Radar pekalongan 23 januari 2014

Page 1

16 HALAMAN

KAMIS, 23 JANUARI 2014

Rp 2.500

12 Orang Tertimbun Longsor Satu Orang Ditemukan Dalam Keadaan Meninggal

DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS

LONGSOR - Longsor dari perbukitan Jigong setinggi 400 meter disertai banjir bandang menerjang rumah warga menyebabkan 12 orang tewas tertimbun didalam rumah akibat longsoran tanah.

STOP ! PRESS!

KUDUS – Kabar duka muncul dari dukuh Kambangan, desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Setidaknya 12 orang dilaporkan tertimbun tanah longsor yang terjadi pada Selasa (22/1) lalu. Para korban tersebut diperkirakan meninggal dunia seluruhnya. Belasan orang yang hingga kemarin belum juga ditemu-

kan itu merupakan warga dukuh Kambangan turut RT 2, 3 dan 4 dari RW 6. Dua orang yang turut tertimbun itu, bahkan masih anak-anak. Satu orang masih berusia delapan tahun, sedang satu orang lagi berusia 12 tahun. Muh Solihin, kepala desa Menawan saat ditemui di tempat kejadian mengamini terkait adanya kejadian tersebut. Menurutnya longsor terjadi di lereng barat turut bukit Jigong atau tepatnya dibawah mata air Bunton

ke hal 7 kol 1

gan Pekalon r a d a R Simak isi Khusus r“ Ed he Yea T f o n “Perso Halaman) (32 Selasa, 14 ari 20 28 Janu FOTO-FOTO: DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS

BANJIR Semua Akses Terputus karena Banjir, Jepara Terisolir JAKARTA - Banjir membuat jalur ke Jepara terisolir. Kota ukir itu nyaris tak bisa ditembus. Warga Jepara juga tidak bisa keluar kota. “Tidak ada (jalur) alternatif. Tertutup semua,” kata petugas jaga TMC Satlantas Polres Jepara Briptu Jumal ketika dihubungi detikcom, Rabu (22/1) sekitar pukul 15.00 WIB. Akses utama yang terputus sebetulnya hanya di Welahan, sebelah selatan Kota Jepara. Jalan sepanjang 100 meter terendam air. Sama sekali tidak bisa dilewati. Jalur Jepara ke Kudus terputus di Jati, Kudus. Di tempat tersebut, genangan air malah lebih tinggi. Air merendam jalur pantura. Hingga saat ini, akses dari Surabaya ke Semarang atau Jakarta dan sebaliknya lumpuh. “Akses (Jepara) ke Tayu Pati bisa dilewati, tapi tetap nggak bisa ke mana-mana. Soalnya, jalur lain putus juga,” ungkap Jumal ke hal 7 kol 5

LONGSOR

Oknum DPRD Jawa Tengah Minta Jatah 10-12 Persen Dari Dana Bantuan Propinsi untuk Kabupaten/Kota

DONI KURNIAWAN/BANTEN RAYA

MINTA SUMBANGAN - Sejumlah bocah yang mengungsi di pinggir jalan tol Tangerang-Merak di KM 57 meminta sumbangan kepada kendaraan yang melintas di Desa Undarandir, Kec. Kragilan, Kab. Serang, Banten, Rabu (22/1).

SEMARANG - Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) mengindikasikan adanya oknum anggota DPRD Jawa Tengah yang meminta jatah dalam penganggaran dana bantuan pemerintah provinsi untuk kabupaten/kota.

“Selama lima tahun terakhir hingga saat ini masih terjadi praktik meminta jatah dari anggaran dana bantuan yang dialokasikan untuk kabupaten/ kota,” kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman usai melaporkan hal tersebut kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah di Semarang, Rabu. Menurut dia, oknum legislator tersebut bisa menerima jatah sekitar 10 hingga 12 persen dari total anggaran yang

dialokasikan dalam APBD. Ia menjelaskan modus yang digunakan oknum legislator tersebut yakni mengusulkan alokasi kegiatan baru pengadaan sarana dan prasarana. “Meskipun daerah yang bersangkutan tidak mengajukan proposal tetap dialokasikan, bahkan jumlahnya bisa sangat besar,” katanya. Bahkan, ia menuturkan para oknum tersebut bisa memperke hal 7 kol 5

