16 HALAMAN
SABTU, 1 FEBRUARI 2014
Rp 2.500
HENDRI/PADANG EKSPRES/JPNN
GARIS POLISI - Petugas dari kepolisian Sijunjung memasang garis polisi di bus yang terbakar.
HENDRI/PADANG EKSPRES/JPNN
TERBAKAR - Bus maut Family Raya diamankan kepolisian Sijunjung, kemarin. 9 penumpangnya tewas dalam insiden tersebut.
Bus Terbakar, 9 Penumpang Tewas SIJUNJUNG - Bus PO Family Raya dengan nomor polisi BH 7851 FU terbakar di Km 147 hingga 400 Jorong Bukit Talawung, Kabupaten Sinjunjung, Sumatera Barat, mengakibatkan sembilan penumpang meninggal dunia. “Dari 36 orang penumpang sembilan penumpang bus dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut,” kata Kepala Pelaksana Tugas BPBD
Kabupaten Sijunjung Hardiwan ketika dihubungi antara dari Padang, Jumat (31/1). Menurut dia, penumpang bus meninggal dunia tersebut dibawa petugas ke rumah sakit umum daerah untuk dilakukan identifikasi oleh tim medis dari Polda Sumbar. “Kondisi korban meninggal dunia sulit diidentifikasi petugas ketika peristiwa terbakarnya bus Family Raya tersebut,”
ujar dia. Selain sembilan penumpang meninggal dunia, ada juga beberapa orang penumpang mengalami luka-luka akibat peristiwa di Kecamatan Kamang Baru tersebut. “Petugas telah membawa penumpang luka-luka tersebut ke tiga puskesmas yang ada di Kabupaten Sijunjung,” ujar Hardiwan. Dia mengatakan, berdasarkan keterangan sementara
dari saksi bus itu berangkat dari Baongko-Jambi menuju Kota Padang dengan jumlah penumpang sebanyak 36 orang. “Ketika berada di Km 147 hingga 400 Jorong Bukit Talawung tiba-tiba ada percikan api di dalam bus, tepatnya di sebelah sopir,” kata dia. Menurut dia, penumpang bus panik dan berusaha keluar untuk menyelamatkan diri. ke hal 7 kol 5
POLITIK Dari Dokter Puskesmas, Jadi Wakil Bupati Banyumas BANYUMAS - Jika Jakarta mempunyai Wakil Gubernur berasal dari etnis Tionghoa, Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok, di Banyumas, juga memiliki Wakil Bupati berasal dari kalangan etnis Tionghoa. Dialah Budhi Setiawan. Ia kini mendampingi Bupati Achmad Husein dalam menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Banyumas. Sosok Budhi Setiawan bagi kalangan masyarakat di Banyumas DOK bukanlah sosok baru Budhi Setiawan dalam dunia politik. Budhi dikenal sebagai aktivis PDI Perjuangan. Bahkan kini ia menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) partai ke hal 7 kol 5
PEMBUNUHAN
Gita Dianggap Cuci Tangan Mundurnya juga untuk Menaikan Citra Kasus Beras Import harus Tetap Diusut JAKARTA - Setelah lama diisukan bakal mundur dari jabatannya sebagai Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan akhirnya mengundurkan diri pada 31 Januari 2014 ini. “Saya mengundurkan diri efektif 1 Februari 2014,” kata Gita di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (31/1). Gita sejak 2011 lalu dilantik menjadi Menteri Perdagangan menggantikan Mari Elka Pangestu. Gita juga sebelumnya pernah menjabat sebagai
MERDEKA
KETERANGAN - Abraham Samad memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di gedung KPK.
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap mengembangkan kasus dugaan suap pengurusan sengketa pemilihan umum kepala daerah di Mahkamah Konstitusi (MK). Bahkan, KPK siap menjerat delapan kepala daerah lain dalam perkara itu. Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua KPK, Abraham Samad. Menurut Abraham, proses penyidikan yang berpijak dari kasus dugaan pemberian suap yang menjerat mantan Ketua MK, Akil Mochtar, terus dikembangkan dengan membidik pihak-pihak diduga terlibat.
