#5 Crazy in Love
Copyright
Terimakasih buat kamu yang udah mengunduh katalog crazy toycam yang kelima “Crazy in Love�, juga dukungan semua temanteman hebat yang berkontribusi hingga isu ini serta tak lupa kalian semua yang udah mempromosikan CT di berbagai media nyata maupun maya. silahkan kirim artikel tentang tips, trik tentang toycam maupun analog ke email kami, mari berbagi.
COPYRIGHT FOR EVERY SUBMISSIONS BELONG ON EACH OTHER CONTRIBUTOR
YES WE LOVE
DIVERSITY!
SEJARAH
TOYCAMERA MASTOYCAM Awalnya di tahun 60-an muncul kamera Diana yang diproduksi oleh The Great Wall Plastic Company, Hongkong dan dijual di Amerika seharga 69 sen sampai $3. Dengan 3 aperture, 1 shutter speed dan Bulb. Kamera ini mengunakan film 120mm, sama seperti clone yang dirilis Lomography.
Ide Mr. Lee membuat Holga adalah untuk solusi kamera murah dengan film 120mm yang saat itu masih sangat mudah ditemukan dan harganya yang murah serta membuat alternatif kamera selain Diana. Ditemukan oleh dosen fotografi yang bernama Jerry Buchard dari San Fransisco Art Institute dan Arnold Gassan dari Ohio University. Mereka mengadaptasi kamera Diana di kelas Fotografinya. Dengan menggunakan kamera sesimple Diana, mahasiswa fotografi dari dua universitas tersebut diajarkan skill mengenai komposisi dan kreatifitas tanpa perlu memikirkan fitur – fitur yang tersedia pada kamera canggih yang ada pada saat itu. Karena murahnya harga kamera dan film pada saat itu, mahasiswa fotografi dari kedua universitas tersebut semangat mempelajari fotografi tanpa mempedulikan hasil – hasil yang gagal. Sepanjang tahun 1970 pamor Diana naik ke permukaan dan menjadi Hype. Banyak hasil dari Diana yang dipamerkan di galeri – galeri fotografi. Saat itu pula clone – clone Diana mulai bermunculan. Adapula perusahaan yang memproduksi kamera Diana sebagai souvenir untuk pegawainya. Memasuki tahun 80-an, Mr. T. M. Lee menciptakan kamera Holga dan diperkenalkan ke publik oleh Universal Electronics, Ltd pada tahun 1982 di Hongkong, yang juga menjadi tempat kelahiran Diana. Nama Holga sendiri diambil dari bahasa kanton “ho – gwong” yang artinya sangat terang.
Awal 80-an pula Holga diperkenalkan di Amerika melalui Maine Photographic Workshop serta menggantikan posisi Diana sebagai tools workshop mereka. Kehadiran Holga di workshop tersebut membuat Holga menjadi perbincangan fotografer pada saat itu. Menyebarnya info dari mulut ke mulut diantara komunitas fotografi membuat Holga terjual sebanyak 10.000 unit pada tahun 1997 di Amerika. Dalam beberapa hal, Holga lebih menarik dibandingkan Diana. Fokus yang terdapat pada ring lensa mempunyai icon – icon yang mudah dimengerti dibandingkan pada Diana yang hanya menampilkan jarak. Diana hanya mempunyai satu format gambar yang hanya menghasilkan format 4 x 4 cm di film 120mm. Sedangkan Holga menggunakan dua macam format dengan masking yang berbeda, yaitu 6 x 6 dan 6 x 4.5 cm di film 120mm. Dengan format yang lebih besar, Holga menghasilkan gambar yang tajam ditengah dan untuk dipinggirnya lebih gelap dan tidak focus. Dengan kata lain Holga menghasilkan Vignette.Mr. Lee menyebutnya Four Corners Dark. Diana F hadir dengan flash tambahan pada paket penjualannya, sedangkan Holga memiliki Built – in flash pada seri FN dan hot shoe agar bisa menggunakan flash yang lebih modern pada seri N.
