SABTU, 29 MEI 2010
32 HALAMAN/Rp3.000,-
Selalu Ada yang Baru
Waisak di Borobudur Khidmat
pihaknya. Padahal, lanjut dia, KPK sangat berkepentingan menyidik kasus ini. ’’Mereka (polisi-KPK) seolah-olah saling segan antara satu dengan yang lain,’’ ucapnya. ’’Padahal kalau segan-seganan, mau dibawa ke mana negara kita ini,’’ imbuh pengacara mantan Ketua KPK Antasari Azhar itu. Karenanya, dalam waktu dekat ini, tim pengacara akan bertindak proaktif dengan mengirimkan surat resmi kepada KPK yang isinya meminta agar kasus tersebut ditarik
MAGELANG - Candi Borobudur kemarin menjadi tempat bersejarah peringatan detik-detik Waisak 2010 yang dilakukan bersama umat Buddha yang tergabung dalam Konferensi Agung Sangha Indonesia (KASI) dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi). Detik-detik Waisak yang jatuh pada pukul 06.07.03 WIB tersebut diperingati dengan meditasi oleh KASI di stupa puncak candi dan Walubi di sisi barat daya candi. Suasana khidmat benar-benar terasa di pagi tersebut. Biksu dan umat Buddha dari KASI melakukan meditasi dipimpin Suhu Widya Sasana dan Biksu Kusala Phasa. Mereka naik candi itu dari pintu selatan, sejak pukul pukul 05.00 WIB. Kemudian pradaksina di tiga tingkatan candi, masing-masing tiga kali putaran searah jarum jam. Saat prosesi tersebut, dibacakan doa, parita, sutra dan mantra dengan sesekali mereka membungkuk serta mencium tanah selama beberapa saat. Tepat pukul 06.07.03 WIB, suasana terkesan makin hening karena mereka bermeditasi selama sekitar lima menit. Suhu Widya pada kesempatan itu menyampaikan doa untuk keselamatan bangsa Indonesia dan kesejahteraan masyarakat. Sebelumnya, KASI menyelenggarakan puja bakti dan renungan di pelataran Candi Mendut, sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari. Puja bakti dipimpin Pandita Dharmanandi Chandra dari Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia. Sedang renungan Waisak dipimpin Biksu Jotidhammo Mahathera. Dalam renungannya, Jotidhammo mengatakan bahwa Tri Hari Suci adalah memperingati saat kelahiran, pencapaian penerangan sempurna,
Baca SUSNO Hal. 11
Baca WAISAK Hal. 11
FOTO DWI OBLO/REUTERS
WAISAK: Umat Buddha memperingati hari raya Waisak tahun 2554 di Candi Borobudur kemarin. Mereka hendak bermeditasi di stupa puncak dan sisi barat daya candi.
Susno Duadji Surati KPK JAKARTA – Komjen Pol. Susno Duadji tidak begitu saja menyerah di tangan penyidik Mabes Polri. Mengetahui permintaannya agar kasus Pilkada Jabar 2008 diambil alih KPK tak dituruti, kini Susno berencana melayangkan surat resmi kepada lembaga superbodi tersebut. Tujuannya, agar KPK segera bertindak mengambil alih kasus itu. ’’Kan dalam UU KPK (UU No. 30 Tahun 2002 tentang KPK, Red) disebutkan bahwa KPK bisa mengambil alih penanganan kasus korupsi,’’ kata salah satu kuasa hukum Susno, Muhammad Assegaf, saat
MARWAN EFFENDY
Duduk di Atas Bara SELAMA ini, Marwan Effendy identik dengan gaya bicara yang ceplas-ceplos. Mantan jaksa agung muda pidana khusus (Jampidsus) itu juga dikenal sebagai pejabat yang tegas di kejaksaan. Namun, gaya dan sikap mantan kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Liwa, Lampung Barat, tersebut terkadang membuat sebagian stafnya takut bertemu. Sebab, mereka khawatir kena marah. Padahal, Marwan mengaku, dirinya bukan tipe orang yang suka marah. ’’Kata anak saya, kalau Papa itu lagi