RADAR LAMPUNG | Kamis, 27 Mei 2010

Page 1

KAMIS, 27 MEI 2010

32 HALAMAN/Rp3.000,-

’’Maaf Lahir Batin Ya’’ MANTAN Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kemarin meninggalkan tanah air untuk menempuh tugas barunya sebagai direktur pelaksana Bank Dunia di Washington DC, Amerika Serikat. Sri Mulyani sudah harus aktif di Bank Dunia per 1 Juni, dan sebelumnya harus menjalani masa orientasi. Ibu tiga anak itu diantar sang suami Tonny Sumartono. Pesawat Singapore Airlines dengan nomor penerbangan SQ 959 yang ditumpanginya lepas landas pukul 14.10 WIB dan transit ke Singapura terlebih dahulu. Sebelum berangkat, Ani dan Tonny menunggu di ruang tunggu VVIP Terminal I Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Keluarga, teman dekat, serta pejabat eselon 1 Kemenkeu turut melepas kepergian Sri Mulyani. Ada pula Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh dan mantan Menkeu Marie Muhammad. Kemenkeu sendiri memang sengaja mengirimkan lima petugas pengamanan ke bandara, termasuk beberapa aparat bea dan cukai. Menjelang keberangkatan, Sri Mulyani keluar dari ruang tunggu. Ani yang kemarin mengenakan setelan blus dan rok selutut warna krem, keluar menghampiri wartawan didampingi sang suami. Matanya tampak berkaca-kaca. Tonny tampak mendampingi istrinya itu. ’’Saya mohon pamit ya... Terima kasih atas semuanya,’’ kata dia. Ada pesan buat kabinet Ibu? ’’Selamat bekerja semua. Selamat berprestasi di kabinet. Saya mohon maaf lahir batin,’’ ucapnya. ’’Sudah ya... Saya undur diri. Terima kasih. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sudah ya,’’ timpal Sri sambil melambaikan tangan. Selamat jalan, Sri… (jpnn/niz)

PEMBACA SETIA Besok Hari Raya Waisak Tahun 2554 Radar Lampung tetap terbit seperti biasanya. REDAKSI

Minta Kasus Pilkada Jabar Disidik KPK Susno Resmi Dapat Perlindungan LPSK

FOTO JPNN

BERANGKAT: Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi suaminya, Tonny Sumartono (kanan), berpamitan sesaat sebelum berangkat menuju AS melalui VVIP Room Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, kemarin (26/5).

Eddy Dipolisikan TETAP KUKUH MOBIL BUKAN UNTUK KPU BANDARLAMPUNG - Dugaan pemberian lima mobil dari Wali Kota Bandarlampung Eddy Sutrisno kepada anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat berujung ke polisi. Tim Monitoring Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Bandarlampung membuktikan janjinya melaporkan calon incumbent wali kota itu berikut lima anggota KPU Bandarlampung ke Mapolda Lampung kemarin (26/5). Mereka tiba di markas korps berseragam cokelat itu sekitar pukul 13.30 WIB dan

langsung menuju ruang sentra pelayanan kepolisian (SPK). Saat melapor, mereka juga membawa bukti foto-foto mobil Daihatsu Grand Max Luxio serta surat-surat dari perusahaan leasing mobil. Laporan mereka tercatat dengan nomor LP/B/129/V/2010/SPK tanggal 26 Mei 2010. Sunawardi dari Tim Monitoring Pilwako Bandarlampung menegaskan, pihaknya memiliki fakta serta bukti-bukti kuat mengenai pemberian lima mobil yang diduga dilakukan Eddy Sutrisno. Karenanya, meski Eddy dan lima anggota KPU membantah serta mengaku difitnah, mereka tetap

melaporkan orang nomor satu di Pemkot Bandarlampung itu ke Mapolda Lampung. ’’Foto-foto dan surat dari perusahaan leasing ini hasil investigasi tim kami,” tandasnya. Dia menceritakan, temuan ini berawal dari informasi masyarakat ke organisasi mereka. Kemudian, informasi itu ditindaklanjuti dengan mengecek ke salah satu perusahaan leasing di Kota Bandarlampung pada Jumat (21/5) lalu. Baca EDDY Hal. 11

