16 HALAMAN
SABTU, 2 MARET 2013
Rp 2.500
WAHYU HIDAYAT
WAHYU HIDAYAT
WARUNG RUSAK - Mustofa, pemilik warung makan ‘Berkah’ di Jalan Pembangunan, menunjukkan kerusakan yang melanda tempat usahanya, setelah dilempari batu oleh suporter asal Semarang.
KENA LEMPARAN - Seorang anggota polisi terkena lemparan batu dari kubu suporter PSIS Semarang di tribun utara Stadion Kota Batik, pada laga Persip vs PSIS, kemarin sore.
Suporter PSIS Mengamuk 30 Orang Luka di Kepala, Dilarikan ke RS PEKALONGAN - Laga Persip Pekalongan kontra PSIS Semarang kemarin (1/3) sore
yang berakhir imbang 1-1 di Stadion Kota Batik, diwarnai kericuhan. Aksi saling lempar antar suporter terjadi sejak menjelang babak ke dua dimulai. Akibatnya, 30-an orang, termasuk polisi dan TNI, menderita luka di bagian kepala se-
hingga harus dilarikan ke rumah sakit Bendan dan Kraton. Tak hanya itu saja. Kericuhan lebih parah justru terjadi setelah pertandingan berakhir. Sejumlah suporter PSIS Semarang dilaporkan mengamuk. Mereka melempari beberapa
toko, warung, hingga pom bensin di sepanjang perjalanan pulang mereka dari Stadion Kota Batik. Kerusakan berupa kaca pecah ditemukan pada beberapa bangunan toko dan warung di Jalan Pembangunan, Jalan Merdeka, Jalan
Gajah Mada, hingga Jalan KH Mansyur. Selain itu, salah satu sumber mengatakan, petugas keamanan juga mengamankan seorang suporter PSIS yang kedapatan membawa senjata tajam sejenis belati ke hal 7 kol 1
300 Kios Pasar Genuk Ludes Terbakar
PILGUB JA TENG JATENG
RADAR SEMARANG
MENDAFTAR - Dengan diantar pocong, pasangan Arto mendaftar ke KPU Jateng sebagai Cagub dan Cawagub.
Diantar Pocong, ARTO Mendaftar Jadi Cagub Jateng
RADAR SEMARANG
LUDES - Ratusan kios pasar Genuk Semarang ini ludes dilalap si jago merah.
SEMARANG - Gedung KPUD Jawa Tengah dihebohkan kemunculan delapan pocong. Pocong yang datang bersama seorang dukun itu bukan untuk menghantui jajaran pimpinan KPUD, melainkan mengantar pasangan ARTO mendaftar diri sebagai kontestan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah. ARTO adalah akrononim untuk pasangan Arief Eka Atmaja dan Tri Hartanto. Seperti layaknya kandidat kontestan pemilu kada, mereka tidak lupa membawa amplop berisi ‘berkas-berkas’ yang disyaratkan oleh KPUD
SEMARANG - Kebakaran hebat kembali meludeskan pasar tradisional di Kota Semarang. Kali ini, si jago merah membumihanguskan ratusan kios pedagang Pasar Genuk di Jalan Raya Kaligawe, Genuksari, Genuk, Jumat (1/3) dini hari. Belum ada kepastian penyebab kebakaran. Dugaan kuat, api berasal dari korsleting arus listrik. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian ditaksir mencapai Rp 2 miliar. Saat kebakaran, pasar dalam kondisi sepi. Ratusan pedagang hanya bisa menangis, menyaksikan sisa-sisa barang dagangan yang sudah menjadi abu
SEMARANG - Keinginan Bibit Waluyo menggandeng Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo sebagai cawagubnya, belum benar-benar final. DPP Partai
Amanat Nasional (PAN) belum menyetujui nama Sudijono sebagai bakal calon wakil gubernur yang bakal mendampingi bibit. ”Belum (ditentukan). Kita masih melakukan koordinasi dan konsolidasi terlebih dahulu,” kata Ketua DPP PAN Tjatur Sapto Edy, di selasela persiapan acara wayang kulit
PSIS (1)
Persip vs PSIS Berakhir Imbang 1-1 KRATON - Kesebelasan Persip Pekalongan gagal memenuhi ambisinya untuk meraih poin penuh di kandangnya sendiri, setelah hanya berhasil menahan imbang PSIS Semarang dengan skor 1-1, dalam lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Kota Batik, Jumat (1/3) sore. Bahkan, tim berjuluk Laskar Kalong itu, sempat kecolongan terlebih dulu 1-0 oleh gol yang dicetak striker PSIS Emille Linkers pada menit 42 melalui
tendangan bebas. Persip akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada menit 52 (babak kedua) melalui tendangan penalti yang dilakukan oleh Patricio ‘Pato’ Jimenez. Pertandingan yang disaksikan oleh ribuan suporter tuan rumah dan tim tamu itu berlangsung ‘panas’. Sejak menit pertama, tuan rumah berusaha menekan ke lini pertahanan PSIS yang di jaga oleh Morris Power, Nurul Huda, dan Ringga Setiawan, dan Fauzan Fajri ke hal 7 kol 5
ke hal 7 kol 1
PAN dan Golkar belum Sepakat Usung Rektor Unnes Golkar Ajukan Bambang Yoga
(1) PERSIP
WAHYU HIDAYAT
MENYERANG - Striker Persip, Nur Coyo (kiri, kostum kuning) saat melakukan serangan ke kubu PSIS, pada laga Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Kota Batik, kemarin (1/3) sore.
