Surya Digitalpaper 19 Januari 2013Pagi

Page 1

DIGITAL NE WS PA PER

Shakira Rilis Situs Donasi Bayi hal

Spirit Baru Jawa Timur surabaya.tribunnews.com

surya.co.id

2 | SABTU, 19

jANUARI 2013 | Terbit 2 halaman

edisi pagi

Diprediksi 10.000 Tewas

Tokyo Bersiap Hadapi

Gempa Besar

SURABAYA, SURYA-Jelang dua tahun peringatan gempa dahsyat di Jepang Timur, masyarakat di Tokyo mulai bersiap menghadapi gempa paling besar yang diduga akan terjadi. Lima bulan pasca guncangan berkekuatan 9 di skala Richter yang menyebabkan tsunami dan menghancurkan sebagian kawasan timur laut Jepang, pada Agustus 2011 lembaga nasional Tokyo Earthquake Research Institute mempublikasikan sebuah hasil penelitian yang menguatirkan. Penelitian itu menunjukkan bahwa gempa pada 11 Maret 2011 itu telah menyebabkan tekanan besar pada pertemuan lempengan tektonik yang berada di bawah Tokyo. Tekanan ini secara signifikan meningkatkan kemungkinan bergeraknya lempengen-lempengan itu secara simultan pada dua titik fokal atau lebih. Menurut lembaga penelitian itu, ini bisa menyebabkan gempa berkekuatan 7,3 di skala Richter. Meskipun kekuatannya berada di bawah kekuatan gempa Maret 2011 lalu, dampaknya pada kawasan bangunan yang berpenduduk jauh lebih padat ini diperkirakan akan jauh lebih buruk. “Kami perkirakan sekitar 10 ribu orang akan tewas dan kerugian ekonominya bisa mencapai 1 trilyun

dollar”, ungkap Naoshi Hirata, salah seorang peneliti di lembaga itu. Perkiraan ini terhitung rendah mengingat bahwa lebih 19 ribu orang meninggal dunia akibat gempa dan tsunami Maret 2011. “Bahkan sebelum bencana Maret itu, kami sudah memprediksi bahwa dalam 30 tahun mendatang ada 70% peluang terjadinya gempa hebat di kawasan Tokyo”, jelas Hirata, yang juga anggota Komite Riset Gempa Jepang. “Ini tingkat kemungkinan yang sangat tinggi dan secara efektif berarti akan terjadi bencana besar-besaran di kawasan ini, Meskipun kita tidak bisa memastikan kapan tepatnya akan terjadi.” Bersiaga Penuh

“Kami hanya bisa mengatakan, bahwa setiap orang, perusahaan, sekolah serta pemerintah nasional dan lokal harus bersiapsiap dan siaga”, tambah Hirata. Peringatan itu didengar.

Akhir Desember, para pemilik property di kawasan bisnis utama Tokyo yang meliputi Otemachi, Marunouchi dan Yurakucho mengumumkan rencana untuk membangun fasilitas manajemen bencana yang memiliki perlengkapan media, akomodasi darurat, listrik dan ruangan hangat di mana orang bisa sementara berlindung ketika terjadi gempa besar atau bencana lainnya. Rumah ‘Mengapung’

Pemerintah Jepang tengah menggodok sejumlah persyaratan baru bagi pemilik dan pengelola gedung perkantoran, termasuk rumah sakit dan sekolah, untuk memeriksa ketahanan gempa. Sementara sebuah perusahaan meluncurkan produk pelindung gedung, berupa pelambung besar yang berisi udara supaya gedung itu bisa lentur “mengambang” ketika terjadi gempa. Produk Air Danshin Systems ini mengaktifkan sebuah kompresor udara bila mencatat adanya getaran gempa. Dalam satu detik, udara itu melalui katup pengontrol mengisi pelambung yang ditempatkan di bawah gedung. Kemudian gedung itu akan terangkat setinggi 3 cm dari fondasinya selama gempa berlangsung, sehingga terlindung dari kerusakan.(DW.DE)

Bikin Rumah Mengapung KUMPULAN pencakar langit yang terlihat dari Menara Tokyo, seperti Minato Ward dan Japan Technology juga telah menginstalasi fasilitas anti gempa itu. Bila sensor sistem pelindung senilai 3 juta yen itu menangkap bahwa tremor berhenti, maka udara juga akan pelan-pelan keluar dan pelambung itu mengempes. Bencana dua tahun lalu telah mengubah sikap semua orang, juga warga biasa. Latihan siaga gempa banyak yang sudah diubah. Sebelum Maret 11, guru-guru mengingatkan muridnya untuk tidak berlari, tidak mendorong dan jangan berbicara. Kini ada tambahannya, Jangan kembali ke tempat kejadian. Jumlah orang yang selamat dari gulungan gelombang tsunami kecil, hanya untuk tewas dalam gelombang yang lebih besar ketika kembali ke rumahnya, tidak akan diketahui secara persis. Tapi, inipun pelajaran yang terpaksa dimengerti lewat jalan yang berat, yakni dari pengalaman. (DW.DE)

join facebook.com/suryaonline

follow @portalsurya


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.