SEJARAH
DIANA
Diana adalah salah satu kamera plastik yang terkenal di dunia fotografi lo-fi, Diana pertama kali diproduksi pada awal 1960-an di Kowloon, Hong Kong, oleh sebuah pabrik kecil yang bernama “Great Wall Plastik� yang dengan cepat menjadi salah satu masterpiece dari perusahaan tersebut dan selain produk ‘kamera Diana berlabel’, ada lebih dari lima puluh klon, beberapa diproduksi oleh pabrik lain dengan berbagai nama dan varian. Untuk produk klon kamera ini pada awalnya dulu sering dibagi-bagikan sebagai hadiah pada pameran, karnaval, sebagai bonus pembelian, dan acara publik lainnya.
MASTOYCAM Dari fakta sejarah diyakini produksi kamera Diana dan klon-nya diyakini berhenti di tahun 1970-an akibat dari serbuan kamera-kamera baru yang berfitur lebih komplit dan canggih pada jaman itu.
Karakteristik
Setiap kamera Diana memiliki perbedaan karakteristik karena lensanya yang plastik. Tetapi karakteristik yang menonjol adalah Vignette yang tebal, Fokus yang lembut atau sering dibilang Dreamy.
Spesifikasi
Disini kita membahas 2 varian dari Diana yang paling sering dipergunakan, yaitu Diana dan Diana F.
Diana
Diana merupakan kamera pertama yang diproduksi, dengan fitur-fitur yang sederhana seperti body dan lensa yang keseluruhan-nya berbahan plastik dan menggunakan film 120 mm, fitur lain nya yaitu pemilihan masking untuk menghasilkan foto dengan format yang berbeda, formatnya adalah sebagai berikut 6 x6 (12 frame pada roll 120 mm), 4,2 x 4,2 (16 gambar) atau 4,65 x 4,65 cm ukuran negatif. Masking terakhir memberikan hasil ‘panorama’ jika jendela film diatur ke 16, sedangkan untuk aperture hanya disediakan 3 pilihan yaitu Cloudy (f/11), Partial Sun (f/16),dan Sunny (f/22). Lalu untuk shutter speed juga hanya disediakan 2 pilihan yaitu N (kira-kira 1/60) dan B (bulb).
Diana F
Versi kamera Diana ini adalah jenis kamera yang diproduksi sama dengan kamera Diana hanya saja ada penambahan fitur flash pada paket penjualannya oleh sebab itu maka ditambahkan huruf “F�. Dan sekarang ada produk reproduksi dari kedua kamera tersebut yaitu Lomography Diana F+ dan Diana +, dari keseluruhan bentuk dan material nya tidak jauh berbeda, hanya saja ada beberapa fitur tambahan seperti adanya mode pinhole (f/150) pada aperture settingnya dan interchangeable lens yaitu lensa yang bisa dilepas pada waktu menggunakan mode pinhole atau diganti dengan lensa tambahan lain nya.
Film 220 memerlukan treatment dan keahlian khusus dalam penggunaannya. Karena film 220 berbeda dengn 120, tidak menggunakan pelindung dibagian belakang film (yang biasa menjadi patokan untuk nomer frame pada jendela berwana merah). Treatment dan keahlian khusus yang dimaksud adalah harus melakban seluruh sisi back dan jendela pada back kamera. Serta harus hafal jumlah putaran untuk meload ke frame berikutnya, yang kurang lebih sama dengan 35mm.
Jenis film
Film yang bisa dipakai di Diana adalah 120, 220, dan 35.
Film 120 adalah format film standar untuk Diana, dan tidak memerlukan modifkasi atau treatment khusus untuk menggunakannya.
Film 35 membutuhkan sedikit modifikasi. Caranya bisa dengan mengganjal canister film dengan kotak / bungkus film 35 atau apapun yang bisa membuat posisi canister berada ditengah. Untuk memudahkan penggunaan diana yang berisi film 35mm, knob pemutar film sebaiknya ditandai terlebih dahulu dengan marker (cukup dengan membuat garis). Lalu apabila ingin melanjut ke frame berikutnya hanya dengan memutar knob sebanyak 1 ½ putaran
Langkah – langkah Loading 35
1. Ambil canister film 35 2. Pindahkan spool yang ada pada diana ke sisi sebelah kanan. 3. Robek kertas / kotak film / tissue atau apapun yang bisa membuat canister berada ditengah. 4. Tarik ujung film 35, sisipkan ke lubang spool, lalu rekatkan dengan lakban hitam. 5. Putar knob beberapa kali sampai roll terasa kuat. 6. Tutup jendela back dengan lakban hitam pada kedua sisi 7. Tutup back, rekatkan semua sisi dengan lakban hitam 8. Putar knob 3 putaran untuk memulai frame pertama.
