049 Hari
SABTU, 21 JULI 2012 1 Ramadhan 1433 H
Langganan: Rp 75.000.- per bulan Luar Kota + Ongkos Kirim
Pedagang Petasan ‘Tantang’ Polisi Jadwal Sholat
Kota Pekanbaru dan Sekitarnya Shubuh 04:56
Zuhur Ashar Maghrib Isya’ 12:22 15:47 18:27 19:40
Grosir Alqur’an/Buku q Islam
Jl. Cempaka p No. 91 A / 91 B (Depan p Masjid j Mukhlisin) Telp. (0761) 7715424 Fax. (0761) 862246 Pekanbaru - Riau
PEKANBARU - Besarnya keuntungan yang bakal diraih selama Ramadhan hingga Idul Fitri membuat para pedagang petasan tidak takut atas ancaman penangkapan petugas polisi. Mereka bahkan siap 'bergrilya' menjajakan petasannya untuk meraih omset hingga Rp400 ribu per hari. "Saya tak takut ditangkap polisi," kata Anto, pedagang
petasan dan kembang api di Jalan Durian Pekanbaru pada Metro Riau, Jumat (20/7). "Selama ini, saya jualan sembunyi-sembunyi kok. Kalau ada penertiban, kita langsung tutup," tambahnya. Walau nanti tertangkap polisi, Anto yakin dirinya hanya dipenjara beberapa hari dan dilepas setelah diperingati. "Saya akan terus berjualan hingga
15 hari setelah hari raya Idul Fitri," terangnya. Dari lapaknya yang hanya berukuran 50 cm kali 1 meter, Anto bisa mengantongi omset hingga Rp250 ribu per hari. Dia menjual berbagai petasan dan kembang api. "Saya jualan mulai sore hingga tengah malam," katanya. Anto menyadari barang dagangannya tergolong benda
berbahaya dan dilarang pemerintah. "Tapi, permintaan warga cukup tinggi. Saya saja selalu kehabisan barang tiap hari." Hal senada dikatakan Buyung, pedagang petasan dan kembang api di Jalan Cempak, Pekanbaru. Tapi, Buyung lebih selektif melayani pembelinya. "Kalau yang beli anak-anak
Saatnya Punya Honda!
FREED S HONDA ARISTA SUDIRMAN Jl. Jend. sudirman No. 228, Pekanbaru. Telp. 0761- 45 999 Fax. 0761-47 999
Warga Banjiri Bibir Sungai Siak Baca....................... hal 5
Ritual Potang Mogang PEKANBARU - Ribuan masyarakat Kota Pekanbaru tumpah ruah di pinggiran sungai Siak, Jumat (20/7) sore. Mereka mengikuti ritual Potang Mogang yang merupakan tradisi Melayu Pekanbaru setiap menyambut bulan suci Ramadhan. Seperti tahun sebelumnya, acara ritual ini dimeriahkan alunan musik tradisional Kompang dan diiring tarian Zapin Melayu dari para wanita yang men-
genakan pakaian Teluk Belanga sambil menenteng tepak. Pemerintah Kota Pekanbaru menggelar berbagai acara untuk memeriahkan tradisi yang juga disebut Petang Balimau ini. Acara diawali shalat berjemaah oleh rombongan Walikota Pekanbaru, Firdaus MT, di Masjid Nur Alam di Jalan Senapelan Pekanbaru. Selanjutnya, rombongan menziaraho kubur para pendiri Kota Pekanbaru di samping masjid tertua di Pekanbaru itu. Baca....................... hal 5
k RIBUAN RI RIBU BUA wargaa Pekkan BU anbaruu berren enan anng di pingggiirran an Sun u ga gi Siak SiSiak a saat me meng ng kuti ritual Pot ngik ng ottang anng Mo Mogangg, Juuma m t (220/ 0/7) /7) 7. Tradisi ma mandi bersama yang digelar tiap iaap taahu hunn seha seeha hariri menjjelang Ramadhan itu me t diharapkan menjadi aggen e daa paririwi pari pa w sata yang biisa men e gg ggaet tuuriris.s.s. (ch (che herryy))
Walau tak Tercantum di APBD-P
Kemenpora: PON Tetap Sesuai Jadwal
JAKARTA Pemberian tanda bintang oleh DPRD Riau pada anggaran pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) Riau 2012, tidak akan mengganggu pelaksanaan PON di Riau. Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kembali memastikan penyelengaraan PON XVIII di Riau akan tetap sesuai jadwal, yakni 9-20 September 2012. "Soal APBD itu wewenang daerah," kata Deputi Bidang Pembinaan dan Peningkatan Prestasi Kemenpora RI, Joko Pekik, Jumat (20/7). Joko yang selama ini intens mengurusi permasalahan
