MINGGU 22 JANUARI 2012
INILAH MEDIA GRUP : INILAH KORAN PORTAL NEWS : WWW. INILAH.COM, WWW.INILAHJABAR.COM, WWW.YANGMUDA.COM WWW. JAKARTAPRESS.COM MAJALAH INILAH REVIEW
EDISI NO 079 TAHUN I/2012
RP 1.000
,13 HALP1E2SIAL S >> AUNG M UNG BAND
Dari Bandung untuk Indonesia REDAKSI /IKLAN : JALAN BUAHBATU NO 32 BANDUNG TEL 022-7330803PEMASARAN: JALAN BUAHBATU NO 32 BANDUNG TEL 022-7330803 FAX
KEJARRIVAL
022-7310606E-MAIL: inilahkoran@inilah.com
LUPAKANTRAGEDI BERKAHIMLEK
Dua kekalahan beruntun dalam tur Kalimantan, membuat Maung Bandung terlempar ke peringkat 7 klasemen sementara. Mereka baru mengumpulkan 12 poin, tertinggal 7 poin dari Sriwijaya FC di urutan teratas. Dua laga kandang melawan PSPS Pekanbaru (24/1) dan Persija Jakarta (29/1), dianggap momen terbaik Persib untuk mengejar para rivalnya. >>BACA HAL 12
Kekalahan telak 2-8 dari Manchester United, masih membekas di hati seluruh penggawa Arsenal. Kini, mereka punya kesempatan besar untuk membalasnya. Aroma dendam membalut pertarungan musuh bebuyutan ini. Publik Emirates Stadium, dipastikan tak bakal memasang muka ramah untuk Setan Merah. >>BACA HAL 14
Shelyta Destinova merasakan betul berkah Imlek. Bisnis butik yang dirintisnya selalu diburu para pencinta fesyen yang ingin bergaya di hari spesial seperti tahun baru Imlek. Pasalnya, banyak yang sekadar ingin memberikan kado berbelanja di butik miliknya. >>BACA HAL 16
KOALISI PDIP? SIAPA TAKUT! DPP Golkar Rekomendasi Usung Yance
Koalisi PDIP-PPP-Gerindra mengundang tanya. Ada yang menyebut itu hanya maneuver politik saja.
Efektifkah kesepakatan koalisi itu? Bisa jadi iya, bisa pula tidak. Yang pasti, partai-partai politik lain, termasuk Partai Golkar, tak merasa trio PDIP-PPP- Gerindra menjadi ancaman. Sebab, dengan alasan tertentu, bukan tak mungkin koalisi itu akan tercerai-berai. Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat, Irianto MS Syafiudin mengatakan, kemungkinan itu tetap terbuka mengingat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar masih 13 bulan lagi. Banyak kepentingan yang bisa saja membuat koalisi itu kandas. Yance, begitu Irianto akrab disapa, memberikan gambaran tentang kesepahaman partainya dengan PDIP. “Kami yang pertama melakukan pertemuan dengan PDIP. Hasilnya, sudah ada kesepahaman bersama sebagai partai nasionalis,” katanya. Kalau kini PDIP, PPP, dan Gerindra sepakat berkoalisi, Partai Golkar tidak merasa ditinggalkan. Yance menganggapnya sebagai hal yang positif saja. PDI Perjuangan, sebagaimana di ketahui, tiga haru lalu, menjalin kesepakatan koalisi permanen menghadapi Pilgub 2013 dengan PPP dan Gerindra. >> bersambung hal 11 TIDAK TERBIT Bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Imlek pada Senin, 23 Januari 2012, INILAH KORAN tidak terbit. Kami akan kembali terbit Selasa, 24 Januari 2012.
Tahukah Anda
Tendangan Bebas Terbaik
INILAH/BAMBANG PRASHTYO
BERBINCANG: Menteri Perekonomian M Hatta Rajasa (kiri) mendengarkan penjelasan dari Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, menjelang memberikan orasi pada acara pelantikan kepengurusan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jabar di Gedung Merdeka, Bandung, Sabtu (21/1).
Hotel Berlomba Sajikan Acara Imlek INILAH, Bandung - Hotel di Kota Bandung berlomba mempersiapkan berbagai acara u ntuk menjamu tamunya dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2563. Berbagai acara yang dige-
lar semuanya berbau Tionghoa mulai dari atraksi Barongsai, dekorasi hotel hingga hidang an pada malam pergantian tahun baru. Galeri Ciumbuleuit Hotel di Jalan Ciumbuleuit, misalnya.
GRAND AQUILA HOTEL Jalan Dr Djunjunan 116
n Atraksi Barongsay dari pukul 08.00, pada Senin (23/1) n Menu khas Imlek dengan berbagai pilihan.
Manajemen hotel menyiapkan pertunjukan langsung berupa atrakasi Barongsai pada Ming gu (22/1) mulai pukul 19.0022.00 WIB.
GALERI CIUMBULEUIT HOTEL Jalan Ciumbuleuit No. 42A
n Atraksi Barongsay pada Minggu (22/1) mulai pukul 19.00 – 22.00 WIB n Menu Khas Cina mulai dari makanan pembuka sampai dengan penutup
MACET: Ribuan kendaraan terjebak macet sepanjang 4 km untuk keluar gerbang Tol Paster, Sabtu (21/1) siang. Ini terjadi akibat serbuan turis domestik menjelang liburan Imlek.