COLORGEL
Apabila sudah ada flashnya tinggal dikasih mika berwarna di depan flashnya atau bisa dengan menaruh mika berwarna di depan lensa. Sangat mudah kan?
Tips & Tricks Memotret
Diana Loves the Sun!
Jam 10 pagi sampai jam 4 sore adalah waktu terbaik untuk bermain dengan menggunakan diana. Setting terbaik pada jam 10 - 2 adalah aperture diset pada sunny, dan shutter pada N Setelah jam 3, ubah aperture pada cloudy. Untuk foto lowlight, gunakan flash. Apabila tidak ada flash, gunakan mode bulb. Namun pastikan ada tempat yang stabil untuk menahan kamera agar tidak goyang.
PANORAMIC
1. Pasang masking 16 (4.2cm x 4.2cm) 2. Load film 120 3. Ubah setting jendela menjadi 12 4. Load ke frame pertama 5. Pasang tripod 6. Setelah menemukan obyek, mulai foto dari sisi sebelah kiri 7. Usahakan untuk mengingat bagian paling kanan dalam komposisi 8. Load ke frame berikutnya 9. Ubah posisi kamera sesuai bagian paling kanan dalam komposisi (sekarang dibalik menjadi kiri) 10. Begitu seterusnya sampai selesai 11. Apabila ingin melanjutkan shot normal, ubah set ing kembali ke 16 12. Load sampai 2 angka berikutnya 13. Foto kembali ke mode awal
MULTIPLE EXPOSURE (MX)
Untuk mendapatkan foto MX atau multiple exposure, yaitu foto yang terkesan menumpuk antara objek satu dengan yang lainnya, ini bisa dengan 2 objek atau lebih, caranya : 1. Masking bisa dipakai yang 16 (4.2cm x 4.2cm) atau 12 (6cm x 6cm) 2. Load film (bisa film 120 mm atau 35 mm) 3. Setel setingan aperture pada setingan Sunny (f/22) 4. Mulai ambil objek pertama, lalu kemudian tanpa memutar knob pemutar film ambilah objek kedua, dan seterusnya sesuai kehendak hati. 5. Setelah selesai putar knob untuk frame berikutnya.
PINHOLE
Mari kita berpinhole dengan kamera Diana made in lomography..Mode pinhole bisa digunakan baik siang maupun malam. Semakin sedikit matahari semakin lama shutter harus terbuka. Itu inti pinhole Tripod atau tempat yang datar menjadi syarat mutlak untuk mengambil foto pinhole. Hasil pinhole Diana bisa menjadi sangat tajam apabila timing membuka shutternya pas.
