2 minute read

Lahirnya Inspirasi dari Hobi

Foto: dokumen pribadi

Menemukan sisi menarik American Football dalam aspek ilmu kedokteran, karier, dan kehidupan seorang dokter

Advertisement

Pendidikan doktoral di Université de Poitiers, Prancis, bukan hanya memberikan oleh-oleh berupa gelar kepada dr. Roman Ardian Goenarjo, M. Biomed, Ph.D., melainkan sebuah hobi baru yaitu berupa olahraga American Football. Olahraga yang satu ini memang tidak populer di Indonesia bila dibandingkan dengan sepak bola maupun basket. Namun di Prancis, olahraga rugbi yang mirip American Football justru menjadi olahraga yang populer.

Ketertarikan tersebut dimulai saat salah satu teman laboratorium, seorang atlet American Football, mengajaknya bermain pada tahun 2016. Sejak itu, Roman mulai mencari tahu lebih lanjut terkait American Football mulai dari menonton pertandingan sampai melihat profil pemain-pemainnya. “Sebelumnya, saya punya pengalaman lebih sebagai penjaga gawang di sepak bola. Ternyata, keterampilan ini berguna untuk menjadi receiver saat main American Football,” kenang dokter kelahiran Hamburg ini.

Walaupun kegemarannya belum berlangsung lama, Roman telah memiliki tim favorit: Cleveland Browns, sebuah tim asal Ohio yang bermain di National Football League (NFL). Keunikan tim ini adalah mereka tidak pernah memenangi playoff selama 25 tahun terakhir. Hal ini menjadi sebuah anomali sebab NFL selalu memberikan insentif yang cukup banyak bagi tim yang berperforma buruk. Keanehan tersebut membuatnya ingin tahu perkembangan tim ini lebih lanjut; apakah mereka dapat berkembang atau mempertahankan julukannya sebagai tim terburuk.

Menurut Roman, American Football kaya akan ragam posisi pemain dan kebutuhan yang sangat spesifik untuk setiap posisi pemain. Jika dikaitkan dengan ilmu kedokteran, olahraga ini termasuk dalam jenis olahraga permainan anaerobik yang dapat membuat tubuh semakin bugar serta meningkatkan kecepatan berpikir dan waktu bereaksi. Tentunya, manfaat ini akan sangat membantu kita saat perlu menentukan keputusan yang cepat dalam waktu yang mendesak.

Seiring meningkatnya ketertarikan Roman pada American Football, ia menyadari bahwa perhitungan dan analisis data sangat didewakan dalam olahraga ini. Misalnya, setiap pemain akan dilakukan berbagai pemeriksaan seperti kecepatan berlari, kelincahan, dan fleksibilitas guna mengidentifikasi potensi dan kapasitas pemain. Berbagai tes dan analisisnya pun tidak lepas dari fisiologi yang menjadi kesukaan Roman. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan ilmu kedokteran dapat menunjang prestasi dunia olahraga.

Hobi yang dijalani oleh dokter lulusan FKUI ini memang dilakukan di saat senggang. Sayangnya, ia sampai harus begadang untuk menonton NFL akibat perbedaan waktu hampir 12 jam dengan Amerika. Terlepas dari hal tersebut, anggota sport science dari PASI ini merasa senang dapat turut belajar bagaimana tim NFL melakukan latihan, mengukur parameter pemeriksaan kebugaran, serta mengamati protokol penyelenggaraan pertandingan selama menggemari olahraga ini.

“Harapannya adalah mampu secara objektif mengukur kapasitas dari seorang pemain,” ujar Roman saat ditanyakan mengenai penerapan fisiologi pada dunia olahraga yang diamati, “Jadi, atlet di Indonesia yang prestasinya bagus ataupun yang kurang bagus bisa diobservasi secara rinci, nanti bagian yang mungkin kurang atau bisa ditingkatkan seperti stamina, fleksibilitas, ataupun pola makannya bisa teridentifikasi dan disesuaikan dengan cabang dan jenis olahraganya,” pungkas Roman. rejoel

dr. Roman Ardian Goenarjo, M.Biomed, Ph.D.

Staf Pengajar Fisiologi Kedokteran FK UI, dan Team Sport Science PASI E-mail: roman.goenarjo@ui.ac.id No. Kontak: +33768877054

This article is from: