16 HALAMAN
SELASA 16 DESEMBER 2014
Rp 3.000
Jumlah Korban Tewas LongsorCapai52Orang BANJARNEGARA— Jumlah korban meninggal yang ditemukan dari proses evakuasi Tim SAR Gabungan di Dusun Jemblung Desa Sampang Kecamatan Karangkobar Kabupaten Banjarnegara, terus bertambah. Hingga proses pencarian dihentikan sementara pada Senin (15/12) sore sekitar pukul 15.00, jumlah keseluruhan korban yang ditemukan telah mencapai 52 orang. ‘’Khusus hari ini (kemarin-red), Tim SAR Gabu-
ngan menemukan 11 korban meninggal,’’ jelas Mulwahyono, koordinator Basarnas pos Cilacap, yang diperbantukan dalam proses evakuasi tersebut. Menurutnya, masalah angka korban yang ditemukan tersebut memang maasih berbeda-beda. Hal ini karena korban meninggal yang ditemukan sebelum Tim SAR Gabungan melakukan pencarian, sebenarnya ada dua orang ke hal 7 kol 5
DIMAS/RADAR BANYUMAS
KORBAN - sampai hari ketiga pencarian team SAR gabungan terus menemukan korban yang tertimbun longsoran satu demi satu.
TES CPNS Jika Anak Jokowi Lolos Tes CPNS Berarti Ada Kecurangan JAKARTA - Mendekati saat-saat pengumuman hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kota Surakarta, beredar rumor masyarakat Kota Solo dan sekitarnya bahwa Kahiyang Ayu, Putri Presiden Joko Widodo akan diloloskan. Rumor itu dibantah oleh Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Setiawan Wangsaatmaja. Dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Senin (15/12), Setiawan menegaskan bahwa kelulusan peserta tes CPNS harus meke hal 7 kol 5
MI FORMALIN
Kejagung akan Perlemah KPK Jika Jaksa di KPK Ditarik JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) ingin memanggil lagi jaksa-jaksa yang ditugaskan di luar Korps Adhyaksa seperti di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jaksa Agung HM Prasetyo menginginkan agar
kinerja kejaksaan lebih ditingkatkan dalam penanganan kasus korupsi. “Kami kan harus tingkatkan kinerja kita terutama untuk korupsi. Bayangan saya itu, kami punya tim khusus untuk korupsi saja. Untuk itu kami butuh jaksa-jaksa yang mempunyai pengalaman banyak dalam menggarap korupsi itu,”
ucap Prasetyo seperti dilansir detik.com, Senin (15/12). Eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) era 2006 itu berharap jaksa-jaksa itu segera ditarik ke Korps Adhyaksa. Kalau bisa, Prasetyo ingin jaksa-jaksa itu ditarik tahun depan. “Saya berharap bisa narik ke hal 7 kol 1
PemerintahakanAmbil Alih Utang Lapindo
JAKSA KPK
DETIK
DIAMANKAN - Tersangka Mukhlas diamankan petugas kepolisian bersama barang bukti mi berformalin hasil produksinya.
Pembuat Berkuintalkuintal Mi Berformalin Dikerangkeng
Jaksa dari KPK dalam sidang kasus dugaan suap kuota impor daging sapi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (8/7/ 2013). Dan kini ada rencana dari kejagung untuk menarik mereka yang berasal dari kejaksaan kembali. KOMPAS
TKI Asal Batang Bunuh Diri di Arab Saudi
JAKARTA — Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Basuki Hadimuljono mengatakan pemerintah akan mengambil alih utang milik PT Minarak Lapindo Jaya terhadap warga terdampak lumpur Lapindo. Dengan begitu, Lapindo nantinya harus membayar utangnya kepada pemerintah.
“Jadi nanti ada kajian Kumham jadi kita paksa Lapindo untuk bayar. Maksamaksa itu kan dari dulu kek gitu terus makanya nanti kita ambil alih dulu lalu Lapindo bayar. Jadi akhirnya Lapindo bayar ke pemerintah,” katanya di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Senin (15/12) ke hal 7 kol 5
Keluarga Menduga Korban Dibunuh
MAGELANG - Kepolisian Resor Magelang, menahan warga Dusun Sedayu, Desa Balerejo, Kabupaten Magelang, Mukhlas (32) karena ketahuan memproduksi mi mengandung formalin. Kapolres Magelang AKBP Rifki di Magelang, Senin, mengatakan penangkapan terhadap tersangka dilakukan setelah jajarannya mendapat laporan dari masyarakat ke hal 7 kol 5
JASA UNIK
DIMAS/RADAR BANYUMAS
EVAKUASI - Team SAR gabungan terus berupaya menemukan korban yang tertimbun dengan menyemprotkan air untuk melunakan tanah.