Giliran KMP BSP II Ontoseno Rusak

FOTO AFP

BIOLA TERMAHAL DI DUNIA: Musisi Inggris Linzi Stoppard (kiri) dan violinist elektrik rock Ben Lee kemarin berpose bersama biola Swarovski yang seluruh bodinya terbuat dari 50 ribu kristal. Itu adalah biola termahal di dunia saat ini yang dihargai USD1,44 juta.

Ditanya Terorisme, Kapolda Bungkam MESUJI - Kapolda Lampung Brigjen Pol. Sulistyo Ishak masih bungkam soal keberadaan tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri yang melakukan penyelidikan terorisme di Kabupaten Tulangbawang dan sekitarnya. Dia beralasan Densus memang tidak melibatkan Polda Lampung. ’’Tugasnya masing-masing. Wartawan tugasnya buat berita, koki memasak. Begitu juga antara Densus dengan polisi di wilayah,” kelakarnya kepada wartawan seusai bersilaturahmi dengan jajaran Pemkab Mesuji di rumah dinas Pj. Bupati Ruswandi Hasan kemarin (26/5). Meski begitu, Sulistyo membantah tidak ada koordinasi antara Densus Mabes Polri dengan Polda Lampung. ’’Bukan tidak ada koordinasi. Tugas polda ada porsinya sendiri. Tugas Densus juga. Jadi, bukan tidak ada koordinasi,” tutur mantan Wakadivhumas Mabes Polri ini. Menurut Kapolda, ada tugas yang harus dikoordinasikan dan ada juga yang tidak perlu. Baca DITANYA Hal. 11

Baca MINTA Hal. 11

BAKAUHENI – Satu per satu kapal ro-ro yang beroperasi rute Bakauheni-Merak mengalami trouble (kerusakan). Setelah KMP Royal Nusantara menabrak Pulau Kandang Lunik Senin lalu (24/5) akibat trouble kemudi, menyusul KMP BSP II Ontoseno mengalami kebocoran pipa pendingin air tawar pada mesin kanan Selasa (25/5) pukul 23.30 WIB. Akibat kerusakan tersebut, kapal ferry milik perusahaan Atosim LPG Pely (ALP) itu terkatung-katung di perairan Bakauheni sekitar lima jam. Berdasarkan jadwal pelayaran, KMP BSP II Ontoseno yang memiliki kapasi-tas penumpang 575 orang dan kendaraan 125 campuran itu berangkat dari Pelabuhan Merak, Banten, pukul 21.00 WIB dan sandar di Dermaga 2 Pelabuhan Bakauheni pukul 23.30. Tetapi karena mengalami kerusakan pada Baca GILIRAN Hal. 11

