Pesta Bola Dunia Afrika Selatan...
Baca halaman 13,14,15,20 JUMAT 2 JULI 2010 NO. 225 TAHUN XXIV TERBIT 20 HALAMAN
Rp 1.000
LANGGANAN/PENGADUAN: (031) 8479555 ALAMAT REDAKSI/IKLAN/SIRKULASI: JL. RUNGKUT INDUSTRI III NO. 68 & 70 SIER SURABAYA
Dirk Kuyt Mathijsen
LIVE
Heitinga
LAPORAN LANGSUNG Wartawan Surya
NURFAHMI BUDI dari Afrika Selatan
Van der Wiel Robben
Jumat (2/7)
21.00 WIB
Luis Fabiano
Bronckhorst
Stekelenburg
De Jong
• TELEPON (031) 8419000 • www.surya.co.id
Kuyt
Persie Bommel Sneijder Fabiano
Silva
Alves
Maicon
Kaka
BELANDA
Robinho
Pola (4-2-3-1) Pelatih : Dirk Van Marwijk
Juan
Josue Bastos
Lucio
Cesar
HEAD TO HEAD 07-07-98 : Piala Dunia Brasil 1-1 Belanda Brasil menang adu penalti 4-2 09-07-94 : Piala Dunia Belanda 2-3 Brasil 03-07-74 : Piala Dunia Belanda 2-0 Brasil
BRASIL
Pola (4-2-3-1) Pelatih : Dunga
Buru Menang Tanpa Keindahan PORT ELIZABETH - SURYA Timnas Brasil di Piala Dunia 2010 disindir telah kehilangan ruh permainan indah jogo bonito yang menjadi ciri khas mereka. Begitu juga Belanda yang tidak lagi memeragakan permainan total football. Pelatih Brasil, Dunga dan pelatih Belanda, Bert Van Marwijk kini memainkan sepak bola
pragmatis yang penting menang. Gaya pragmatis dengan mengesampingkan keindahan permainan itu sepertinya akan kembali diperagakan kedua tim saat bentrok di perempat final di Nelson Mandela Bay Stadium di Port Elizabeth, Jumat ■ KE HALAMAN 11
Iwan Fals Dilarang Nyanyi di Jatim
► Terkendala Izin Kepolisian ► Orang Indonesia Kecewa
SURABAYA - SURYA FANS berat penyanyi kondang Iwan Fals di Jatim terpaksa gigit jari. Iwan yang menjadi salah satu legenda hidup dunia tarik suara Indonesia itu, gagal menggelar konser bertajuk "Panggung Keseimbangan" di beberapa kota di Jatim karena terkendala izin dari kepolisian. Penyanyi bernama lengkap Virgiawan Listanto itu tak jadi pentas di alun-alun Jombang, yang direncanakan digelar Jumat (2/7) siang. Ini karena pergelaran musik tersebut tidak mendapatkan izin dari Polres Jombang. Di Lamongan, agenda konser juga dibatalkan pada
Rabu (30/6) lalu, meskipun Iwan Fals tetap hadir untuk melakukan bakti sosial penanaman bibit pohon. Di Kota Blitar, kemungkinan pertunjukan Iwan juga batal karena pihak penyelenggara ■ KE HALAMAN 11 antara/syaiful arif
Rayakan HUT Polri Bareng Ultah Ke-56
Susno Nangis di Tahanan
Ustad Yusuf Mansur Marahi Panitia Ponpes BATU - SURYA Demi ingin melihat langsung dan mendengarkan ceramah ustad kondang Yusuf Mansur, sekitar 4.000 warga Batu yang sejak siang berkumpul di area Pondok Pesantren Khusus Anak Yatim Piatu dan Dhuafa Nurus Sa’adah, rela tak menunaikan ibadah salat Ashar. Akibatnya sang ustad pun memarahi panitia yang tak tepat waktu dalam menjalankan acara dan meminta ribuan jemaah untuk menunduk sejenak melakukan istigfar. Entah panitia yang kurang bisa memanfaatkan waktu, atau para tamu undangan seperti rombongan Wali Kota Batu dan Muspida datang telat, akhirnya tausiyah Ustad Yusuf Mansur ditunda usai adzan Ashar. Akibatnya, ribuan ■ KE HALAMAN 11
TAK MENYANYI - Iwan Fals (kiri) bersama Wakil Bupati Lamongan, Tsalist Fahami (tengah) akhirnya hanya bisa menanam seribu pohon, Rabu (30/6).
Latih Ingatan
P surya/renni susilawati
DONGKOL – Ustad Yusuf Mansur saat memberi sambutan peresmian Ponpes Khusus Anak Yatim dan Duafa Nurus Sa`adah di Kota Batu, Kamis (1/7).
AKDE Tole yang tugas di rumah sakit Lawang, siang itu memanggil tiga pasien. “Silakan duduk, saya ingin mengetes ingatan kalian,” kata Pakde Tole. “Coba, kamu Nur, tiga kali tiga berapa?” Si Nur menjawab : 176. “Kalau kamu Gan, tiga kali tiga berapa?” Si Gan menjawab : Kamis. Pakde Tole tersenyum. “Nah, kamu Dul, tiga kali tiga berapa?” Si Dul menjawab : sembilan. “Pintar, kok kamu bisa, gimana ngitungnya.” Si Dul menukas,”Gampang Pak dokter, Kamis dikurangi 176.” ■ cak sur
tribunnews/bian harnansa
BESUK SUSNO - Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri (kiri) menyapa wartawan usai membesuk Komjen Pol Susno Duadji, usai upacara HUT Polri di Mako Brimob Kelapa Dua, Kamis (1/7).