Dasar buat menjerat delapan kepala daerah itu akan diketahui dari fakta persidangan mantan politikus Partai Golkar itu yang tak lama lagi bakal digelar. “Belum berhenti. Bukti-buktinya kita dalami dulu. Masih terus kita kembangkan. Ya kalau sudah ada dua alat bukti yang cukup kan bisa (ditersangkakan),” kata Abraham kepada awak media di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (31/1). Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi, ada delapan dugaan suap sengketa pilkada, selain Kabupaten Gunung Mas-Kalimantan Tengah, dan Kabupaten Lebak-Banten, yang ke hal 7 kol 5
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Gita Wirjawan mengundurkan diri dengan alasan ingin memfokuskan diri mengikuti
konvensi capres Partai Demokrat. “Mengingat betapa pentingnya konvensi Partai Demokrat bagi saya,” ungkap Gita ke hal 7 kol 1
SBY Tunjukkan Sikap Otoriter suddin di Kantor DPP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (31/1). Menurutnya, kritik yang disampaikan beberapa pihak kepada Presiden SBY sebagai sebuah kontrol dari publik bagi setiap lebijakan peDIN SYAMSUDDIN merintah. “Itu kan kontrol Ketua DPP Muhammadiyah sosial, yang dianggap seolah fitnah. Maka ditunjukan dengan langkah kemudian lucu, kalau presiden SBY mensomasi beberapa (SBY) mensomasi rakyatnya. pihak yang mengritiknya. Ini bisa membungkam demo“Itu membungkam demo- krasi,” tambah Din, seperti krasi, itu bukan sebuah sikap dilansir inilah.com. kenegarawanan,” kata Ketua Din mengatakan, dengan Dewan Pengurus Pusat (DPP) somasi ini, Presiden SBY telah Muhammadiyah, Din Syamke hal 7 kol 1
Itu kan kontrol sosial, yang dianggap seolah fitnah. Maka kemudian lucu, kalau presiden (SBY) mensomasi rakyatnya. Ini bisa membungkam demokrasi.”
KPK Siap Jerat 8 Kepala Daerah Terkait Kasus Suap MK
FERY PRADOLO/INDOPOS
JUMPA PERS - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan saat menggelar jumpa pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, kemarin (31/01).
Terkait Somasi yang Dilayangkan JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai membungkam sistem demokrasi di tanah air. Hal itu
Permainan Kotor Akil dan Putusan Pilkada di MK DETIK
OLAH TKP - Warga memadati rumah lokasi penemuan kerangka AKP Wiyoko saat polisi melakukan olah TKP.
Hilang Setahun, Perwira Polisi Ditemukan Tinggal Tulang SLEMAN - Anggota polsek Umbulharjo, AKP Wiyoko yang dilaporkan menghilang secara misterius pada 19 Desember 2012 ditemukan warga dan polisi dengan kondisi yang mengenaskan. AKP Wiyoko bukan sekadar ditemukan dalam keadaan meninggal, namun juga ditemukan sudah tinggal tulang belulang saja. Selain tulang belulang, masih tersisa seragam yang biasa dipakai AKP Wiyoko selama bertugas. Penemuan tersebut berawal dari penyelidikan polisi yang sudah dilakukan hampir selama satu tahun. Polisi dan keluarga menemukan mobil AKP Wiyoko di sebuah bengkel. Bengkel itu ternyata milik orang suruhan Agus Sulaeman yang kemudian diketahui sebagai pelaku pembunuhan terhadap Wiyoko ke hal 7 kol 5
Terang-terangan Minta dan Menolak Tawar-menawar AKIL Mochtar, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), tertangkap tangan oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat akan menerima uang suap. Penangkapan ini mengejutkan masyarakat, banyak yang tidak menyangka ia ikut menerima suap. Akil, yang juga mantan politisi dari Partai Golkar, Kamis (kemarin menjalani sidang pertamanya sebagai saksi anggota Komisi II Fraksi Partai Golkar, Chairun Nisa. Dalam persidangan tersebut, Akil mengakui beberapa fakta atas perkara yang disematkan kepada dirinya. Namun, di hadapan hakim dan jaksa, Akil tetap mengeluarkan bantahannya. Dia menolak disebut membalas jasa atas bantuan naik haji yang diberikan Nisa. Namun Akil tak menampik meminta bantuan Nisa tersebut. Tak hanya itu, Akil juga mengaku
BERI KETERANGAN Mantan Ketua MK, Akil Mochtar dikawal petugas guna memberikan keterangan dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Anggota DPR Fraksi Partai Golkar Chairun Nisa, Bupati Gunung Mas terpilih Hambit Bintih dan Komisaris PT Berkala Maju Bersama, Cornelis Nalau Antun terkait kasus dugaan suap perkara pilkada Mahkamah Konstitusi (MK) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (30/1).
Gita Dianggap Cuci Tangan
Sebelum masalah jadi lebih besar, lebih baik kabur... SBY Tunjukkan Sikap Otoriter
Mumpung masih berkuasa...
MUHAMAD ALI/JAWAPOS
meminta uang Rp 3 miliar sebagai imbal jasa untuk memenangkan Bupati Gunung Mas, Hambith Bintih, sebuah pengakuan yang
Redaksi/Pemasaran/Iklan: Jl. Binagriya Raya B1 No. 9 Pekalongan Telp. (0285) 432.234, 790.6360 Fax. (0285) 441.0262
pernah dibantahnya. TERANG-TERANGAN MINTA RP 3 MILIAR Dalam persidangan anggota
Komisi II Fraksi Partai Golkar, Chairun Nisa, Akil Mochtar akhirnya mengakui pernah meminta ke hal 7 kol 5
E-mail: r4d4rpek4long4n@gmail.com, iklan_radar_pekalongan@yahoo.com Website: www.radarpekalonganonline.com
CKMY