RABU 31 OKTOBER 2012
>> e-Paper inilahkoran http: //www.inilah.com/ikoran
Dari Bandung untuk Indonesia
EDISI NO 348 TAHUN I/2012
RP 2.000
REDAKSI /IKLAN : JALAN BUAHBATU NO 32 BANDUNG TEL 022-7330803PEMASARAN: JALAN BUAHBATU NO 32 BANDUNG TEL 022-7330803 FAX
MENUNGGU GELAS PECAH
EMPAT tahun bukan waktu sebentar bagi Wahyu Setyaning Budi atau populer sebagai Yuni Shara untuk memahami kekasihnya. >>BACA HAL 16
BERHARAP NASER DATANG
BEREBUT YANG TERBAIK FEDERASI sepak bola internasional (FIFA) telah merilis 23 nama calon pemain terbaik dunia 2012, Senin (29/10). >>BACA HAL 15
Surat Cinta Pertama Ditulis Tahun 2200 SM ANDA pernah jatuh cinta? Pertanyaan yang pasti jawabannya iya, tentunya. Lalu pernahkah Anda menulis surat cinta? Sebagai besar orang yang jatuh cinta, pernah melakukannya, bahkan mereka berubah menjadi penyair dengan puisi-puisinya yang romantis. Namun tahukah Anda surat cinta pertama di dunia. Berdasarkan penggalian arkeolog Noah Kramer, seorang profesor dari Philadelphia University, surat cinta tertua di dunia yang pernah ditemukan berasal dari sekitar 2200 SM. Artefak berbahasa Sumeria tersebut ditemukan di lembah Niffer sekitar 150 km dari Kota Bagdad Irak. Surat cinta tersebut ditemukan bersama 70 ribu artefak pada 1889 silam. Saat itu masih belum bisa diterjemahkan arti dari bahasa tersebut. Namun 58 tahun kemudian, ahli bahasa Sumeria, mencoba menerjemahkan arti dalam artefak yang berbentuk seperi pelat dari batu tersebut. Surat dalam berbentuk artefak itu dibuat seorang pendeta tinggi bangsa Sumeria bernama Inanna yang ditujukan kepada Sang Raja yang juga suaminya pada malam pernikahan mereka. Pada zaman itu, sudah menjadi tradisi bangsa Sumeria, pada malam pernikahan, sang istri membuatkan puisi cinta untuk sang suami. (*)
KURS TRANSAKSI US DOLAR 9662
9653
9650 9640
9653 9643
9630 9620 23/10
24/10
26/10
NANAN BATAL JADI CAGUB
29/10
K
abar mengejutkan itu datang dari Komjen Pol Nanan Sukarna. Tiba-tiba saja dia memilih mundur dari bursa pencalonan Gubernur Jabar. Suara hati meluluhkan niat Wakapolri itu maju lewat perahu PDIP. Menanti restu Megawati Soekarnoputri pun buyar sudah. Nanan bukan kalah sebelum berperang. Pria kelahiran Purwakarta itu mengaku sudah
memikirkan masakmasak sikapnya itu. Nanan ingin tetap mengabdi di institusi Polri. Terlebih lagi, kata dia, Korps Bhayangkara saat ini sedang didera berbagai ujian. “Saya putuskan untuk membatalkan pencalonan saya menjadi Gubernur Jawa Barat.” KARIKATUR INILAH/SALMAN FARIST
>> bersambung hal 11
Petani Kacang Hijau Mati Kutu BJB Raup Laba
Tahukah Anda
9663
022-7310606E-MAIL: inilahkoran@inilah.com
Bandul politik bergerak begitu cepat. Menjelang Pilgub Jabar, Nanan Sukarna tiba-tiba mundur dari pencalonan. Kalah sebelum perang?