Diana Original
Diana F Original Diana F+ Lomography
Diana Plus Lomography
DIANA CLONE Diana ACME Flat TOP
Diana BANNER
Diana ACME F
Diana ARROW Diana DEBONAIR
Diana SAMTOY
* Tidak semua diana clone tercantum disini
OFFICIAL PAGE
INDONESIAN
TOY CAMERA RESOURCES
Sedangkan untuk E-Magazine, KLASTIC bekerjasama dengan Crazy Toycam yang sudah mengeluarkan 4 edisi E-Magz tentang toycam sebelumnya. Banyak kreatifitas yang bisa diasah para fotografer toycam setiap bulannya apabila mengikuti Crazy Toycam ini, karena adanya tema – tema yang menarik setiap bulannya. (foto 6) Ada pertanyaan dari pengunjung “Kan udah ada thread di Kaskus, tapi kenapa masih perlu buka blog sendiri?” Jawaban dari Wendi Faiz adalah “Info di thread banyak yang berguna dari tips ato tutorial, oleh karena itu agar lebih mudah diakses kita rangkum dalam blog dengan berbagai macam kategori sehingga lebih mudah untuk diakses.” (foto 7)
Giliran band Retweet bertugas untuk menghibur para pengunjung cafe Mocca dengan lagu – lagu pop mereka. 4 lagu yang dibawakan mampu membuat kaki pengunjung bergoyang. (foto 8) Karena ada permintaan dari pengunjung, maka diadakan sebuah workshop dadakan mengenai toycamera. Fajri Andari alias Andapop mendapat giliran untuk membawakan workshop KLASTIC kali ini. (foto 9)
Acara Puncak Pameran Klastic Jakarta
Mulai menjelaskan mengenai Sejarah Toycam, Jenis, tipe dan karakteristik film sampai ke Tips singkat menguasai toycam. Workshop ini disambut oleh banyaknya pertanyaan dari pengunjung yang masih penasaran dengan toycam 1
Hilman Arioaji, Fajri Andari, Harya Nartama
Satu minggu pameran Klastic Jakarta berjalan, akhirnya pada hari Minggu tanggal 16 Januari 2011 tibalah pada acara puncak sekaligus penutupan dari pameran. Berbagai promo dimedia telah dilakukan oleh KLASTIC demi kelancaran acara penutupan pameran. (foto 1) 2
3
4
5
6
7
Acara dimulai lebih cepat 10 menit dari jadwal semula pukul 15:00 menjadi pukul 14:50 karena panitia sudah merasa sangat siap untuk memulai acara. Dibuka dengan sambutan oleh ketua pameran Ferdya yang menjelaskan tentang latar belakang pameran (foto 2), kemudian dilanjutkan dengan sambutan ketua Klastic Jakarta Andhika Vinirza Hakim, yang menceritakan bagaimana perjalanan panjang KLASTIC menuju Pameran. (foto 3) Setelah serangkaian sambutan acara dilanjutkan dengan Accoustic performance yang dibawakan oleh Sam Alush. Tiga lagu dibawakan secara medley dengan aransemen ala Sam Alush. Say Something dari Heaven, Keong Racun dan Hidup Itu indah dari Naif. (foto 4) Acara dilanjutkan dengan launching Blog Klastic dan official magazine Klastic yang dibawakan oleh Dede Kharisma, Hilman Arioaji dan Wendi Faiz. (foto 5)
9
8
10
Selesai workshop dari yang amatiran langsung dilanjut workshop terhandal yang pernah dibikin oleh KLASTIC dan pembicara yang paling handal pula yg pernah kita undang sampai saat ini, siapa lagi kalau bukan Aryono Huboyo Djati (AHD) dengan workshopnya yang berjudul 10.000 miles with Aryono Huboyo Djati. (foto 10) Workshop dibuka dengan kolaborasi apik nan ciamik pak Aryono dan salah satu teman dari klastic, Risky Hidayat, ngebawain lagu ciptaan pak Aryono yang dipopulerkan oleh Vina Panduwinata yaitu “burung camar.� Kenapa sih dibuka dengan lagu? Nah pak Aryono mau menyampaikan bagaimana kesamaan antara musik dengan fotografi. Kalau di musik ada mayor dan minor, dimana mayor bicara tentang masa depan, suka cita, prosperity. Kalau minor sebaliknya, bercerita tentang keputusasaan, keterpurukan, atau sensasi yang membuat orang menjadi kasihan, di fotografi ada juga mayor dan minor dimana tergambar pada tonaliti serta suasana yang ter-capture pada foto tersebut. Pak Djati juga menyampaikan kalau kalian tertarik dengan street photography, biasakanlah berbaur dengan umum dan biasakan untuk naik kendaraan umum, karena banyak yang bisa kita temui dengan kita naik angkutan umum. Selain itu kita juga bisa memulai sebelum memotret orang, potret lah kucing jalanan. banyak yang menarik dari ekspresi-ekspresi kucing jalan. dan Pak Djati menyatakan bahwa seorang fotografer profesional bukanlah semata fotografer yang mendapatkan pendapatan pada hasil fotonya, namun adalah seorang fotografer yang dapat bertutur pada setiap foto yang dihasilkan dan ada makna dari setiap karya-karyanya dan dapat dimengerti banyak orang.
