Eceran Rp 3.500
kamis, 18 juni Tahun 2009
yang disorot
Seteru ZNBambang, Rakyat Dirugikan JAMBI-Kontroversi antara Gubernur Jambi H Zulkifli Nurdin dan Walikota Jambi dr Bambang Priyanto kedepannya hanya akan merugikan masyarakat. Mengingat, dengan kontroversi ini, stabililitas pemerintah akan terganggu. Terlebih, kontroversi yang diawali dengan pelantikan pejabat eselon II Pem-
FEDRIK TARIGAN/NONSTOP/JPNN
Manohara Serahkan Bukti Perkosaan
4 Baca Manohara.. hal 10
sementara itu...
4 Baca Seteru.. hal 11
Gubernur Ngotot, Bambang Diam
DIPERIKSA: Mano diperiksa selama 7 Jam di Bareskrim Mabes Polri, kemarin.
JAKARTA - Manohara Odelia Pinot kembali melapor ke Mabes Polri kemarin. Kali ini dia datang ke gedung Bareskrim untuk melengkapi laporan atas dugaan penganiayaan yang dilakukan suaminya, Tengku Fakhry. Selain sang ibu Daisy Fajarina, Mano kemarin didampingi empat kuasa hukumnya yakni Hotman Paris, Farhat Abbas, Warsito Sanyoto dan Vera Tobing. Model 17 tahun itu datang ke Mabes Polri sekitar pukul 11.00. "Banyak yang bilang Mano nggak serius dengan masalah ini. Tapi, Mano kan masih punya kehidupan yang lain. Seperti sekarang harusnya Mano ada syuting, tapi Mano sempetin untuk datang ke sini," ujarnya. Pengacara Manohara, Hotman Paris Hutapea menjelaskan bahwa kedatangan Mano ini sekaligus menyerahkan bukti pertama kali ketika Mano diperkosa Pangeran Kelantan tersebut. "Itu kejadiannya di kapal dan kita membawa tiket kapal tersebut. Nah, ini tercantum pada tanggal 16 November 2007," kata Hotman Itu berarti sebelum dinikahi 17 Agustus 2008, Manohara sudah tidak perawan. "Memang dia diperkosa oleh Fakhry," katanya.
kot tanpa persetujuan Gubernur tersebut, sudah melibatkan DPRD Kota Jambi yang mendukung kebijakan Walikota. Pengamat Pemerintahan, Jhoni Najwan PhD membenarkan itu. ‘’Jika masih ada intervensi Gubernur untuk pengangkatan pejabat eselon II di Kabupaten dan Kota,
Besan Presiden Divonis 4,5 Tahun JAKARTA - Besan Presiden SBY Aulia Pohan harus memupus keinginannya bebas dari jeratan hukum. Kemarin, majelis hakim Pengadilan Tipikor mengganjar mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia tersebut pidana 4,5 tahun penjara setelah terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi aliran dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia senilai Rp 100 miliar. Aulia tak sendiri. Ketua Majelis Hakim Kresna Menon juga menghukum tiga anggota dewan gubernur bank sentral tersebut. Maman H Soemantri, Bunbunan EJ Hutapea 4 Baca Besan.. hal 10
KONTROVERSI pelantikan Ec Marjani sebagai Kadispenda kota dan M Sitanggang sebagai staf ahli walikota terus berlanjut. Kemarin, dalam konferensi pers dengan wartawan media cetak dan elektronik, gubernur H Zulkifli Nurdin kembali menegaskan keinginannya agar Walikota Jambi,
AGUS WAHYUDI/JAWA POS
VONIS 4,5 TAHUN: Terdakwa kasus korupsi aliran dana BI Aulia Tantowi Pohan sebelum sidang di pengadilan Tipikor Jakarta kemarin. Aulia divonis hukuman 4,5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta.
