SENIN, 29 NOVEMBER 2010
32 HALAMAN/Rp3.000,-
Pemprov Lampung Ambil Alih Rekrutmen TKI BANDARLAMPUNG – Persoalan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Lampung mengusik Pemprov Lampung bersikap. Ke depan, pola rekrutmen dan pengiriman TKI ke luar negeri akan diambil alih. Langkah ini untuk mengurangi kejadiankejadian buruk yang menimpa para TKI. ’’Selama ini banyak pengiriman TKI dari Lampung yang ilegal. Pengiriman dilakukan calo sehingga calon TKI belum siap bekerja di luar negeri.
Akibatnya, cukup banyak kasus kekerasan yang terjadi,’’ kata Gubernur Lampung Sjachroedin Z.P. kemarin. Mekanisme pengiriman TKI, lanjut dia, nantinya mengadopsi pengiriman tenaga kerja magang ke Hongkong dan Jepang. ’’Jadi sebelum berangkat, mereka dibekali dahulu dengan keterampilan dan pengetahuan, termasuk bahasa setempat. Mereka itu tidak hanya menjadi pembantu rumah tangga (PRT), melainkan bekerja magang di
INFO HAJI
perusahaan atau pabrik-pabrik di luar negeri,’’ ujar Oedin, sapaan akrabnya. Dengan pola itu, tambah dia, para tenaga kerja memiliki nilai jual yang tinggi. ’’Karenanya nanti status dan gaji yang mereka terima pun berstandar sama dengan karyawan dan bukannya PRT,’’ paparnya. Untuk perekrutan, sambung Oedin, dilakukan kepada calon tenaga kerja dari desa-desa atau
kantong kemiskinan di Lampung dan bisa mulai direalisasikan tahun depan. ’’Setiap tahun, pemprov akan mengirimkan 150 orang. Memang jumlah TKI yang bekerja di luar negeri dengan pola seperti itu menjadi berkurang
Melihat Kuliah Instan di PTS di Bandarlampung (1)
Selasa, Kloter 11 Tiba JAMAAH haji Lampung yang LAPORAN tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 11 tiba di Sai Bumi Ruwa Jurai Selasa (30/11). Jamaah akan bertolak dari Jeddah pukul 12.45 waktu Arab Saudi (WAS) hari ini dan dijadwalkan tiba di Bandara Cengkareng pukul 04.30 WIB besok. ’’Jamaah akan berangkat meHermansyah nuju Bandara Radin Inten II pukul dari Tanah Suci 08.30 dan tiba di asrama embarkasi pukul 10.30 WIB,’’ terang Kepala Subbagian Humas Kementerian Agama Lampung Hj. Istutiningsih, S.Sos. kepada Radar Lampung. Dilanjutkan, dari bandara, jamaah asal Bandarlampung terlebih dahulu diistirahatkan di asrama embarkasi. Sedangkan jamaah asal Metro langsung dibawa ke kotanya. ’’Jadi nanti kabupaten dan kota akan mengurus sendiri pelepasan jamaah di daerahnya,’’ tukas dia. Sementara itu, melalui Radar Lampung, Istuti mengimbau kepada keluarga jamaah yang berasal dari Bandarlampung untuk tidak berlebihan dalam melakukan penjemputan. ’’Saya minta yang menjemput cukup satu atau dua orang. Keluarga lain menunggu di rumah saja,’’ tuturnya. (dilengkapi nui/c1/ary)
MENGACU Keputusan Menteri Pendidikan Nasional (Kepmendiknas) Republik Indonesia Nomor 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi, waktu paling cepat untuk bisa menjadi sarjana (S-1) adalah tiga tahun. Pasal 1 ayat 17 kepmendiknas itu menye-
BACA BESOK
Dikti: PTS Langgar Kepmendiknas butkan, program sarjana atau S-1 (strata satu) adalah jenjang pendidikan akademik dengan beban studi minimal 144 satuan kredit semester (SKS) dan maksimal 160 SKS. Lama program antara 8-14 semester. Masa satu semester adalah enam bulan.
