KAMIS, 28 MEI
Eceran Rp 3.500
TAHUN 2009
Wawancara Khusus dengan Cawapres Wiranto
Tak Mau Jadi Purnawirawan Ketiga Kali
MTQ KE-39
M AKTA/JAMBI EKSPRES
JUARA LAGI: Bupati Batanghari Syahirsah menerima piala sebagai juara umum MTQ ke-39 dari Sekdaprov semalam.
Batanghari Pertahankan Juara Umum MTQ
MUARABUNGO - Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-39 tingkat Provinsi Jambi di Kabupaten Bungo resmi ditutup Sekda Provinsi Jambi, AM Firdaus, kemarin malam. Untuk kesekiankalinya, Kabupaten 4 Baca Batanghari ... hal 11
NASIONAL Gaji Ke-13 PNS Cair Bulan Depan JAKARTA - Pemerintah memastikan bakal mencairkan insentif bagi pegawai negeri sipil (PNS) Juni mendatang. Insentif yang dikenal dengan istilah gaji ke-13 ini merupakan kewajiban pemerintah dan diharapkan tidak dipolitisasi oleh para calon presiden (capres), terutama yang kini menjabat presiden dan wakil presiden. “Gaji ke-13 itu kan sudah diatur dalam undang-undang APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Saya cuma ingin katakan bahwa presiden dan wapres tak bisa memolitisasi gaji ke-13 karena ini kewajiban pemerintah,” ujar Wapres Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta, kemarin (27/5). Pencairan gaji ke-13 sudah dilakukan sejak enam tahun lalu di masa Presiden Megawati Soekarnoputri. Karena itu, Megawati 4 Baca Gaji ... hal 10
SEMENTARA ITU...
Sebagai calon wakil presiden (Cawapres) dari Jusuf Kalla, Wiranto memiliki nilai lebih, pernah menjadi capres di Pemilu 2004, Wiranto juga disebut figur penyeimbang JK yang berlatarbelakang sipil. Mantan Panglima ABRI ini juga menjadi satu-satunya cawapres dengan perpaduan klasik Jawa dan Luar Jawa. Bagaimana Wiranto bisa berpasangan dengan JK, lalu apa langkah yang akan ditempuh untuk memenangkan perebutan kursi RI 1 tersebut ? Berikut petikan wawancara redaksi Jambi Ekspres dengan Wiranto di Graha Pena Jambi Ekspres dalam kunjungannya kemarin. SEBAGAI calon wakil presiden, sejauh mana koordinasi dengan capres? Saya dan pak JK (Jusuf Kalla, red) sudah bagibagi tugas, karena tidak mung-
ini untuk mengukuhkan tim kampanye daerah pasangan Capres dan Cawapres JK-Wiranto. Sedangkan Pak JK tentu ada agenda lain. Mengapa bapak yang tadinya pernah menjadi Capres, kini mau menjadi Cawapres? Yang sangat perlu di sampaikan adalah mengapa saya yang tadinya diposisikan sebagai capres kemudian mau menempatkan diri sebagai cawapres. Pertama karena rasionalitas politik, politik ini rasional, politik ini bukan ilusi, bukan imaginer, tapi nyata, karena kita berhubungan dengan masyarakat. Pada saat Partai Hanura mencalonkan saya sebagai presiden, harapan Hanura, dapat memperoleh s u a r a maksimal, na-
mun pada pemilu, ternyata suara tersebut tidak cukup mengantarkan seseorang menjadi calon presiden. Dengan hasil itu, tidak bisa dipaksakan harus maju menjadi Capres, namun perjuangan kan harus jalan. Saya tidak mau menjadi purnawirawan tiga kali. Purnawirawan Golkar sudah, purnawirawan jenderal sudah, sehingga tidak mau lagi kalau harus jadi purnawirawan calon presiden. 4 Baca Tak ... hal 10
k i n jalan bersama t e r u s menerus, kan kurang efektif. Sebagai contoh kedatangan saya ke Jambi DIALOG: Wiranto saat berdialog dengan Redaksi Jambi Ekspres di Graha Pena Jambi Ekspres, kemarin.
M KHAIDIR/JAMBI EKSPRES
Tiga Bupati Masuk Dua Tim Sukses Pemilu Presiden 2009
JAMBI-Para Kepala Daerah di Provinsi Jambi yang saat ini berkuasa menjadi perebutan bagi tim sukses pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan bertarung. Madjid Mu’az, Bupati Tebo, Zulfikar Achmad Bupati Bungo, dan Hasan Basri Agus (HBA) Bupati Sarolangun yang sebelumnya masuk dalam susunan tim sukses pasangan SBYBoediono yang bernama Indonesia Bisa, dalam pelantikan tim sukses pasangan Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Win) kemarin, ketiga nama kepala daerah tersebut kembali tercatat sebagai tim pemenangan. Namun demikian, ketika dikonfirmasi Madjid Mu’az membantah dirinya secara resmi masuk dalam dua tim sukses, yakni tim sukses pasangan SBY-Boediono dan pasangan JK-Win.