NURUL FATAH
KELUARGA KORBAN - Menteri Ketenagakerjaan mendatangi keluarga korban TKI di Arab saudi yang bunuh diri dan berjanji akan membantu memulangkan jenasahnya.
BATANG - Kabar duka kembali datang dari Tenaka Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Batang yang bekerja di luar negeri. Setelah dua orang meninggal akibat kecelakaan kerja dan dibunuh, kini giliran Khomsatun Neman Rukyat (46) dikabarkan meninggal dunia diduga bunuh diri di Mekah, pada 1 Oktober 2014 lalu ke hal 7 kol 1
SUGENG DEAS/JAWAPOS
SELAMATKAN - Akibat jebolnya tanggul di titik 73 menenggelamkan kantor kepala desa Kedungbendo, Suwarno dan staf lainnya bergotongroyong menyelamatkan barangbarang dan dipindah ketempat yang aman.
Kisah Para Miliarder Muslim
Merubah Nasib dengan Tangannya Sendiri MERDEKA
JASA - Subagyo menawarkan jasa mengerjakan PR matematika bagi para siswa SD hingga SMA dengan tarif Rp10 ribu.
Pria 60 Tahun Jual Jasa Kerjakan PR Matematika YOGYAKARTA - Emperan kantor pos Kota Gede, Yogyakarta, kini kedatangan penghuni baru. Seorang pria paruh baya membuka lapak di sana. Namun berbeda dari yang lain, Subagyo menawarkan jasa mengerjakan pekerjaan rumah matematika. “Saya memang gemar matematika, mau bagi-bagi pengalaman sedikit pada masyarakat,” ujar pria 60 tahun itu seperti dilansir merdeka.com, Senin (15/12) ke hal 7 kol 5
Chairul Tanjung
MATAHARI sore masih terik. Warga di situ menunggu buka puasa. Ini di Lapasu. Sebuah desa kecil di Kabupaten Barru. Sekitar 120 kilometer dari kota Makasar. Ke arah utara. Pada keramaian sore itu, bocah lelaki ini berdiri di halaman Masjid. Dia mengenggam erat kantong plastik itu. Ukuran besar. Dipenuhi es. Siang tadi dia membeli balok es di sebuah kedai. Mencacah, menjadi kecilkecil, lalu memasukannya ke dalam kantong itu. Sebagaimana pada desa-desa di seluruh Indonesia, war-
Redaksi/Pemasaran/Iklan: Jl. Binagriya Raya B1 No. 9 Pekalongan Telp. (0285) 432.234, 790.6360 Fax. (0285) 441.0262
ga Lapasu menunggu berbuka mudah ditenteng pembeli. Sebagaimana pecahan es dengan rupa-rupa cara. Ada yang berjualan. Tekun membaca Al- tadi, kurma juga laku dibeli. quran. Banyak pula yang meke hal 7 kol 1 milih berjalan-jalan menyudahi waktu, sembari mencari menu berbuka. Kepada beberapa warga desa mendekati Masjid, bocah ini sigap menawarkan jualan. “Es… es,” ujarnya. Banyak yang mengabaikan. Tapi banyak pula yang berminat. Membeli. Jualan bocah itu ludes dibeli. Pada Ramadhan pertengahan 1950-an itu, es memang sudah menjadi salah menu berbuka di Desa Lapasu. Dan bukan itu saja. Bocah itu juga berjualan kurma. Dia membungkus kurma-kurma itu dalam kemasan Aksa Mahmud kecil. Murah dan
Kejagung akan Perlemah KPK
Seperti kontrak, kalau sudah bagus tidak bakal boleh diperpanjang pemiliknya... Pemerintah akan Ambil Alih Utang Lapindo
Biar nanti bisa mengebor lagi dan bikin musibah lagi...
E-mail: r4d4rpek4long4n@gmail.com, iklan_radar_pekalongan@yahoo.com Website: www.radarpekalonganonline.com
CKMY