Eceran Rp 3.500
rabu, 20 mei Tahun 2009
Home Industry Ineks di Palembang Dibongkar
penerimaan cpns
Pengajuan Formasi SAg Tunggu Pusat JAMBI – Pernyataan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) RI, Taufik Effendi yang menyatakan mengakomodir Sarjana Agama (SAg) dalam proses perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Juni mendatang direspons BKD Provinsi Jambi. Menurut Kepala BKD, Husnaini, pihaknya siap mengakomodir sarjana agama. 4 Baca Pengajuan.. hal 11
sementara itu...
DIGEREBEK: Tersangka pembuat home industry ineks di Palembang berhasil dibongkar aparat kemarin.
Pemilih Pilpres Naik 75 Ribu Tak Terdata di Pemilu Legislatif JAMBI-Jumlah mata pilih sementara untuk pemilihan presiden (pilpres) mengalami penambahan signifikan dibandingkan pemilih di Pemilu Legislatif. Berdasarkan hasil pemutakhiran data pemilih oleh Komisi Pemilihan
LEON NEAL/AFP PHOTO
Kuda Pintar Berbaring Meski berteknologi perang canggih, tentara Inggris tetap menjaga keakraban dengan kuda. Kopral Stephen Healey sedang memamerkan kudanya, Yeoman, yang patuh diperintah berbaring. Atraksi ini berlangsung di Hyde Park, London, Kamis (14/5) lalu. Kuda yang bisa berbaring ini dulu digunakan tentara Inggris untuk keperluan pengintaian. Dengan berbaring, tak mudah terlihat musuh. Tinggal mengatur si kuda agar tak kebablasan ketiduran. (AFP)
EVAN ZUMARLI/SUMEKS/JPNN
PALEMBANG-Satuan Narkoba Poltabes Palembang berhasil membongkar sebuah tempat pembuatan pil enak gila, ineks. Tepatnya di rumah kontrakan Jl Soekarno-Hatta, Lr Musi Raya, RT40/11, Kelurahan Karya Baru, Kampung Pulo Gadung, Kecamatan Alang Alang Lebar (AAL), Selasa (19/5) pukul 03.00 WIB. Dalam penggerebekan itu polisi mengamankan lima tersangka. Mereka adalah Sulaeman (41) warga Desa Tanjung III, Kampung II, No.41, RT08, Kecamatan Rantau Bayur, Banyuasin, Teri Buana alias Heri (46) warga Jl Riau, No.20, RT02/05, Kelurahan Bukit Besar, Kecamatan IB I, Armen alias Ade Persio (39) warga Jl Soekarno-Hatta,
Umum (KPU), diketahui terjadi penambahan mata pilih mencapai 75.950 orang lebih. Data awal yang digunakan sebagai acuan adalah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang digunakan dalam Pileg 9 April lalu sebanyak 2.086.780 setelah ada penambahan menjadi 2.162.730. Penambahan mata pilih di Provinsi Jambi terjadi di setiap Kabupaten/Kota. Dapat di-
pastikan, warga yang tidak terdata tersebut tidak menggunakan hak pilihnya pada pemilu legislatif 2009 lalu. Penambahan terbesar terjadi di Kabupaten Bungo, yakni 15.000 pemilih, selanjutnya di Kabupaten Tebo sebanyak 13.000 pemilih, di Merangin sebanyak 10.410 pemilih, di Muarojambi sebanyak 9.022 pemilih,
Capres-Capres Remehkan KPK Tak Mau Temui Tim Laporan Kekayaan JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyisir harta kekayaan para pasangan caprescawapres. Secara serentak, kemarin
(19/5), mereka memulainya dengan mengecek kekayaan tiga capres, yakni SBY, Megawati, dan Jusuf Kalla. Hanya saja, dari tiga capres yang didatangi tim laporan kekayaan calon presiden, tak satupun yang mau bertemu secara langsung. Megawati sehari kemarin sebenarnya tak memiliki agenda yang penting.
4 Baca Home.. hal 10
Seharusnya capres PDIP dan Hanura itu bisa meluangkan waktu untuk menjelaskan langsung kekayaannya kepada tim dari KPK tersebut. Sedangkan Jusuf Kalla, kemarin memilih melakukan kegiatan politik ke Jogjakarta bersama Cawapres Wiranto. 4 Baca Capres.. hal 11
4 Baca Pemilih.. hal 10
Aziz Dituntut 10 Tahun Penjara Kasus Kepemilikan Ekstasi JAMBI-Mantan Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Kepulauan Riau (Kepri), Abdul Aziz dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Jambi hukuman 10 tahun penjara, dalam kasus kepemilikan ekstasi.
4 Baca Aziz.. hal 11
Abdul Aziz
DOK/JE
Catatan dari Sri Lanka, Bangsa Lembut yang Dirobek Separatisme Tiga
Menunggu Perang Usai seperti Nonton Sepak Bola Kematian pimpinan separatis Tamil, Velupillai Prabhakaran, kemarin diumumkan pemerintah Sri Lanka sebagai akhir pemberontakan. Negara yang pernah makmur itu letih hidup dalam kekerasan demi kekerasan. Berikut catatan Ira Puspadewi dari negara pulau di selatan India itu. ''CEPAT, keraskan volume radionya," seru Nandini kepada sopirnya tak sabar. Dengan segera terdengar suara dua perempuan yang meraungraung dalam bahasa Sinhala berdialek Tamil. Tangisan ini ditimpali dengan suara riuh kerumunan. Saya belum paham apa yang terjadi, tetapi mata kawan saya, Nandini, tampak berbinar. Sopir yang sepanjang satu jam perjalanan ini membisu pun tiba-tiba bersuara menggebu-gebu dalam bahasanya. Sejenak saya nyaris dianggap tak ada dalam mobil itu.
ROSLAN RAHMAN/AFP PHOTO
SAMBUT KEMENANGAN: Warga di Kolombo, Sri Lanka, mengibarkan bendera negaranya setelah pemberontak Macan Tamil sekitar 30 tahun berhasil dlumpuhkan.
Kalau saja tak terdengar suara meraung itu, pasti saya akan mengira bahwa mereka sedang merayakan kemenangan tim sepak bola atau kriket -olahraga paling favorit di Sri Lanka. Untung saja, ada SMS masuk buat Nandini dan keberadaan saya baru diakui lagi. "O thank God! Dua divisi kami dari arah berlawanan sudah bertemu,"
http://www.jambiekspres.co.id
katanya masih dengan binar di matanya. Baru saya paham, dua orang beretnis Sinhala yang semobil dengan saya ini sedang larut dalam kegembiraan besar. Menurut kabar dari radio dan SMS yang masuk, wilayah yang dikuasai kelompok separatis Macan Tamil tinggal sekitar tiga km persegi lagi. Selebihnya, seluruh wilayah
yang tadinya dikuasai Macan Tamil, sudah dikuasai penuh oleh tentara pemerintah. Masih menurut kabar ini: dua divisi tentara pemerintah, dari arah barat dan timur, sudah bertemu di satu titik. Sebagian besar pengungsi, lima puluh ribu orang, sudah terselamatkan. Ini termasuk dua perempuan yang meraung-raung itu. 4 Baca Menunggu.. hal 10
email: jambiekspres@yahoo.com