 782306-7410327

layaknya orang kondangan, kediaman Iwan di Jalan Cempaka 2 itu terlihat sepi. Namun, saat Jawa Pos (grup Radar Lampung) hendak memotret rumah perwira menengah polisi itu, seorang warga hendak melarang. Selain ’’menginterogasi”, laki-laki berkacamata tersebut memanfaatkan kamera pernikahan untuk merekam aktivitas Jawa Pos. ’’Tidak ada orang di rumah ini. Kenapa harus dibesar-besarkan?’’ katanya setengah menghardik.

FOTO AGUNG P.I./JPNN

PENGGEMAR PERKUTUT: Kediaman Kompol Iwan Siswanto di kompleks rumah dinas Selapa di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kemarin (19/11).

Sejak disebut menerima duit suap dari makelar pajak Gayus Halomoan Tambunan, keluarga Iwan terkesan menutup diri. Kebanyakan tetangga di perumahan polisi jika ditanya ihwal keberadaan keluarga Iwan juga kompak menjawab: tidak ada orang di rumah. Rumah bos sipir penjara yang ditempati orang-orang top (termasuk mantan Kabareskrim Komjen Pol. Susno Duadji dan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aulia Pohan) itu tergolong sederhana. Lebar sekitar delapan meter, panjang 18 meter, ukuran standar rumah dinas di sana. Pagar setinggi sekitar dua meter mengelilingi rumah tanpa halaman bertaman tersebut. Baca SUMBANG Hal. 11

www.radarlampung.co.id


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.