SENIN, 21 JUNI 2010
36 HALAMAN/Rp3.000,-
UT Temukan 10 Ijazah Aspal Satgas Terancam Bubar
BANDARLAMPUNG – Citra pendidikan di Provinsi Lampung benar-benar tercoreng. Setelah terungkap dua guru di Bandarlampung menggunakan ijazah aspal (asli tapi palsu), kini giliran Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPJJ) Universitas Terbuka (UT) Lampung menemukan 10 ijazah yang diragukan keasliannya. Kepala UPJJ UT Lampung Sulton Djasmi, M.Pd. mengatakan, temuan ini cukup mengagetkan pihaknya. Terlebih, sepuluh ijazah itu rata-rata dimiliki mereka yang berstatus guru yang berdomisili di Lampung Timur dan Lampung Selatan. ’’Jadi, tidak hanya dua kasus Mami Kustini dan Yulita. Kami malah menemukan 10 ijazah palsu. Hasil ini diketahui saat verifikasi. Semua ijazah itu akan kami tinjau kembali, terutama latar belakang dari indikasi pemalsuan ini,’’ ungkap Sulton kepada Radar Lampung kemarin (20/6). Data yang didapat UPJJ UT, sambung dia, rata-rata 10 ijazah itu diajukan dalam program sertifikasi guru. Kebetulan, UT memiliki kewenangan untuk memberikan rekomendasi atas syarat-syarat sertifikasi yang diajukan. ’’Nah ketika kami menerima seluruh ijazah itulah terungkap registrasi 10 ijazah yang disodorkan tidak tercatat, baik dalam daftar mahasiswa UT Lampung maupun UT Pusat (Jakarta, Red),’’ bebernya. Sulton dapat memastikan jika 10 ijazah keluaran UT Pusat tersebut bertanda tangan palsu. Bahkan, setelah dicek kebenarannya di UT Pusat, tidak tercantum nama maupun identitas lengkap sang pemilik ijazah itu. ’’Semua tanda tangan di-scanner. Kami pastikan itu bukan tanda tangan asli,’’ tegas Sulton. Siapa saja nama-nama pemilik ijazah tersebut? Sulton mengaku tidak hafal. ’’Saya janji akan beberkan semua identitas mereka. Ini sebagai upaya dan langkah terbaik bagi UT untuk mengungkap kasus ijazah palsu,’’ terangnya. Terkait kecurigaan Direktorat Reserse dan Kriminal (Ditreskrim) Polda Lampung yang menduga ada orang dalam di balik pemalsuan ini, Sulton mengakui hal itu kemungkinan bisa terjadi. ’’Kadang jalur pintas itu dilakukan untuk suatu kepentingan. Dugaan itu kemungkinan bisa terjadi,’’ ungkapnya.
VERSI PETISI 28: Dasar pembentukan Satgas, Keppres Nomor 37 Tahun 2009, tidak memiliki dasar konstitusi yang jelas. Satgas dinilai terlalu banyak intervensi dalam kasus-kasus besar. Dianggap bisa mengakses data laporan hasil analisis (LHA) di PPATK yang mestinya hanya bisa diminta oleh lembaga penegak hukum. Hanya bagian dari politik pencitraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
VERSI SATGAS: Tidak melampaui kewenangan lembaga penegak hukum lain. Hanya menjalankan fungsi koordinasi dan pengawasan. Tidak pernah mendapat laporan hasil analisis (LHA) dari PPATK. Masih dibutuhkan masyarakat.