Baca PEMPROV Hal. 19
AHMAD BASTARI
Bayar Rp13,6 Juta, Dua Tahun Sarjana Citra pendidikan di Lampung semakin mencemaskan. Setelah pemalsuan ijazah dan transkrip nilai akademik yang diungkap Radar Lampung, ternyata masih ada persoalan tak kalah memprihatinkan. Dengan uang Rp13,6 juta, gelar sarjana bisa diperoleh dalam waktu dua tahun.
signifikan, namun tingkat keamanan dan kesejahteraan bagi mereka meningkat,’’ tuturnya.
Dalam satu semester, seorang mahasiswa maksimal hanya dapat mengambil 24 SKS. Itu pun dengan ketentuan memiliki indeks prestasi (IP) minimal 3 (tiga). Namun, aturan tinggal aturan. Sebab di salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Bandarlampung, mahasiswa bisa menamatkan pendidikan S-1-nya hanya dalam tempo dua tahun. Hal itu terungkap dari investigasi Radar Lampung selama dua pekan ini. Radar awalnya menerima informasi yang menyatakan adanya kuliah instan di Bandarlampung. Wartawan koran ini kemudian purapura mendaftar sebagai calon mahasiswa Baca BAYAR Hal. 19
BERI KESAKSIAN Briptu Aan Satria Gunawan saat memberikan keterangan dalam sidang disiplin.
’’Kami siap menampung laporan kecurangan
’’
Tampung Laporan Kecurangan
BANDARLAMPUNG - Proses seleksi CPNSD tahun 2010 rentan kecurangan dan manipulasi nilai. Hal ini diakui Komisi I DPRD Lampung. Bahkan, anggota Komisi I Ahmad Bastari membeber beberapa indikasi yang mengarah pada kecurangan pelaksanaan rekrutmen CPNSD tahun ini. ’’Seperti masih dipercayanya Universitas Indonesia (UI) sebagai pembuat soal dan pemeriksa hasil seleksi untuk kali ketiganya. Lalu adanya jeda dari pengumuman hasil tes. Serta tidak dibeberkannya hasil tes peserta,” ungkap Bastari melalui sambungan handphone kemarin. Dia menyatakan, komisi I siap menerima laporan pelanggaran pelaksanaan seleksi CPNSD. Menurutnya, sudah seharusnya aparatur pelaksana di pemprov maupun kabupaten/kota menyelenggarkan pelaksanaan CPNSD secara transparan. Baca TAMPUNG Hal. 19
FOTO RNN
Tahanan Tewas Seret Lima Polisi BLAMBANGANUMPU – Lima anggota Polsek Negarabatin, Waykanan, Sabtu (27/11) menjalani sidang disiplin terkait kasus Nada alias Robi (28), tahanan polsek setempat yang meregang nyawa setelah kepalanya ditembus peluru. Mereka adalah Briptu Heri Susanto, Briptu
Petrus Aprianto, Briptu Andi Erli Effendi, dan Briptu Fandi Ahsan. Keempatnya mendapat sanksi disiplin di penjara khusus di Propam Polres Waykanan selama 14 hari dan tunda pendidikan selama 1 tahun. Sedangkan Briptu Aan Satria Gunawan, petugas jaga yang menembak kepala Nada,
mendapatkan sanksi kurungan dalam ruang tahanan khusus selama 21 hari dan ditunda kenaikan pangkat selama 1 tahun serta mendapat mutasi yang bersifat demosi. ’’Hukuman yang kami berikan ini sudah Baca TAHANAN Hal. 19
Normal, Kakam Dikecam
FOTO CHRISTOPHER LUND/AFP
BERUANG KUTUB Sekelompok orang berjalan di samping instalasi seni raksasa beruang kutub yang dicat dengan warna merah di dasar gletser Langjokull, Jumat (26/11). Gambar yang diciptakan seniman Bjargey Olafsdottir ini berusaha menyoroti penyusutan gletser dan masa depan beruang kutub yang tidak menentu.