menyanyi, suaranya kencang,’’ katanya lantas tertawa saat memberikan sambutan pada acara pisah sambut Jampidsus di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta. Pria kelahiran Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, 13 Agustus 1953, itu menuturkan, dirinya tidak ingin para staf bekerja dengan ritme yang lambat. Karena itu, dia perlu mengingatkan. ’’Masak bikin surat saja sampai tiga hari,’’ tutur lulusan program S-3 Universitas Padjadjaran, Bandung, itu mencontohkan. Mulai pekan depan, para jaksa dan pegawai Pidsus Kejagung tak akan mendengar ’’nyanyian’’ Marwan lagi. Sebab, mantan kepala Diklat Kejagung tersebut akan berganti tugas menjadi jaksa agung muda pengawasan (Jamwas). Dia digantikan Mohammad Amari, mantan JAM Intelijen. ’’Sudah cukup saya duduk di bara api,’’ terang Marwan mengibaratkan beratnya tugas sebagai Jampidsus. Dia menyebut banyak orang yang tidak suka dengan sepak terjangnya menjadi ’’tukang sapu’’ koruptor. Selama dua tahun lebih, tidak kurang dari 4 ribu orang dimejahijaukannya. ’’Kalau keluarganya lima orang, lalu ada lima lagi yang lain, berarti ada 40 ribu orang yang tidak suka saya,’’ kelakarnya. Jabatan Jampidsus mulai diemban Marwan pada 14 April 2008. Dia menggantikan Kemas Yahya Rahman yang dicopot karena tersangkut kasus suap jaksa Urip Tri Gunawan. (jpnn/niz)
Kejanggalan Kasus Pilkada Jabar 2008 Saat pilkada, Susno menjabat Kapolda Jabar. Susno diduga menggelapkan dana pengamanan sekitar Rp13,5 miliar. Setelah menjabat Kapolda, Susno malah dipromosikan sebagai Kabareskrim. Kasus ini mencuat setelah Susno mengungkapkan beberapa kasus besar di tubuh kepolisian.
Dugaan Sementara Ada ketidakberesan di Wanjakti terkait promosi Susno menjadi Kabareskrim. Beberapa kalangan menilai promosi itu didapat karena Susno memegang data rekening misterius milik beberapa perwira tinggi Polri. Itu diungkap Susno saat menjabat wakil ketua PPATK sebelum menjadi Kapolda Jabar. Promosi sebagai Kabareskrim karena hadiah para perwira tinggi yang telah diamankan Susno. Penangkapan dan penahanan Susno sebagai upaya pembungkaman agar dirinya tidak ’’menyanyi’’ tentang keterlibatan beberapa perwira tinggi.
dihubungi kemarin (28/5). Assegaf mengaku menyesalkan tindakan Mabes Polri yang tidak mau melepaskan kasus tersebut untuk ditangani lembaga independen. Padahal, menurutnya, jika polisi benar-benar fair, sebaiknya kasus ini ditangani lembaga lain yang lebih netral. Sebab, kasus tersebut bakal melibatkan orang-orang di lingkup Polri sendiri. Selain itu, Assegaf juga menyoroti pihak KPK yang lebih memilih ’’menunggu’’. Dalam arti, KPK tidak secara proaktif meminta agar kasus Pilkada Jabar itu ditangani
Dugaan Gratifikasi Harus Dibuktikan BANDARLAMPUNG - Dugaan gratifikasi Wali Kota Bandarlampung Eddy Sutrisno kepada lima anggota KPU (Komisi Pemilihan Umum) setempat harus dibuktikan. Masalah dimaksud berupa pemberian mobil Daihatsu Luxio kepada masing-masing komisioner KPU. Akademisi Universitas Lampung (Unila) Prof. Sunarto D.M., S.H., M.H. mengingatkan hal itu kemarin (28/5). ’’Unsur gratifikasi itu meliputi pemberian kepada pejabat yang melebihi Rp10 juta,” jelasnya. Akademisi FISIP Unila Arizka Warganegara, S.I.P., M.A. menyampaikan hal senada. Menurut dia, unsur gratifikasi terpenuhi jika komisioner KPU yang merupakan pejabat publik menerima sesuatu di
