RADAR LAMPUNG | Jum'at, 21 Mei 2010

Page 1

JUMAT, 21 MEI 2010

32 HALAMAN/Rp3.000,-

Terpental, Anggito Mundur JAKARTA – Bayangan Anggito Abimanyu duduk di kursi wakil Menteri Keuangan (Menkeu) sirna sudah. Sempat digadang-gadang sebagai kandidat kuat, kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) ini ternyata tak mendapat tempat. Keputusan mengejutkan pun diambil. Anggito mundur dari Kemenkeu. Ditemui usai serah terima jabatan Menkeu di kantor Kemenkeu kemarin (20/5), Anggito tampak santai. Saat Anggito Abimanyu ditanya apakah keputusannya mundur dilandasi kekecewaan karena tidak terpilih sebagai wakil menteri? Inilah jawabannya. ’’Kan saya sudah bilang. Sejak enam bulan ini seharusnya saya sudah ditempatkan sebagai Wamen (wakil Menkeu, Red), tapi kan belum ada kepastian sampai sekarang. Jadi begitu ada Wamen yang definitif, ya sudah,’’ ujarnya lirih. Pada 6 Januari 2010, rencananya presiden melantik wakil Menkeu beserta beberapa wakil menteri lain. Saat itu, Anggito Abimanyu yang menjabat sebagai kepala BKF disebut-sebut menjadi kandidatnya. Namun, pelantikan Anggito ditunda karena saat itu dia masih berstatus PNS eselon I B.

Jam Malam Diperpanjang,

50 WNI Masih Terjebak

Polri Terus Bidik Edmon JAKARTA – Meski penyidik belum menemukan cukup bukti untuk meningkatkan status mantan Kapolda Lampung Brigjen Pol. Edmon Ilyas dan Brigjen Pol. Radja Erizman jadi tersangka, kedua jenderal ini belum bisa bernapas lega. Pasalnya, Polri memastikan akan terus mengusut keterlibatan kedua jenderal itu dalam kasus mafia pajak dengan tersangka Gayus Halomoan Tambunan. ’’Kalau profesinya sudah terperiksa. Kalau pidananya, sampai sekarang (kemarin) masih saksi,’’ kata Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol. Edward Aritonang di kantornya kemarin (20/5). Dia menerangkan belum ada bukti yang membuat status mereka ditingkatkan sebagai tersangka. Meski nama kedua jenderal itu disebut-sebut menerima suap, Edward mengatakan itu belum cukup. Sebab, harus ada yang melihat dan ada bukti bahwa mereka menerima suap tersebut. Tentang pembukaan blokir yang dilakukan Radja, alumnus Akpol 1977 itu mengatakan, hal tersebut memang merupakan tugas Radja sebagai direktur II Ekonomi Khusus Bareskrim. ’’Kena-

Baca TERPENTAL Hal. 11

Edmon Ilyas

pa dibuka? Itu karena sudah P21. Itu ketentuannya,’’ katanya tegas. Tapi jika pembukaan blokir itu karena ada kepentingan lain seperti menerima uang, maka mereka bisa di jerat dengan pidana. Namun, sekali lagi Edward menegaskan bahwa itu semua harus ada buktinya. Menurutnya, kasus ini masih belum selesai dan masih dalam pendalaman. Baca POLRI Hal. 11

Tak Ingin Kasus Rizki Terulang

FOTO AFP

MASIH MENCEKAM: Asap membumbung tinggi dari sebuah kawasan komersial di Bangkok. Meski ketegangan mulai menurun, suasana di Thailand hingga kemarin (20/5) masih mencekam.

Gesang Tutup Usia SOLO – Upaya dan harapan tim dokter Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Solo memberikan penanganan medis intensif kepada Gesang Martohartono pupus. Tepat pukul 18.07 WIB kemarin (20/5), sang maestro keroncong itu mengembuskan napas terakhir. Wakil Direktur RS PKU Muhammadiyah Gesang Martohartono Solo Prof. Dr. dr. Suradi menjelaskan, problem utama Gesang adalah usia yang sudah lanjut, yakni 92 tahun. Ketika masuk RS, terjadi masalah pada prostatnya. Juga gangguan pada jantung. Tim dokter kemudian melakukan penanganan dengan baik hingga diputuskan rawat jalan. Pada Rabu (12/5), lanjutnya, nafsu makan Gesang menurun diikuti mual dan muntah. Sehingga badannya lemas. Pihak keluarga membawa ke RS PKU Muhammadiyah untuk diperiksa. Setelah dilakukan pemeriksaan, akhirnya tim dokter memutuskan untuk rawat inap. Selanjutnya, tambah Suradi, pada 15 Mei 2010 kesadaran Gesang tiba-tiba menurun. Baca GESANG Hal. 11

sebelum demo. Massa Kaus Merah yang sehari sebelumnya masih terkonsentrasi pada sebuah kuil Buddha di pusat kota juga telah mundur. Polisi unit khusus terlihat membawa ribuan orang ’’sebagian besar wanita dan anak-anak” dari kuil tersebut. Di kuil itulah bentrokan Rabu malam yang menewaskan enam orang terjadi. Militer enggan dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kematian itu. Aparat menyalahkan para demonstran tentang hilangnya nyawa orang-orang tersebut. ’’Thailand menjadi tidak beradab. Ini negara barbar! Mereka memakai

