JUMAT, 28 MEI 2010
28 HALAMAN/Rp3.000,-
Hari Ini, Posisi Matahari Tepat di Atas Kakbah JAKARTA - Sore nanti adalah momen yang cukup penting bagi umat Islam di dunia yang ingin memastikan posisi kiblat. Terkait temuan Kementerian Agama (Kemenag) bahwa ada ribuan masjid yang mengalami pergesaran arah kiblat, maka solusi universal dari data astronomis untuk mengukur ulang arah kiblat bisa dilaksanakan hari ini. Kasubdit Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Kemenag Hi. Nur Khazin mengatakan, berdasarkan data astronomis, hari ini pukul 12.18 waktu Arab Saudi (WAS) bertepatan pukul 16.18 WIB atau pukul 17.18 Wita, matahari melintas tepat di atas Kakbah. Dengan demikian, bayangan setiap benda akan menuju Kakbah atau berimpit dengan arah Kakbah di Makkah.
FOTO ABROR RIZKI/RUMGAPRES
AJAK DUNIA PEDULI IKLIM: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato dalam Konferensi Iklim dan Hutan di Oslo, Norwegia, kemarin.
Baca HARI INI Hal. 2
Asnun Resmi Diberhentikan
Polri dan KPK Berebut Susno Sikapi Ketidakpercayaan Penyidikan
JAKARTA – Mahkamah Agung (MA) akhirnya menjatuhkan sanksi bagi hakim nonpalu Muhtadi Asnun. Mantan ketua Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, yang membebaskan terdakwa penggelapan pajak dan money laundering Gayus Halomoan Tambunan, itu resmi diberhentikan sementara tanpa melalui Majelis Kehormatan Hakim (MKH). ’’Kami putuskan untuk memberhentikan sementara. Suratnya sudah dikirim ke KY (Komisi Yudisial) minggu ini,’’ kata Ketua Muda Pengawasan Hatta Ali di Jakarta kemarin (27/5). Konsekuensinya, lanjut dia, sejumlah fasilitas kepegawaian yang melekat akan ditarik. Yang paling kentara, Asnun hanya akan menerima gaji pokok separuh. Dasar pemberhentian sementara itu, jelas Hatta, karena mantan ketua PN Tangerang tersebut ditetapkan menjadi tersangka oleh Mabes Polri dalam kasus suap. Asnun disangka menerima duit suap dari Gayus untuk ’’membereskan’’ kasus yang membelit pegawai negeri sipil (PNS) golongan 3A Direktorat
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons harapan mantan Kabareskrim Komjen Pol. Susno Duadji. KPK siap mengambil alih kasus dugaan korupsi dana pengamanan Pilkada Jabar 2008 yang dituduhkan pada Susno. Namun, Mabes Polri tampaknya tak mau berkompromi. Polri tidak akan menuruti permintaan Susno tersebut. Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan Mochammad Jasin menyatakan, sebagai lembaga penegak hukum independen, KPK akan menindaklanjuti semua kasus dugaan korupsi yang dilimpahkan. ’’KPK selalu siap menangani setiap kasus korupsi yang dilimpahkan kepada kami,” ujarnya kemarin. Menurutnya, dalam kasus yang melibatkan Susno tersebut, KPK tidak bisa serta-merta mengambil alih penanganannya. Namun, pihaknya merespons permintaan Susno yang berharap kasusnya ditangani pihaknya. Karena itu, tambah Jasin, sebagai langkah awal KPK akan melakukan supervisi terlebih dahulu terhadap kasus tersebut. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan kejaksaan.
Baca ASNUN Hal. 2
DPR Ancam Gunakan Jalur Politik Jika tak Serius Usut Kasus Bank Century JAKARTA – Kalangan DPR menggertak aparat hukum yang tidak serius menindaklanjuti hasil investigasi pansus terkait kasus Bank Century. Tim Pengawas (Timwas) Penegakan Hukum Kasus Bank Century bakal menempuh jalur politik jika KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), Mabes Polri, dan Kejaksaan Agung tak segera mengusut dugaan korupsi atas bailout bank yang kini bernama Bank Mutiara tersebut. ’’Kalau tidak ada sinyal positif, DPR akan mengambil sikap politik,’’ ujar Ketua Timwas Priyo Budi Santoso di gedung DPR kemarin (27/5). Menurut dia, hingga saat ini, di antara tiga lembaga hukum yang dipanggil ke DPR, semuanya belum menunjukkan indikasi akan bertindak tegas dan cepat untuk menuntaskan kasus Bank Century.
Baca POLRI Hal. 2
Eddy: Ini Ada yang Me-remote FOTO DEDY K./RNN
Baca DPR Hal. 2
Jasin menguraikan, ada beberapa alasan pengambilalihan kasus. Antara lain laporan masyarakat yang tidak ditindaklanjuti, penanganan kasus yang berlarutlarut dan tertunda tanpa alasan jelas, penanganan tindak pidana korupsi mengandung unsur korupsi, hambatan penanganan karena campur tangan pihak eksekutif, judikatif atau legislatif, hingga penanganan ditujukan untuk melindungi pelaku tindak pidana korupsi itu sendiri. Seperti diberitakan sebelumnya, Komjen Pol. Susno Duajdi melalui kuasa hukumnya Muhammad Assegaf mengaku sudah tidak mempercayai penyidik polisi. Dikatakan, jika memang kasus Pilkada Jabar 2008 disidik, Susno meminta agar kasus tersebut ditangani lembaga independen seperti KPK. Sementara, Mabes Polri tampaknya tak pernah mau berkompromi dengan mantan Kabareskrimnya Komjen Susno Duadji. Korps baju cokelat itu tidak akan menuruti permintaan Susno yang meminta agar kasus korupsi dana pengamanan Pilkada Jabar 2008 ditangani KPK.
