MINGGU, 09 AGUSTUS
Eceran Rp 3.500
Tahun 2009
ROMEO GACAD/AFP PHOTO
MENEWASKAN TERORIS: Polisi Densus 88 berhasil menggerebek teroris di Temanggung. Mayat yang diduga Noordin M Top dibawa aparat dari lokasi penggerebekan.
Noordin Tewas di Kamar Mandi
Polisi Belum Pastikan TEMANGGUNG - Petualangan Noordin M Top, gembong teroris yang kepalanya dihargai Rp 1 miliar oleh kepolisian berakhir tragis di Temanggung, Jawa Tengah. Noordin yang selama ini dikenal sangat licin dan selalu bisa meloloskan diri dari penggerebekan polisi, pukul 10.00 pagi kemarin dipastikan tewas setelah polisi mengepungnya selama hampir 18 jam di sebuah rumah di Dusun Beji RT 01/RW VII, Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Temanggung. Pengepungan dilakukan sejak Jumat
pukul 17.00. Penggerebekan itu berjalan sangat menegangkan dan dramatis. Sejak Jumat pukul 17.00, polisi diketahui mulai bergerak dan mengepung rumah yang diduga dijadikan tempat persembunyian gembong teroris warga negara Malaysia itu. Waktu itu, polisi bergerak sangat hati-hati karena warga di sekitar rumah tersebut belum dievakuasi. Beberapa petugas kepolisian lantas bergerak mengevakuasi warga menjauh dari lokasi pengepungan. “Kami khawatir ada bom yang meledak dan melukai warga,” kata salah seorang
petugas. Beberapa versi pun lantas muncul ke permukaan. Ada informasi yang menyebutkan, Noordin berada di rumah itu bersama Moh Juhri, pemilik rumah, dan istrinya serta seorang cucunya yang masih berusia 5 tahun. Informasi lain menyebutkan Noordin berada di dalam rumah bersama seorang warga yang disanderanya. Sejak awal pengepungan, bisa diperkirakan bahwa orang yang diduga sebagai Noordin M Top tak akan bisa lolos dari rumah itu dengan selamat, karena petug a s
kepolisian mengepungnya dari berbagai penjuru. Bahkan, puluhan snipper (penembak jitu) juga disiagakan di perbukitan di sekitar rumah tersebut. Selama semalam terjadi baku tembak antara polisi dengan penghuni rumah sederhana tersebut. Polisi tentu tak bisa memejamkan matanya sedetik pun lantaran kesempatan seperti ini tak mungkin terulang lagi. Esoknya, sekitar pukul 07.00, bebera-
pa petugas Densus 88 bergerak mendekat. Belakangan terdengar ledakan bom berdaya ledak rendah yang dilemparkan petugas ke dalam rumah. Bom meledak dan merusak beberapa bagian rumah. Namun, Noordin M Top tetap tak
menyerah. Ia dikabarkan tetap bertahan di dalam rumah dengan melilitkan bom aktif di tubuhnya dan dilengkapi dengan senjata api. Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan tim 4 Baca Noordin ... hal 2
Pemilik Rumah Dikenal Sebagai Tokoh Agama TEMANGGUNG- Keluarga Muhzari cukup dikenal di dusun Beji Desa Kedu. Bagaimana tidak, Muhzari adalah salah satu tokoh agama di daerah tempat tinggalnya. Selain sebagai imam di masjid, dia juga sering didaulat menjadi khotib dalam salat Jumat. Bahkan, Jum’at lalu, Muhzari sempat memberikan ceramah di masjid dusun tersebut. Di mata tetangga pria yang kesehariannya bekerja sebagai pengajar di SMP Muhammadiyah Temanggung tersebut
juga dikenal supel dan mudah bergaul. Aktif dalam organisasi kemasyarakatan dan sangat menghargai orang lain. “Pak Muhzari itu, orangnya sopan dan mudah bergaul, kalau ada kumpulan kampung dia pasti ikut,” jelas Ketua RT setempat Sukarjo. Sikap Muhzari yang 4 Baca Pemilik ... hal 11
Gubernur Lepas Guru Favorit JAMBI- Empat guru favorit yang berhasil masuk finalis program Untukmu Guruku dari Harian Pagi Jambi Ekspres dilepas langsung Gubernur Jambi, Zulkifli Nurdin, kemarin. Acara pelepasan ini dalam rangka studi tour 4 Baca Gubernur ... hal 11
Tidak Dilengkapi Ending yang Baik
M KHAIDIR/JAMBI EKSPRES
FOTO BERSAMA: Para guru favorit Jambi Ekspres saat foto bersama dengan Gubernur H Zulkifli Nurdin.
Menyaksikan siaran langsung penyerangan yang dilakukan polisi terhadap rumah yang dihuni buron teroris kakap Noordin M Top di Desa Beji, Temanggung, Jumat sore sampai Sabtu siang kemarin, perasaan saya campur aduk: mula-mula tegang, lalu menjengkelkan, berkembang ke rasa bangga dan berakhir agak kecewa. Mula-mula, Jumat sore, saya 4 Baca Tidak ... hal 2
Melihat Penyergapan Jaringan Noordin M. Top di Kampung Amrozi
Lewat Ponsel, Kirim Kabar Duka ke Keluarga Johor Bahru Bagi sebagian orang di Pondok Pesantren Al Islam milik keluarga almarhum Amrozi, Noordin M. Top bukan nama asing. Beberapa bahkan punya hubungan psikologis yang dekat. Karena itu, mereka terpaksa melanggar “tradisi” agar bisa melihat tayangan langsung penyergapan buron nomor satu tersebut.
LANGGAR TRADISI: Ali Fauzi (menoleh) dan beberapa santri Ponpes Al Islam menyaksikan tayangan penyergapan di Temanggung kemarin.
M. SHOLAHUDDIN, Lamongan SPANDUK besar melintang di jalan masuk sebelah timur Desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, kampung Amrozi. Spanduk putih itu bertulisan Selamat Datang Santriwan dan Santriwati di Ponpes Al Islam. Jalanan itu juga satu jalur menuju makam Amrozi dan
http://www.jambiekspres.co.id
Ali Ghufron alias Mukhlas setelah dieksekusi pada 9 November 2008. Melintas di jalan tersebut, tepatnya di se-
M. SHOLAHUDDIN/Jawa Pos
latan jalan, tampak jelas dua makam pelaku bom Bali itu. Makam tersebut kini terlihat tanpa gundukan dan dipagari kawat besi.
Ponpes Al Islam sekarang makin bagus. Sangat berbeda dari tujuh silam pada awal-awal penangkapan Amrozi cs. Jika dulu dinding-dindingnya masih terbuat dari papan-papan sederhana dan bolong di sana-sini, kini bangunan ponpes tersebut bertingkat dua. Sebagian lantai juga sudah berkeramik. Bukan hanya asrama santri, kondisi kantor juga terlihat lebih modern. Di salah satu ruang kantor ponpes itu tampak beberapa orang keluar masuk ruangan. Ternyata, mereka bergantian menonton siaran televisi dari monitor PC berukuran 14 inci. PC Pentium IV itu memang sudah dilengkapi tuner plus satu active speaker dan antena. Menonton televisi merupakan pemandangan yang langka. Sebab, santri di ponpes boleh dikatakan terlarang untuk menonton televisi. “Tidak ada televisi di sini. Itu pun baru dipasang karena ada siaran 4 Baca Lewat ... hal 11
email: jambiekspres@yahoo.com