JUMAT, 29 OKTOBER OK O KTOBER 2010
32 HALAMAN/Rp3.000
Jatuh usai Bertugas di Wasior, Lima Tewas JAYAPURA – Pesawat Skytruck jenis Cassa milik Polri yang terbang dari Nabire menuju Ambon jatuh di kawasan Pantai Wami, sekitar 15 kilometer dari Kampung Wanggar Pantai, Distrik Yaro, Kabupaten Nabire, Papua, Rabu (27/10) sekitar pukul 15.55 WIT. AKP Irwan Hadi (pilot), Ipda Bayu Dwi (kopilot), berikut tiga kru yakni Ipda M. Amri, Briptu Hadi Riyanto, dan Briptu Saiful Bahri tewas. Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombespol Wachyono mengatakan, pesawat nahas itu hendak kembali ke Jakarta setelah melaksanakan tugasnya membantu korban bencana banjir bandang di Wasior. ’’Pesawat itu mendapat tugas dari Mabes Polri untuk melaksanakan misi kemanusian di
PEDULI MENTAWAI DAN MERAPI Pembaca Radar Lampung, mulai Rabu (27/10) kami membuka dompet peduli untuk membantu saudarasaudara kita yang mengalami musibah tsunami di Mentawai, Sumatera Barat, dan letusan Gunung Merapi, Jogjakarta. Salurkan bantuan Anda langsung ke Graha Pena Lampung, Jl. Sultan Agung No. 18, Kedaton, Bandarlampung, atau ke nomor rekening BCA 0200.721.799.
DOMPET PEDULI KAMIS, 28 OKTOBER 2010 Saldo
Rp12.540.000
SMP Nusantara Bandarlampung Hamba Allah S. Hidayatullah Hamba Allah, Lampung Selatan Hamba Allah, Kemiling Hamba Allah, Tanjungsenang Hamba Allah, Kedaton Adara Saskia Zytha, Rajabasa Meira, Bukit Kemiling Permai Alvaro, Bukit Kemiling Permai Jumlah
Rp655.000 Rp100.000 Rp50.000 Rp50.000 Rp50.000 Rp50.000 Rp50.000 Rp60.000 Rp20.000 Rp20.000
Wasior, Papua Barat,” kata Wachyono di ruang kerjanya kemarin. Dia melanjutkan, pesawat sempat mendarat di Bandara Nabire untuk mengisi bahan bakar. Setelah itu, pesawat melanjutkan perjalanan ke Ambon. Saat itu, cuaca buruk dan hujan. ’’Dalam perjalanan menuju Ambon, pesawat kehilangan kontak. Saat kami cross check ke Ambon, pesawat belum tiba,” jelasnya. Kecelakaan pesawat Skytruck dibenarkan seorang warga. ’’Melky Yara Yomi (30), seorang saksi mata, melihat ada pesawat hendak mendarat darurat di pesisir pantai. Namun karena cuaca buruk, pesawat menabrak pohon hingga terbakar,” tukasnya. Baca JATUH Hal. 11
FOTO JPNN
TINGGAL PUING: Kondisi pesawat Polri jenis Skytruck yang jatuh di kawasan Pantai Wami.
Pairin-Mustafa Pimpin Lamteng JAKARTA - Pasangan Pairin-Mustafa (Prima) kini dapat bernapas lega. Mahkamah Konstitusi (MK) mengukuhkan kemenangan mereka dalam Pilkada Lampung Tengah (Lamteng). Hal itu terungkap dalam sidang gugatan sengketa Pilkada Lamteng kemarin (28/10). Gugatan diajukan rival Prima, yakni Musa Ahmad-Suwidyo atau akrab disebut BMS (Barisan Musa-Suwidyo). Hakim ketua MK Mahfud M.D. menyatakan,
gugatan yang diajukan BMS tidak beralasan hukum. MK tak melihat adanya pelanggaran bersifat sistematis dan terstruktur dalam proses Pilkada Lamteng. Hakim anggota Hamdan Zoelva mencontohkan keabsahan penandatanganan pencalonan Prima oleh pelaksana tugas (Plt.) ketua dan sekretaris DPD II Partai Golkar Lamteng yang disoal BMS. Menurut dia, atas pemeriksaan terhadap
bukti dan saksi-saksi, tanda tangan tersebut sah. Pendapat ini sekaligus menjawab pernyataan ahli hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra dalam sidang sebelumnya. Yusril menyatakan hal itu dapat menimbulkan ketidakpastian hukum. Dengan tegas, Hamdan menilai persoalan keabsahan tersebut merupakan urusan internal Partai Golkar, bukan MK. Terlebih, proses pencalonan tidak bertentangan dengan peraturan
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Ikut Meningkat
Penyakit Dua CJH Kambuh
Baca PENYAKIT Hal. 11
Susno Hendak Habisi Sjahril LANJUTAN persidangan kasus PT Salmah Arowana Lestari (SAL) dan korupsi Pilkada Jawa Barat dengan terdakwa Komjen Pol. Susno Duadji memunculkan fakta mengejutkan. Seorang saksi yang dihadirkan mengatakan, Susno sempat mengeluarkan pernyataan hendak menghabisi Sjahril Djohan, orang yang disebut-sebut sebagai makelar kasus.
BACA HAL. 4
Inter Pantang Menyerah INTER Milan berada dalam posisi tertekan. Kini mereka tertinggal empat poin di belakang sang capolista alias penguasa klasemen sementara Serie A Liga Italia, Lazio. Meski begitu, mereka pantang menyerah dan akan all-out pada pekan kesembilan ini.
BACA HAL. 13
Penanganan Sampah tanpa Konsep KEBERSIHAN masih menjadi masalah di Bandarlampung. Belum ada perubahan signifikan atas kebersihan di ruas jalan protokol dan lingkungan. Padahal dari awal menjabat, Wali Kota Herman H.N. selalu menyoroti masalah kebersihan.
BACA HAL. 21 www.radarlampung .co.id
Baca PAIRIN Hal. 11
Lava Pijar Merapi Masih Mengancam
Rp13.645.000
BANDARLAMPUNG – Dayat, calon jamaah haji (CJH) asal Lampung yang bergabung di kelompok terbang (kloter) 19, tidak bisa melaksanakan ibadah Arbain. Penyakitnya kambuh. Dia pun mendapat perawatan intensif di maktab, Hotel Manar Al Manal, sekitar 5 kilometer dari Masjid Nabawi, Madinah. ’’Sebelum berangkat ke tanah suci, Dayat baru sembuh dari stroke. Sampai di sini (Madinah, Red), penyakitnya itu kambuh. Dayat sudah ditangani tim kesehatan. Mudah-mudahan cepat sembuh,” ujar Khobirun, ketua kloter 19, melalui pesan elektronik kepada Radar Lampung kemarin. ’’Karena penyakitnya itu, Dayat tak bisa menjalani ibadah Arbain,” sambungnya. Masih kata Khobirun, CJH yang masuk kloter 19 lainnya bernama N. Masruri harus dirujuk ke
perundang-undangan, khususnya pasal 59 ayat 5 huruf a UU Pemda No. 32/2004. ’’Tindakan Plt. ketua bukan atas inisiatif sendiri, melainkan perintah DPP Partai Golkar,” ingatnya. MK juga berpendapat sama tentang gugatan adanya money politics (politik uang) dalam Pilkada Lamteng. ’’Kalaupun ada (money politics), itu bersifat sporadis,” tandas Hamdan.
FOTO JPNN
EVAKUASI KORBAN: Polisi dan tim SAR hingga kemarin terus berupaya mencari korban gempa dan tsunami di Mentawai, Sumatera Barat.