tentara untuk membubarkan kita. Itu tidak bisa dibenarkan,” ujar Sirikwan Nemisiwpa, wanita parobaya yang mengalami malam mencekam pada Rabu di kuil tersebut. Sebagian wanita terlihat histeris saat digelandang dari kuil yang terletak di jantung lokasi demonstrasi. Demonstran yang meninggalkan kuil tersebut lantas dibawa dengan busbus ke asal masing-masing. Para demonstran yang sebagian berasal dari wilayah miskin di Thailand bagian utara menyatakan tidak ingin mengakhiri aksi. Baca JAM MALAM Hal. 11

itu, kami akan berupaya maksimal untuk mengawasi proses seleksi penerimaan CPNSD formasi umum tahun ini,” tutur Inspektur Kabupaten Mesuji Andrian Syarief kepada Radar Lam-pung kemarin (20/5). Andrian menambahkan, proses pengawasan seleksi penerimaan CPNSD melibatkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan kantor Satpol PP setempat. Menurut dia, pengawasan yang dilakukan mulai dari seleksi pemberkasan dokumen pelamar CPNSD dan pemeriksaan peserta saat mengikuti tes. ’’Teknis pengawasannya dibahas lebih lanjut bersama panitia lain,” imbuhnya. Penegasan serupa dilontarkan Sekkab Mesuji M. Khottob. Ia memastikan kasus Rizki tidak akan terjadi lagi pada penerimaan Baca TAK INGIN Hal. 11

Anak-Anak Muslim Komunitas Punk Berdakwah lewat Punkajian

Dulu Sarang Copet, Kini Rumah Pertobatan Berbekal ilmu agama paspasan, penghuni rumah singgah Sanggar Oedix, Pulo Gadung, berdakwah kepada kelompok punk jalanan. Mereka adalah kelompok punk muslim yang rajin menggelar pengajian tiap malam Jumat.

Laporan Agus W., JAKARTA DARI balik tembok taman kota yang gelap dan rimbun, muncul enam laki-laki muda dan seorang perempuan. Kulit mereka hitam dan dekil. Mereka berdandan aneh. Sebagian bertindik di kedua telinga. ’’Di dalam masih ada lima cowok dan seorang cewek, tapi nggak mau ikut. Katanya, capek karena seharian ngamen,’’ tutur Asep Vanhalen, anggota punk muslim yang badannya penuh tato. Malam itu, Kamis pukul 23.30 WIB,

Ingin Berlangganan, Hubungi: (0721) 782306-7410327

FOTO JPNN

FOTO AFP

ROBOT KULI: Jepang terus membuat terobosan. Nantinya tak ada lagi jasa kuli angkut karena mereka telah digantikan oleh robot. Dalam pameran bertema Better Living with Robots di World Expo 2010, Shanghai, sejak 18 Mei 2010, itu hadir 70 juta pengunjung. Sebagian besar dari Tiongkok.

BANGKOK – Bentrokan demonstran antipemerintah (Kaus Merah) dengan tentara Thailand pada Rabu (19/5) malam diklaim sebagai ’’klimaks” kekerasan dalam pusaran konflik politik Negeri Gajah Putih. Pemerintah Thailand menyatakan kemarin (20/5) adalah kondisi paling terkontrol setelah aksi protes selama sepuluh pekan di Bangkok. Tetapi, jam malam di Bangkok dan 23 provinsi lain diperpanjang tiga hari lagi. Meski gedung-gedung masih menyisakan bekas-bekas kebakaran dan tentara tetap berpatroli, masyarakat Bangkok telah mencoba mengawali lagi hari-hari mereka seperti

MESUJI – Tidak ingin kasus dugaan penyalahgunaan ijazah strata satu (S-1) dalam seleksi CPNSD 2009 terjadi lagi, Pemkab Mesuji berjanji meningkatkan pengawasan terhadap pelamar tahun ini. Upaya pengetatan seleksi penerimaan CPNSD ini guna mencegah pelamar yang berbuat senekat seperti M. Rizki Thabrani. Akibat perbuatannya, Rizki terpaksa diberhentikan secara tidak hormat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Mesuji. Tidak hanya itu. Mantan staf Seksi Sarana dan Prasarana Budi Daya, Sumber Daya Tanaman Pangan, dan Hortikultura di Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Mesuji itu juga harus berurusan dengan polisi. Hingga kemarin, Rizki menghilang. ’’Kasus Rizki ini memiliki banyak pelajaran bagi kami. Karena

TOBAT: Acara Punkajian yang diadakan punk muslim setiap malam Jumat dihadiri sebagian anggota Punk Klender.

Asep bertugas menjemput kelompok punk yang biasa mangkal di perempatan Klender. Pemuda 21 tahun tersebut akan membawa mereka ke markas punk muslim di Jl. Swadaya No. 3, Pulo Gadung. Setiap malam Jumat, di sana digelar punkajian (istilah pengajian bagi anak-anak punk). Punk Klender, menurut Asep, termasuk golongan yang masih salah jalan. Mereka tidak mengenal agama. Punk jalanan hidup berkelompok dengan anggota lebih dari sepuluh orang. ’’Saya dulu juga hidup seperti mereka,’’ paparnya. Dia bisa mengajak punk Klender karena kenal dengan pimpinannya saat berada di penjara anak. Punk jalanan biasa tidur dimana saja. Antara lain, emperan toko, halte, dan kebun kosong. Demikian juga kencing dan BAB (buang air besar), mereka melakukannya di mana saja. Baca DULU Hal. 11

www.radarlampung.co.id


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.