Berikut tiga pesepak bola dengan tendangan bebas terbaik: 1. David Beckham Mempunyai tendangan bebas yang sangat akurat dan melengkung. Beckham lah penendang free kick terbaik di dunia saat ini. Rahasia di balik tendangan yang begitu akurat dan melengkung terletak pada posisi saat mengambil tendangan yang sangat miring. Kemiringinan tubuh beckham sangatlah extrem sehingga rentan akan cedera. 2. Alessandro Del Pierro Alessandro Del Piero mempunyai insting mencetak gol yang tinggi. Selain itu Del Piero juga mempunyai akurasi dan teknik free kick yang sangat baik. 3. Roberto Carlos Carlos mempunyai tendangan dengan kecepatan lebih dari 169 km/jam, sehingga sering sekali mencetak gol dari jarak yang jauh. Selain itu Carlos juga mempunyai keistimewaan lain, yakni dapat menghasilkan free kick yang sangat melengkung dan juga keras. (*)
Jalan Jalan Dr Junjunan No 96
n Menu Imlek Set Menu Cia Ciu, Chinese Pickle, Cut Chili Sauce, Roasted Cashew Nut dan Chinese Tea.
GRAND ROYAL PANGHEGAR Jalan Merdeka No 2
n Atraksi Barongsai mulai pukul 19.45 – 20.30 WIB pada Minggu (21/1). n Menu Yusheng, Szechuan Sou, Dim Sum, Noodle Station,dan Assorted Chinese Pastries, Royal Dragon.
INILAH/BAMBANG PRASHTYO
>> bersambung hal 11
ASTON PRIMERA PASTEUR
TENDANGAN bebas dalam sepak bola biasa dilakukan oleh suatu tim jika terdapat pelanggaran yang dilakukan lawan bertandingnya. Tendangan bebas merupakan tendangan yang dilakukan tanpa mendapatkan gangguan dari pemain lawan. Pemain lawan boleh menghalangi di depannya, tapi pada jarak beberapa meter dari titik tendangan bebas dilakukan.
Kemacetan Mengepung Jalanan Bandung
HOTEL HILTON
Jalan HOS Tjokroaminoto No 41-43
n Atraksi Barongsay pukul 19.00 WIB sampai dengan selesai, Minggu (23/1) dan Senin (22/1) n Menu : Roast Duck, Kepiting Saus Singapura, Yusheng INILAH/SALMAN FARIST
INILAH, Bandung - Memasuki libur perayaan Tahun Baru China atau Imlek, Kota Bandung mulai dipadati warga dari luar kota. Bahkan kemacetan lalu-lintas terjadi di sejumlah ruas jalan. Berdasarkan pantauan INILAH, kemacetan terjadi di bebe rapa ruas jalan pintu masuk Kota Bandung. Misalnya mulai dari gerbang Tol Pasteur - Jalan Dr Junjunan- Jalan Cipaganti- Jalan Setiabudi dan mengarah ke arah Lembang Kabupaten Bandung Barat. Kemudian kemacetan terjadi juga dari arah Cibiru menuju
Cileunyi Kabupaten Bandung, maupun sebaliknya. Seorang warga, Kiki Abdul Hakim, mengatakan, biasanya perjalan dari Jalan Kopo menuju rumah saudaranya di kawasan Setiabudi sekitar 45 menit dengan menggunakan kendaraan pribadi. Tetapi saat ini menuju Setiabudi harus memakan waktu 1 jam 30 menit. Sementara kemacetan di pintu Tol Pasteur, terjadi sekitar 2 km menuju gerbang tol. >> bersambung hal 11
Budaya
Pahit-manis Perayaan Imlek di Sumedang IMLEK adalah peristiwa manis saat ini. Tapi dulu, warnanya pernah kelam. Politisasi kepercayaan menentukan semuanya.
Kulit Edi Mustopo sudah banyak yang keriput. Maklum, usianya sudah menanjak 74 tahun. Umur boleh lanjut, tapi laki-laki itu tak pernah lupa kenangan 48 tahun lalu itu. Edi masih ingat, betapa sebelum tahun 1964 itu, dia dan warga keturunan Tionghoa di Sumedang, bisa bergembira menyambut datangnya tahun baru China: perayaan Imlek. Saat itu, mereka bias bersyukur
ANTARA/MUSYAWIR
dan bersuka cita. “Terakhir, saya merayakan Imlek dengan penuh suka cita di tahun 1964. Sejak itu, sampai sekarang tak pernah lagi,” tutur Kepala Yayasan Tampomas Sumedang itu. Bukannya tak lagi menganut tradisi leluhur atau bahkan tak ingin bersyukur dan bersuka cita. Namun, bila tiba waktunya Imlek, yang muncul di kepala pemilik toko Sinar Harapan di seputar Pasar Sumedang itu, hanyalah kenangan pahit. Apa yang terjadi? Setelah perayaan Imlek yang terakhir pada 1964 itu, klenteng tempat Edi dan kawan-kawannya tak lagi
bisa mengunjunginya. Klenteng itu telah rata dengan tanah. “Klenteng kami langsung dirobohkan karena suku Tionghoa yang waktu itu kebanyakan beragama Konghuchu dan tidak boleh lagi melakukan peribadatan,” kata Edi. Tidak banyak yang tahu, jika sebelum 1965, di Sume dang terdapat klenteng tempat peribadatan suku Tionghoa atau agama Konghuchu, yaitu di Kelurahan Kota Kaler Sume dang Utara. Kini, lokasi itu menjadi kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan. >> bersambung hal 11