2.400 Orang Belum Terima Bantuan M EN TAW A I
SIKAKAP – Sedikitnya 24.341 warga Kabupaten Kepulaun Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar), mengungsi dan menunggu bantuan. Sebagian besar masih tinggal di perbukitan. Mereka sempat makan buah dan umbi-umbian sebelum bantuan berupa mi instan, biskuit, dan makanan lainnya tiba. Pantauan Padang Ekspres (grup
Radar Lampung) di Dusun Puraurougat, Kecamatan Pagai Selatan, kemarin sekitar pukul 09.00 WIB, puluhan warga yang selamat berbondong-bondong meninggalkan perbukitan. ’’Yang kami dengar hanya deruman, lima belas menit setelah gempa berlalu. Kami tidak menyangka bahwa itu tsunami. Saat mendengar deruman semakin kuat,
beberapa warga berupaya menyelamatkan diri dengan naik pohon kelapa. Ada juga yang lari ke perbukitan,” ujar Rusmi (34). Dia melanjutkan, gelombang menghantam tempat tinggalnya sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu, banyak warga yang terlelap tidur.
JOGJA - Meletusnya Gunung Merapi pada Selasa (26/10) lalu disertai awan panas belum menjadi akhir ancaman dari gunung paling aktif di dunia itu. Badan Penyelidikan dan Pengembangan Kegunungapian (BPPTK) Jogjakarta memperkirakan Merapi masih berpeluang meluncurkan lava pijar. Hal ini berdasarkan catatan BPPTK dari letusan-letusan Merapi sebelumnya. Usai meluncurkan awan panas, Merapi akan memunculkan kubah-kubah lava baru yang menutup lava letusan terdahulu. ’’Saat ini, statusnya masih kami tetapkan awas (level IV) atau teratas,” kata Kepala BPPTK Subandrio kemarin (28/10) di kantornya. Dia menjelaskan, letusan Merapi pada 1786, 1822, 1872, 1930, dan 2006 selalu diikuti magma atau lava pijar. Lava kemudian membentuk kubah lava yang dapat menimbulkan awan panas. ’’Semakin besar kubah lava, kian besar awan panas,’’ ingatnya. Subandrio mengaku erupsi Gunung Merapi yang terjadi saat ini sulit mereka prediksi. Itu terlihat dari kondisi Merapi kemarin yang sempat tenang, tetapi pada pukul 16.60 kembali meluncurkan awan panas yang menjangkau 2,3 kilometer dari puncak.
Baca 2.400 ORANG Hal. 11
Baca LAVA Hal. 11
Mereka yang Melahirkan saat Mengungsi karena Letusan Merapi
Tak Mau Anak Pakai Nama Berbau Bencana Lima warga Kabupaten Magelang mengungsi dalam keadaan hamil tua. Kegembiraan pun akhirnya menyeruak di tengah kekalutan dalam pengungsian. Anak-anak mereka lahir, berimpitan waktu dengan amuk Merapi. Laporan Mukhtar Lutfi, MAGELANG SUARA amarah Gunung Merapi seakan lenyap sesaat di dinding ingatan Mujiyati, warga Dusun Cabe Kidul, Desa Srumbung, Kecamatan Srumbung, Magelang. Kengerian amuk purba yang dikeluarkan gunung paling aktif di dunia itu tergantikan oleh tangis bayi yang meluncur dari rahimnya kemarin (28/10). Tangisnya cukup kuat. Seberkas kebahagiaan pun menyelinap di ruang benak Mujiyati. Ruang yang sejatinya sudah cukup sesak oleh berbagai kekalutan dan sedikit kepanikan tatkala perempuan 29 tahun itu harus mengungsi dari desanya.
Ya, dalam kondisi hamil tua, Mujiyati dan keluarganya harus menyelamatkan nyawa dari ancaman aktivitas Merapi. ’’Saya sangat bersyukur. Tetapi ndak pernah membayangkan melahirkan saat ngungsi,’’ kata perempuan itu di RSUD Muntilan, Magelang, kemarin. Dia lalu memandangi bocah laki-laki yang baru keluar dari rahimnya. Bocah tersebut berparas elok. Cakep. Rambutnya tebal. Setelah dibersihkan perawat pascalahir, rambut bocah itu seperti disisir rapi jali. Keren. Sebagai salah seorang warga yang tinggal di kawasan rawan bencana III, mau tidak mau Mujiyati memang harus mengungsi. Baca TAK MAU Hal. 11 LAHIR DI PENGUNGSIAN: Mujiyati bersama anaknya yang baru dilahirkan di Muntilan kemarin (28/10). FOTO JPNN
Ingin Berlangganan, Hubungi: (0721) 782306 - 7410327