Tolak Satgas Bubar JAKARTA - Rencana Petisi 28 menggugat keberadaan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum atas dasar Keppres Nomor 37 Tahun 2009 direspons keras kalangan pejabat negara. Menkum dan HAM Patrialis Akbar adalah salah satu pihak yang mengkritisi tindakan kelompok aktivis Petisi 28 tersebut. Patrialis berpendapat bahwa gugatan yang diajukan ke Mahkamah Agung tersebut salah alamat alias tidak tepat karena keppres tidak bertentangan undang-undang mana pun. ’’Tak ada pelanggaran konsitusi, apanya yang mau dibawa ke MA. Kalau keppres bertentangan dengan UUD, MA tak punya kewenangan. Tidak ada rujukan ke MA,” paparnya. Patrialis yang juga merupakan ketua Pansel Pimpinan KPK itu menuturkan, Satgas bukanlah lembaga negara, sehingga tidak ada larangan untuk membentuk lembaga yang sifatnya ad hoc tersebut. ’’Dalam UU boleh kok, nggak ada larangan, asal tidak sebagai lembaga negara,” imbuhnya. Di samping itu, Patrialis juga menyayangkan langkah yang ditempuh Petisi 28 tersebut. Menurut dia, selama ini Satgas sudah berpe-
Baca UT Hal. 11
Patrialis Akbar
ran banyak dalam pemberantasan mafia hukum. Satgas sudah membantu KPK, kejaksaan, dan kepolisian dalam memberikan temuan mafia hukum. ’’Karena itu, saya sangat menyesalkan rencana gugatan tersebut,” katanya. Patrialis menegaskan, kekuasaan pemerintah negara berada di tangan presiden, sehingga presiden memiliki kewenangan untuk mengambil kebijakan dalam upaya menyukseskan tugas-tugas pemerintahan. Salah satunya dengan membentuk Satgas. Baca TOLAK Hal. 11
PUNGLI KTP MASIH SAJA TERJADI (1)
FOTO KIM KYUNG-HOON/ REUTERS
HALAU SERANGAN: Pemain bertahan Pantai Gading Siaka Tiene (kanan) menghalau serangan Maicon (Brazil) dalam laga di Soccer City Stadium, Johannesburg, dini hari tadi WIB.
Italia Selamat, Brazil Lolos FOTO RAHMAN/AFP
KOMPETISI ROBOT Seorang mahasiswa Indonesia mempersiapkan robot untuk melakukan tarian tradisional selama dilangsungkannya Kompetisi Robot Pendet di Malang, Jawa Timur. Lomba diadakan untuk mempromosikan pendidikan sains di negara ini.
Polri Didesak Periksa Ical JAKARTA – Kinerja Mabes Polri yang berhasil mengungkap dana Gayus Tambunan di safety box senilai Rp74 miliar mendapat apresiasi positif. Namun, polisi juga didesak segera mengungkap para penyetor dana gelap. Termasuk berani memeriksa para pimpinan Bakrie Group. ’’Pimpinan Bakrie Group, termasuk Aburizal Bakrie, harus diperiksa. Mereka bisa dipanggil,’’ ujar Ketua Presidium Indonesian Police Watch Neta Sanusi Pane dalam diskusi di Jakarta kemarin. Jumat lalu (18/6), Direktur III Pidana Korupsi Brigjen Yovianus Mahar mengonfirmasi bahwa salah satu pimpinan Bumi Resources, yakni Deni Adrianz, sudah diperiksa sebagai saksi. Menurut Neta, dari keterangan Gayus dan Deni bisa dikembangkan secara lebih fokus. ’’Apakah ada perintah untuk melakukan rekayasa pajak. Kalau ada, dari siapa, begitu terus berjenjang sampai atas,’’ kata penulis buku Jangan Bosan Kritik Polisi itu. Dana Gayus yang miliaran rupiah tak mungkin datang dengan sendirinya. ’’Dia tidak mungkin kaya tiba-tiba. Pasti ada yang menyetor. Ini kok belum ada pengumuman sama sekali siapa yang menyetori Gayus,’’ pungkasnya. Baca POLRI Hal. 11
JOHANNESBURG – Brazil mengunci tiket ke 16 besar dari grup G. Samba (julukan Brazil) mengalahkan Pantai Gading 3-1 dini hari tadi WIB. Gol kemenangan dilesakkan Luis Fabiano menit ke-25 dan 50, serta Elano menit ke62. Sementara satu gol hiburan Pantai Gading dicetak sang bintang Didier Drogba menit ke-79. Sayang, kemenangan besar Brazil harus dibayar mahal. Bintang Samba Kaka dikartu merah pada menit ke-88. Wasit asal Prancis Stephane Lannoy menilai Kaka menyikut Kader Keita. Namun, pada tayangan ulang, justru Keita yang menabrakkan diri ke pemain Real Madrid tersebut. Sementara itu, Italia belum tamat. Juara bertahan itu belum perlu mengemasi koper dari helatan Piala Dunia 2010 di Afsel. Sebab di matchday ke-
