ISSN : 1412-7490
Edisi No.190 Tahun XIV ~ Minggu IV Juni 2015
Tabloid Mingguan Berita Jatim Pos Terdaftar di Dewan Pers, Nomor 10 Halaman 111 Buku Data Pers Nasional 2014 atau bisa diakses pada Website Dewan Pers : www.dewanpers.or.id. Untuk konfirmasi hubungi Gedung Dewan Pers Lantai 7-8 Jl. Kebon Sirih No. 32-34 Jakarta Pusat Telp (021) 3504874-75. Faks (021) 3452030. Online www.jatimpos.co
Iuran BPJS Kesehatan Segera Naik Akibat Defisit Anggaran
Ir Suparni.
MENYEBUT nama Suparni bukanlah orang baru di lingkungan PT Semen Indonesia Tbk. Ia merintis karier di perseroan ini sejak 29 tahun lalu, tepatnya sejak tahun 1986. Berbagai posisi di perseroan ini pernah dijabatnya, sampai akhirnya dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Semen Indonesia saat Dwi Soetjipto diangkat menjadi Dirut Pertamina. Seperti diketahui, Dwi ditunjuk oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno untuk menjadi Direktur Utama Pertamina menggantikan Karen Agustiawan yang mengundurkan diri. Dengan begitu, Dwi menjadi Dirut Pertamina periode 2014-2019 sejak 28 November 2014. Tak lama kemudian, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda pergantian pengurus perusahaan, disetujui adanya perombakan jajaran direksi. Suparni pun ditunjuk sebagai Dirut PT Semen Indonesia Tbk secara defininitf. Ia akan melanjutkan masa Bersamb ke hal. 11
BADAN Penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional/BPJS Kesehatan dalam waktu dekat akan menaikan tarif iuran bulanan bagi peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) di perusahaan swasta. Fahmi Idris, Direktur Utama BPJS Kesehatan, mengatakan, perbaikan iuran tersebut didasarkan pada beberapa pertimbangan. Salah satunya, defisit anggaran yang dialami oleh BPJS Kesehatan. Kenaikan tarif iuran ini rencananya mulai 1 Juli 2015, yakni sebesar 0,5 persen dari yang semula sebesar 4,5 persen menjadi 5 persen. Tujuan kenaikan iuran adalah untuk meningkatkan pendapatan dari peserta baru. Sebab setelah setahun berjalan, ternyata layanan BPJS Kesehatan mengalami defisit anggaran, pasalnya antara dana yang masuk dari anggota dengan biaya klaim sangat timpang. Artinya rasio melewati angka 100 persen. Jelas ini sangat riskan dan menimbulkan kerugian bagi BPJS. Maka dari itu pihak penyelenggara mengusulkan kenaikan tarif baru, dan usulan tersebut
Menanti antrean untuk ikut program BPJS Kesehatan.
Bersamb ke hal. 11
Pemprov Jatim Siapkan Mudik Gratis
Pakde Karwo berangkatkan mudik gratis kereta api. KABAR gembira bagi masyarakat Jawa Timur, karena pemerintah daerah ini menyediakan fasilitas mudik gratis ke seluruh wi-
layah Jawa Timur. Yang me narik adalah bukan cuma orangnya, tapi sepeda motornya pun siap diangkut secara gratis.
Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan pihaknya telah menyiapkan 584 armada mudik gratis untuk masyarakat dengan rute ke seluruh Jatim, baik dengan angkutan bus, kapal laut, maupun kereta api. “Angkutan mudik gratis itu disediakan Pemprov Jatim untuk mewujudkan rasa nyaman dan aman bagi masyarakat,” katanya setelah memimpin Apel Gelar Pasukan untuk Operasi Ketupat Semeru 2015 di Mapolda Jatim di Surabaya, Senin lalu. Bersamb ke hal. 11
Tantangan Terbesar Adalah Mempertahankan Yang Telah Dicapai Surabaya Jatim Pos Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengingatkan kepada seluruh lapisan warga kota Surabaya bahwa tantangan yang terbesar dewasa ini adalah mempertahankan apa yang telah dicapai. Peringatan tersebut di sampaikan Risma [panggilan populer Walikota Surabaya Tri Rismaharini] saat menjadi Irup pada upacara bendera peringatan HUT Bersamb ke hal. 11
Walikota Surabaya Tri Rismaharini (no.3 dari kanan) saat memberikan piagam penghargaan pada salah satu warga yang peduli lingkungan di sela upacara puncak HUT ke 722 Kota Surabaya pada Minggu lalu di Taman Surya. (foto: Gatot.S/JTMP)
Surabaya Menjelang datangnya bulan puasa Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya beserta jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya dan elemen masyarakat, menggelar seruan bersama di Graha Sawunggaling, Lantai VI kantor Pemkot Surabaya, Selasa (19/6) malam. Hadir dalam penandatanganan naskah seruan bersama tersebut , Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Ketua DPRD Surabaya Armudji, Komandan Lantamal V Surabaya, Kas Gartap III/ Surabaya, Komandan Korem 084 Bhaskara Jaya, Kapolrestabes Surabaya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Surabaya, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama dan juga Ketua Himpunan Pengusaha Rekreasi Hiburan Umum (Hiperhu). Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, seusai melakukan penandatanganan naskah seruan bersama dengan jajaran Forpimda Kota Surabaya, mengajak semua stake holder untuk terus merekatkan sinergi demi menjaga situasi di Surabaya tetap aman, nyaman dan tentram. Wali kota menyampaikan terima kasih karena kesepakatan bersama tahun 2014 lalu, bisa dijalankan dengan baik sehingga situasi Surabaya kondusif dan terkendali. Warga yang menjalankan puasa jadi bisa beribadah dengan khusyu. Juga tidak ada warga Surabaya yang jadi korban ledakan mercon. Saya berharap kita bisa melakukannya kembali di tahun 2015 ini. Karena, kalau bukan kita, siapa lagi yang menjaga situasi kota tetap aman dan tentram,” tegas wali kota. Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini juga mengingatkan agar selama Ramadan, semua pihak bisa aktif memantau kondisi kantor/gedung tempat kerja masing-masing demi mengantisipasi potensi terjadinya kebakaran. “Ketika ditinggalkan dipastikan aman karena cuaca nya sekarang panas sekali. Juga bagi yang punya usaha, dikontrol peralatan listrik dan memasaknya,” sambung wali kota. Apresiasi disampaikan wali kota kepada pengusaha karena selama ini memiliki komitmen untuk melaksanakan poin-poin yang ada dalam seruan bersama. “Terima kasih karena selama ini, untuk sekian tahun, telah patuh dengan baik sehingga tidak ada gesekan antar masyarakat dan juga ormas. Tahun ini kita kembali punya kesepakatan yang sama. Yakinlah, Tuhan akan memberikan berkah dengan cara berbeda,” ucap wali kota. Sementara Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbanglinmas) Kota Surabaya, Soemarno mengatakan, acara yang rutin digelar setiap tahun ini dimaksudkan untuk memelihara keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat selama bulan Ramadan dan malam Hari Raya Idul Fitri 1436 H. Harapannya, kata dia, masyarakat Kota Pahlawan bisa merasakan kesejukan dan kenyamanan dalam menjalankan ibadah puasa selama Ramadan. “Seruan bersama ini merupakan bentuk saling menghargai dan menghormati kepentingan bersama. Hal ini sangat dibutuhkan untuk menjaga suasana Kota Surabaya tetap kondusif,” tegas Soemarno. Seruan bersama ini juga untuk mengingatkan kembali para pengusaha-pengusaha kepariwisataan, khususnya usaha hiburan malam, agar dapat mematuhi aturan-aturan yang berhubungan dengan bulan Ramadan. Karenanya Hiperhu juga ikut dilibatkan dalam penandatanganan naskah seruan bersama tersebut. “Ini untuk mengingatkan para pengusaha kepariwisataan untuk mematuhi ketentuan tentang penutupan/penghentian kegiatan usaha pariwisata selama Ramadan, malam Hari Raya Idul Fitri sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 34 Perda Kota Surabaya Nomor 23 Tahu 2012 tentang kepariwisataan,” jelas Soemarno. Dijelaskan Soemarno, sesuai Perda Kota Surabaya Nomor 23 Tahun 2012 tentang Kepariwisataan, pasal 24 ayat (1) huruf a, bahwa selama Ramadhan dan malam Idul Fitri, untuk kegiatan usaha diskotik, panti pijat, kelab malam, karaoke dewasa, karaoke keluarga, Spa dan pub/rumah musik diwajibkan menutup /menghentikan kegiatan. Sementara untuk kegiatan usaha rumah biliar (bola sodok), dilarang membuka kegiatan usahanya kecuali yang digunakan sebagai tempat latihan olah raga dan harus terlebih dahulu memperoleh izin kepala daerah atau pejabat yang ditunjuk dengan rekomendasi KONI Surabaya berdasar usulan Persatuan Olah Raga Bola Sodok Seluruh Indonesia Surabaya. Untuk pertunjukan bioskop, dilarang memutar film mulai pukul 17.30 wib (waktu sholat Magrib/berbuka puasa) hingga pukul 20.00 wib (waktu sholat Isya/Tarawih). “Ketentuan sebagaimana ayat (1) huruf a, berlaku juga untuk usaha yang berada atau menjadi fasilitas hotel dan restoran,” sambung dia. Warga Surabaya juga diimbau untuk mematuhi ketentuan yang diatur dalam Perda Kotamadya Daerah Tingkat II Surabaya Nomor 7 Tahun 1999 tentang larangan menggunakan bangunan/tempat untuk perbuatan asusila serta pemikatan untuk melakukan perbuatan asusila. Poin lainnya, setiap orang dan/ atau perusahaan yang melakukan kegiatan pengedaran dan/atau penjualan minuman beralkohol, agar tidak menyajikan dan menjual minuman beralkohol. “Juga tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan dan mendatangkan massa sehingga berpotensi menimbulkan keributan,” sambung Soemarno. Untuk pengawasan, Bakesbang Linmas menyediakan pos pengaduan. Apabila masyarakat menemukan pelanggaran, bisa segera melaporkan ke posko pengaduan yang berada di kantor Bakesbang Linmas Jalan Jaksa Agung Suprapto. “Bila masyarakat mengetahui ada pelanggaran, silahkan kontak posko kami di nomor telepon 5343000,” kata pejabat yang ramah dengan wartawan ini. (ADV)