seg e r a o n a i r
senin, 29 juni
Eceran Rp 3.500
Tahun 2009
Kadisporabudpar Tanjabar Ditahan
Keluarga Minta Otopsi Kedua
kasus antasari
Jiwa Rani Makin Terancam JAKARTA-Keputusan penyidik Polda Metro Jaya menampilkan Rani Jumat ( 26/06) lalu mengandung risiko. Apalagi, mantan kedi golf itu menjadi mata rantai utama pengusutan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Rani
dok/je
4 Baca Jiwa.. hal 2
LOS ANGELES - Hasil otopsi terhadap kematian mendadak Michael Jackson, 50, belum memuaskan pihak keluarga. Mereka meminta dilakukan otopsi lagi secara pribadi atas mayat penyanyi yang dijuluki Jacko tersebut. Menurut Pendeta Jesse Jackson, yang juga kolega dekat keluarga Jackson, otopsi kedua itu diinginkan karena banyak pertanyaan belum terjawab tentang bagaimana Jacko meninggal. "(Kematian Jacko) itu tak normal atau tak biasa," katanya kepada The Associated Press dari Chicago kemarin (28/6) sehari setelah mengunjungi keluarga Jackson dan melayat jenazah Jacko. "Keluarga tidak tahu apa yang terjadi. Apakah dia (Jacko) disuntik (sebelum meninggal) dan juga apa jenisnya?" ujarnya. "(Dengan adanya otopsi kedua), semua pertanyaan maupun keraguan (atas kematian Jacko) bisa terjawab," lanjutnya. Jacko meninggal mendadak akibat cardiac arrest (gagal jantung akibat sirkulasi darah berhenti secara tiba-tiba) Kamis siang (25/6) waktu AS atau Jumat pagi WIB (26/6). 4 Baca Keluarga.. hal 11
Kasus Penyimpangan DAK 2007 KUALATUNGKAL-Drs Andi Tandra, Kepala Dinas (Kadis) Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Tanjab Barat (Tanjabar), Jumat kemarin (26/06) ditahan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kualatungkal. Andi ditahan karena diduga terlibat dalam kasus dugaan penyimpangan Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidi-
4 Baca Kadisporabudpar.. hal 2
GARY HERSHORN/REUTERS
ATRAKTIF: Penampilan Michael Jackson di NFL Super Bowl XXVII di Pasadena, California (31/01/1993) lalu.
Pendidikan Gratis Kembali Disoal
Kasus Flu Babi Terus Bertambah Yang Positif Tambah 6, Suspect 47 JAKARTA - Virus influenza A H1N1 (flu babi) semakin merebak di tanah air. Kabar terakhir, Depkes merilis ada enam pasien baru positif flu babi. Termasuk, 47 suspect yang saat ini tengah diperiksa baik di RS Sanglah, Denpasar, Bali maupun RS Penyakit Infeksi Suliati Saroso, Jakarta. Menteri kesehatan (Menkes) Siti
kan Tahun 2007 sebesar Rp 368 juta, ketika masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Tanjabar. Selain melakukan penahanan terhadap Andi, penyidik juga menahan dua rekan tersangka lainnya, yakni, Abdul Wahab mantan Kabag TU dan Ahmad Cholidi mantan Kasubbag Perencanaan. Ketiganya ditahan setelah diperiksa secara intensif oleh penyidik Kejari Kualatungkal selama kurang lebih tiga jam.
Fadilah Supari mengatakan, hingga kemarin (28/6) ada tiga tambahan pasien baru yang dirawat di RS Sanglah, Denpasar, Bali. Yaitu, bocah laki-laki berusia 12 tahun berinisial GC, MT (14), dan JA (10). Ketiganya adalah warga negara asing (WNA) Australia.
"Mereka satu pesawat dengan pasien yang sebelumnya positif flu babi, BM. Namun, BM sendiri sudah sembuh dan hasil pemeriksaannya negatif," terang Menkes di kediamannya Jalan Denpasar, kemarin. 4 Baca Kasus.. hal 2
JAKARTA - Panitia adhoc III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menyoal pendidikan gratis yang dicanangkan pemerintah saat ini. Pasalnya, implementasi kebijakan menggratiskan biaya pendidikan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Karena itu, PAH III DPD meminta agar Mendiknas Bambang Sudibyo mengkaji kembali istilah pendidikan gratis. Ketua PAH III DPD Faisal Mahmud mengatakan, di lapangan masih banyak ditemukan berbagai pungutan di jenjang pendidikan
sekolah dasar. Padahal, sesuai UU Sisdiknas Nomor 20 tahun 2003, pemerintah wajib memberikan pendidikan dasar bagi anak berusia 7-15 tahun. Pemerintah maupun pemda wajib menjamin terselenggaranya wajib belajar (wajar) pendidikan dasar 9 tahun tanpa dipungut biaya. "Namun, yang terjadi tidak demikian. Dimana-mana masih ada kasus pungutan," cetusnya. Karena itu PAH III meminta agar Mendiknas mengkaji istilah pendidikan gratis jika ternyata masih ditemui kasus di lapangan. 4 Baca Pendidikan.. hal 11
Repotnya Petugas Medis di RS Sanglah ketika Merawat Pasien Flu Babi
Privasi Pengidap HIV/AIDS pun Merasa Terusik Para petugas medis di RS Sanglah, Denpasar, Bali, dalam beberapa hari ini bertambah sibuk. Mereka harus merawat pasien yang terindikasi maupun terinfeksi virus influenza A H1N1 (penyebab flu babi). Bagaimana rasanya bertugas di sebuah tempat yang berisiko tertular penyakit berbahaya itu? DIDIK D. PRAPTONO, Denpasar SUASANA di ruang perawatan Nusa Indah RS Sanglah 4 Baca Privasi.. hal 11
ADRIAN/RADAR BALI/JPNN
KETAT ANTISIPASI: Petugas pendaftaran pasien di RS Sanglah yang setiap hari harus bermasker.
http://www.jambiekspres.co.id
email: jambiekspres@yahoo.com