C M Y K
Anggodo Dapat Penghargaan...
SURYA
PAGE 01 SBY-MLG
baca halaman 10 Rp 1.000
ALAMAT REDAKSI/IKLAN/SIRKULASI: JL RUNGKUT INDUSTRI III NO. 68-70 SIER SURABAYA 60293
●
KAMIS 10 DESEMBER 2009 NO. 30 TAHUN XXIV TERBIT 20 HALAMAN
TELEPON (031) 8419000 ● www.surya.co.id
Surabaya Kota Terkorup, Pacitan Paling Bersih surya/sugiharto
MENUNTUT HAK - Seorang nasabah Bank Century yang ikut demo Hari Antikorupsi Sedunia di depan Gedung Grahadi, Surabaya, Rabu (9/12).
MALANG - SURYA Di antara 28 kabupaten/kota di Jatim, Surabaya menempati posisi pertama sebagai kota terkorup 2009. Berdasarkan hasil riset Malang Corruption Watch (MCW) terhadap 28 daerah tingkat II di Jatim, korupsi di Kota Surabaya mencapai Rp 439.907.900.000 atau Rp 439,9 miliar. Angka tersebut berdasarkan temuan kasus korupsi yang diangkat ke pengadilan, belum termasuk kasus korupsi yang tidak bisa diungkap
PERINGKAT
I
KORUPS di Jatim 2009
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.
■ KE HALAMAN 11
Surabaya Bondowoso Kab Kediri Sidoarjo Kab Pasuruan Banyuwangi Bojonegoro Magetan Kab Malang Pamekasan
Rp 439.907.900.000 Rp 197.110.000.000 Rp 119.450.000.000 Rp 80.228.237.500 Rp 74.040.000.000 Rp 41.448.523.600 Rp 28.791.000.000 Rp 24.500.000.000 Rp 20.852.133.916 Rp 14.290.000.000
11. Kota Batu 12. Probolinggo 13. Jember 14. Ponorogo 15. Lumajang 16. Kota Malang 17. Blitar 18. Gresik 19. Jombang 20. Kediri
Rp 13.805.000.000 Rp 12.435.590.450 Rp 9.153.000.000 Rp 8.604.000.000 Rp 6.040.000.000 Rp 5.560.400.000 Rp 4.420.753.000 Rp 2.047.000.000 Rp 1.985.000.000 Rp 1.747.000.000
21. Situbondo 22. Tuban 23. Pasuruan 24. Trenggalek 25. Mojokerto 26. Sumenep 27. Bangkalan 28. Pacitan
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
1.573.357.377 1.000.000.000 856.000.000 708.000.000 671.527.545 611.000.000 259.675.000 60.000.000
Rp 1.112.164.078.388
*) Hasil riset kinerja kota/kabupaten di Jatim dalam penanganan korupsi 2009, oleh Malang Corruption Watch grafis: surya/rendra
Babi Ngépét, Satu Desa Siaga Polisi Cek ke Lapangan Warga Kehilangan Harta
10 Kamar LP Porong bagi Penunggak Pajak
TUBAN - SURYA WARGA Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, geger akibat isu adanya babi ngépét, yang diyakini telah membuat hilangnya harta benda warga belakangan ini. Karena itu, dalam seminggu terakhir, warga desa rutin jaga malam dan ronda bergilir untuk menangkap babi jadi-jadian itu. Setiap pukul 22.00 WIB, warga mulai berkumpul di setiap gang desa untuk melakukan ronda hingga menjelang subuh. Mereka bergiliran melakukan perburuan ter hadap babi ngépét, yang kabarnya setiap kali muncul pada malam hari, maka esoknya ada warga mengaku kehilangan harta bendanya. Berdasarkan pantauan Surya pada Selasa (8/12) tengah malam lalu di Desa Jadi, terlihat sejumlah warga membawa pentungan kayu, senapan angin dan beragam senjata
Seorang Sudah Jadi Penghuni SURABAYA - SURYA Upaya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk membuat jera para penunggak pajak tampaknya tidak main-main. Bahkan, Kantor Wilayah (Kanwil) DJP Jatim I telah bekerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas I Porong, Sidoarjo, untuk memenjara para penunggak pajak. Kanwil DJP I Jatim sudah memesan sebanyak 10 kamar di LP Porong untuk berjaga-jaga menampung 10 wajib pajak (WP) penunggak yang kini sedang diburu. “Tahun ini baru ada satu aksi penyanderaan yang kami lakukan, yakni terhadap seorang wajib pajak penunggak bernama RM. Dia pemimpin di PT SDS,
tajam dalam rangka ronda kewaspadaan terhadap datangnya babi ngépét. Selain itu, juga ada beberapa pemuda membawa sapu lidi yang dipercaya bisa melemahkan si babi ngépét. Peserta ronda dibagi dalam beberapa kelompok. “Sudah satu minggu ini kami melakukan ronda setiap malam. Sebab, banyak warga yang kehilangan, gara-gara ulah babi ngépét tersebut,” kata Mutohar, 24, warga Desa Jadi yang memercayai adanya babi ngépét.