Korupsi Dana Bencana, PemiluSerentakdi2014TimbulkanKegaduhan Hukumannya Mati

JAKARTA - Banyaknya bencana yang menimpa bangsa ini di awal tahun 2014, membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan supaya penggunaan dana penanggulangan bencana tidak dikorupsi. “Tolong ini kan untuk masyarakat yang dalam kondisi bencana, tolonglah jangan dikorupsi,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, Rabu (22/1). Apalagi, Johan mengingatkan bahwa ancaman hukuman bagi pelaku korupsi dana bencana mak-

simal seumur hidup. “Jika berdasarkan Pasal 2 UU Tipikor berkaitan dengan korupsi bencana bisa dituntut hukuman mati,” ujar Johan. Namun, Johan mengaku belum ada pengawasan dari KPK perihal dana bantuan bencana tersebut. Sebab, KPK bertindak setelah ada laporan indikasi penyimpangan dalam penggunaan dana bencana tersebut. Lebih lanjut Johan mengatakan bahwa setiap pengeluaran keuangan

JAKARTA - Sidang uji materi UU No.42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang mulai digelar di Mahkamah Konstitusi (MK), terus menimbulkan pro dan kontra. Ada yang berharap uji materi itu dikabulkan MK, ada yang tidak. Berbeda dengan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Pramono Anung yang mengambil jalan tengah. Menurut politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini, pemilihan umum serentak baik pemilihan legislatif (pileg) maupun pemilihan presiden

ke hal 7 kol 1

ke hal 7 kol 5

MERDEKA

SIDANG MK - Sejumlah hakim saat memimpin sidang perdana pengujian Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (21/1).

AKHMAD SAEFUDIN

KOORDINASI BENCANA- Kepala BPBD Yesaya Simanjuntak, Kades Cokro A Rozikin, dan Kepala Kesbangpol Agung Wisnu B saat berkoordinasi mengenai bencana longsor di kantor Kecamatan Blado, kemarin.

Longsor Landa Empat Desa di Blado BANDAR- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang menerima laporan terjadinya bencana tanah longsor di empat desa di Kecamatan Blado. Informasi tersebut diketahui saat instansi tersebut melakukan koordinasi dan peninjauan ke Kecamatan Blado, Rabu (22/1). Koordinasi dan peninjauan itu langsung dilakukan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang, Yesaya Simanjuntak AP MM dan Kepala Kesbangpol, Agung Wisnu Barata S Sos MM di kantor kecamatan setempat. Kades Cokro, A Rozikin, pun hadir untuk memberikan laporan menyangkut bencana di desanya itu. Longsor di empat titik ini terjadi selama musim hujan ke hal 7 kol 5

BPBD Distribusikan Bantuan

Kisah Desi, Anak SMK di Yogya Bersekolah Sambil Jualan Slondok

Hasil Jualan Digunakan untuk Biaya Sekolah PUKUL tiga dini hari, saat sebagian orang masih terlelap, Desi Priharyana sudah bergegas bangun dari tidurnya di sebuah toko sembako tempat dia menumpang tinggal dan bekerja paruh waktu di Desa Toino, Pandowoharjo, Sleman. Murid SMKN 2 Yogyakarta itu bergegas menyiapkan buku pelajaran dan barang dagangannya. Sebelum matahari bersinar, dia sudah membuka toko. Tak hanya buku pelajaran yang dibawanya ke sekolah. Murid kelas 1 SMK itu membawa sepeda ontelnya yang dipasangi gerobak berisi aneka makanan ringan yang akan dijual. Bersepeda sejauh 12 kilometer menjadi rutinitas paginya menuju sekolahnya yang terletak di Jalan AM Sangaji, Jetis, Yogyakarta. Dalam perjalanan menuju sekolah, tak jarang dia dicegat oleh beberapa langganannya yang su-

JUALAN Desi mendorong sepedanya saat hendak meninggalkan SMKN 2 Yogyakarta, Yogyakarta, Rabu (22/1). Dengan uang hasil keringatnya, Desi bisa membeli sepatu, seragam, handphone hingga sepeda ontel yang biasa dipakai untuk berjualan dan berangkat sekolah.

12 Orang Tertimbun Longsor

Semoga ada keajaiban dan masih ada yang selamat... Korupsi Dana Bencana, Hukumannya Mati

Jika ada yang lebih berat lagi, maka itu yang lebih pantas...

MERDEKA

dah menunggu untuk membeli slondok, camilan tradisional Yogya yang terbuat dari singkong. Sesampai di sekolah, belum ada yang

Redaksi/Pemasaran/Iklan: Jl. Binagriya Raya B1 No. 9 Pekalongan Telp. (0285) 432.234, 790.6360 Fax. (0285) 441.0262

datang kecuali satpam, Desi menyempatkan diri untuk belajar di kelasnya. “Slondok itu gini lho, terbuat dari

telo (singkong),” kata Desi sembari menunjukkan bungkusan slondok dari gerobak di sepeda onthelnya, Rabu (22/1) ke hal 7 kol 1

E-mail: r4d4rpek4long4n@gmail.com, iklan_radar_pekalongan@yahoo.com Website: www.radarpekalonganonline.com

CKMY


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.