16 HALAMAN
SABTU, 13 DESEMBER 2014
Rp 3.000
Korban Dibunuh dengan Sadis 03, Kelurahan Bendan, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, digelandang ke Mapolres Pekalongan Kota pada Jumat (12/12) sekitar pukul 02.00 WIB. Pembunuh guru SDN Kraton Kota Pekalongan yang sedang hamil 8 bulan, Istanti, itu sebelumnya ditangkap di Terminal Lebak Bulus, Jakarta (sebelumnya tertulis Ciputat, Tangerang), oleh tim Buser Satreskrim ke hal 7 kol 1
WAHYU HIDAYAT
PELAKU - Zaenal Muqorobin alias Robin alias Babon (21).
Pelaku Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara GELAR PERKARA -Pelaku (tiga dari kiri), bersama para penadah berikut barang buktinya, diperiksa Kapolres AKBP Luthfie, kemarin (12/12) siang. WAHYU HIDAYAT
OLAHRAGA Polisi Siap Masuk ke PSSI JAKARTA - Isu berhembus kencang soal dugaan sepakbola gajah di jagat persepakbolaan Indonesia. Merebak juga isu soal perjudian. Menepis kabar yang berkembang itu, Mabes Polri siap turun tangan melakukan penyelidikan. “Secara internal tentu PSSI punya sarana untuk melakukan pengawasan. Secara internal pula PSSI bisa menemukan hal-hal yang mungkin jadi kendala, yang apabila masuk
Selidiki Isu Pengaturan Skor dan Perjudian
ke hal 7 kol 5
PEKALONGAN - Zaenal Muqorobin alias Robin alias Babon (21), warga Jalan Sulawesi gang 3 RT 03 RW
TertangkapsetelahDipancing dengan Mantan Pacar Melawan, Ditembak di Kaki Empat Penadah Diringkus KEBERHASILAN pengungkapan dan penangkapan pelaku maupun motif di balik tewasnya Istanti (26), guru SD Negeri Kraton yang sedang hamil 8
bulan, tak lepas dari kerja keras tim khusus yang dibentuk Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan. Tim yang terdiri dari beberapa anggota Buser yang dipimpin Kasatreskrim AKP Bambang Purnomo tersebut, mampu menangkap Zaenal Muqorobin alias Babon alias Robin (26), si pembunuh Istanti. Dalam waktu kurang dari sepeke hal 7 kol 1
EMOSI Suami dari Istanti, Roby (berkaos merah), meluapkan emosi ke pelaku yang berada di dalam sel, kemarin. Sementara, sang ibu terus menangis. WAHYU HIDAYAT
“Apa Salahe Bojoku! Kejem Temen Kowe!” Keluarga Korban Marah dan Histeris
MIRAS OPLOSAN
WAHYU HIDAYAT
SINDONEWS
BUTA - Andit Rujito, duda yang mengalami kebutaan akibat miras oplosan yang ia minum.
Tenggak Miras Oplosan, Warga Alami Kebutaan BANTUL - Seorang duda di Dusun Kersan, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, mengalami kebutaan akibat miras oplosan yang ia minum. Duda itu bernama Andit Rujito alias Andit (33). Sudah dua ke hal 7 kol 1
AGENDA
DIRINGKUS - Pelaku (tengah), Juma(12/12) dini hari, tiba di Mapolres Pekalongan Kota usai diringkus tim buser di Jakarta .
KEMATIAN Istanti (26), warga Kebasen, Banyumas, yang juga guru SD Negeri Kraton, menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ia tinggalkan. Keluarga korban, terdiri dari suami, orangtua, dan beberapa kerabatnya, tak bisa menyembunyikan kemarahannya atas perbuatan pelaku. Suami korban, Roby Satria (28), mengapreisiasi kinerja jajaran Reskrim Pol-
TERISAK Suami korban terisak saat memeluk bantal dan boneka milik korban.