■ KE HALAMAN 11
Juventus Vs Bayern Muenchen 1 – 4
Juve Tersingkir Menyakitkan
■ KE HALAMAN 11
“Bisa Jadi Memang Ada”
M
kapanlagi
ENURUT budayawan Sujiwo Tejo, isu babi ngépét mudah diembuskan bukan semata karena adanya kepercayaan akan hal-hal gaib atau mistik di masyarakat, tetapi lebihlebih juga disebabkan oleh kondisi sosial ekonomi masyarakat. “Mungkin babi ngépét itu memang ada, tetapi kan tidak lantas orang menjadi kaya karena babi ngépét. Pasti ada yang mengembuskan isu itu,” kata Sujiwo Tejo ketika dihubungi Surya, Rabu (9/12).
Sujiwo Tejo
■ KE HALAMAN 11
surya/m.taufik
BERBURU - Warga Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Tuban, menggelar ronda setiap malam untuk memburu babi ngépét yang diyakini kerap mencuri harta benda mereka.
Selidiki Orang Ketiga, Tiga Pekan Melawat ke Belanda (Bagian 1) Berembus Isu Hamil Mengunjungi Penulis Jawa Tempo Dulu
repro surya/ahmad zaimul haq
KENANGAN - Foto penikahan Bambang Pramono dan alm Alfiyani tahun 1996 silam.
Misteri Tewasnya Istri Wartawan RCTI SIDOARJO - SURYA Dugaan korban mengenali pelaku terus didalami polisi untuk mengungkap misteri tewasnya Anik Afiani, 39, istri wartawan RCTI Sidoarjo Bambang Pramono Putra, 32. Polisi kini mengembangkan penyelidikan dugaan adanya keterlibatan orang ketiga. Untuk
KHUSUS
PENGGUNA FLEXI
memastikan dugaan itu, tim gabungan Polres Sidoarjo, Polwiltabes Surabaya, dan Polda Jatim menggelar olah TKP keempat kalinya, Rabu (9/12). Puluhan polisi mendatangi lokasi kejadian di Perum Pesona Permata Gading Blok XX/01, ■ KE HALAMAN 11
Kirim ke
Ketik : Iklan(spasi)surya(spasi)kode iklan(spasi)materi iklan n dimuat 2 baris 75 karakter di SURYA n biaya iklan Rp. 15.000,- / SMS ( belum PPn 100% ) n pemuatan besok diterima paling lambat Pkl. 15.00 WIB
info :
TINA, VIRGIN 031 8419000
Nama Priambodo Prayitno tentu tak asing bagi kalangan blogger Indonesia, terutama yang biasa pakai Multiply.Com. Ia punya banyak koleksi kartu pos bergambar foto-foto Jawa tempo dulu. Saya mendatangi apartemennya di Delft, di sela-sela kegiatan saya mengikuti kursus online journalism di Radio Netherland Training Center (RNTC) Hilversum yang disponsori STUNNED. surya/yuli akhmada
YULI AKHMADA BELANDA
M
AS Pri, nama panggilan Priambodo Prayit no, punya blog beralamat di www.djawatempodoeloe.multiply.com. Pada foto profilnya terpasang lelaki Jawa cenderung legam, juga berikat kepala dengan pose lugu. Di sana terpacak ratusan foto Jawa tempo dulu dari kartu pos. Mas Pri mengelompokkan berdasarkan lokasi, misalnya, Batavia, Soerabaia dan Malang. Khusus untuk album Djawa Timoer, ia punya 39 kartu pos. Mulai dari gambar gedung-gedung tua nan cantik, sampai suasana jalan tempo dulu. Ia juga membuat klasifikasi