luar haknya untuk mengubah kebijakan tertentu dari pihak lain. Apalagi, kata dia, saat ini KPU tengah menjalankan tahapan Pilkada Bandarlampung dengan Eddy Sutrisno sebagai satu dari enam calon wali kota. Arizka mendorong aparat berwenang melacak kebenaran gratifikasi atau mobil-mobil tersebut disewakan sebagaimana pernyataan Eddy. ’’Termasuk melacak kepemilikan mobil itu untuk membuktikan gratifikasi,” ujar Arizka. Jika benar gratifikasi, Dosen Ilmu Pemerintahan Unila ini membeberkan, KPU dapat terjerat pelanggaran kode etik yang diatur Baca DUGAAN Hal. 11
DIBERONDONG PELURU Seorang polisi Pakistan (kiri) mencoba menyelamatkan umat dari masjid milik komunitas Ahmadi yang diserang sekelompok pria bersenjata. FOTO ARIF ALI/AFP
Dua Masjid Diserang, 70 Tewas LAHORE – Aktivitas ibadah Jumat di dua masjid milik komunitas Ahmadi di Kota Lahore, Pakistan, mendadak berubah menjadi tangis kematian kemarin (28/5). Sekelompok pria tak dikenal berbekal senjata api, granat, dan rompi
bunuh diri tiba-tiba menyerbu dua masjid di dua lokasi berbeda serta melancarkan serangan membabi buta. Tidak kurang dari 70 orang tewas dalam serangan tersebut. ’’Sekelompok teroris telah menyerang dua masjid Qadiani (se-
butan untuk komunitas Ahmadi di Lahore). Mereka melepaskan tembakan dan meledakkan granat. Mereka juga menyandera beberapa jamaah yang sedang menunaikan Baca DUA Hal. 11
Exclusive with David Seaman
Belum Lupakan Gol Ronaldinho Piala Dunia 2010 Afrika Selatan tinggal menghitung hari. Berbagai prediksi tentang tim mana yang akan menjadi juara bermunculan. LALU siapa yang akan menjadi juara versi seorang David Seaman, mantan kiper timnas Inggris dan Arsenal? ’’Sebagai orang Inggris, tentu saya ingin Inggris menjadi juara. Tetapi, Spanyol dan Brazil punya kans besar,” ujar Seaman dalam jumpa pers launching program Yahoo! Global Penalty Shootout kemarin di Jakarta. Saat menyebut Brazil, mimik wajah Seaman melucu. Ya, Brazil sampai saat ini ternyata masih menjadi bayang-bayang buruk bagi penjaga gawang yang pernah 75 kali memperkuat timnas Inggris tersebut. Itu tak lepas dari ’’kebodohannya’’ yang gagal mengantisipasi tendangan bebas Ronaldinho dari luar kotak penalti di babak kuarter final Piala Dunia 2002. Bola yang semestinya mudah untuk
Ingin Berlangganan, Hubungi: (0721) 782306 - 7410327
FOTO JPNN
KAMPANYE YAHOO!: Kiper legendaris Arsenal dan timnas Inggris David Seaman (kiri) serta Country Manager Yahoo! Indonesia Pontus Sonnerstedt saat konferensi pers di Hotel Four Seasons, Jakarta, kemarin.
diantisipasi itu meluncur masuk gawangnya. Inggris pun kalah 2-1 dan gagal melaju ke semifinal. Sedangkan Brazil terus melaju hingga menjadi juara. ’’Sampai sekarang saya masih sering menyalahkan diri sendiri. Saya rasa itu momen terburuk sepanjang karir saya,” ujar pria yang kini mencukur habis kumis tebal dan memotong rambut panjang kuncirnya itu. Selain menjagokan tiga timnas itu untuk menjadi juara, mantan pemain yang berkostum The Gunners (sebutan Arsenal) di era 1990-2003 itu juga menyebut dua pemain yang punya kans untuk menjadi pencetak gol terbanyak (topskor). Siapa? ’’Saya menjagokan Wayne Rooney dan Lionel Messi. Selain sedang on fire, keduanya juga didukung pengumpan-pemgumpan hebat,” bebernya. Mengenai mantan klubnya, Arsenal, yang terus gagal meraih medali juara dalam beberapa Baca BELUM Hal. 11
www.radarlampung.co.id