WAHYU HIDAYAT
resta Pekalongan yang dengan cepat mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan istrinya. Namun
dia berharap pelaku bisa diberikan hukuman seberat-beratnya ke hal 7 kol 5
Memeras Terkait Izin Wisata, Bupati Jadi Tersangka di KPK JAKARTA - KPK membuka kasus baru di tahap penyidikan. Penyidik menetapkan Bupati Lombok Barat Zainy Arony sebagai tersangka kasus pemerasan. “Penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup, diduga ada Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan oleh ZAR, bupati Lombok Barat 2009-2019. Yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Jubir KPK Johan Budi di kantornya, Jl Rasuna Said, Jaksel, Jumat (12/12). Johan mengatakan, Zainy
dijerat dengan pasal pemerasan. Zainy diduga memeras terkait permohonan izin kawasan wisata di kabupaten yang dia pimpin. “Terkait dengan permohonan izin kawasan wisata di Lombok Barat, lapangan golf kayaknya,” ucap Johan Budi. Namun Johan enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai lokasi pasti kawasan wisata yang dimaksud. Modus pemerasan yang diduga dilakukan Zainy adalah, dia tidak akan me-
TERSANGKA Gubernur NTB Zainul Majdi (kanan) menyematkan lencana jabatan kepada Bupati Lombok Barat terpilih Zaini Arony saat pelantikan di kantor Bupati Lombok Barat, Gerung, NTB, Kamis (23/4/2014) lalu. Dan kini sang bupati telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.
ke hal 7 kol 5
ANTARA
Kisah Voorijder Jokowi dan Kesahajaan Sri Sultan
Pilih Minggir Bersama Warga Saat Presiden Lewat DETIK
TRADISIONAL - Aneka makanan tradisional ini dihidangkan pada acara di istana Wapres.
Acara Negara, Istana Wapres pun Suguhkan Singkong dan Sekoteng JAKARTA - Istana Wakil Presiden ternyata benar-benar menjalankan perintah dari Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk menyajikan makanan lokal Indonesia. Dalam acara nasional Komisi Informasi Pusat (KIP), Istana Wapres menyajikan singkong dan sekoteng. Acara KIP berlangsung di aula Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (12/ ke hal 7 kol 5
KUNJUNGAN Presiden Jokowi ke Yogyakarta, Selasa (9/ 12) lalu menyisakan cerita inspiratif kesahajaan seorang Sri Sultan Hamengkubuwono X. Sri Sultan rela menepi bersama warga saat rombongan Presiden lewat meskipun diminta untuk mengikuti iring-iringan. Cerita ini bermula ketika Presiden Jokowi menghadiri acara di UGM, lalu bertolak menuju Gedung Agung Malioboro. Sesampainya di Jalan Kusumanegara, petugas voorijder Presiden Jokowi meminta semua kendaraan menepi karena Jokowi akan lewat. Tak disangka, mobil plat AB 1 milik Sultan pun juga turut diminta menepi. Petugas mulanya tidak tahu jika mobil Sultan juga disuruh menepi. Begitu melihat plat mobil AB 1,
KESAHAJAAN Mobil dinas dengan plat nomor AB 1 inilah yang dtumpangi Sri Sultan saat disuruh minggir oleh petugas voorijder (kanan), dan beliau sendiri enggan menanggapi panjang lebar kejadian tersebut saat ditanya wartawan (kiri).
Korban Dibunuh dengan Sadis
Harus mendapat hukuman yang setimpal dan mencerminkan keadilan... Memeras Terkait Izin Wisata, Bupati Jadi Tersangka di KPK
Ditunggu kepala daerah mana lagi yang akan menyusul...
DOK ISTIMEWA
petugas pun meminta Sultan untuk ikut rombongan Voorijder supaya cepat. Namun permintaan tersebut ditolak oleh
Redaksi/Pemasaran/Iklan: Jl. Binagriya Raya B1 No. 9 Pekalongan Telp. (0285) 432.234, 790.6360 Fax. (0285) 441.0262
Sultan, dia memilih menunggu Jokowi lewat baru kemudian dia menyusul bersama kendaraan lainnya.
Kisah yang muncul di sosial media tersebut sempat menuai banyak komentar positif. Bahke hal 7 kol 5
E-mail: r4d4rpek4long4n@gmail.com, iklan_radar_pekalongan@yahoo.com Website: www.radarpekalonganonline.com
CKMY