PON di Riau menegaskan sekalipun DPRD Riau menolak usulan penambahan anggaran untuk pembangunan venue dan penyelenggaraan PON, namun PON tetap berjalan sesuai jadwal. "Solusinya, penyelenggaraan tetap seperti rancangan awal, 9 sampai 20 September, tapi dilaksanakan dengan standar minimal," tandas Joko. Seperti diketahui, usulan anggaran pelaksanaan PON dengan nilai lebih dari Rp500 miliar masih terkendala pengesahan di DPRD Riau. Anggaran tersebut baru bisa cair dan digunakan jika DPRD Riau mengesahkan revisi peraturan Baca....................... hal 5
Gading Hilang
baca
Baca....................... hal 5
Diperiksa Lagi
Taufan Pakai Baju Tahanan KPK JAKARTA - Wakil Ketua DPRD Riau, Taufan Andoso Yakin, mengenakan baju tahanan Komisi Pemberan- tasan Korupsi (KPK) untuk pertama kalinya, Jumat (20/7), saat diperiksa penyidik KPK sebagai tersangka kasus suap revisi Perda Riau No 6/2010 tentang anggaran pembangunan venue Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII. Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Riau itu adalah orang ketiga dari 10 anggota DPRD Riau yang menjadi tersangka kasus suap revisi Perda No 6/2010 itu. Sebelumnya, pada Rabu (18/7), Muhammad Faisal Azwan (Partai Golkar) dan Muhammad Dunir (Partai Kebangkitan Bangsa) mengenakan baju itu saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Pekanbaru.
Taufan yang juga salah satu Ketua DPP PAN datang ke gedung KPK sekitar pukul 10.00 WIB. Seperti biasa, dia tak mau memberikan komentar apa pun pada wartawan yang mengerubutinya. Begitu turun dari mobil tahanan KPK, Taufan bergegas masuk ke dalam gedung KPK di Jalan Rasuna Said, Jakarta, lalu duduk di ruang tunggu. "TAY Diperiksa sebagai tersangka,“ kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, saat dikonfirmasi, Jumat (20/7), seperti dikutip dari inilah.com. Seperti diketahui, Korupsi PON Riau bermula dari penangkapan tujuh anggota DPRD Riau, dua pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga Riau, serta empat pegawai swasta pada 3 April la-
lu. Berdasarkan hasil pemeriksaan, KPK menetapkan empat tersangka. Masing-masing adalah dua anggota DPRD Riau, Muhammad Faisal Anwan dan Muhammad Dunhir, staf PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero Rahmat Syahputra dan Kepala Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Dispora Riau Eka Dharma Putra. Mereka diduga melakukan korupsi pada pembahasan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2012 tentang Venue Lapangan Lembak. Belakangan, KPK juga mengendus korupsi mereka terjadi pada pembahasan Perda Nomor 5 Tahun 2008 tentang pelaksanaan pembangunan stadion utama untuk PON XVII. Pada 8 Mei 2012, KPK la-
TAUFAN Andoso Yakin, tersangka kasus suap PON, turun dari mobil tahanan KPK untuk menjalani diperiksaan KPK, Jumat (20/7). Kali ini, Wakil Ketua DPRD Riau itu diwajibkan memakai baju tahanan KPK. (ist)
Lagi, Gajah Ditemukan Mati Diracun
edisi minggu Pasokan Listrik di Riau
Lebih Besar Pasak daripada Tiang Provinsi Riau merupakan salah satu provinsi dengan warisan potensi minyak bumi. Namun provinsi yang berada di tengah Pulau Sumatera ini belum sepenuhnya mampu mengatasi defisit kebutuhan listriknya. Bahkan, kebutuhan listrik Provinsi Riau terus meningkat. Sayangnya, Riau sendiri kini masih dibelit persoalan defisit pasokan listrik. Lantas apa yang akan dilakukan Pemerintah Riau dan PT PLN?. Baca selengkapnya edisi Minggu (22/7)....
