seg e r a o n a i r
selasa, 14 juli
Eceran Rp 3.500
Tahun 2009
Bebas, Butet Wajib Lapor JAMBI-Parnayulis terpidana kasus bunuhan terhadap TU S M A Nusantara
alias Butet, pem-
ekonomi
Depdag Bekukan Distribusi BlackBerry J A K A RTA – Departemen Perdagangan (Depdag) mengultimatum bakal membekukan distribusi BlackBerry di Indonesia. Itu dilakukan jika produsen BlackBerry asal Kanada, Research In Motion (RIM), tak membuka layanan purnajual hingga tenggat 16 Juli. Padahal, dalam rilisnya, RIM baru bisa membuka kantor layanan pada 26 Agustus. ’’Pada 15 Juli (besok, Red), Depdag dan Depkominfo akan berunding soal itu (BlackBerry),” ujar Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Depdag Inayat Iman di Jakarta kemarin (13/7). Menurut Iman, jika dalam rapat 15 Juli diputuskan dilarang beredar, berarti mulai 16 Juli distribusi BlackBerry di Indonesia dibekukan dan produk tersebut masuk kategori ilegal. ’’Kalau tidak boleh beredar, akan kita tarik, terutama yang tidak bersertifikat,” tuturnya.
Jambi, Dian, tahun 1995 silam, kemarin (13/07), resmi dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi. Butet yang telah menjalani pembinaan selama 13 tahun 4 bulan tersebut, bebas setelah mendapatkan pembebasan bersyarat dari Depkum HAM. Kepala Lapas Jambi, Bowo Nariwono, melalui Kasubsi Pembinaan dan Pemasyarakatan Lapas Jambi Meita, mengatakan narapidana (napi) yang bisa mendapatkan usulan perubahan pidana tersebut, setelah menjalani hukuman selama 5 tahun dan berkelakuan baik. Dikatakannya, selama menjalani pembinaan, Butet tidak pernah berkelakukan buruk. Selain itu, Butet juga telah beberapa kali mengajukan grasi ataupun remisi, tetapi selalu ditolak. Baru kali ini yang diterima. “Remisinya dari seumur hidup menjadi pidana sementara selama 20 tahun,” jelasnya. Walaupun telah dibebaskan, Meita mengatakan Butet tetap dikenakan wajib lapor. Hanya saja, ia tidak mengetahui sekali berapa hari Butet harus melapor. Meita juga menjelaskan, selama menjalani pembinaan, Butet selalu aktif dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh pihak lapas. Dikatakannya, selain berolahraga, Butet juga sering mengikuti pengajian, dan juga mengajar menari bagi penghuni lapas lainnya. “Ia tidak pernah berkelakuan buruk,” katanya. RIDWAN/JAMBI EKSPRES
TERHARU: Parnayulis alias Butet resmi dibebaskan kemarin.
4 Baca Bebas.. hal 11
4 Baca Flu Babi.. hal 10
sementara itu...
Dirinya juga mengatakan, Fraksi Demokrat tidak akan menggubris hal itu (temuan kesalahan administrasi, red) terlalu jauh. 4 Baca Dewan.. hal 11
JAMBI- Rekomendasi rapat pimpinan (Rapim) DPRD Kota Jambi terhadap temuan pelanggaran administrasi yang dilakukan Walikota dr Bambang Priyanto bakal mentah. Pasalnya, anggota DPRD Kota Jambi tak satu suara untuk menyikapi permasalahan tersebut. Ridwan, Ketua Fraksi Demokrat misalnya, kepada koran ini ia mengaku tidak merespons hal itu. Menurutnya, seharusnya bukan itu yang dilakukan saat ini. Tapi, membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Jambi. ‘’Disisa waktu yang hanya tinggal 3 minggu ini seharusnya yang dilakukan adalah membahas ABT dan hal lain yang langsung bersentuhan dengan rakyat,’’ tegasnya.
Bupati/Walikota Harus Ikuti Prosedur
Provinsi Jambi, AM Firdaus melalui Kabiro Humas dan Protokoler Taufik SH kemarin. Dikatakannya, gubernur sebagai pengawas dan pembina kepegawaian yang tertinggi di tingkat provinsi, JAMBI - Dalam berwenang menypengangkatan, etujui atau menop e m i n d a h a n , d a n lak pengangkatan pemberhentian dari pejabat eselon dan dalam jabatan II d i k a b u p a t e n / eselon II di jajaran kota. Hal ini sesuai pemerintah Kabudengan pasal 130 paten/Kota, para ayat (2) UU No 32 Bupati dan Walikotahun 2004 tenta harus mengikuti tang Pemerintah prosedur. daerah. Tak hanya Prosedur dan pasal tersebut, kepembagian kewenangan ini juga wenangan ini telah sesuai pasal 14 d i t e t a p k a n o l e h AM Firdaus ayat (2,5, dan 6) peraturan dan pedalam undang-unrundangan yang berlaku. Hal dang yang sama. ini disampaikan oleh Sekda 4 Baca Bupati.. hal 11
flu babi
JAKARTA - Baru sehari Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari menyebut kasus flu babi di Indonesia sudah berstatus kejadian luar biasa (KLB), kemarin virus influenza A (H1N1) itu memakan korban di Padang, Sumatera Barat. Sultan Farhan, 9, terduga penderita flu babi, meninggal dunia setelah mendapat perawatan 1,5 jam di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr M. Djamil pukul 19.00, Minggu (12/7). Menurut Direktur Umum Sumber Daya Manusia (SDM) dan Pelayanan dr Aguswan, sebelum dirujuk di ruang isolasi RSUP pukul 16.30, Sultan mendapat perawatan di RS Yos Sudarso. ’’Saat itu suhu tubuh korban 39 derajat Celsius, sedangkan panas tubuh penderita flu burung biasanya 37,7 derajat Celsius," ujar dr Aguswan saat konferensi pers terkait meninggalnya pasien suspect flu babi pertama di Indonesia tersebut kemarin (13/7).
