JUMAT 8 FEBRUARI 2013
INILAH GRUP : INILAH KORAN ď ŹPORTAL NEWS : WWW. INILAH.COM, WWW.INILAHKORAN.COM, WWW.YANGMUDA.COM WWW. JAKARTAPRESS.COM ď ŹMAJALAH: INILAH REVIEW
15 HARI LAGI >> e-Paper inilahkoran http: //www.inilah.com/ikoran
Dari Bandung untuk Indonesia
EDISI NO 087 TAHUN II/2013
RP 2.000
REDAKSI /IKLAN /SIRKULASI : JALAN TERUSAN PASTEUR NO 167 BANDUNG TEL 022-6127865 (HUNTING), 022-6127793 (REDAKSI)FAX
022-6127769E-MAIL: inilahkoran@inilah.com
Adu Taji Visi Misi Cagub
Lima kandidat Gubernur Jabar beradu visi misi di ruang paripurna DPRD Jabar. Masing-masing, berusaha meraih simpati para wakil rakyat.
1
Dikdik M A Mansur Cecep N S Toyib
INDEPENDEN
Irfan Suryanagara seperti mendapat celah, Kamis (7/2). Di ruang paripurna DPRD Jabar, dia menyampaikan pesan singkat. Yang jadi sasar an, lima kandidat Gubernur Jabar plus pasangannya. Memang, pesan yang meluncur tak serius. Bahkan lebih tepat disebut sindiran. Apa yang menarik komentar Ketua DPRD Jabar itu? Rupanya, kekompakan pasangan calon Gubernur (cagub) dan calon Wakil Gubernur (cawagub) Jabar jadi pemantik.
2
Irianto MS Syafiuddin Tatang Farhanul
PARTAI PENDUKUNG
3
Dede Yusuf Lex Laksamana
PARTAI PENDUKUNG
4
Ahmad Heryawan Deddy Mizwar
PARTAI PENDUKUNG
5
Rieke Diah Pitaloka Teten Masduki
PARTAI PENDUKUNG
VISI MISI
VISI MISI
VISI MISI
VISI MISI
VISI MISI
visi: Tawadhu (Tertib, Aman, Wibawa, Asri, Dinamis, Harmonis dan Unggul).
Visi: Mulia (Makmur, Unggul, Lestari, Inovatif dan Agamis).
Visi: Babarengan (Bahagia, Sejahtera, Berkarya) menuju Jabaraya (Jawa Barat Berjaya).
Misi: Tertuang dalam pembangunan masyarakat yang berdaya saing.
Pasangan nomor urut 5, Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki. Pasangan ini mengusung Jabar Baru Jabar Bersih. Intinya pasangan ini berjanji akan membersihkan korupsi.
Misi: tertuang dalam Sapta Karya Dharma Raharja, di antaranya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis budaya.
Misi: Tertuang dalam 7 sektor di antaranya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis Iptek.
Misi tertuang dalam Tri Bakti yakni menjemput desa tertinggal, berdaya babarengan serta berkah dalam keragaman.
>> bersambung hal 11
Visi:Membangun kawasan pedesaan yang modern dengan tidak meninggalkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Jabar Maju dan Sejahtera untuk Semua.
INFOGRAFIS: INILAH/SALMAN FARIST
Tahukah Anda
Air Panas Lebih Cepat Beku MANA yang lebih cepat membeku, air panas atau air bersuhu normal. Sepintas, jawaban yang benar adalah air normal, tapi ternyata salah, yang duluan membeku justru air panas. Tentu ada penjelasannya secara ilmiah, yakni faktanya air panas menguap lebih cepat, sehingga pada saat bersamaan akan terjadi berkurangnya massa air panas. Karena lebih rendah massanya, sehingga semakin pendek waktu yang dibutuhkan air panas dalam proses pembekuan. Fenomena ini disebut Mpemba Effect sesuai penemunya Erasto B Mpemba, pelajar SMP di Tanzania pada 1963. Dia menemukannya secara tak sengaja saat mengikuti kelas memasak. Saat itu dia ingin membekukan adonan es krim panas dan dia mendapati bahwa adonannya membeku lebih cepat dibanding punya teman-temannya yang memasukkan ke freezer saat adonan sudah dingin. (*)
Pejabat Garut Resah Mutasi dan Rotasi Pengungsi Keluhkan Pungutan Iuran Listrik INILAH, Garut – Kabar itu beredar cepat, dari mulut ke mulut. Di tengah penantian pemakzulan Bupati Garut Aceng HM Fikri, mutasi dan rotasi jadi isu hangat di Kabupaten Garut. Beberapa hari terakhir, pejabat di lingkungan Pemkab Garut terus membicarakannya. Tak pelak, sejumlah pejabat eselon 4, 3, dan 2 resah. Konon rotasi dan mutasi pejabat akan dilakukan Aceng sebelum puncak per ingatan Hari Jadi Kabupaten Garut ke-2 abad, 16 Februari 2013. “Saya mendengar kabar mutasi dan rotasi itu disampaikan bupati, tapi enggak tahu kapan waktunya. Entahlah, apa Bupati akan “keukeuh� melaksanakannya atau tidak, sedangkan surat dari Presiden masih belum jelas putusannya,� ujar seorang pejabat yang enggan disebutkan namanya, Kamis (7/2).
INILAH/BAMBANG PRASETHYO
BIKIN RESAH: Pascadimakzulkan DPRD Garut, Bupati Aceng HM Fikri akan melakukan rotasi dan mutasi yang membuat resah pejabat setempat.
Dia menyebutkan, rotasi dan mutasi tersebut merupakan kebijakan Bupati Aceng sendiri. Namun saat dikonfirmasi, Kepala Badan Kepegawaian danÂ
Diklat Daerah (BKD) Kabupaten Garut, Kostawan, membantahnya. >> bersambung hal 11
INILAH, Bandung – Di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, Yuyun (31) mengernyitkan dahi. Tiba-tiba saja, dia harus membayar iuran listrik sebesar Rp2.000. Bukan satu kali, tapi setiap hari selama dia tinggal di sana. Yuyun adalah pengungsi kor ban banjir Baleendah. Selain Yuyun, pengungsi lainnya juga mendapat beban yang sama. Kontan saja, mereka mengeluhkan pungutan biaya listrik tersebut. Meski butuh, mereka kurang sepakat dengan munculnya kewajiban membayar listrik. “Listrik harus iuran setiap hari. Dikoordinir oleh seseorang, untuk beli pulsa listrik.  Sedangkan untuk air bersih menunggu kiriman dari PDAM,� kata Yuyun saat ditemui wartawan di Rusunawa, Kamis (7/2).
Satu malam itu Rp100 ribu habis. Setiap KK iuran Rp2.000.� Fasilitas kamar mandi di Rusunawa pun, kata Yuyun, belum berfungsi. Walhasil, lanjut dia, para pengungsi terpaksa mencari kamar mandi ke permukiman warga sekitar. >> bersambung hal 11
JADWAL WAKTU SALAT BANDUNG TGL
SUBUH
ZUHUR
ASAR
MAGRIB
ISYA
08/02
04.34
12.06
15.22
18.17
19.29
09/02
04.34
12.06
15.22
18.17
19.29
INILAH PROPERTI
BERADA di kawasan pendidikan dan lokasi strategis ternyata tak cukup memuaskan pengembang. >>BACA HAL 15, 16, 17, 18
CEREWET SOAL MASAKAN MODEL yang satu ini tak hanya piawai memperagakan produkproduk fesyen di atas catwalk. >>BACA HAL 10
PERSIB TAK LOYO LAGI GELANDANG Persib Bandung Asri Akbar mengatakan, Maung Bandung musim ini lebih tangguh. >>BACA HAL 20
Budaya
Kala Kabayan Menduduki Kursi Presiden MAKIN hari perpolitikan di negara ini kian panas. Di sisi lain, rakyat mengeluh dan menjerit. Kebijakan pemerintah, dianggap tidak prorakyat. Tangis kesal rakyat terhadap pemangku kebijakan itu, tergambar dalam pertunjukan Kabayan Jadi Presiden di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kamis (7/2) malam. Di tengah jeritan rakyat itu, muncullah sosok alternatif yang maju menjadi presiden. Dia adalah Kabayan, yang diperankan Tisna Sanjaya. Munculnya sosok alternatif itu bukanlah kemauan pribadi
Kabayan. Seperti halnya partai politik (parpol) yang sedang mencari calon pemimpin. Kehadiran Kabayan, adalah desakan dari rakyat yang sudah tidak percaya lagi dengan caloncalon yang diusung oleh parpol. “Hidup Kabayan, hidup Kabayan,� begitulah teriakan rakyat kalangan bawah yang ditampilkan dalam bentuk pagelaran itu. Dalam karya Didi Petet itu, Kabayan tetap menjadi sosok yang imajinatif, lucu, polos namun cerdas. Selain itu, dia juga digambarkan sebagai orang yang baik serta merakyat. Berkat perwajahan itulah, Kabayan lantas diusung oleh
INILAH/DICKY ZULFIKAR NAWAZAKI
KOCAK: Kabayan (Tisna Sanjaya) dan Iteung (Peggy Melati Sukma) tampil kocak dalam pertunjukan Kabayan Jadi Presiden, Kamis (7/2) malam.
rakyat menjadi calon presiden. Kabayan adalah seorang penduduk desa yang lucu dan lugu. Hidup dengan seorang istri yang selalu bersyukur akan karunia dalam hidup mereka. Namun Kabayan selalu gelisah. Dia juga tidak cukup puas dengan kondisi negeri mereka. “Kita harus bangkit dan melakukan perubahan,� kata Kabayan di hadapan para pendukungnya. “Kang, sudahlah. lebih baik kita di sini saja. Di sini kita bisa hidup tenang. Sawah kita masih luas. Hutan juga masih alami. >> bersambung hal 11