JAKARTA – Komjen Pol. Susno Duadji tak berhenti melakukan manuver meski dihadapkan pada beberapa kasus. Setelah menandatangani persetujuan untuk mendapatkan perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), mantan Kabareskrim itu menantang kasus korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008 ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau lembaga independen. Kasus korupsi tersebut merupakan kasus baru yang telah menyeret Susno sebagai tersangka. Menurut M. Assegaf, kuasa hukum Susno, permintaan tersebut dilontarkan kliennya karena sudah tidak percaya lagi dengan penyidik-penyidik Polri. Selain itu, kliennya merasa benar dan tidak bersalah dalam kasus Pilkada Jabar. ’’Buktinya kan sudah diaudit BPK dan hasilnya tidak terjadi pelanggaran,’’ katanya saat dihubungi tadi malam. Karena itu, pihaknya menganggap penetapan Susno sebagai tersangka adalah tindakan yang mengada-ada dan terkesan mencari-cari kesalahan kliennya itu. Bahkan, Assegaf beranggapan itu buah dari penyidik yang kesulitan membuktikan keterlibatan Susno dalam kasus-kasus sebelumnya. ’’Seperti kasus Gayus dan PT SAL (Salma Arowana Lestari, Red), polisi kan sulit menemukan buktinya,’’ tegas pengacara senior itu. Kejanggalan lain yang diungkap Assegaf dalam penetapan tersangka kliennya terkait Pilkada Jabar adalah tentang dipromosikannya Susno menjadi Kabareskrim Mabes Polri setelah menjabat Kapolda Jawa Barat. Berarti, lanjutnya, itu membuktikan Susno bersih. ’’Kan seleksi sebagai Kabareskrim luar biasa ketatnya,’’ tegas Assegaf. ’’Kalau Pak Susno berhasil dipromosikan sebagai Kabareskrim, berarti dia terbukti clean,’’ imbuhnya. Hal itu diperkuat hasil audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) yang menyatakan bahwa Pilkada Jabar tidak ada masalah. Nah, berdasarkan alasan-alasan itu, Susno menganggap akan ada ketidakberesan jika kasus ini disidik polisi. Sebagai jalan tengah yang netral, mereka meminta kasus ini ditangani penyidik independen seperti KPK. Di bagian lain, Mabes Polri menegaskan, Susno benar-benar ditetapkan sebagai tersangka.

Susno Vs Polri 1. Kasus Korupsi Dana Pengamanan Pilkada Jabar Susno minta kasusnya disidik KPK. Jika ditangani Dir. III Bareskrim, menantang menggunakan auditor independen. Argumentasi Susno, dana pengamanan pilkada pernah diaudit BPK dan hasilnya tidak ada masalah. 2. Gugatan Praperadilan

FOTO RNN

BOCOR : KMP BSP II Ontoseno yang mengalami kebocoran pipa pendingin air tawar pada mesin kanan Selasa (25/5) pukul 23.30 WIB.

Minta dihadirkan dalam persidangan utusan yang disebut-sebut mengatur pertemuan dengan Syahril Djohan di Singapura. Minta ditunjukkan bukti permulaan, selain keterangan saksi, yang digunakan sebagai dasar penangkapan dan penahanannya.

Para Anak Pantai di Bali Pascaheboh Film Cowboys in Paradise

Kelompok Jatim Lebih Suka Jepang, Kelompok Medan Bule Meski sekilas, kehidupan para anak pantai di Bali digambarkan dalam film dokumenter berjudul Cowboys in Paradise. Film itu sempat menghebohkan. Sebenarnya, bagaimana asal-usul, gaya, dan perilaku para anak pantai tersebut dalam menggaet ’’mangsa’’?

Laporan Thomas Aquanio, Denpasar WELCOME to my paradise, where the sky so blue. Potongan lirik lagu berirama reggae milik grup band Steven and Coconut Treez itu terdengar sayup-sayup. Setelah didekati, ternyata suara tersebut berasal dari sebuah kawasan di bibir Pantai Kuta. Siang itu, sekelompok anak pantai sedang gayeng menyanyikan lagu berirama reggae

Ingin Berlangganan, Hubungi: (0721) 782306-7410327

tersebut. Kulit mereka rata-rata hitam dengan tubuh yang atletis. Salah seorang di antara mereka memainkan gitar bolong. Temantemannya yang lain berjoget mengikuti irama. Beberapa bule perempuan ikut berjoget sambil berjingkrak-jingkrak. ’’Ya begini ini kerjaan anak-anak pantai. Kalau enggak surfing, ya minum-minum sambil bernyanyi sama tamu,’’ kata Joko Martono, seorang anggota kelompok anak pantai yang biasa mangkal di pantai depan Hotel Hard Rock Kuta. Baca KELOMPOK Hal. 11 ANAK PANTAI: Di sepanjang Pantai Legian ini banyak ditemui anak pantai yang mencari ’’mangsa’’. FOTO JPNN

www.radarlampung.co.id


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.