ISSN : 1412-7490
Edisi No.199 Tahun XIV ~ Minggu II September 2015
Tabloid Mingguan Berita Jatim Pos Terdaftar di Dewan Pers, Nomor 10 Halaman 111 Buku Data Pers Nasional 2014 atau bisa diakses pada Website Dewan Pers : www.dewanpers.or.id. Untuk konfirmasi hubungi Gedung Dewan Pers Lantai 7-8 Jl. Kebon Sirih No. 32-34 Jakarta Pusat Telp (021) 3504874-75. Faks (021) 3452030. Online www.jatimpos.co
Gubernur Pakde Karwo :
“Tak Bisa Paksakan Pada Rakyat” ENTAH siapa yang salah, namun gara-gara penampilannya yang seksi di media sosial (medsos) membuat Dewi Persik harus bersitegang dengan haters yang mengolok-oloknya. Dewi bahkan mengancam akan melaporkan hater yang berani memfitnahnya ke polisi. Persoalannya bermula saat Dewi Persik mengunggah keseksian tubuhnya di akun instagramnya @dewiperssik16. Foto itu memperlihatkan belahan dadanya, sehingga spontan menuai komentar dari para netizen. Ada yang mengaku gerah dengan penampilan pemilik Goyang Gergaji itu, namun ada juga yang memuji keindahan tubuhnya. “Dikata bagus kali foto begitu. Malu kenapa sih mbak,” ungkap salah seorang netizen. Menanggapi komentar pedas yang diarahkannya, Depe membalasnya dengan beberapa komentar terhadapa para haters-nya. “Kamu juga dikata bagus apa bukan siapa-siapa saya kok ngatur-ngatur saya kamu.” Bersamb ke hal. 11
GUBERNUR Jatim Pakde Karwo mengemukakan, kondisi saat ini tidak bisa memaksakan pemikiran pemerintah kepada masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraannya. Pemerintah harus mendengarkan aspirasi dari mereka dan mengetahui apa yang mereka benar-benar butuhkan. “Tujuannya, pemerintah bisa memberikan solusi dan kebijakan yang tepat sesuai apa yang masyarakat butuhkan. Jadi tidak boleh DPR atau pemerintah mengambil keputusan tanpa mendengarkan aspirasi masyarakat, itu sama saja kita memaksakan pikiran kita kepada masyarakat yang belum tentu sejalan dengan kebutuhan mereka,” kata Gubernur Dr. H. Soekarwo saat Kuliah Umum “Pengaturan Otonomi Daerah: Problematika dan Solusi Implementatif” di Laboratorium Hukum Tata Negara dan Laboratorium Hukum Administrasi Negara, Ubaya Tenggilis Surabaya, Sabtu lalu. Pakde mencontohkan, jika ingin mengatur PKL, maka PKL-nya harus dilibatkan, kita dengarkan aspirasi mereka, kemauannya seperti apa, apa kendalanya, dan lainnya. Kemudian jika ingin memberi bantuan kepada masyarakat yang ingin memulai usaha, kita dengarkan mereka ingin usaha apa, jika ternak kita berikan ternak, bukan diberikan yang lainnya. “Inilah hukum yang demokratis, inilah demokrasi partisipatoris, negara bisa me-
Artis AS Ditangkap Usai Layani Tamunya Tarifnya Rp 8,5 Juta Per Jam
Surabaya, Jatim PosArtis bookingan ternyata bukan isapan jempol belaka. Seorang artis berinisial AS alias Anggita Sari tertangkap di Surabaya usai melayani tamunya. Penangkapan dilakukan anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya yang dipimpin AKBP Takdir Mattanete di salah satu kamar hotel bilangan Jalan Embong Malang, Surabaya. Dia ditangkap bersama empat perempuan lainnya yang juga baru saja melayani pria hidung belang pada Rabu (2/9/2015). Di dalam kamar tersebut, petugas hanya menemukan Anggita yang me-
ngenakan minidress hitam tanpa lengan. Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete mengatakan, saat penangkapan Anggita, bicaranya