Yang menarik, bahwa bagi AHD, street photography & human interest bukanlah sekedar candid photography. Interaksi dan komunikasi dengan subyek merupakan unsur penting sehingga subyek benar-benar terlibat dengan kesadaran penuh. Subyek-subyek dalam foto AHD tampak natural, cerah dan tidak dibuat-buat, bukan karena difoto secara sembunyi-sembunyi, tetapi karena merasa aman & nyaman karena difoto oleh seseorang yang dikenalnya dengan baik. Menurut AHD, photography adalah sarana untuk mengkomunikasikan konsep secara visual, memanfaatkan simbol-simbol yang dapat ditangkap oleh pemirsanya. Plat nomor ojek motor, keranjang rotan, rumah kayu, tangga, bola, dsb menjadi sarana untuk menyampaikan ide. Buat pak Aryono sendiri ,yang ternyata memiliki sebuah toycam merk holga, KLASTIC itu lumayan fenomenal karena punya misi yang jelas dalam artian bahwa suguhan foto itu merupakan pesan, nah pesan yang disampaikan KLASTIC dipameran ini jelas. Mendekati penghujung acara KLASTIC kedatangan tamu, yaitu Rionaldo Stokhorst. Artis sinetron yang ternyata juga fotografer human interest. Rionaldo ikutan sharing pengalaman fotografinya. (foto 11) Intinya pak djati menyampaikan bahwa fotografi ala beliau adalah bertutur tentang kerendahan hati, kebersahajaan dan optimal dalam makna dan pesannya. Setelah presentasi selesai, kembali pengunjung dihibur live performance oleh Karmen To Jersey yang menjadi band penutup di pameran Resolusi Jakarta 2011. Maka selesai lah sudah rangkaian acara pameran Klastic Jakarta yang telah berjalan selama 1 minggu, semoga ke depannya menjadi lebih baik bagi kita semua, salam jepret!! Klastic Regional Bogor
Lomonesia
Lomography Austria
11
Lensamanual.net
1
Kegiatan hunting perdana setelah regional Bogor diresmikan sebagai bagian dari regional KLASTIC. Hunting ini diadakan pada tanggal 2 Januari 2010 dari Jam 09.00 dengan bertemakan “Hunting Sehat bersama film Redscale” dikarenakan selain kita dituntut kreativitas diri namun kita perlu menjaga kesehatan diri juga, disaat hunting inilah kita bisa melakukan dua hal tersebut secara bersama-sama. Hunting dengan berjalan dari Mc.D Gramedia Pajajaran melewati terminal bis Br.Siang Bogor sampai Tugu Kujang Bogor. Perjalanan sempat terhenti sebentar dikarenakan gerimis yang tak diundang. Saat hunting para peserta menggunakan film redscale dengan maksud mengenalkan apa itu redscale dan bagaimana hasil film redscale tersebut. Kegiatan hunting ini juga bertujuan untuk memperkenalkan komunitas KLASTIC kepada warga Bogor. Hunting berakhir di Tugu Kujang Bogor tapi kegiatan tidak berakhir melainkan dilanjutkan dengan berkumpul di Taman IPB untuk kegiatan Share mengenai Film Redscale dan bagaimana cara membuatnya. “Emoticon Bag” Beribu ekspresi yang didapat dari sebuah kegiatan hunting bersama. (foto 1), “Om Teguh as Team Creative and Koordinator Hunting” (foto 2) Penjelasan tentang Film Redscale dijelaskan oleh Taufik Hidayat (Sek.Documentasi) (foto 3) dan cara pembuatan Film Redscale oleh Raddi Qodox Rangga (Ketua Reg.Bogor)(foto 4). 2
3
4
KLASTIC regional Bogor mengadakan hunting yang ke-2 kali nya di awal tahun 2011 dengan tema “THEir LOVe stories” pada tanggal 23 Januari 2011. Hunting kali ini merupakan Photo Session dengan mengundang beberapa model. THEir LOVe storIes Tema hunting kami angkat karena setiap orang ingin mengabadikan cerita cinta mereka, dimana salah satu cara untuk mengabadikannya dengan sebuah foto. Oleh karena itu model merupakan Boys and Girls yang benar-benar sepasang kekasih. Acara dimulai dengan berkumpul di SMAN 1 Bogor pada jam 09.00 dilanjuti menuju lokasi hunting di Rumah Air - Bogor Nirwana Residance (BNR). Hunting dibagi menjadi dua session dan kelompok agar hunting berjalan lebih teratur. Tiap kelompok dengan modelnya masing-masing bebas menentukan lokasi foto. Kegiatan hunting selesai maka dilanjutkan dengan berkumpul untuk share dengan para peserta hunting membicarakan banyak hal seperti perkenalan bagi perserta yang baru bergabung, sharing kamera yang digunakan para peserta, mendiskusikan next hunting, juga kritik dan saran tentang hunting yang baru dilakukan dan juga untuk KLASTIC reg.Bogor sendiri.
