MAUT DI TANJAKAN EMEN

Page 1

SELASA 2 OKTOBER 2012

>> e-Paper inilahkoran http: //www.inilah.com/ikoran

Dari Bandung untuk Indonesia

EDISI NO 320 TAHUN I/2012

RP 2.000

REDAKSI /IKLAN : JALAN BUAHBATU NO 32 BANDUNG TEL 022-7330803PEMASARAN: JALAN BUAHBATU NO 32 BANDUNG TEL 022-7330803 FAX

MAUNG TERUS DIUJI ARSITEK Persib Djadjang Nurdjaman siap menjalani dua kompetisi dalam waktu bersamaan, sekalipun beban pertandingan semakin besar. Djadjang menyambut positif ajakan untuk mengaktifkan kembali Piala Indonesia (PI). Bahkan, mantan asisten Pelatih Pelita Jaya ini menyatakan dengan optimistis pasukannya siap menjalani kedua kompetisi tersebut PI dan ISL yang rencananya digelar 5 Januari 2013 mendatang. >>BACA HAL 12

INILAH GRUP : INILAH KORAN ď ŹPORTAL NEWS : WWW. INILAH.COM, WWW.INILAHJABAR.COM, WWW.YANGMUDA.COM WWW. JAKARTAPRESS.COM ď ŹMAJALAH: INILAH REVIEW

SEGUDANG KEJUTAN

KESAL JADI KORBAN ISENG

DI panggung kompetisi Eropa, Benfica jadi tim segudang kejutan. Musim lalu, Manchester United jadi korbannya. Akankah Barcelona bernasib serupa? Jorge Jesus tak sabar menanti pertarungan penting di Estadio Da Luz, Rabu (3/10) dini hari WIB. Skuadnya meladeni Barcelona, tim dengan pola permainan paling menghibur di muka bumi ini. >>BACA HAL 14

RASA kesal berkecamuk dalam diri Kartika Putri. Sekurangnya sepekan terakhir, pembawa acara Kakek-kakek Narsis Trans TV ini berusaha menahan diri buat menyampaikan perasaan kesalnya. Apa lagi penyebabnya kalau bukan beredarnya video dirinya di dunia maya saat berada di kamar ganti. Bukan sebatas pertanyaan dari kalangan keluarga dan teman-teman dekatnya. >>BACA HAL 16

MAUT DI TANJAKAN EMEN

 Â? Â? Â?Â

Â?

­ �

€ �  �‚  �

Â?

022-7310606E-MAIL: inilahkoran@inilah.com

Â? Â? Â Â?

Â?

Tanjakan Emen kembali memakan korban. Empat turis Taiwan tewas. Bus yang mereka tumpangi terguling, Senin (1/10) siang.

Isep (30) terdiam seketika. Sebuah bus tiba-tiba terguling di Tanjakan Emen, Senin (1/10). Sejenak, dia menghentikan aktivitasnya. Kedua matanya awas melihat posisi kecelakaan. Telinganya tajam mendengar jerit lirih. Sejurus kemudian, dia pun bergegas mendekati lokasi kecelakaan. Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Lokasi persisnya di Kampung Cicenang Kecamatan Ciater Kabupaten Subang. Bus Dian Mitra nopol AA 1486 TP diduga kehilangan kendali saat melewati Jembatan Cicenang yang kondisinya menurun.

Â?

Saat kejadian, bus berpenumpang 23 orang itu melaju dari arah Bandung menuju Subang. Kebanyakan penumpang berasal dari Taiwan. Jumlahnya ada 20 orang. Tiga lainnya adalah warga Indonesia. Satu satpam, satu pemandu wisata, dan sopir. Sebelum terguling, bus terlebih dulu menabrak sepeda motor Honda Revo nopol T 418 NY. Beruntung, dua penumpang sepeda motor lolos dari maut. Mereka sempat loncat sesaat sebelum bus terguling. Kuat dugaan, kecelakaan terjadi lantaran bus mengalami rem blong. “Bus tiba-tiba hilang kendali dan terguling di Tanjakan Emen. Terus menabrak pengendara motor sebelum terguling.� >> bersambung hal 11

