C M Y K
Infotorial Pendidikan..
HARIAN SURYA
PAGE 01
baca halaman 6-7 Rp 1.000
SELASA 16 JUNI 2009 NO. 210 TAHUN XXIII TERBIT 20 HALAMAN
ALAMAT REDAKSI/IKLAN/SIRKULASI : JL RAYA MARGOREJO INDAH D-108 SURABAYA 60238 ● TELEPON (031) 8419000 ● www.surya.co.id
Pergoki Suami, Cici Ditabrak Suhaebi Semobil dengan Wanita Lain
Ada 78 Lubang Tanpa Mur-Baut di Suramadu
JAKARTA – SURYA PENYANYI dangdut Cici Paramida, 35, menangis. Hatinya hancur lebur. Seorang kerabat dekat Cici mengatakan, tak akan ada obat yang bisa meluluhkan hatinya lagi, kecuali kata cerai dari suami yang baru menikahinya tiga bulan lalu.
wartakota
LUKA - Cici Paramida mengalami luka pada keningnya dan melaporkan suaminya ke Polres Kabupaten Bogor, Minggu (14/6).
Biodata Nama Nama lengkap Tempat/Tgl lahir Nama suami Menikah
: Cici Paramida : Hamidah Idham : Jakarta, 7 September 1973 : Raden Akhmad Suhaebi Hamzawi (Ebi) : 12 Maret 2009 di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi
Penyanyi dangdut ini telah merilis 10 album, 4 di antaranya album religius. Album-albumnya banyak melibatkan musisi besar, termasuk Guruh Soekarnoputra dan Erwin Gutawa.Cici pernah meraih Anugerah Musik Indonesia sebagai penyanyi dangdut terpopuler 1999
SURABAYA - SURYA Pernyataan AG Ismail, Kepala Balai Besar Jalan Nasional V yang membawahi proyek Jembatan Suramadu, tentang banyaknya mur dan baut yang hilang di jembatan sepanjang 5,438 kilometer tersebut, akhirnya mendapat respons cepat. Senin (15/6) kemarin terlihat sejumlah pekerja memasang mur dan baut di pagar jalur kendaraan roda dua arah ke Madura maupun Surabaya. Juga dilakukan pemasangan mur dan baut yang menopang kekuatan penyangga lampu jalan, juga pemasangan sejumlah mur-baut yang kendur. Berdasarkan penelusuran Surya, Senin kemarin, sekurang-kurangnya ada 78 lubang tanpa dipasang mur dan baut. Ke-78 titik lubang itu terlihat di pagar jalur roda dua, baik arah
Tangisan Cici itu berawal pada Minggu (14/6) malam, ketika ia memergoki suaminya, Raden Akhmad Suhaebi Hamzawi alias Ebi, tengah berduaan dengan wanita lain di dalam mobil di kawasan Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Saat memergoki itulah, Cici berusaha mendekat untuk minta penjelasan, namun pelantun hits dangdut Wulan Merindu itu malah ditabrak hingga jatuh terluka. Kapolsek Cisarua Bogor AKP Hepi Hanafi dihubungi melalui saluran telepon, Senin (15/6), menerangkan bahwa Cici diduga ditabrak oleh mobil yang dikemudikan Suhaebi, yang menikah dengannya pada 12 Maret lalu di Tanah Suci Makkah. Merujuk ke laporan Cici, lanjut Hepi, ketika itu Cici dengan mobilnya menguntit Suhaebi, yang diduga sedang berdua dengan perempuan lain, hingga ke kawasan Puncak.
■ KE HALAMAN 11
ASDP Minta Jatah Penumpang
TANAH SUCI Akhmad Suhaebi dan Cici Paramida usai acara pernikahan di Tanah Suci.
Tarif Berlaku Rabu Pkl 00.00 WIB
■ KE HALAMAN 11
istimewa
grafis:surya/yusuf
Torres Ukir Dua Rekor
Halau Konvoi Kelulusan, Polisi Tewas
RUSTENBURG – SURYA Trigol Fernando Torres dalam 11 menit mengantar kemenangan Spanyol 5-0 atas Selandia Baru di partai Grup A Piala Konfederasi di stadion Royal Bafokeng, Senin (15/6) dini hari WIB. Tiga gol Torres dalam rentang waktu sangat singkat itu menjadi rekor hattrick baru di timnas Spanyol, mengungguli rekor sebelumnya 15 menit yang dilakukan Estanislao Basora Brunet ke gawang Prancis, 19 Juni 1949 silam. Sukses mencetak hattrick dalam 15 menit itu, Basora mendapat julukan Monster of Colombes, merujuk pada turnamen di mana dia mencetak trigol tersebut. Selain rekor itu, trigol kedua Torres untuk timnas Spanyol ini juga menjadikannya pemain tercepat yang bisa mencetak hattrick kala bermain
BLITAR - SURYA Konvoi kelulusan siswa SMA di Kota Blitar menelan korban jiwa seorang perwira polisi. Kepala Bagian Administrasi (Kabag Min) Polresta Blitar, Kompol Sukiman, 54, tewas —diduga akibat serangan jantung— beberapa saat setelah menghalau para peserta konvoi, Senin (15/6) sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelumnya, Sukiman mengrepro: surya/ais halau konvoi Sukiman ratusan siswa SMA di perempatan Jl Bengawan Solo-Jl Tanjung, Kota Blitar. Dia meninggal dunia sewaktu dilarikan ke RSI Syuhada Haji, Kota Blitar. Menurut saksi mata di lokasi kejadian, anggota Satlantas Polresta Blitar, Briptu Tedi Anggoro Putra, beberapa waktu sebelum kompol Sukiman ambruk di perempatan, terjadi tawuran pelajar yang sedang berkonvoi Jl Jati. Mereka berasal dari dua STM swasta. Kejadian itu diberitahukan melalui radio komunikasi. “Setelah itu Pak Sukiman datang bersama dengan Kanit Patroli,
■ KE HALAMAN 11
ap/paul thomas
MENANG - Pemain Spanyol Fernando Torres setelah mencetak gol ke gawang Selandia Baru, Minggu (14/6).