People, The Bridge and The River Klastic Regional Pekanbaru
Di tahun baru 2011 ini, Klastic akan rutin menyelenggarakan acara bulanan :D Dan di bulan Januari, kegiatan Klastic Pekanbaru adalah hunting dengan tema ‘People, The Bridge, and The River’. Hunting kali ini adalah memotret di sekitaran Jembatan Siak I atau lebih dikenal dengan Jembatan Leighton. Acara ini diadakan pada hari Minggu, 16 Januari 2011. Acara dimulai sekitar pukul 9 pagi, agak telat karena cuaca tidak bersahabat :D yang hadir ada 6 orang. Walaupun yang datang cuma sedikit, tapi tetap semangat buat hunting!
Kunjungi Pages Facebook Klastic Regional Bogor
sesi foto dengan 4 model sekaligus dengan leluasa dan tempat yang berbeda. Dalam tiap kelompok juga disertai Team leader yang bertanggung jawab terhadap seluruh anggota kelompok dan model yang di foto. Team leader ini juga harus memiliki konsep yang berbeda saat melakukan sesi foto dengan 4 model tersebut, dengan demikian hasil sesi foto dari 4 kelompok itu akan bervariatif. Singkat kata hunting pun berakhir pada pukul 12 siang. Terlihat wajah-wajah kelelahan dari setiap peserta dan model, namun terlihat juga wajah puas dari para peserta karena telah mendapat pengalaman baru. Hunting pun diakhiri dengan foto bersama dan dilanjutkan rapat untuk kegiatan selanjutnya diselingi acara makan-makan. Foto-foto hasil hunting dari peserta rencananya akan dimasukkan pada site thefixfixfix.com dan blog Klastic Jogja yang akan dirilis januari ini. See ya at the next event guys!
“She Fixed It” Ketika Sepeda dan Wanita Bersatu Dalam Foto 9 Januari 9 pagi Klastic Jogja mengadakan hunting rutin bulanan bertema “She Fixed It”. Hunting ini bertujuan untuk menambah pengalaman anggota Klastic Jogja serta mengajak semua penggemar toy camera di Yogyakarta yang belum memiliki wadah untuk bertukar wawasan, untuk bergabung dengan Klastic Jogja. Hunting ini dikoordinatori oleh Okinawan Agni Mulyono salah satu tim kreatif Klastic Jogja yang baru saja ditunjuk Desember lalu, selain itu hunting ini juga merupakan hunting perdana di tahun 2011 dengan Ketua baru yaitu Andi Paddusung Prabandaru. HALO! untuk memeriahkan Photo Of the Month Klastic bulan februari, mari kita hunting bersama dengan tema redscale! Minggu, 6 Februari 2011, Pkl. 09.30 WIB Berlokasi di Taman Sari Meeting point: Halaman Parkir Taman Sari “She Fixed It” adalah tema hunting yang menggunakan model (photo session) wanita dan sepeda Fixed Gear yang mulai mewabah di kalangan Urban Community. Dengan konsep unusual ini kami bertujuan untuk mengajak semua peserta hunting untuk selalu memiliki konsep unik saat ingin melakukan photo session. Model yang berpartisipasi dalam sesi ini ada 4 orang, yaitu Eda, Carla,Clara dan Poppy. Walaupun bukan model professional, mereka tidak canggung saat diminta berpose di depan kamera, sungguh sebuah kebanggaan bagi kami bisa bekerja sama dengan young talent seperti mereka. Untuk menghindari peserta yang saling berebut untuk berfoto kami juga membagi peserta dalam 4 kelompok sebelum sesi dimulai. Dengan pembagian kelompok ini peserta bisa melakukan
Contact Person: Deni 085764257955 / Prast 085747966018
GRAB YOUR PLASTIC CAMERA AND JOIN US!