€ ƒ„…†  � ƒ‡‡† ˆ� ˆ� ƒ‰„† € � Š ƒ„…†

INFOGRAFIS: INILAH SALMAN FARIST

 �  �

Pendaftaran Calon Independen Dibuka

Tahukah Anda

Beruang Bisa Jadi Prajurit

INILAH, Bandung – Genderang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar mulai ditabuh. Kemarin, Senin (1/10), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar membuka pendaftaran calon independen. Waktunya selama lima hari hingga Jumat (5/10) mendatang. “Sesuai jadwal dan tahapan

BANYAK hewan dimanfaatkan untuk perang. Namun hanya sedikit yang bisa jadi prajurit. Selain simpanse, ternyata ada beruang yang diangkat jadi prajurit. Hal itu terjadi di Polandia pada Perang Dunia II. Beruang itu diberi nama Voytek atau Wojtek dalam bahasa Polandia yang berarti “dia yang menikmati peperangan�. Voytek bergabung dalam kesatuan 22nd Artillery Supply Company of The Polish II Corps. Beruang cokelat Syria ini ditemukan pada 1942 saat berumur kurang dari 1 tahun. Ia lalu dijual ke barak militer Polandia. Dengan segera Voytek menjadi maskot tidak hanya di barak pasukannya, tapi barak-barak di sekitarnya. Untuk alasan ini Voytek didaftarkan menjadi tentara dan mendapat pangkat prajurit. Karier militer Voytek, antara lain melakukan tugas ke Syria, Palestina, Mesir, dan Italia. Salah satu momen penting saat diterjunkan di pertempuran Battle of Monte Cassino. Kala itu Voytek bertugas mengirimkan amunisi ke garis depan. Dia pun tidak pernah sekalipun menjatuhkan amunisi yang diangkutnya. Untuk jasanya, gambar Voytek dijadikan emblem resmi kesatuan 22nd Artillery Supply Company (kini 22nd Transport Company). Voytek meninggal Desember 1963. Untuk mengenang jasanya, banyak patung yang didirikan, antara lain di Kebun Binatang Edinburgh, Imperial War Museum dan Canadian War Museum di Ottawa, dan Sikorski Museum, London. (*)

KURS TRANSAKSI US DOLAR 9650

9641

9640

9638 9636

9630 9628 9628

9620 9610 25/9

26/9

27/9

28/9

‹ ƒ † ƒ †

01/10

SUMBER: BANK INDONESIA

JADWAL WAKTU SALAT BANDUNG TGL

SUBUH

ZUHUR

ASAR

MAGRIB

ISYA

2/10

04.19

11.41

14.48

17.46

18.56

3/10

04.18

11.41

14.47

17.46

18.56

SUMBER: RUKYATUL HILAL INDONESIA

Pilgub Jabar 2013, mulai hari ini (kemarin) sampai 5 Oktober kita membuka pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur dari jalur perseorangan,� kata Komisioner KPU Jabar Ferdiman saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (1/10). Menurutnya, hingga saat ini sudah ada enam calon yang menyatakan minat maju dari jalur perseorangan. Mereka masing-

masing Dikdik Mulyana Arif Mansur, Deddy Dores, Endang Ilyas, Badrudin, Maman Daning, dan Daday Hudaya. “Di Pilgub Jabar ini, kita baru pertama kali membuka kesempatan kepada calon dari jalur perseorangan. Tetapi, kita hanya akan menerima yang sudah memiliki pasangan.� >> bersambung hal 11 INILAH/DICKY ZULFIKAR NAWAZAKI

SIAP BERSAING: Baliho dukungan terhadap artis Deddy Dores untuk maju dari jalur independen pada Pilgub Jabar 2013 tampak terpasang di Jalan Pajajaran Kota Bandung, Senin (1/10).