KOLEKSI LANGKA - Olivier Johannes alias Priambodo Prayitno di apartemennya, Delft, Belanda menunjukkan album koleksi kartu posnya. berdasarkan, misalnya, fotofoto kaum bangsawan dan pembantunya, foto-foto suasana pedesaan dan lain-lain. Lantaran koleksinya unik dan sangat langka, ia punya banyak penggemar. Sampai naskah ini ditulis, dia punya 731 kontak. Komentar dari penggemarnya juga banyak sekali. Jadilah Mas Pri semacam selebriti dunia maya. Agak ribet juga mengatur waktu untuk bertemu Mas Pri. Saya mesti kursus dari pukul 09.30 sampai 17.00 dan kadang mengerjakan PR, sementara dia mesti bekerja di siang hari. Maka, kami terpaksa kete-
mu pada malam hari. Sepulang kursus, saya bergegas sendirian ke stasiun Hilversum setelah mengecek rute dan jadwal kereta api tercepat ke Delft via Leiden melalui situs resmi www.ns.nl. Perjalanan sekitar 1,5 jam. Di kereta, kebetulan saya bertemu Sirtjo Koolhof, Kepala Seksi Bahasa Indonesia Radio Nederland Wereldomroep. Pada 20 November malam itu, Stasiun Delft sudah sepi. Angin sedang berembus kencang dibanding hari-hari biasa. Dingin sekali. Saya keluar stasiun, ■ KE HALAMAN 11
C M Y K
ap/massimo pinca
KALAH - Pemain Juventus Alessandro Del Piero (kiri) menahan sergapan pemain Bayern Muenchen Martin Demicelis pada laga, Rabu (9/12) dini hari. TURIN – SURYA Sungguh tragis nasib Juventus. Tim utama Serie A Italia itu tak bisa menyusul jejak Fiorentina atau AC Milan ke babak 16 besar (knockout) Liga Champions. Sempat unggul 1-0 di babak pertama, Juve akhirnya tersingkir menyakitkan dilibas Bayern Muenchen, 4-1 pada laga menentukan Grup A, Rabu (9/12) dini hari WIB. Tampil di depan publik sendiri di Stadion Olimpico Turin, Juve tidak berkutik. Penampilan mereka benarbenar antiklimaks. Sebaliknya, kemenangan bersejarah di laga hidup mati tersebut membawa Muenchen sebagai runnerup dengan 10 angka atau unggul dua angka dari Juventus. Juara Piala Champions empat kali itu mendapatkan gol dari penalti kipernya, Han Jorg Butt di menit ke-30. Gol itu menyamakan kedudukan 1-1 setelah La Vecchia Signora Juventus unggul dulu lewat bidikan David Trezeguet. Ivica Olic, Mario Gomez, dan Anatoly Tymoschuk menjadi bukti kekuatan Muenchen di babak kedua setelah menggelontor gawang Juventus dengan golgol mereka di menit ke-52, 83, dan 90+2. ■ KE HALAMAN 11
Peserta Ujian
K
ABAR kontroversi Unas mengingatkan Tole pengalaman tahun lalu. Saat ikut sidak Unas di suatu sekolah, seorang pejabat mencoba berbasa-basi dengan pengawas dan peserta ujian. “Berapa jumlah keseluruhan kelas ini,” tanya si pejabat. Kepala pengawas dengan mantap menjawab,”Ada 23 murid dan 3 guru pengawas. Jadi, semuanya 26, Pak.” Si pejabat bertanya lagi,”Kalau tanpa pengawas...? Dan, kepala pengawas langsung menyahut,”Kalau tanpa pengawas, wah, mereka bisa saling nyontek, Pak.” ■ Cak Sur
SURYA PAGE 01 SBY-MLG