diving suarez
DIGITAL NE WS PA PER
dicaci dan dipuja hal
Spirit Baru Jawa Timur surabaya.tribunnews.com
SURABAYA, SURYA - Mereka dapat menjadi teman saat Anda sendirian, menjadi teman saat shopping atau menemani saat Anda menonton film. Mereka juga pandai memasak, mengerjakan laundry dan memijat jika Anda lelah. Bahkan ada yang mampu menjaga Anda jika sedang sakit karena mereka telah belajar pengobatan China. Mereka adalah pria muda asal China, yang mencari uang dengan berkencan dengan tante girang. Di Singapura saat ini tengah tren para lelaki belia mencari tante girang. Dapat dikatakan, Singapura saat ini menjadi surganya para lelaki tersebut mendapatkan perempuan dewasa yang kaya dan mapan tetapi kesepian. Situs Asiaone menuliskan, para lelaki tersebut hanya meminta uang saku, ada yang harian, bulanan atau dalam jangka waktu yang lama. Para “Toy Boy” itu kebanyakan berasal dari China dan mengiklankan diri secara terbuka melalui sebuah situs online. Situs tersebut merupakan situs berbahasa Mandarin yang dikenal karena merupakan situs iklan gratis. Seorang lewlaki berusia 30 tahun kepada koran Lianhe Wanbao mengaku, dirinya merupakan salah satu lelaki yang mengiklankan diri dan mengklaim dirinya bisa memberikan kepuasan dan sensasi seperti malam pertama pernikahan. Lelaki lainnya berusia 22 tahun mengungkapkan pada The New Paper Minggu
surya.co.id
2
www
edisi pagi
| RABU, 10 OKTOBER 2012 | Terbit 2 halaman
kemarin, dirinya dapat memberikan kepuasan seks. Namun jika diinginkan para tante girang itu, ia juga dapat diajak untuk menonton bioskop atau sekedar menemani makan malam. “Aku tinggal sendirian di
Singapura Surga Lelaki
Pencari Ta nte Girang
Singapura selama dua tahun terakhir, jadi tidak ada salahnya saya melakukan hal tersebut, seperti memasak dan mencuci,” katanya. “Saya ingin menemukan hal yang menjamin kebutuhan, lagi pula saya pun kesepian. Dia (tante girang) harus memberikan saya tunjangan hidup,” imbuhnya. Kamis lalu, ia juga memposting dirinya di situs yang biasa dibuka para tante girang, jika dirinya sedang mencari tante girang yang baik yang bisa menjaganya. Bahkan ia dengan percaya diri meninggalkan nomor teleponnya di situs tersebut. Lelaki muda itu berasal dari China daratan, kawasan Jiangsu, China dan ingin mencari uang dengan mudah. Dia juga mengaku belum punya kekasih namun sudah memiliki
banyak pengalaman seksual selama di China. Ini adalah sebuah kisah dari seorang lelaki yang merasa membutuhkan banyak uang untuk hidup di Singapura. “Saya bekerja di bandara dan mendapatkan gaji sekitar 1.000 dolar Singapura dan tidak cukup untuk hidup sehari-hari,” ujar lelaki tersebut di sebuah situs. Ia mengaku terisnpirasi oleh postingan yang sama di situs tersebut dan memutuskan untuk membuat postingan tersendiri.
Menurut surat kabar Lianhe Wanbao, lelaki tersebut sudah muncul di situs itu sejak akhir bulan lalu. Ia menawarkan diri menjadi lelaki idaman bagi tante girang. Di antara para lelaki tersebut ada yang meminta bayaran harian 100 dolar Singapura, adapula yang meminta dibayar bulanan. Tidak sedikit pula yang sudah merasa puas hanya dengan membayarkan belanjaannya. Situs tersebut ditulis dalam bahasa Mandarin yang mudah diakses oleh orang China di
Para Gadis Juga Cari Om Senang SURABAYA, SURYA-Norma di kota besar macam Singapura merosot. Jadi tidak hanya kaum wanita yang mencari toyboy, tetapi wanita muda juga menjual tubuh pada sugar daddy untuk memperoleh barang mewah bahkan untuk membiayai sekolah mereka yang memang tidak murah. Beberapa waktu lalu The New Paper malaporkan fenomena ini. Seorang gadis mengatakan dia akan “tertawa saat Anda membuat lelucon, dan ia akan merenggangkan kakinya, untuk mendapat uang.” Lainnya mengatakan bahwa mereka akan memberikan seks oral untuk uang tunai. Mereka mencari sugar daddy atau om senang melalui email. Tetapi ada join facebook.com/suryaonline
yang berani meninggalkan nomor ponsel mereka dan yang lebih berani mengklaim bahwa gadis-gadis hampir tidak berpakaian dalam gambar internet adalah diri mereka sendiri. Untuk seorang wanita muda, mendapatkan uang untuk barang-barang mewah tampaknya menjadi prioritas nomor satu. Wartawan New Paper menanggapi postingan perempuan muda, di mana dia bilang dia sedang mencari om senang yang bisa memberinya uang saku bulanan, ia cepat untuk meminta angka. Uang saku sebesar $ 3.000 per bulan itu terlalu sedikit, katanya, dan meminta $ 4.500. Syarat bertemu hanya pada hari kerja. Dia ingin dibayar tunai.
Wanita, yang mengatakan dia berumur 22 tahun, belajar untuk gelar bisnis, cepat membahas topik seks. Dia berkata bahwa dia memiliki sertifikat kesehatan untuk membuktikan bahwa dia tidak membawa infeksi menular seksual (IMS) dan menambahkan bahwa menggunakan kondom adalah wajib. Tapi dia cepat setuju untuk tidak memakai kondom, tapi melakukan pemeriksaan medis. Ketika ditanya apakah ia ingin bertemu, dia segera setuju. Dia juga mengatakan bahwa jika ada akan ada tindakan seksual pada
Singapura, termasuk para mahasiswa yang datang dari China. Ini merupakan sebuah kebijakan dari situs yang memang diperuntukkan untuk iklan bebas biaya tersebut. Situs tersebut juga mengiklankan tempat tinggal, barang bekas hingga mencari pekerjaan. Menariknya, situs tersebut juga tidak menyensor katakata yang diposting. Sejumlah pengguna internet mengaku terkejut saat melihat iklan seorang lelaki muda yang dapat melakukan hubungan seksual hingga empat kali dalam satu malam. “Melakukannya (seks) empat sampai lima kali dalam satu malam, itu tidak masalah buat aku,” tulis postingan seorang lelaki. (*)
pertemuan pertama, pembayaran harus pertama kali dilakukan secara penuh dan tunai. Dia tidak memiliki keraguan dengan menyetujui untuk bepergian ke luar negeri, atau muncul di acara-acara sosial, asalkan biaya sesuai. Ketika ditanya mengapa ia melakukan hal ini, dia bilang dia butuh uang untuk sekolah. Kemudian, ia mengubah nada dan mengatakan dia menggunakan uang itu untuk membayar tagihan medis neneknya. Tapi dia kemudian mengakui bahwa ia ingin uang untuk menikmati barang mewah.”Orang tua saya tidak tahu aku melakukan ini Ini adalah gaya hidup yang biasa saya lakukan..” (*) follow @portalsurya