Terulang di Tempat Sama ELEGI itu terdengar lagi dari Tanjakan Emen, Kabupaten Subang. Bus Dian Kencana nopol AA-1486-TP, terguling, Senin (1/10) siang. Empat penumpang tewas, puluhan lainnya luka-luka. Mereka adalah turis asal Taiwan yang hendak berwisata ke kawasan Sariater Subang. Setahun silam, insiden se-

rupa terjadi di Tanjakan Emen. Korbannya juga sama-sama turis asing. Uniknya, kecelakaan itu terjadi bulan Oktober, tepatnya tanggal 7. Minibus Rahayu Sentosa no-pol B-7917-ID yang dikemudikan Agung Palung Jalo, menabrak tebing dan terguling. >> bersambung hal 11

Komnas HAM Investigasi Aksi Represif Polisi Cianjur INILAH, Cianjur – Di Kantor Lembaga Bantuan Hukum Cianjur (LBHC), Ridha Saleh membeberkan hasil investigasinya. Anggota Komnas HAM itu berbicara tentang tindakan represif polisi Cianjur terhadap aksi mahasiswa. Hasilnya, ada pelanggaran HAM lantaran polisi bertindak di luar prosedur. “Dalam insiden Selasa (25/9), polisi main ciduk langsung terhadap mahasiswa. Sedangkan pada insiden kedua Kamis (27/9) polisi langsung menyerang mahasiswa. Jelas ada pelanggaran HAM, lantaran polisi bertindak di luar prosedur,� kata Ridha kepada

wartawan, Senin (1/10). Atas kejadian ini, Ridha meminta Kapolres Cianjur bertanggung jawab karena ada bentuk-bentuk dugaan penyiksaan dan kekerasan terhadap mahasiswa. Penanganan aksi massa dengan cara kekerasan itu, tegas Ridha, merupakan tindakan yang merendahkan harkat dan martabat manusia. Sebagai langkah awal, kata Ridha, Komnas HAM meminta agar aparat Polres Cianjur tidak melakukan tindakan-tindakan intimidasi, baik langsung maupun tidak langsung. >> bersambung hal 11

Pendidikan

Perempuan Itu Berbagi Ilmu dan Kasih Sayang dari Atas Kasur PEREMPUAN itu sungguh luar biasa. Dalam kondisi lumpuh, dia masih tetap mengajar. Tak ada papan tulis atau pun spidol. Seluruh pelajaran, dia terangkan lewat ucapan. Di atas kasur ukuran 2x3 meter, perempuan itu terbaring lemah. Kedua tangan dan kakinya tak bisa lagi digerakkan. Bicaranya pun lemah, sesekali bahkan nyaris tak terdengar. Kedua matanya menatap langit-langit kamar. Mata yang berbicara tentang duka dan semangat. Perempuan itu Een Sukaesih. Usianya 49 tahun. Dia adalah seorang guru. Sejak 1986 silam,

penyakit rematoid artifis membuatnya lumpuh. Kini, Een tinggal di rumahnya Jalan Batu Karut, Kabupaten Sumedang. Kasur di kamar ukuran 4x6, satusatunya tempat dia beraktivitas. Namun, di balik kelumpuhannya, Een masih punya semangat. Saban hari, puluhan siswa SD dan SMP kerap mendatangi rumahnya. Mereka berkumpul di dekat tempat tidur Een. Para siswa itu sengaja datang untuk belajar. Ya, belajar materi sekolah dari seorang perempuan luar biasa. Satu per satu, siswa itu berebut bertanya tentang pelajaran yang dibahasnya. Senyum Een mengembang. Dengan sabar, dia memberikan

INILAH/RIZA PAHLEVI

TETAP SEMANGAT: Een Sukaesih (49) terbaring saat memberikan pelajaran kepada siswa SD dan SMP di Kabupaten Sumedang.

jawaban. Tanpa alat tulis dan hanya bermodalkan mulut, Een tetap mengabdi, berbagi ilmu dan kasih sayang, tanpa imbalan apa pun. “Sejak 1986, saya sudah terbaring di tempat tidur ini sambil mengajar. Hal ini terjadi diakibatkan penyakit rematoid artifis yang terjadi 26 tahun yang lalu,� kata Een saat ditemui INILAH di kediamannya di Jalan Batu Karut Kabupaten Sumedang, Senin (1/10) siang. Een mengaku ikhlas memberikan materi pelajaran kepada siswa yang mendatanginya. >> bersambung hal 11


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.