PEDULI MENTAWAI DAN MERAPI PEMBACA Radar Lampung, mulai Rabu (27/10) kami membuka dompet peduli untuk membantu saudara-saudara kita yang mengalami musibah tsunami di Mentawai, Sumatera Barat, dan letusan Gunung Merapi, Jogjakarta. Salurkan bantuan Anda langsung ke Graha Pena Lampung, Jl. Sultan Agung No. 18, Kedaton, Bandarlampung, atau ke nomor rekening BCA 0200.7000.66. An. Ardiansyah (Radar Peduli)
Sumbangan Minggu, 28 November 2010 Saldo 1. Echa, Bandarlampung 2. Leoni Agustin, B.lampung 3. Ruli Yulianti 4. Maimunah Total
Rp
223.067.525
Rp Rp Rp Rp
50.000 50.000 50.000 100.000
Rp
223.317.525
Pilot Indonesia di Maskapai Kroni Pemimpin Junta Militer Myanmar
Gaji 4 Kali Lipat, Sering Dicarter Para Jenderal Di Myanmar, ada satu maskapai penerbangan yang kerap menjadi rasan-rasan rakyatnya. Yakni, Air Bagan. Pemiliknya, Tay Za, merupakan menantu kesayangan pemimpin tertinggi junta militer, Than Shwe. Ada tiga pilot dari Indonesia yang bekerja di perusahaan penerbangan itu. Laporan Tomy C. Gutomo, YANGON KEKUASAAN Than Shwe di Myanmar telah menggurita ke berbagai sektor, termasuk sektor bisnis. Seperti Indonesia pada zaman Orde Baru, bisnis-bisnis strategis dikuasai kroni-kroni sang jenderal senior tersebut. Salah satunya di bisnis penerbangan, menantu Than Shwe, Tay Za, mendirikan maskapai Air Bagan. Perusahaan penerbangan itu beroperasi sejak 15 November 2004. Tay Za, yang menjabat chairman perusahaan tersebut, merupakan suami putri Shwe, Thida Zaw. Media-media internasional kerap mengkritik Air Bagan karena memiliki keterkaitan dengan rezim
BUKAN JAGAL Abubakar Sidik ikut membantu memotong kurban pada perayaan Idul Adha di Indonesian International School Yangon.
Baca GAJI Hal. 19
MESUJI Upayadamai berlanjut. Pemkab Mesuji bersama Polsek Simpangpematang menggelar musyawarah untuk mendamaikan dua kampung yang terlibat bentrok, Rabu (24/11) lalu, di Pondok Pesantren Darulfalah Al-Amin Wirabangun kemarin. Jajaran pemkab, kepolisian, serta aparatur dan tokoh masyarakat kedua kampung menyayangkan sikap Kepala Kampung (Kakam) Wirabangun Gimin yang tidak berada di tempat saat bentrokan terjadi. Seharusnya, Kakam bisa mengendalikan pertikaian saat kampungnya diserang oleh warga Pematangpanggang. ’’Ketiadaan Kakam di tempat tak menunjukkan tindakan pengayoman kepada warga. Jika saat terjadi kerusuhan tersebut Kakam ada di kampungnya, kemungkinan aksi anarkis warga tetangga tidak sampai menelan korban jiwa’’ tegas Murni, kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mesuji, diamini Kapolsek Mesuji Tiimur Ipda Zulkarnaen, Sekretaris Camat Simpangpematang Darwis, serta tokoh masyarakat setempat. Baca NORMAL Hal. 19
FOTO TOMY C. GUTOMO/JPNN
Ingin Berlangganan, Hubungi: (0721) 782306-7410327
www.radarlampung.co.id