DIPUKULI: Seorang tahanan titipan Kejaksaan Negeri Kotabumi mendapat perawatan intensif dari dokter Rumah Sakit Umum Ryacudu kemarin (27/5). Ia dan dua temannya dianiaya oknum pegawai Rutan Kotabumi.
Tiga Tahanan Dianiaya KOTABUMI - Tiga tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Kotabumi, Lampung Utara, dianiaya oknum pegawai rutan. Mulai kemarin pukul 12.00 WIB, ketiga tahanan yang baru sehari dititipkan Kejaksaan Negeri Kotabumi itu harus dirawat di Rumah Sakit
Umum Ryacudu. Mereka adalah M. Aji Chandra (19), Heriansyah (20), dan Wawan Satria (18). Masing-masing warga Kelurahan Kotaalam, Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampura. M. Aji Chandra merupakan tersangka kasus 480 KUHP tentang penadahan
barang curian. Ia mengalami luka memar di belakang telinga kanan. Wawan Satria, tersangka kasus 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan (curat), menderita luka lecet pada lengan kanan, pinggang Baca TIGA Hal. 2
BANDARLAMPUNG - Wali Kota Bandarlampung Eddy Sutrisno menanggapi santai masalah dugaan ia membelikan lima mobil untuk anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Ia mengatakan akan membiarkan terlebih dahulu. Namun yang jelas, segala yang dituduhkan tidak benar. Ditemui seusai menghadiri acara penilaian perlombaan desa/ kelurahan tingkat Provinsi Lampung 2010 di Kelurahan Sukamaju, Telukbetung Barat, kemarin (27/5), Eddy memberikan banyak penjelasan. Menurutnya, ia mengkredit mobil bukan hanya saat menjadi wali kota. Namun jauh sebelum itu. Ia meminta berbagai pihak yang tak percaya untuk mengecek kebenarannya. Eddy mengatakan pernah mengambil enam unit mobil Daihatsu Xenia. Kemudian,
tahun lalu, ia mengambil sembilan unit mobil Daihatsu Luxio. ’’Tanyakan saja ke leasing-nya. Saya ambil itu saat mobil tersebut kali pertama di-launching,” ujarnya. Mobil yang dikredit itu, kata dia, digunakan untuk beberapa usahanya. Yakni di klinik Graha Karya Utama, Yayasan Ledit, Lembaga Sriwijaya, dan Yayasan Swadipa. Untuk usaha rental mobil juga ada. Namun dikelola anak sulungnya dan suami. Eddy mengatakan, untuk rental mobil memakai Daihatsu Luxio dan satu unit Daihatsu Xenia. Baca EDDY Hal. 2
Jago Matematika Septinus George Saa setelah Lulus Kuliah di Amerika
Gaji Besar, Penampilan Klimis dan Trendi Nama Septinus George Saa meroket pada 2004. Saat usianya 18 tahun, dia menyabet penghargaan Firts Step to Nobel Prize in Physics 2004. Penghargaan itu mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional. Kini, dia telah lulus kuliah di Amerika.
Laporan Agung P.I., JAKARTA
FOTO AFP
MOBIL MASA DEPAN: Institut Teknologi Massachusetts (MIT), Amerika Serikat, menunjukkan desain city car Hiriko. Mobil yang diproduksi di wilayah Basque ini mulai dipasarkan tahun 2012.
KETIKA ditemui di kompleks studio Trans TV di Jakarta, Rabu (26/5) malam lalu, Septinus George Saa tampak lelah. Pria itu memang baru saja ’’digilir’’ beberapa studio televisi. Dalam satu minggu ini, dua stasiun TV mengundang dia. Yakni, Global TV dalam acara talkshow Rossy dan Trans 7 di acara Bukan Empat Mata. ’’Capek sih, tetapi menyenangkan,’’ katanya. Penampilan George sudah berbeda dibanding saat berusia belasan tahun dahulu. Dia lebih gemuk dan cool. Penampilannya juga seperti eksekutif muda, berkemeja lengan panjang dan celana licin. George kini mirip rapper asal Kanada,
Ingin Berlangganan, Hubungi: (0721) 782306-7410327
Aubrey Graham (also known as) Drake, yang populer dengan lagu Forever. ’’Ah, enggak juga. Waktu kuliah di Amerika dahulu malah ada yang mengira saya berasal dari Karibia dan Brazil. Tidak ada yang mengira dari Indonesia,’’ katanya lantas terkekeh. George kini memang lebih klimis dan trendi. Maklum, pria murah senyum itu kini bekerja di sebuah perusahaan migas asing yang beroperasi di Teluk Bintuni, Papua Barat, Papua. ’’Aku menikmati pekerjaanku,’’ katanya lantas membisikkan gaji dolar yang dia terima tiap tiga minggu. Kini dia juga enggan dipanggil Oge, nama kecilnya, yang populer saat masih tinggal di Kotaraja, Jayapura. ’’George saja lah. Oge itu panggilan kecil saya,’’ ujarnya. Penampilannya yang modis itu sempat menjadi sasaran kelakar Rosiana Silalahi dalam talk show Rossy. ’’Ini kalau kita ketemu di jalanan New York, enggak tahu kalau dia orang Indonesia. Baca GAJI Hal. 2
Septinus George Saa www.radarlampung.co.id