PELATIH Persib Djadjang Nurjaman masih berharap kedatangan pemain incarannya, Naser Al Sebai. >>BACA HAL 12
9660
INILAH GRUP : INILAH KORAN PORTAL NEWS : WWW. INILAH.COM, WWW.INILAHJABAR.COM, WWW.YANGMUDA.COM WWW. JAKARTAPRESS.COM MAJALAH: INILAH REVIEW
23/10
SUMBER: BANK INDONESIA
JADWAL WAKTU SALAT BANDUNG TGL
SUBUH
ZUHUR
ASAR
MAGRIB
ISYA
31/10
04.05
11.35
14.50
17.46
18.58
01/11
04.05
11.35
14.50
17.46
18.58
SUMBER: RUKYATUL HILAL INDONESIA
INILAH, Cirebon – Jura (60) terpaksa gigit jari. Garagara kutu putih alias kutu kebul, petani kacang hijau di Kabupaten Cirebon itu mati kutu. Satu hektare lahan miliknya, kini hanya menghasilkan tiga kuintal kacang hijau. Jauh dari satu bulan sebelumnya yang mencapai enam kuintal. Tak hanya Jura, petani kacang hijau di Desa Gintung Renjeng, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon mengalami nasib serupa. Hasil pertaniannya turun drastis hingga 80%. Kutu putih membawa virus gemini atau virus kuning dan menyerang pertanian kacang hijau. “Sekarang mah sedikit. Sejak pekan lalu saya sudah
memulai panen. Namun hingga hari ini hasilnya hanya mendapat 3 kuintal. Padahal musim tanam beberapa lalu, hasil panen mencapai 6 hingga 7 kuintal,” katanya kepada INILAH, Selasa (30/10). Menurut Jura, kacang hijau memang tidak terlalu membutuhkan banyak pengairan saat masa tanamnya. Namun tidak bisa dipungkiri, kemarau panjang menyebabkan satu hektare lahan Jura kering hingga menurunkan hasil panennya. Dampaknya, tanah
mengeras, tanaman rusak, daun semakin menguning, dan kualitas buah kacang hijaunya menurun. Penurunan hasil panen dan pendapatan tak bisa Jura hindari. >> bersambung hal 11
Bersih Rp945,5 M INILAH, Bandung - Bank Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) berhasil meraup laba bersih sebesar Rp945,5 miliar pada triwulan III-2012. Jumlah tersebut lebih tinggi sekitar 19% dibanding pencapaian pada periode sama tahun 2011 sebesar Rp794,7 miliar. “Berkat kinerja positif pada triwulan III/2012, Bank BJB berhasil meraup laba bersih sebesar Rp945,5 miliar,” ujar Direktur Utama Bank BJB Bien Subiantoro kepada wartawan di kantornya, Jalan Naripan, Kota Bandung, Selasa (30/10). Dia menjelaskan, laba bersih itu ditopang dari pendapatan bunga bersih yang mencapai Rp2,85 triliun pada periode triwulan III-2012. Angka tersebut lebih besar dibanding pencapaian periode sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp2,16 triliun.
“Sementara laba bersih per saham mengalami kenaikan dari Rp81,96 pada triwulan III/2011 menjadi Rp97,50 di triwulan III/2012,” katanya. Selain laba bersih, kata Bien, kredit Bank BJB juga tumbuh signifikan dari Rp26,9 triliun (triwulan III/2011) menjadi Rp32,79 triliun (triwulan III/2012). Meski tumbuh meroket, Bank BJB mampu menekan rasio kredit macet (Non Performing Loan/ NPL) dari 0,77% pada triwulan III/2011 menjadi 0,53% pada periode sama tahun ini. “Namun beban operasional meningkat dari Rp1,15 triliun menjadi Rp1,46 triliun,” katanya. Menurutnya, kinerja BJB pada periode ini cukup menggembirakan di tengah ketatnya persaingan dunia perbankan.
Namun beban operasional meningkat dari Rp1,15 triliun menjadi Rp1,46 triliun.”
INILAH/M SYAHRI ROMDHON
>> bersambung hal 11
Lingkungan
Taman Itu Kini Mulai Beralih Fungsi SEJATINYA, sebuah taman berfungsi sebagai paru-paru kota. Namun di Bandung, selain tak terawat, fungsinya berubah. Beberapa taman malah menjadi tempat mesum. Betapa mirisnya hati Agus Gunawan. Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung itu mengaku prihatin melihat kondisi Taman Tegallega saat ini. Sebagai paru-paru kota, taman itu tak terawat. Dia pun meminta Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Diskamtam) memperhatikannya. “Sarana infrastruktur
dan tempat burung serta toilet rusak. Parahnya lagi, banyak yang berpasangan malam-malam ke sana dan pasti pikiran kita negatif kan. Kami imbau Pemkot untuk membenahi taman kota kita,” kata Agus kepada wartawan. Agus mengaku sering memantau suasana Taman Tegallega. Sarana dan infrastruktur taman di Jalan Mochamad Toha itu amburadul. “Drainase tak berfungsi. Akibatnya air jadi meluber. Sejumlah tong sampah tidak ada,” ujar Agus. Kehadiran pedagang juga membuat kesan kumuh
INILAH/SYAMSUDDIN NASOETION
PARU-PARU KOTA: Seorang pria tampak duduk di Taman Lanjut Usia (Lansia). Saat ini, banyak taman di Kota Bandung yang beralih fungsi.
taman tersebut. Kenyamanan aktivitas masyarakat seperti olahraga, jelas terganggu. “Suasana taman gelap karena lampu tak berfungsi. Saya juga melihat langsung aksi vandalisme di sekitar monumen Bandung Lautan Api terdapat, “ keluhnya. Menurut Agus, pendapatan retribusi Taman Tegallega pada 2011 mencapai Rp600 juta. Sementara pada 2012, target pendapatan retribusi Rp1 miliar. Saat ini, lanjut Agus, pencapaiannya sudah Rp800 juta. >> bersambung hal 11