meracau. Saat berjalan, dia sempoyongan. Petugas langsung mengamankannya ke Polrestabes Surabaya. “Ternyata, dia juga baru melayani Bersamb ke hal. 11
Gubernur Jatim Pakde Karwo di Ubaya Tenggilis Mejoyo Surabaya ningkatkan kesejahteraan rakyatnya berdasarkan apa yang dibutuhkan oleh rakyat. Sehingga desentralisasi bisa berjalan
dengan baik. Hal ini juga sejalan dengan UU No. 23 Tahun 2014 yang mengatur efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan Pem-
Bersamb ke hal. 11
Warga Desa Tagih Janji Bupati Dialog Dengan H.Mustofa Kamal Pasa
Mojokerto, Jatim PosSupardi, Kepala Desa Cendoro Kecamatan Dawarblandong Mojokerto, pekan kemaren berdialog langsung dengan Bupati Mojokerto, H. Mustofa Kamal Pasa. Supardi menuturkan bahwa dirinya dan ribuan warga desa cukup berenergi dan bersemangat mengutarakan pendapat dan aspirasi kepada orang nomor satu di pemerintahan Kabupaten Mojokerto tersebut. “Kami menanti janji Bupati Bersamb ke hal. 11
Bupati MKP (kanan) berdialog dengan warga Desa Cendoro, Kecamatan Dawarblandong.
Banyak Kader Karbitan di Pilkada 2015 Anggita Sari.
Surabaya, Jatim PosKader partai karbitan di Jawa Timur bermunculan dalam Pilkada serentak 2015 ini. Terbukti, sebagian besar pasangan calon yang maju di pilkada se-
rentak di 19 kabupaten/kota di Jatim ternyata bukan kader asli partai, melainkan kader instan., Agus Mahfudz Fauzi, seorang pengamat pollitik Bangun Indonesia mengatakan, dari 19
Laris Manis, Warga Kota Serbu Pameran Produk Pertanian Surabaya, JatimPos Setelah digelar ke tiga kalinya di Taman Surya pameran produk pertanian Pemkot Surabaya pada Minggu pagi (6/ 9) diserbu warga kota Surabaya. Banyaknya pengunjung yang memadati areal pameran tak ayal membuat para peserta pameran bergembira karena produk UMKM yang dipamerkan laris manis. Wartawan Jatim Pos Gatot Soedjono yang meliput pameran mencatat hampir semua
da,” lanjutnya. Menurutnya, demokrasi partisipatoris sejalan dengan
stand pameran terutama stand produk olahan hasil pertanian ludes laris manis diborong pengunjung. Eks Terdampak Dolly Sukses Bang Jarwo yang memamerkan produksi “tempe” aslinya menyatakan “Alhamdullilah saya bersyukur tempe asli saya laris manis, tidak sampai 2 jam sudah ludes alias habis.” “Saya buka jam 06.00 WIB, sekarang belum jam Bersamb ke hal. 11
(kiri) Bang Jarwo, warga terdampak eks Dolly yang kini sukses berjualan tempe tampak sedang melayani pembeli, (kanan) Warga kota Surabaya memadati area pameran produk pertanian di Taman Surya, Minggu (6/9) (foto: Gatot.S/JTMP)
kabupaten/kota di Jatim yang menggelar Pilkada serentak 9 Desember 2015, kader asli partai yang diusung maju Pilkada tidak lebih dari separuh. Akibatnya, kemenangan yang diperoleh pasangan calon nantinya kurang memiliki arti bagi masa depan parpol khususnya untuk kepentingan Pileg dan Pilpres mendatang. “Partai politik cenderung bersikap pragmatis sehingga hanya memberi rekom pada pasangan calon yang berpotensi besar menang tanpa mempedulikan dia kader partai atau bukan,” ujar Agus, Sabtu (5/9/2015). Dia mengakui, minimnya kader asli yang maju di Pilkada karena banyak pertimbangan. Salah satunya adalah regenerasi calon pemimpin tidak berjalan dengan baik dan Bersamb ke hal. 11