KRONOLOGI PERWIRA POLISI TEWAS HALAU KONVOI PELAJAR SENIN (15/6)
1 Kompol Sukiman apel pagi di Mapolresta Blitar, kemudian ikut rapat.
BANGKALAN - SURYA Pihak PT Angkutan Sungai dan Danau Penyeberangan (ASDP) Kamal, Bangkalan, Madura, meminta pembagian muatan dengan pihak Jembatan Suramadu. Alasannya, hasil evaluasi menunjukkan jumlah penumpang yang memakai jasa penyeberangan feri turun. Menurut Manajer Operasional PT ASDP Pelabuhan Kamal, Wildan Jazuli, jumlah kendaraan roda dua turun hingga 40 persen. “Sedangkan roda empat mengalami penurunan drastis, mencapai 70 persen,” katanya, Senin (15/6). Dia memperkirakan penurunan tersebut akan terus berlanjut, meski tarif Jembatan Suramadu baru akan diberlakukan sejak Rabu ■ KE HALAMAN 11
12 3
2 Sukiman mendengar kabar di radio komunikasi ada tawuran antarkonvoi kelulusan pelajar, di Jl Jati, Kota Blitar. Rapat dibubarkan. Sukiman bersama Kanit Patroli dan Kapolsekta Kepanjen Kidul ke lokasi konvoi.
3 Di perempatan Jl Bengawan SoloJl Tanjung, Sukiman membantu menghalau peserta konvoi yang masuk Kota Blitar.
Pelanggan Kasar, PSK Belajar Karate
TKP : Perempatan Jl Bengawan SoloJl Tanjung, Kota Blitar
bbc.co.uk
BELA DIRI - Para PSK di Madras, India, berlatih karate untuk melawan pelanggan yang nakal. MADRAS - SURYA Menjadi penjaja seks, bukan berarti harus tunduk pada kemauan pelanggan. Bagi sebagian perempuan malam di Madras, negara bagian Tamil Nadu, duit memang penting karena untuk itulah mereka menjual diri. Tetapi, keamanan dan keselamatan diri juga penting. Sebanyak 75 perempuan penjaja seks komersial (PSK) akhirnya memutuskan belajar seni beladiri
4 Sukiman sempoyongan, mengeluh pusing, lalu ambruk. Saat dilarikan ke RSI Syuhada Haji, meninggal dunia.
■ KE HALAMAN 11
grafis: surya/rendra
Ayin Ria Yufita, Terbaik Unas Se-Jatim
■ KE HALAMAN 11
Berkat Gamblong, Anak Petani Itu Jago Matematika Jarak rumah dengan sekolahnya kurang lebih 10 km. Hal itu bukan halangan bagi Ayin Ria Yufita. Ia membuktikan, dengan perjuangan tak kenal lelah, meraih nilai hampir sempurna dalam Ujian Nasional (Unas) SMA tahun 2009. FAIQ NURAINI BLITAR
T
INGGAL di pinggiran kota. Dia juga hanya anak seorang petani. Bahkan, di kelas, Ayin Ria Yufita, tidak pernah masuk ranking tiga be-
sar di kelas. Soal prestasi di Unas, anak bungsu pasangan Susianto dan Ny Surya ini, mampu membungkam prediksi sekolah dan teman-temannya. Siswi Kelas XII IPA4 SMAN 1 Blitar itu mampu meraih nilai terbaik Unas se-Jatim. Tidak
ada yang menduga sama sekali. “Saya diberi tahu teman saya, Saktian Arif (peringkat VII Jatim kelompok IPA), kalau saya meraih nilai Unas terbaik se-Jatim. Katanya, nama saya ada di Harian Surya,” ujar Ayin. Untuk kelompok IPA, SMAN 1 Blitar menempatkan Ayin sebagai peringkat pertama dan Saktian Arif peringkat ketujuh. Kelompok IPS ada Thorigul ■ KE HALAMAN 11
Nama Jurusan Nilai TTL Orangtua Alamat
Nilai
Jari Telunjuk
: : : : :
Ayin Ria Yufita IPA 57,15 Blitar, 13 Juni 1990 Ayah Susianto Ibu Ny Surya : Dusun Sumbersuko, Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kab Blitar
Bhs Indonesia : 8,20 Bhs Inggris : 9,60 Matematika : 10,00
M
Fisika : 10,00 Kimia : 9,75 Biologi : 10,00 f foto/grafis: surya/nuraini faiq/yusuff
C M Y K
ANTRI baru yang praktik di depan rumah Tole, menerima pasien pertama. “Pak Mantri, tolong saya. Kok semua badan saya rasanya sakit,” kata Mas Kromo. “Bagian mana yang sakit Pak,” tanya Pak Mantri. Saat Mas Kromo menyentuh lututnya dengan jari telunjuk, ia menjerit sakit. Lalu, ketika jari telunjuk itu menyentuh pipi, Mas Kromo, lagi-lagi berteriak sakit. Setelah memeriksa seluruh tubuh, Pak Mantri berkata,”Pak, ternyata, yang sakit itu telunjuk Bapak. Sepertinya patah.” ■ Cak Sur
HARIAN SURYA
PAGE 01