KORAN
BERLANGGANAN HUBUNGI : 024-7607143, 70378799, 0856.4163.7777
Kamis, 30 Januari 2014
BRIPTU FAJAR BANDAR NARKOBA
Penyidik Reskrim Polsek Genuk Busyet, ternyata Briptu Fajar Saputra merupakan bandar narkoba yang mempunyai wilayah operasi di Kota Semarang dan sekitarnya. Sedangkan tiga anggota polisi Polres Demak merupakan pengguna.
SEMARANG – Terlibatnya sebanyak empat anggota polisi di jajaran Polda Jateng membuat Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Jhon Turman Panjaitan meradang. Rupanya Polda Jateng kembali kecolongan atas perilaku anggotanya yang bermain-main narkoba.
Basri Utomo saat menunjukkan barang bukti Majalah Delik kepada Barometer. foto: roy/barometer
Beredar Tabloid ‘Delik Hukum’ Ilegal
Oknum Redaksi Terancam Digugat SEMARANG- Beberapa oknum yang mengatasnamakan jajaran redaksi tabloid pemberantasan korupsi ‘Delik Hukum’ Jateng terancam diseret ke pengadilan. Pasalnya,
oknum tersebut terbukti telah menerbitkan tabloid ‘Delik Hukum’ ilegal tanpa sepengetahuan pemiliknya. Hal itu diungkapkan oleh Baca Beredar Tabloid...hal 11
Bahkan hasil pemeriksaan yang dilakukan Polda Jateng, diketahui bahwa Briptu Fajar Saputra merupakan seorang bandar narkoba. Jhon Turman menyatakan akan mengambil langkah tegas bagi anggota yang terlibat narkoba. Baca Briptu Fajar...hal 11
MR X itu Bernama Sunardi EKS PEJABAT KORUPSI DIPANGGIL PAKSA SEMARANG - Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menetapkan Mr X sebagai tersangka kasus subsidi perumahan dari kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera) di Kabupaten Ka-
ranganyar tahun 2007-2008. Sebelumnya, Mr X berstatus sebagai saksi dalam perkara ini. “Penyidik sudah menemukan MR X yang dimaksud. Mr X itu bernama Sunardi. Dia sudah pen-
siun dan tinggal di Surabaya,” kata Adpidsus Kejati Jateng, Masyhudi. Mr X yang kemudian diketahui bernama Sunardi itu adalah Mantan Direktur Korporasi dan Baca Mr X itu Bernama....hal 11
Tiga Pejabat Pemprov
Tersangka Bansos Kasus Korupsi Bansos Jateng 2010-2011
SEMARANG - Tiga pejabat teras Pemprov Jateng ditetapkan sebagai tersangka kasus Bantuan Sosial (Bansos) tahun 2010 dan 2011 oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Ketiga tersangka itu adalah Joko Mardiyanto, Joko Suyanto dan Muhammad Yusuf. Joko Mardianto adalah Staf Ahli Gubernur Jateng Bidang Hukum dan Politik. Dia ditetap-
kan tersangka korupsi bansos kemasyarakatan tahun 2011. Begitu pula dengan stafnya, Joko Suyanto yang juga ditetapkan dalam kasus tahun 2011. Sementara Muhammad Yusuf adalah Mantan Kepala Biro Bina Mental dan Keagamaan Setda Pemprov Jateng. Dia ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Baca Tiga Pejabat..hal 11
Motor Dirampas, Fahmi Dibacok Lima Perampok
SEMARANG- Fahmi Al Tolah (26) tak mengira jika perjalanannya mengendarai motor sore itu justru berakhir petaka. Ia tiba-tiba dicegat lima pria tak dikenal dekat masjid Al Ikhlas, Jalan
Saputan Raya Rt 03/01 Tandang, Tembalang Semarang. Celaka, lima pelaku membabi buta melakukan pengeroyokan. Alhasil, Baca Motor Dirampas...hal 11
Penganiaya Bos Salon Dituntut 6 Bulan SEMARANG-Kejaksaan Negeri Semarang menunut tiga terdakwa pelaku penganiayaan bos Salon Ekslusif di Puri Anjasmoro dengan tuntutan pidana enam bulan. Jaksa Penuntut Umum, menilai terdakwa terbukti melakukan penganiayaan hingga korban luka-luka. “Menyatakan para terdakwa secara sah meyakinkan melakukan kekerasan terhadap orang hingga menyebabkan saksi korban luka-luka,” kata Jaksa Farida di Pengadilan Negeri Semarang, Rabu Baca Penganiaya...hal 11
Imam Sudjono Berbelit-belit
Pernah Dipenjara, Dituntut 5 Tahun
SEMARANG - Direktur PT Sabda Amarta Bumi, Imam Sudjono dituntut pidana lima tahun penjara. Imam diduga telah curang terkait kasus korupsi kerjasama bagi hasil antara PT Rembang Bangkit Sejahtera Jaya (RBSJ) dengan PT Sabda Amartha Bumi (SAB). Baca Imam Sudjono...hal 11
Juru Cicip Anggur JURU cicip minuman di perusahan anggur meninggal. Boss besar langsung cari pengganti nya. Datang seorang pemabok bernama Sardot, berbaju robek-robek dan kotor untuk ngelamar. Boss besar langsung cari cara untuk tidak menerima Sardot Baca Juru Cicip ...hal 11
LAYOUT : SOEPRIE
email : koran.barometer@gmail.com