Tak pernah terbayangkan di benak mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji bahwa ia merayakan ulang tahunnya yang berbarengan dengan HUT Polri di balik jeruji besi. Hatinya pun terluka seperti teriris sembilu.
U
PACARA peringatan HUT Bhayangkara ke64 digelar di Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, Kamis (1/7) pagi. Uniknya, di hari yang sama, mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji yang pernah menghebohkan dunia kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi dengan munculnya istilah 'Cicak-Buaya' juga merayakan ulang tahun ke-56 dari balik jeruji besi Mako Brimob. Perayaan HUT Bhayangkara kemarin adalah kali pertama bagi kakek dua cucu ini memperingati hari lahirnya di penjara. Kado ulang tahun sang Jenderal yang lahir di Pagaralam,
Sumatera Selatan pada 1 Juli 1954 ini cukup miris. Susno hanya mendengar sayup-sayup kemeriahan pesta ulang tahun tempatnya bekerja dari balik jeruji besi, tanpa dapat turut larut di dalamnya. Kepedihan hati Susno ditumpahkannya saat keluarga dan pengacaranya datang untuk merayakan ultahnya di penjara. Terharu, Susno yang kini menjadi tersangka korupsi setelah mengungkap praktik makelar kasus di tubuh Polri pun menangis. “Tadi Pak Susno terharu sampai menitikkan air mata ■ KE HALAMAN 11
Anas Ngepos Sebulan di Surabaya ► RIDHO: Tak Perlu Datangkan Bu Mega, Cukup Orang Surabaya Saja RINGKASAN PENDAPAT MK
TENTANG SENGKETA PILWALI SURABAYA � Keterlibatan anggota Panwaslu Surabaya atas larangan khotbah Jumat di Pacar Keling terhadap Arif Afandi bukan pelanggaran HAM dan Konstitusi. Panwas cuma menghimbau agar kegiatan khotbah tidak dijadikan ajang kampanye. Fakta juga bahwa Arif tetap bisa berkhotbah dan materi khotbah tak ada kampanye. � Tidak beralasan dalil Pemohon (CACAK) tentang adanya intimidasi yang dilakukan terhadap peserta pengajian Muslimat Ranting Lakarsantri yang melarang istri Arif, yakni Retno Wilis, untuk ikut pengajian. � Adanya roti dengan kemasan bertuliskan “Risma” di sejumlah TPS saat coblosan bukan merupakan pelanggaran kampanye karena tidak disediakan oleh Termohon (KPU). Roti “Risma” merupakan merek yang sudah lama ada. � Menyebarkan piagam penghargaan yang ditandatangani oleh pasangan calon nomor 4 yang menjabat Walikota (Bambang DH) pada masa tenang (H-1) dan pada hari pencoblosan, merupakan kampanye terselubung karena ada bukti surat himbauan. Tindakan ini bertentangan dengan perundang-undangan serta asas jujur dan adil dalam pemilu. � Terjadi praktik politik uang (money politics) yang dilakukan pasangan calon nomor urut 4 (Ridho) terhadap para pemilih pada beberapa kecamatan dalam bentuk pemberian barang berupa sarung, kaos, beras dan uang. � Adanya mobilisasi PNS (Pegawai Negeri Sipil), khususnya para Camat dan Lurah, untuk mendukung pasangan calon nomor 4 dalam pemilukada Surabaya. grafis: surya/rendra
surya/dok
Wisnu Sakti Buana dan Anas Urbaningrum SURABAYA - SURYA Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan coblos ulang dan hitung ulang surat suara untuk Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya, disambut antusias oleh dua kubu yang bakal bersaing ketat, yakni pasangan cawali-cawawali Tri RismahariniBambang DH (disingkat RIDHO) dan pasangan Arif Afandi-Adies Kadir (disingkat CACAK). Pihak CACAK, misalnya, tidak tanggung-tangung, dengan menurunkan langsung Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum untuk memenangkan pasangan yang diusung PD, Golkar, dan PAN. Kamis pagi (1/7), Anas datang ke Surabaya dan langsung menggelar pertemuan konsolidasi
di ruang VVIP Bandara Juanda. Anas hadir bersama sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PD. Juga tampak Arif Afandi, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PD Jatim Imam Sunardi, Ketua Tim Pemenangan CACAK Yunianto Wahyudi alias Masteng, dan anggota DPRD Surabaya dari Partai Demokrat, Ratih Retnowati. Sementara Ketua DPC PD Surabaya Wisnu Wardhana tidak tampak dalam pertemuan. Untuk diketahui, karena terbukti terjadi pelanggaran secara terstruktur, sistematis, dan masif dalam penyelenggaraan Pilwali Surabaya pada 2 Juni lalu, MK memerintahkan coblos ulang di lima kecamatan (Rungkut, Sukolilo, Krembangan, ■ KE HALAMAN 11
Peluang 50:50, Berebut Golput
P
ERSAINGAN menuju posisi tertinggi di balai kota Surabaya kembali terbuka lebar pascaputusan MK yang membatalkan Keputusan KPU Surabaya tentang penetapan wali kota dan wakil wali kota terpilih Surabaya, pasangan Tri Rismaharini-Bambang DH (disingkat RIDHO). Karena itu, mesin politik pasangan cawali-cawawali, khususnya dua besar RIDHO dan Arif AfandiAdies Kadir (disingkat CACAK) yang bakal bersaing ketat, kini langsung tancap gas guna memaksimalkan hasil dalam coblosan ulang nanti. ■ KE HALAMAN 11