dua tadi malam, mereka berhasil menahan imbang Selandia Baru dengan skor 1-1 (1-1). Dalam laga semalam, penampilan Italia sama sekali tidak mencerminkan karakter sebagai favorit juara. All Whites (sebutan Selandia Baru) unggul dahulu kala laga baru berjalan tujuh menit lewat tendangan bebas panjang Simon Eliott yang disambar Shane Smeltz. Italia baru membalas pada menit ke-29 lewat penalti Vincenzo Iaquinta. Gol ini lebih disebabkan bantuan wasit Carlos Batres. Ya, wasit asal Guatemala itu memberikan hadiah penalti kepada Gli Azzurri (sebutan Italia) lantaran Tommy Smith dianggap menjatuhkan Daniele de Rossi di kotak terlarang. Padahal, dalam tayangan ulang tampak jelas bahwa Smith tidak menyentuh De Rossi. Baca ITALIA Hal. 11
Satu Hari Jadi, Biaya Rp40 Ribu Janji Pemerintah Kota Bandarlampung memberantas pungutan liar (pungli) pembuatan kartu tanda penduduk (KTP) tak terbukti. Hingga saat ini, pungli KTP masih saja terjadi. Berikut penelusuran Radar Lampung. DELAPAN bulan lalu, Radar pernah menyoroti masalah pungli KTP ini. Dari hasil penelusuran saat itu ditemukan, pembuatan KTP masih diwarnai pungli. Warga yang hendak memperpanjang atau membuat KTP baru masih dikenai biaya sekitar Rp30-50 ribu. Kala itu, Wali Kota Eddy Sutrisno berjanji membenahi proses pembuatan KTP ini dengan memberlakukan semacam kartu monitoring. Orang nomor satu di Bandar-
Baca Besok
SEKARANG DAN DAHULU
SAMA SAJA! Investigative
REPORTING lampung ini juga berjanji menindak tegas setiap oknum yang kedapatan masih mengabaikan instruksinya tersebut. Sayang, kondisi ini tidak sepenuhnya berjalan. Masih banyak oknum yang menabrak aturan tentang penggratisan biaya pembuatan KTP. Yakni Peraturan Daerah (Perda) Baca SATU Hal. 11
Dr. P. Sudiharto, Penemu Shunt Semilunar bagi Pasien Hydrocephalus
Berkatup Setengah Bulan dan Jauh Lebih Murah Pasien hydrocephalus alias kepala air butuh tindakan operasi untuk mengalirkan banjir cairan di kepala menggunakan pompa dan slang yang disebut sistem shunt. Dr. dr. P. Sudiharto, Sp.B.S. adalah penemu sekaligus penyempurna sistem shunt yang kini digunakan oleh ribuan pasien hydrocephalus. Laporan S. Ratri Adaninggar, JOGJAKARTA
FOTO S. RATRI A./JPNN
POMPA CAIRAN: Sudihar to menunjukkan shunt semilunar di kediamannya.
Ingin Berlangganan, Hubungi: (0721) 782306 - 7410327
SETIAP orang memiliki kantong yang memproduksi cairan otak di kepala. Cairan itu berfungsi melindungi otak dan sumsum tulang belakang dari benturan sekaligus
memberikan makanan kepada jaringan otak agar bisa bekerja. Seperti rumah kita, kantong bernama ventrikel itu terdiri sejumlah ruang dan gang-gang penghubung antarruang. Bila gang itu tersumbat karena infeksi, toksoplasmosis, perdarahan, tumor, cedera kepala, atau kelainan genetika, cairan otak berkumpul dan mengakibatkan kepala membesar. Berdasar data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dua di antara seribu bayi yang lahir di Indonesia berpotensi mengidap hydrocephalus. Penyakit tersebut tidak dapat diobati dalam kandungan. Karena itu, pasien hanya bisa segera diterapi setelah dilahirkan. Bila terlambat ditangani, sekitar 50-70 persen pasien meninggal karena infeksi berulang atau kegagalan pernapasan.
Jika bertahan hidup, perkembangan otak dan fungsi indra pasien yang tidak mendapatkan terapi bisa terganggu. Bila demikian, pasien sepenuhnya bergantung kepada orang lain seumur hidup. Namun, bila cepat diterapi, sekitar 51 persen pasien hydrocephalus tumbuh dengan kecerdasan normal dan 16 persen mengalami gangguan mental ringan. Angka kematian anak setelah terapi juga turun drastis, menjadi tujuh persen saja. Untuk membendung cairan otak tersebut, dokter bedah saraf biasanya memasang pipa yang menghubungkan bagian otak yang tersumbat dengan bilik jantung atau rongga perut. Pipa itu otomatis mengalirkan kelebihan cairan otak. Baca BERKATUP Hal. 11
www.radarlampung.co.id