“Kemarin saya hanya hadir memenuhi undangan sebagai Bupati saja,”papar Madjid sembari menegaskan bahwa dirinya tidak masuk dalam tim sukses SBY-Boediono. Disinggung bukankah dengan hadir dalam acara resmi seperti itu dapat membuat image bahwa bapak ikut mendukung pasangan SBY-Boediono, apalagi bapak seorang Bupati ? “Nama saya disana main comot saja, karena sampai saat ini tidak ada konfirmasi dari tim sukses SBY-Boediono, mereka tidak pernah menemui saya,”jelasnya. Lebih lanjut, dijelaskannya, sebagai kader Golkar, Madjid mengaku akan all out dalam menjalankan tugasnya sebagai tim sukses JK-Win dalam pilpres kali ini. “Sebagai kader Golkar, saya akan all out mendukung pasangan JKWin,”tegasnya. Madjid menegaskan 4 Baca Tiga ... hal 11
Gunung Kerinci Pancarkan Debu Vulkanik Kemarin Letusan Kembali Terjadi SUNGAIPENUH-Aktivitas Gunung Kerinci kembali meningkat. Gunung yang memiliki ketinggian 3.805 mpdl tersebut kemarin mengeluarkan letusan yang disertai dengan terpancarnya debu vulkanik secara beruntun. Meskipun warga yang berdiam dikaki Gunung Kerinci itu sudah tidak menghiraukan adanya letusan yang terjadi, akan tetapi dengan keluarnya debu vukanik justru telah menimbulkan persoalan baru ditengah masyarakat. Parahnya lagi, cuaca di dua kecamatan 4 Baca Gunung ... hal 11
HARYANTO/RUMGAPRES
RAPAT KONSULTASI: Presiden SBY didampingi Wapres JK di Istana Negara Rapat Konsultasi dengan Pimpinan DPR RI.
SBY dan JK Berdamai di Istana WIRDIANTO/JAMBI EKSPRES
MENINGKAT: Aktivitas Gunung Kerinci kembali meningkat. Kemarin Gunung tersebut mengeluarkan letusan.
JAKARTA-Setelah saling menyerang pada berbagai forum, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla
(JK) duduk semeja di Istana Kepresidenan kemarin (27/5). Kapasitas mereka
4 Baca SBY ... hal 10
Oscar Yura Dompas, Sarjana Penyandang Autis dan Penulis Buku Pertama
Tetap Tekun, meski Teman Anggap Penyakit Menular Lahir sebagai anak autis tak membuat Oscar Yura Dompas minder. Cita-citanya tak mau kalah oleh anak-anak normal. Bahkan, dia berhasil masuk Muri (Museum Rekor Indonesia) sebagai penyandang autis yang meraih sarjana dan menulis buku berbahasa Inggris. SERGEI SUPINSKY/AFP PHOTO
Manikur Gajah
Para dokter hewan sedang memotong kuku Boy, gajah Asia berusia 39 tahun, di Kebun Binatang Kiev, Ukraina, Sabtu (23/5) lalu. Untuk memanikur rutin gajah senior ini tak mudah. Karena bergerak terus, makhluk empat ton ini harus dibius lengkap dan terlelap. Bila bangun, Boy pasti kaget dengan kukunya yang rapi. Wow, makin manis bila diolesi kuteks warna-warni. (AFP)
http://www.jambiekspres.co.id
OSCAR YURA DOMPAS: Lulus SMA dari Australia, melanjutkan sekolah guru di Jakarta.
AGUNG PUTU ISKANDAR, Jakarta HARI itu pagi menjelang siang. Suasana di Sekolah Autis Mandiga di Jalan Mulawarman 3 tampak ramai. Sejumlah siswa duduk melingkar di ruang tengah rumah yang dijadikan sekolah tersebut. Para bocah yang rata-rata berusia SD itu kompak mengenakan kaus biru gelap berkerah. Mereka dibimbing beberapa pengajar. ‘’Mereka adalah anak-anak autis yang didi-
AGUNG PUTU ISKANDAR/JAWA POS
dik di sekolah ini,’’ kata Oscar Yura Dompas, salah seorang pengajar di sekolah tersebut, saat ditemui Jawa Pos kemarin. Lelaki 29 tahun yang juga penyandang autis tersebut setiap hari rutin datang ke sekolah itu mulai pukul 10.00 hingga 12.00.
Namun, bukan sebagai pengajar tetap, dia hanya menjadi tenaga magang. ‘’Ya untuk mengisi waktu agar tidak nganggur,’’ ujar lelaki penggemar basket itu. Oscar biasanya kebagian mendampingi anakanak autis di kelas A. ‘’Kelas A itu untuk anak-
anak autis yang kondisinya mulai membaik. Pelajarannya berupa membuat keterampilan biar mereka terlatih,’’ paparnya. Selama diwawancari, Oscar lebih sering menjawab dengan kalimat-kalimat tegas, lugas, serta cenderung formal. Bahasa yang digunakan kadang terlalu kaku. Namun, bila sedikit dipancing dengan joke-joke ringan, sesekali dia menanggapi. ‘’Panggil saya Oscar atau Mas Oscar saja. Saya masih belum seberapa tua kok,’’ katanya. Oscar merupakan penyandang autis yang tergolong berprestasi spesial. Kendati hidup dengan autis, dia mampu menyelesaikan kuliah S-1 di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Atmajaya, Jl Sudirman, Jakarta Pusat. Bahkan, di sela-sela kuliahnya, dia merampungkan tiga buku tentang autis sekaligus! ‘’Sebenarnya sih bukan tiga buku. Tapi, satu buku ditambah dua. 4 Baca Tetap ... hal 11
email: jambiekspres@yahoo.com