Info lebih lanjut tentang photo of the month KLASTIC:
Human in Redscale Buat yang masih bingung bikin redscale dan redscale itu apa, langsung cek link di bawah ini: untuk film 135mm untuk film 120mm
Klastic mengajakmu mengabadikan segala macam aktivitas orang-orang di sekitar kamu menggunakan film redscale, Pemilihan objek yang cocok dengan film redscale tentu menjadi nilai lebih dan masuk menjadi kandidat untuk dipilih menjadi POTM (Photo of The Month) dan akan muncul di fan page klastic pada awal bulan maret ! Tunggu apalagi? Siapkan filmmu untuk dijadikan redscale dan mulailah cari objek manusia di sekitarmu
Photo of The Month Klastic Februari:
Human in Redscale
Guidelines: - Foto disubmit lewat trit klastic - Tiap orang maksimal submit foto sebanyak 4 buah per tema - Foto menggunakan toy camera/plastic camera - Editing hanya sebatas resize - Foto yg disubmit adalah karya sendiri - Sertakan tag red-feb11 | Judul foto | Jenis kamera | Film yang digunakan - Batas akhir submit foto adalah 26 februari 2011
Photo of The Month Klastic Januari:
Something New
Ruang Semedi
Oleh: Harya Nartama - Kamera: LCA w/ Kodak Ektachrome E100G
Closet.10 Menit diatasnya akan berlangsung sebuah aktifitas terpenting di dunia: Buang Air Besar. Tunggu, sepertinya ada aktifitas yang lebih penting : Berimajinasi! Ya, Something New berawal dari imajinasi, dan imajinasi seringkali berawal dari sini, di atas closet dan toilet, anggapan kita terhadapnya seharusnya seperti yang ada di dalam foto ini : Hijau, Sejuk dan Menginspirasi! Dhimas Bonus – Kurator POTM Januari 1. Halo oknum_HN, perkenalkan diri dulu dong, ceritakan secara singkat tentang diri kamu Nama harya nartama, laki-laki, yogyakarta 05091981, seorang pegawai pada koperasi, asli jogja sekarang merantau ke jakarta. 2. Sejak kapan mulai memotret dan bagaimana awal mulanya tertarik dengan toy camera? Kenal toy camera dan plastic camera dari kecil dikasih mainan sama bapak-ibu tapi giat berfoto baru sekitar 4 tahun yang lalu waktu habis beli holga cfn sampai sekarang, pada awalnya tertarik karena bentuknya, tapi kesini-sini ternyata hasil jepretannya sensasional dan unpredictable jd seru dan makin suka. 3. Bisa dijelaskan tentang konsep dan cerita dibalik foto yang menjadi photo of the month? Apa ya konsepnya? itu karena kebiasaan saya yang kalo lagi pup serasa bersemedi sambil merokok, nah disela-sela itu kadang muncul pikiran-pikiran baru, kadang juga pikiran-pikiran lama yang ter-refresh kan, yang jelas jadi lebih semangat habis itu, yihaaa 4. Apa yang menjadi inspirasi untuk mendapatkan ide/konsep kreatif dalam memotret? Inspirasi dari diri sendiri, meniatkan diri untuk memotret, nawaitu nya bener-bener, kalo engga ya jadi males kalau sudah niat motret biasanya saya enjoy buat jepret-jepret, kadang sampe asik hunting sendiri kemana-mana sampai puas, nah kalo niat uda oke, mikir ide nya jg bener-bener, mau motret apa nih hari ini gitu kira-kira pertanyaan di kepala saya pas mau jalan. 5. Terakhir, apa tips, trik dan saran dari Oknum_HN untuk memotret dengan toy camera? Sama kayak yang lain kali ya tips dan triknya, saya juga masih blajar menggunakan toycam sama plastic camera, yang saya
tahu minim pengaturan jadi selama ini kalo motret sayanya yang harus menyesuaikan diri sama tu kamera, misal di dalam ruangan ya pake flash, kalo mendung pake film ASA gede, dan yang lain nya banyak saya tahu dari thread Klastic di KASKUS atau Blog Klastic selain itu jg nanya temen2. SALAM ANALOG SELALU !!!