4 Baca Gubernur.. hal 11
Marjani-Sitanggang Korban Tewas Jadi 33 Orang Tetap Ngantor Tambang Meledak
SEOLAH tak terpengaruh dengan polemik pelantikan dirinya, Ec Marjani sebagai Kadispenda dan Sitanggang s ebagai S t a f Ahli Walikota, kemarin tetap ngantor. Dua pejabat terseb u t k e marin tetap menjalankan aktivitasnya. Sitanggang Dua pejabat tersebut tidak sedikitpun menampakkan wajah yang berubah. Walaupun seka-
rang masih menjadi sorotan publik. Keceriaan dan tawa pun terlihat dari wajahnya saat membaca beberapa surat kabar di meja kerjanya. Terpisah Kepala Dinas Pendapatan DaeMarjani rah (Dispenda) Kota Jambi Ec Marjani juga tetap masuk menjalankan tugasnya. 4 Baca Marjani.. hal 11
di Sumbar PADANG- Korban tewas ledakan tambang batu bara di Bukit Bual Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto, Sumatera Barat bertambah menjadi 33 orang. “Korban tewas sebanyak 33 orang, satu orang belum teridentifikasi dan tiga orang lainnya masih dalam perjalanan menuju RSUD Sawahlunto untuk diidentifikasi. Korban luka bakar cukup berat dua orang sudah dikirim ke RSUP M. Djamil Padang 4 Baca Korban.. hal 11
PADANG EKSPRES/JPNN
33 TEWAS: Tim SAR mengevakuasi korban ledakan tambang batu bara kemarin.
Kasus Mirip Prita; Menulis Surat Pembaca, Khoe Seng Seng Jadi Terdakwa
Tak Kuat Bayar Pengacara, Belajar Hukum Sendiri
SEBASTIAN DERUNGS/AFP PHOTO
Ijazah Doktor sang Jenius Albert Einstein terkenal dengan mekanika kuantum dan teori relativitasnya. Sang jenius dan bapak fisika dunia itu dinobatkan majalah Time sebagai tokoh abad ini (Person of the Century). Berbagai pernik dan memorabilianya pun diburu kolektor. Termasuk, ijazah doktornya dari University of Zurich. Ijazah itu laku EUR 199 ribu (sekitar Rp 2,8 miliar) dalam lelang di Lucerne, Swiss, Senin lalu (15/6). Itu, barangkali, ijazah termahal di dunia. Tapi, dijamin asli dan bahkan bukan tembakan atau ijazah instan. (AFP)
http://www.jambiekspres.co.id
Berurusan dengan institusi yang ''alergi'' kritik tak hanya dialami Prita Mulyasari. Khoe Seng Seng pun harus berurusan dengan hukum dan sudah menjalani 27 kali sidang gara-gara menulis surat pembaca. AGUNG PUTU-ANGGIT SATRIYO, Jakarta KHOE Seng Seng, 44, diseret ke meja hijau dengan kasus yang hampir sama dengan Prita Mulyasari. Dia menulis keluhan di media massa yang justru membuat dirinya diperkarakan di depan hakim. Bedanya, jika Prita dijerat dengan pasal di UU Informasi dan Transaksi Elektronik, Khoe Seng dijerat KUHP dengan pasal 310 (pencemaran nama baik), 335 (perbuatan tak menyenangkan), dan 314 (fitnah).
AGUNG PUTU ISKANDAR/JAWA POS
Berbeda dengan Prita yang menulis lewat e-mail, lelaki yang biasa dipanggil Aseng itu menulis surat pembaca di sejum-
GIGIH BERJUANG: Khoe Seng di stannya di ITC Mangga Dua, Jakarta Utara. Dia yakin bakal memenangi perkaranya setelah melihat kasus Prita.
lah media cetak. Dua kali surat pembacanya dimuat. Yakni, pada 26 September dan 21 November 2006. Isinya mengenai keluhan
Aseng terhadap status stan miliknya di ITC Mangga Dua, Jakarta Utara. Dalam surat yang dimuat media terbitan nasional pada 26 September 2006, dia mengeluhkan stan yang dia beli awalnya berstatus hak guna bangunan (HGB). Namun, setelah 18 tahun (sejak 1988), para pedagang baru diberi tahu oleh pengelola, PT Duta Pertiwi, bahwa stan itu berstatus hak pengelolaan lahan (HPL). Artinya, mereka tak memiliki hak atas bangunan dan lahan. Konsekuensinya, kata Aseng, bisa saja sewaktu-waktu mereka diusir dari ITC Mangga Dua. Sebab, tanah tersebut milik Pemprov DKI Jakarta. ''Saya merasa ditipu. Karena itu, saya menulis surat pembaca, mempertanyakan kredibilitas PT Duta Pertiwi,'' ujar Aseng saat ditemui Jawa Pos di stannya di lantai dua blok B ITC Mangga Dua, Jakarta, kemarin. 4 Baca Tak Kuat.. hal 10
email: jambiekspres@yahoo.com