ACARA Potang Mogang kemarin sedikit ternoda dengan insiden hanyutnya M Ihsan Sudarman, bocah berusia 13 tahun. Ihsan hanyut terbawa arus sungai saat berenang bersama temantemannya. Hingga berita ini diturunnya, jasad siswa kelas I SMPN 23 Pekanbaru ini be-
MUHAM MU HAMMAD HA MMAD MM AD Ihs hsan SSuuuda darm da darm rman an (beerbbajju or orannge) bersrsaam be ma re rekka kanann-re rekann reka kann ka nnya nyyaa seesa sesa saat a seebbeleluum at m beerren ren enan angg an d SSuun di unga unga g i SiSiak iaakk ddii Pe Pelal bu b han PPeelliind ndo,o, Pek e annbaaruu, Jumatt (20/ (2 0/7) 7).. Begi Begi Be gitu tuu m mem e as asuk ukii uk suung ngaiai, ai, Ih Ihsa hsan saan laang ngsu sung ngg dise di sere ser ret arus aarrus u dann han anyyut.t Hing Hing Hi nggaa kkin i i,i, jaassad in adny nnyya belu beluum d teemu di mukan kan. ka n. (ist) (ist)) (i(is
DUA ekor gajah liar kembali memasuki kompleks perumahan karyawan PT CPI di Duri, Mandau, Bengkalis, Kamis (19/7) sore. Seekor diantaranya menderita luka di kaki kirinya. (eric)
Layanan: 0761-7865002 Fax: 0761-7865004
PEKANBARU - Seekor Gajah Sumatera liar ditemukan mati di tengah kebun kelapa sawit di Dusun IV Flambayan Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Riau. Diduga hewan berbadan tambun itu tewas karena diracun. Warga yang menemukan bangkai gajah itu langsung melapor ke Polsek Tapung Hilir, Kamis (19/7). Keesokan harinya, Jumat (20/7), petugas Dinas Kehutanan Kampar dan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau
e-paper: www.metroriau.com
turun ke lokasi. Salah satu dari tim BKSDA Riau adalah drh Rini Deswita, ketua tim dokter hewan BKSDA Riau, Rini Deswita langsung melakukan otopsi. Dia mengambil hati dan limpa dari dalam bangkai gajah yang diperkirakan berusia 12-15 tahun itu. Dugaan sementara, gajah itu mati karena keracunan pestisida. "Limpa dan hatinya sudah menghitam karena racun yang dimakannya, karena fungsi organ itu adalah untuk menetralisir racun," kata Rini,
website: www.halloriau.com
di lokasi, Jumat (20/7). Kepala Dinas Kehutanan Kampar, M Syukur, menduga gajah itu tewas diracun oleh pemburu gading. Di dalam lambungnya ditemukan bungkusan pestisida yang terbalut kain. "Kuat dugaan kita gajah seberat kurang lebih 1.500 Kg ini diracuni pemburu, sebab gading kiri juga hilang,’’ kata Syukur. Semua organ gajah itu, lanjut Syukur, akan dikirim ke Balai Besar Penelitian VetBaca....................... hal 5
KURS TRANSAKSI BI (JUMAT, 20 JULI 2012)
USD AUD SGD HKD JPY MYR EUR CNY
9.525,00 9.731,69 7.526,67 1.228,08 120,38 2.997,17 11.654,79 1.506,93
Sumber: Bank Indonesia
email: metroriau.redaksi@gmail.com