Temuan Pelanggaran Administrasi Pemkot
Cabut SK Pejabat Eselon II Pemkot Jambi
4 Baca Depdag.. hal 10
Flu Babi Makan Korban di Padang
Dewan Beda Pendapat
KERACUNAN: Para PNS prajabatan Pemkab Tebo dirawat di RSU RMT, kemarin.
21 Orang PNS Tebo Keracunan
Saat Diklat Prajabatan di Kotabaru
JAMBI-Puluhan PNS Pemkab Tebo yang mengikuti Diklat Prajabatan CPNSD Golongan I dan II, di Balai Diklat Kotabaru, Jambi, keracunan makanan yang diduga berasal dari makanan katering yang disediakan oleh panitia. Hal ini disampaikan oleh beberapa orang korban saat menjalani perawatan di RSU ������ Raden ��������� Mattaher Jambi, kemarin.
M RIDWAN/JAMBI EKSPRES
”Pagi itu, saya hanya memakan sepiring mie goreng yang disediakan oleh panitia penyelenggara. Setelah itu, sekitar pukul 11.00 WIB, perut saya ini terasa sakit dan mual dengan disertai kepala pusing,” kata Ladiyah (40) di ruang UGD RS Raden Mattaher Jambi. Hal yang sama diungkapkan oleh Tamiji, rekan Ladiah. Menurutnya, mual-mual tersebut mereka rasakan setelah memakan makanan yang disediakan. ”Kepala pusing, muntah – muntah dan badan lemas,” ujar Tamiji. Rekan Ladiah dan Tamiji, yakni, Kusmira, Siti Khadijah, Linda, Wali,, Mido, Khobri, Inawati, Dini Puspita, Luniati, Ratu Zaimawarti, Asna, Imin, Rina, Wiwit, Indra dan Endra Sapita, saat ini masih dirawat di RSU RMT Jambi. Sementara itu, dari hasil pemeriksaan tim medis Dinas Kesehatan Kota Jambi,
SBY Akui KPK-Polri Memanas Buntut Kasus Antasari dan Penyadapan Telepon JAKARTA – Rivalitas antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri sampai juga ke
telinga Presiden SBY. Kemarin (13/7) presiden mengumpulkan pimpinan dua lembaga penegak hukum tersebut dalam satu meja. Orang nomor satu di Indonesia itu meminta mereka bersinergi. 4 Baca SBY.. hal 10
4 Baca 21 Orang.. hal 11
Jadi "Murid" di Madrasah Serba-Elektronis di Singapura
Pijit Tombol agar Tidak Merasa Dianaktirikan
BERTHOLD STADLER/AFP PHOTO
Kompetisi Khusus Wanita Dua pasang kaki di atas bukan milik peragawati yang akan tampil pada peragaan busana musim panas. Tapi, milik dua peserta lomba lari 100 meter Stiletto Sprint Competition di Berlin, Jerman, kemarin. Sesuai namanya, peserta harus memakai sepatu hak tinggi. Dalam lomba yang diikuti sekitar 100 peserta itu, sang pemenang dapat hadiah EUR 10.000 atau sekitar Rp 140 juta. Lumayan, setelah ngos-ngosan lari bisa langsung belanja. (AFP)
http://www.jambiekspres.co.id
Dalam kapasitasnya sebagai partner di Indonesia, DAHLAN ISKAN Sabtu lalu (11/7) diundang menghadiri peresmian gedung baru madrasah di Singapura. Madrasah itu sama sekali berbeda dengan madrasah tempat CHAIRMAN/CEO JAWA POS tersebut belajar di Magetan, Jatim, dulu. Berikut catatannya. MADRASAH itu punya sistem pembelajaran yang modern. Setiap bangku pada salah satu ruang kelas, misalnya, dilengkapi dengan alat elektronis. Di depan kelas terdapat sebuah papan yang selain dapat ditulisi juga bisa jadi layar proyektor. Misalnya kalau seorang guru (ustad) suatu saat harus menampilkan pertanyaan. Di masa lalu para
JPNN
MODERN: Dahlan Iskan di ruang guru Madrasah Al Irsyad Al Islamiyah Singapura.
murid akan berebut angkat tangan (ngacung) untuk menunjukkan siap menjawab. Dalam kasus ada beberapa anak yang berbarengan
mengangkat tangan, maka akan terjadi subjektivitas sang guru: mau memilih murid yang mana untuk menjawab lebih dulu?
Pilihan subjektif itu bisa merusak mental si anak. Ada saja anak yang merasa dianaktirikan karena angkat tangannya diabaikan oleh guru. Di madrasah Singapura tersebut tidak akan pernah terjadi hal seperti itu. Ketika di layar proyektor muncul pertanyaan, para siswa (santri) bisa langsung memijit alat elektronis yang ada di tangannya. Dari situ bisa diketahui siapa yang lebih dulu memijit tombol. Nah, dialah yang berhak menjawab lebih dulu. Madrasah tersebut memang serbaelektronis. Di kelas pelajaran bahasa Arab, misalnya, papan tulisnya juga bisa jadi papan elektronis. Misalnya, ada enam pertanyaan di sebelah kanan. Lalu, ada pilihan jawaban di sebelah kiri. Maka, pilihan jawaban tersebut bisa digeser-geser untuk disesuaikan dengan pertanyaannya. 4 Baca Pijit.. hal 10
email: jambiekspres@yahoo.com