Harya Nartama on: Facebook Flickr
CRAZY in
LOVE “Eye of Memories” Oleh: Darwin Boy Sxander - Camera: Nikon RF2 Insert Camera: Yellow Octopus & Eximus
“Me and Mine” Oleh: Fajarr Ramadhan - Kamera: Purple Octopus
“Untitled” Oleh: Idham Sembodo - Camera: LC-A w/ Lucky BW 100 Insert Camera: Horizon 202
“Clone” Oleh: Rinald Caraka - Kamera: Supersampler w/ Fuji Superia 200
“Untitled” Oleh: Sigit Wijanarko - Camera: Fish Eye #2 w/ Provia 400 - Insert Camera: Diana Mini
“Numpang Eksis” Oleh: Tantri Swastika - Kamera: Purple Octopus
“Supreme Oleh: Unggul Wisesa HD - Kamera: Yashica T5 w/ Ektachrome GX - Insert Camera: Holga 120
“Instant Boy” Oleh: Okinawan Agni - Kamera: Konica WaiWai w/ Kodak Gold 200 - Insert camera: Polaroid Close Up 636
“Narsis” Oleh: Wendi Faiz - Kamera: Konica WaiWai w/ Fuji Superia 400 - Insert camera: Diana Plus
SAMPAI JUMPA DI ISSUE GILA SELANJUTNYA
Crazy Toycam is an online catalog dedicated to introducing the photographers and camera images produced from plastic or toy camera and released the online catalog once a month according to the issue. Exclusive media partner of KLASTIC (Kaskus Plastic and Toycam Community) FOUNDER Dede Kharisma
ARTIKEL
Hilman Arioaji Fajri Andari Harya Nartama Mayangpuri Adzani Jeri Prasetyo Unggul Wisesa Y H
KONTRIBUTOR FOTO Darwin Boy Sxander Fajarr Ramadhan Idham Sembodo Okinawan A Mulyono Rinald Caraka Sigit Wijanarko Tantri Swastika Unggul W Y Hadad Wendi Faiz
Jangan ragu untuk berbagi FR, Hunting atau kegiatan seputar toycam dan kamera analog. kirim ke crazytoycam@gmail.com
#6
Yap! issue kali ini mengangkat tema keberagaman (diversity) foto yang masuk kategori isu yang keenam adalah 1. DX/ Double Exposure: dijepret DUA KALI dengan DUA JENIS TOYCAM 2. MX/ Multiple Exposure: dijepret BERKALI-KALI dengan DUA atau LEBIH JENIS TOYCAM
Contoh foto diatas adalah DX (Double Exposure) menggunakan kamera Konica Waiwai dan Vivitar UWS. Tidak menutup kemungkinan adanya film redscale yang kemudian dibalik menjadi normal kembali, seperti foto dibawah ini, atau EKSPERIMEN GILA kalian lainnya, tunjukkan kegilaan dan keberagaman kameramu!
Batas waktu: 28 Februari 2011 file JPEG, lebar maksimal 800px Resolusi 72 dpi kirim: crazytoycam@gmail.com masksimal 2 foto per isu. Subyek email: [DIV] sertakan: nama fotografer, judul foto kamera & film. (tulis DX/ MX)
fa
Keep in
TOUCH FACEBOOK / TWITTER