IDEA Edisi 32 - Kafir (1)

Page 1

[Serambi]

DARI KIAMAT MENUJU KAFIR

P

IDEA Edisi 32, September 2012

IDEA/Arsip

ada edisi sebelumnya, redaksi telah mengulas begitu detail mengenai fenomena doomsday, atau hari kiamat. Baik dari perspektif filsafat, kajian al-Qur'an, hadits, teori lingkungan, konspirasi global, dan lain-lain. Dari edisi 31 kemarin, setidaknya, kita telah banyak tahu mengenai di balik adanya isu kiamat 2012 Cover IDEA Edisi 31 (kiri) dan IDEA Edisi 32 (Kanan) dan apa makna kiamat itu sendiri yang 'almiin, agama kasih sayang, agama damai, berasal dari akar kata qaama, yaquumu, terlihat hanya dalam teks-teks sucinya saja, tanpa qiyaaman. Kiamat yang kebanyakan orang diimbangi perilaku dari para follower, mengartikan hari huru-hara atau kehancuran itu pengikutnya, untuk beragama yang baik, santun, ternyata memiliki akar kata “qaama”, berdiri dan damai. Tentunya, tanpa mengafirkan yang tegak, bukan musnah masal. lain. Dari pembicaraan kiamat, telah Di samping membicarakan hal-hal yang disimpulkan bahwa dari kesemua agama—baik 'melangit' mengenai makna kafir, redaksi juga Islam, Hindu, Budha, Kristen, Yahudi, dan lainmembincang kafir dengan pandangan lain—telah sepakat bahwasanya hari kiamat 'membumi'. Karena makna kafir jika ditelisik memang benar-benar ada, dan pasti akan terjadi, lebih dalam, telah banyak menyinggung perilaku entah kapan. Bila membaca simbol-simbol yang orang Indonesia dewasa ini. Mulai dari korupsi, telah diberikan Rasulullah Saw, saat inilah anarkisme, menutup pintu ijtihad, tidak mau menjelang detik-detik dari hari akhir, hari kiamat belajar, menganggur, tidak mau bekerja, dan lainitu. Banyaknya gempa dan bencana, kitab suci lain. Oleh sebab itu, redaksi menjadikan tema hanya dijadikan ritus-ritus bacaan saja tanpa kafir ini semakin ‘seksi’ untuk dibaca. dihayati maknanya, yang benar menjadi abu-abu, Perdebatan serius—adu argumen—dari dan yang salah dijadikan panutan. Itulah yang para tokoh dalam rubrik analisis utama dan dinamakan zaman akhir, gonjang-ganjinge analisis khusus, semakin menjadikan majalah mongso. IDEA kali ini lebih berisi. Liputan tentang Dari edisi kiamat (doomsday), redaksi kegiatan mahasiswa, riset mengenai perilaku beralih ke edisi 32, yakni membincang gejala mahasiswa dalam memanfaatkan hot spot area di takfir—aksi saling mengafirkan yang lain—yang kampus, keberadaan kaum marginal yang sudah menjamur di masyarakat. Fenomena ini tergabung dalam komunitas lesbian, gay, patut kita sorot. Karena apa? Kafir mengkafirkan biseksual, transgender (baca: LGBT), semakin antara umat, merupakan larangan keras dari menambah wawasan pengetahuan pembaca halRasulullah Saw. Seseorang tidak dibenarkan jika ihwal di luar diskusi perkuliahan. Dengan mengakui dirinya sendiri atau pendapatnyalah demikian, semoga pada edisi 32 dengan tema kafir yang 'paling' benar, hingga menegasikan ini, pembaca dapat menangkap hikmah yang argumen/ijtihad orang lain. Jika hal ini tidak tergores dari tiap butir kata yang telah disajikan dibendung dengan suatu pergolakan pemahaman oleh redaksi. Dari kiamat (berdiri tegak), kita mengenai reinterpretasi terhadap makna “kafir”, menuju fenomena kafir (menutup sesuatu), apa maka, dikhawatirkan akan terjadi kontak fisik, maknanya? Berdiri, kemudian menutup. Silahkan tindak anarkisme akut di tengah masyarakat. renungkan. [Redaksi] Dengan adanya klaim, orang mudah tersinggung. Sehingga, Islam, yang dikatakan rahmatan lil

1


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.