di Candi Borobudur, kemarin. Sama seperti PAN, Partai Golkar juga belum menggaransi nama Rektor Unnes Prof Sudijono Sastroatmodjo untuk mendampingi Bibit Waluyo. Posisi Sudijono masih bisa digeser oleh kader Partai Golkar, ke hal 7 kol 1
ke hal 7 kol 5
Wahyudin ‘Mas Ganteng’, Pantang Menyerah dengan Keadaan
Jadi Pemulung Sejak SD untuk Bayar Sekolah Hingga S1
DOK
Wanita China Panjangkan Rambut Selama 11 Tahun TIDAK semua wanita tahan memanjangkan rambut karena membutuhkan perawatan yang tak mudah. Namun seorang wanita di China malah kecanduan memanjangkan rambut. Tak heran Cen Yingyuan pun tidak menggunting rambutnya selama 11 tahun terakhir ini. Kini rambut Cen menggantung sepanjang 1,8 meter di badannya yang hanya setinggi 1,5 meter ke hal 7 kol 1
SIAPA sangka, sosok Wahyudin (21) yang tinggi besar ini adalah pemulung. Wahyu, yang suka dipanggil ‘Mas Ganteng’ ini memulung sampah sejak SD. Hasil dari memulung itu dia gunakan untuk sekolah dari SD hingga mencecap bangku kuliah. Gelar sarjana tinggal direngkuh Wahyu di depan mata. Saat wartawan menyambangi Wahyu di kediaman orang tuanya di Kampung Kalimanggis, Gang Lame, Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (1/3). Dia bercerita tentang kisah hidupnya. “Awalnya ketika saya kelas 4 SD, saya mulai merasa tidak mungkin bisa sekolah sampai SMP,” ujar Wahyudin. Wahyu, terlahir dari ayah berputra 5 yang berpoligami, Mija (60) dengan Fatmawati (38), yang menjadi istri kedua, pada 12 Desember 1991 di Bekasi. Wahyu adalah sulung dari 3 bersaudara. Ayah dan ibu
DETIK.COM
MAS GANTENG - Wahyudin ‘Mas Ganteng’ (kiri) berpose di depan rumahnya dan saat memulung di kawasan perumahan.
Wahyu adalah petani yang menggarap lahan kosong milik orang lain. Dengan kondisi itu, orang tuanya
Redaksi/Pemasaran/Iklan: Jl. Binagriya Raya B1 No. 9 Pekalongan Telp. (0285) 432.234, 790.6360 Fax. (0285) 441.0262
sibuk memenuhi kebutuhan perut Wahyu dan saudara-saudaranya. Sekolah pun tidak menjadi prioritas.
Saat kelas 4 SD itu Wahyu mulai khawatir tidak bisa sekolah. Ketika itu ia pun mulai menabung uang jajannya agar bisa sekolah. “Saat itu saya berpikir kalau tidak sekolah bisa seperti kakak saya. Saya cuma bisa memendam di dalam hati karena tidak berani cerita ke orang tua saya yang galak,” kenangnya. Kehidupan Wahyu kecil tentu tidak seperti anak-anak SD lainya yang hanya tinggal belajar, tidak memikirkan masalah uang bulanan sekolah. Sampai suatu ketika ia bermain ke rumah tetangganya yang berprofesi sebagai pemulung di kampungnya. Tetangga kampung yang bernama Ani dan anaknya yang bernama Jery hidup dengan cara memulung. Karena keinginannya yang kuat buat membiayai sekolah, maka Wahyu menyatakan ingin ikut menjadi pemulung pada tetangganya itu ke hal 7 kol 1
Suporter PSIS Mengamuk
Arogansi yang menyebabkan kerugian saudara sendiri PAN dan Golkar belum Sepakat Usung Rektor Unnes
Tawar menawar harga pas tancap gas
E-mail: r4d4rpek4long4n@gmail.com, iklan_radar_pekalongan@yahoo.com Website: www.radarpekalonganonline.com
CKMY