RABU, 22 APRIl
Eceran Rp 3.500
Tahun 2009
HBA Tepati Janji, Hati Rakyat Tak Tersakiti Kenetralan dalam Pemilu SAROLANGUN – Meski diusung banyak partai saat pencalonannya sebagai Bupati Sarolangun, namun Hasan Basri Agus (HBA) pada Pemilu Legislatif (Pileg) yang digelar baru-baru ini memilih netral. Bang HBA- panggilan akrabnya-,
dengan tegas menyatakan diri tidak ikut berkampanye, baik mengkampanyekan Parpol maupun Caleg. Kenetralan sikap HBA ini patut diacungi jempol. Selaku figur yang ketokohannya tak diragukan lagi, saat pemilu, HBA malah lebih memilih menepati janji dengan rakyatnya, yakni tidak berpihak ke
dok/je
HB Agus
manapun. Dan selaku pemimpin, dirinya adalah milik semua orang, semua golongan dan semua partai. Sikap ini merupakan sikap negarawan sejati. Pada harian ini kemarin, sosok yang dielu-elukan untuk menjadi Gubernur Jambi periode 2010-2015 ini, mengatakan, dirinya telah menepati janji
terhadap rakyat Kabupaten Sarolangun. Karena terbukti hingga Pemilu selesai tidak ada sama sekali ikut berkampanye di sebuah partai. ‘’Alhamdulillah, sampai saat ini saya tidak terlibat dalam kampanye dan hal itu sebuah keputusan 4 Baca HBA ... hal 11
Parpol Mapan Berbagi Kursi
pemilu 2009
Isi DPRD Provinsi
waterboom Syamawi Pertimbangkan PK JAMBI-Mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Provinsi Jambi, Drs Syamawi Darahim, yang divonis 4 tahun penjara oleh Mahkamah Agung (MA) RI dalam kasus korupsi dana proyek water boom park senilai Rp 5,8 miliar, masih mempertimbangkan untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Hal ini ditegaskan oleh Ketua Lembaga Adat (LA) Kabupaten Muarojambi tersebut melalui kuasa hukumnya Amin Ibrahim, kepada koran ini, kemarin. ‘’Kita masih mempelajari petikan putusan kasasi itu, untuk melihat kemungkinan mengajukan PK,’’ tegasnya. Menurutnya, untuk mengajukan PK, harus ada novum atau pun bukti baru 4 Baca Syamawi ... hal 2
REDA: Letusan yang sempat menggegerkan warga Senin dinihari kemarin mulai mereda..
WIRDIANTO/JAMBI EKSPRES
Letusan Reda, Datang Hujan Es & Puting Beliung 161 Rumah & 125 Ha Tanaman Rusak SUNGAIPENUH – Belum hilang kepanikan akibat letusan Gunung Kerinci Senin dinihari kemarin, warga kaki gunung itu kemarin kembali ditimpa musibah. Kali ini hujan es dan angin puting beliung memorakporandakan ratusan rumah dan hektaran lahan warga. Meski menunjukkan aktivitas menurun, namun Gunung Kerinci masih diwaspadai. Masyarakat di dua kecamatan, Kayu Aro dan Gunung Tujuh, yang paling dekat dengan gunung itu
masih trauma dan panik. Sekitar pukul 12.00 WIB kemarin, hujan es dan angin puting beliung justru melanda dua kecamatan itu. Akibatnya, Ratusan rumah dan tanaman milik masyarakat di dua kecamatan itu rusak. Menurut informasi, dua kejadian itu berlangsung sekitar satu jam. Trauma dan kepanikan yang belum hilang akibat meletusnya gunung kemarin bertambah dengan dua fenomena alam itu. Desa yang terparah terkena hujan es yakni Desa Sungai Rumpun Kecamatan Gunung Tujuh dan Desa Bendung Air Kecamatan Kayu Aro. Di Sungai Rumpun tercatat sekitar 136 unit rumah yang
rusak parah dan rusak ringan. Adapun di Desa Bendung Air Kecamatan Kayu Aro tercatat 25 unit rumah rusak. Khusus untuk Desa Sungai Rumpun dari 136 unit rumah yang rusak 45 rusak parah dan tidak bisa dihuni lantaran atapnya bolong sisanya rusak ringan. Sementara di Desa Bendung Air hanya beberapa saja rumah warga yang rusak parah. Burhan, warga RT 04 Sungai Rumpun mengatakan bahwa satu-satunya rumah tempat mereka berteduh sudah rusak akibat ditimpa hujan es serta angin puting beliung. Sementara anak dan istrinya, terpaksa 4 Baca Letusan ... hal 11
JAMBI - Kendati Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jambi belum menetapkan hasil perolehan suara, namun, Parpol-parpol yang akan menjadi penghuni lembaga legislatif di tingkat Provinsi periode 2009-2014, sudah mulai bisa diraba. Ini menyusul tuntasnya rapat pleno sejumlah KPU kabupaten/kota dalam Provinsi Jambi. Berdasarkan data hasil pleno sejumlah KPU daerah dan kalkulasi hasil suara partai politik, diperoleh gambaran bahwa di dapil lima (Bungo-Tebo) dengan jumlah BPP 31.653 (Suara sah 25.3228 dibagi alokasi 8 kursi), 4 Baca Parpol ... hal 10
SBY Minta Rival Kesatria
JAKARTA - Ancaman boikot terhadap pemilihan presiden yang disampaikan kelompok Teuku Umar langsung direspons Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. SBY yang kembali diajukan sebagai capres oleh Partai Demokrat menganggap ancaman tersebut sebagai sikap yang tidak kesatria dan tidak fair. SBY rupanya tidak enak hati mendengar ancaman boikot pilpres dari kelompok Teuku Umar yang disampaikan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto. Para politisi yang berkumpul di kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar itu menyimpulkan bahwa pemilu 2009 penuh kecurangan. Karena itu, 4 Baca SBY ... hal 10
Prostitusi dan Trafficking di Sulawesi Utara (III –Utara Habis) Trafficking dan Prostitusi di Sulawesi (III-Habis)
Bibir Bibir Gampang-Gampang Susah Gampang-Gampang Susah Gurauan ’’3B” kenal di Manado saat ini. Sedangkan ketikamaaf, berkunjung di ’’B” yang kelima, mungkin kurang sopan kalau ditulis gamblang di Manado ternyata masih koran karena menyangkut bagian tudibilang kurang lengbuh di belakang. kap. Ada beberapa pemYang jelasbaca awalannya ’’B”, yang memang mengirimkan akhirannya surat ’’ng”, dan dengan duabahwa huruf pesan ’’o” mengimpit huruf ini ’’k”sudah di tengah. sekarang harus Sebenarnya ada juga ’’5B” yang bilang menikmati ketika sekarang sudah ’’7B”, tapi kayaknya berkunjung ke kota yang kalau itu sudah terlalu mengada-ada. indah di pucuk utara PuDalam dualau hariSulawesi terakhir, besarnya EKSEKUSI HARUS DI HOTEL: Seorang tersebut.masudah mendapat pergadis panggilan di Manado. Mencari me- salah trafficking Selain Bunaken, Bubur, besarBibir, dalam laporan khureka gampang-gampang susah, karena hatian begitudan masih ada ï ïBaca Bibir… tidak ada lokalisasi di kota tersebut. sus ini ï ï Boulevard, Hal 15 jalan paling YUYUNG ABDI/JAWA POS terkenal di Manado saat ini. Sedangkan ’’B” yang JPNN TUNA SUSILA: Salah seorang wanita tuna susila sedang berjalan kelima, maaf, mungkin kurang sopan kalau dimenyusuri salah satu jembatan di Manado. GURAUAN ’’3B” ketika berkunjung di Manado ternyata masih dibilang kurang lengkap. Ada beberapa pembaca yang mengirimkan surat dan pesan bahwa sekarang ini sudah harus menikmati ’’5B” ketika berkunjung ke kota yang indah di pucuk utara Pulau Sulawesi tersebut. Selain Bunaken, Bubur, dan Bibir, masih ada Boulevard, jalan paling ter-
sementara itu...
Senasib, Bikin Arisan di Jakarta Kejar Ekstra, Pura-Pura Jadi Gadis Tiongkok
Baca Halaman 4 tulis gamblang di koran karena menyangkut bagian tubuh di belakang. Yang jelas 4 Baca Bibir ... hal 10
KPU
Kiprah Kartini-Kartini Penjaga Martabat Hukum di Indonesia (3-Habis)
Menyamar sebagai Warga, Bawa Anak Keliling Polsek
Brigjen Pol Rumiah Kartoredjo mencatat sejarah sebagai Kapolda wanita pertama dan satu-satunya di Indonesia. Bagaimana dia memimpin lembaga yang sebagian besar anggotanya kaum pria dan akrab dengan disiplin keras itu? HANNIBAL HANSCHKE/REUTERS
Kejuaraan Sepakbola Robot 2009
Kekuatan sepakbola Jerman tidak perlu dipertanyakan. Prestasinya di dunia sepak bola dunia semua sudah tahu, termasuk maestro-maestro sepakbola asal negara Jerman. Ternyata sepakbola itu kini juga dikembangkan di dunia robot. Dan itu kemarin tersaji dalam ‘RoboCup German Open 2009’ yang digelar di ‘Hannover Messe’ di pameran industri perdagangan di Hanover 21 April kemarin. Apa ada yang menjadi robot Juergen Klinsmann, ya? (tya)
http://www.jambiekspres.co.id
KAPOLDA PEREMPUAN PERTAMA: Kapolda Banten yang baru Kombes Rumiah usai sertijab Kapolda di Mabes Polri, Rabu (23 Januari 2008).
AGUS PRIWANDONO, Serang Sudah setahun lebih empat bulan Brigjen Pol Rumiah Kartoredjo menjabat Kapolda Banten. Meski menjadi satu-satunya Kapolda wanita, dia tak merasa lebih hebat ketimbang perempuan pada umumnya. “Jabatan itu tanggung jawab atau amanah,” ujar Rumiah kepada Radar Banten (Jawa Pos Group). Dengan pedoman seperti itu, dia berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Banten.
Meski menduduki posisi Kapolda, Rumiah tetap tak meninggalkan kodratnya sebagai perempuan yang masih dia yakini sebagai makhluk lemah. Karena itu, dalam menjalankan tugas, dia selalu mengutamakan kebersamaan.
dok/Jawa Pos-
“Untuk melaksanakan tugas-tugas polisi sesuai undang-undang, kami tidak dapat melaksanakan sendirian. Kami ini teamwork. Semua unsur di polda dilibatkan. Kami juga membutuhkan kerja sama dari unsur pemerintahan dan kesatuan lain
(TNI, Red),” tutur ibu dua anak itu. Rumiah sadar, tak mudah membentuk kerja tim yang solid. Apalagi memeliharanya dalam waktu lama. Untuk itu, dia berusaha mendengar dan memperhatikan ide, saran, dan kritik dari anak buahnya. “Saya memimpin dengan hati. Kepada personel yang berprestasi, saya beri penghargaan. Personel yang melanggar, ya diberi sanksi sesuai tingkat kesalahannya,” ujarnya. “Makanya, saya selalu menekankan agar personel selalu menjaga keseimbangan antara manusia sebagai hamba Allah dan Bhayangkara,” tambahnya. Dalam menjalankan tugas, Rumiah tidak hanya memberikan instruksi atau perintah kepada anak buahnya. Tapi, dia juga memantau secara langsung. Pada hari-hari libur, khususnya Sabtu dan Minggu, dia mengajak Surya Dwi Aji Gemilang, anak angkatnya yang duduk di bangku kelas 6 SD Al Azhar, 4 Baca Menyamar ... hal 11
email: jambiekspres@yahoo.com