C M Y K
Ingin Jadi PNS, Rp 60 Juta Raib...
HARIAN SURYA
PAGE 01
baca halaman 7
Rp 1.000
KAMIS 7 MEI 2009 NO. 172 TAHUN XXIII TERBIT 20 HALAMAN
ALAMAT REDAKSI/IKLAN/SIRKULASI : JL RAYA MARGOREJO INDAH D-108 SURABAYA 60238 ● TELEPON (031) 8419000 ● www.surya.co.id
Wajah Rusak Ditambal dengan Daging Mayat
ap/cleveland clinic-ho
KORBAN TEMBAK - Dari kiri: wajah Connie Culp saat masih sehat. Foto tengah: Culp sebelum operasi; dan wajah Connie setelah operasi ganti wajah.
CLEVELAND - SURYA Bulan September 2004 silam mungkin menjadi waktu yang tak terlupakan bagi Connie Culp, 46. Saat itu, suaminya, Thomas, menembaknya tepat di bagian wajah. Parahnya, tembakan tersebut merusak wajahnya. Ia harus kehilangan hidung, pipi, bagian atas mulutnya, dan satu matanya. Yang tersisa hanyalah dagu, satu mata dan bagian atas dahinya. Serpihan senjata semakin memperburuk wa-
jahnya. Culp harus berjuang antara hidup dan mati. Setelah lima tahun berselang, Culp muncul di hadapan publik, Selasa (6/5) waktu setempat. Ia menunjukkan wajah barunya, hasil transplantasi wajah yang dilakukan tim dokter di Klinik Cleveland. Lima bulan lalu ia mendapatkan wajah barunya dari seorang wanita yang telah meninggal. ■ KE HALAMAN 11
Antasari Pilih Poppy, Bukan Rani Keluarga Bantah Cinta Segitiga
Rani Tersesat di Jombang
JAKARTA - SURYA TERSANGKA pembunuhan berencana Antasari Azhar sudah mengakui bahwa dirinya memang kenal dan pernah bertemu dengan Rani Juliani, 22, perempuan yang jadi caddy (pemandu golf) di padang golf Modernland, Tangerang, Provinsi Banten.
Penuh Luka Sundutan Rokok JOMBANG - SURYA Rani disundut rokok dan tersesat di Jombang? Benar. Tapi bukan Rani Juliani, 22, gadis pemungut bola golf (caddy girl) yang diduga jadi rebutan Ketua KPK (nonaktif) Antasari Azhar dan almarhum Nasrudin Zulkarnaen, bos PT Putra Rajawali Banjaran, melainkan Rani Kurniawati. Gadis usia 14 tahun itu sudah dua hari menginap di rumah Kepala Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh, Jombang, akibat kabur dari rumahnya di Jawa Tengah. Selanjutnya, gadis tersebut ditampung di kantor Women Crisis Centre (WCC) Jombang, Rabu (6/5). Menurut Ketua Divisi Advokasi dan Perlindungan Perempuan WCC, Muhammad Sholahuddin, Rani ditemukan oleh warga Sumbersari dengan kondisi mengenaskan. Sekujur tubuhnya
Namun, informasi bahwa Ketua KPK nonaktif itu hanya bertemu sebanyak dua kali sejak perkenalan mereka, perlu diuji. Sebab, Rani dikabarkan terlihat sering bersama Antasari dan timnya saat bermain golf di Modernland. Bahkan, ada foto Rani dan Antasari di padang golf itu. “Kalau memanggil Pak Antasari, Rani bilang Bang Kumis,” kata sebuah sumber. Disebutkan, Rani punya bukti bahwa Antasari sering bersamanya di lapangan golf. “Ini salah satu buktinya,” ujar sumber itu sambil memperlihatkan foto Rani dan Antasari. Menurut sumber itu, yang dikutip detikcom pada Rabu (6/5) kemarin, yang meminta berfoto bareng justru Antasari. Di foto itu Rani terlihat tersenyum, sedangkan Antasari tampak biasa. Antasari mengenakan topi warna putih, kaus putih, dan berkacamata. Sedangkan Rani mengenakan baju seragam caddy warna biru dan topi putih. Rani terlihat cantik. “Foto itu diambil pada bulan puasa tahun 2007 sekitar pukul 16.00 WIB di lapangan golf Modernland,” kata sumber tersebut. Menurut dia, Antasari sering bermain
■ KE HALAMAN 11
Gigi Wartawan Surya Rompal Dihajar Suporter detik.com/istimewa
FOTO BARENG - Beredar foto Rani dan Antasari. Foto bawah: foto dokumentasi Rani berpose di depan kamera.
Istri Antasari
Kan Wajar Pegawai Golf Kenal Pemain?
K
EHADIRAN Rani Juliani, 22, caddy (pemungut bola golf) di Padang Golf Modernland, Tangerang, dalam kehidupan Ketua KPK (nonaktif) Antasari Azhar, 56, baru diketahui istrinya, Ny Ida Laksmiwati, ketika berita mengenai pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen ramai diberitakan media massa. “Awalnya saya melihat berita di televisi. Kemudian saya bertanya kepada Bapak mengenai kebenaran berita itu. Bapak bilang tidak terlibat. Saya percaya pada penjelasan Bapak dan tidak tanya-tanya lagi,” kata Ida saat ditemui di Jakarta, Rabu (6/5).
■ KE HALAMAN 11
BAJU TAHANAN - Ketua KPK non-aktif Antasari Azhar berbaju orange dan bersandal jepit saat hendak menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (6/5).
GU Vs Persebaya Ricuh GRESIK – SURYA Tekad tim Persebaya merayakan pesta kemenangan dengan merebut juara Wilayah Timur kompetisi Divisi Utama tertunda. Ini menyusul kekalahan Bajul Ijo 1-2 (0-0) dari Gresik United (GU) di Stadion Petrokimia Gresik, Rabu (6/5). Dua gol GU melalui tendangan Jajang Paliamah menit ke-59. Kemudian Bernard Mamadou memperbesar keunggulan di menit ke-80. Persebaya memperkecil kekalahan melalui gol Purwanto menit ke-83. Pertarungan kedua tim berjalan panas. Baik Persebaya dan GU sama-sama berambisi memenangi laga. Bajul Ijo ingin mengejar juara wilayah, sedang GU ingin menghindar dari zona degradasi. Sayang, laga krusial itu ternoda. Ini menyusul kepemimpinan wasit Iwan Sukoco dari Malang yang kurang tegas dan tidak adil. Banyak pelanggaran yang dilakukan pemain-pemain GU terhadap pemain Persebaya, wasit kerap membiarkan. Bahkan, Andik Vermansyah berulang kali terkapar di lapangan, ■ KE HALAMAN 11
■ KE HALAMAN 11
antara/khalsa
30 Beasiswa untuk Nilai Unas di Atas 8
Mieke Amalia
Serius Dipacari Tora
M
IEKE Amalia selama ini mengaku tidak berpacaran dengan Tora Sudiro. Pun demikian Tora. Na mun, kini bintang Film Quickie Express tersebut menyatakan serius memacari Mieke. “Serius. Saya sangat serius. Terlebih, dalam kehidupan pribadi,” ujar Tora, bapak dua anak, saat ditemui dalam press screening film terbarunya, Benci Disco, di Studio XXI, FX Plaza, Jakarta Rabu (6/5). Menilik ke belakang, pasang an Mieke dan Tora sebenarnya mulai berani tampil terbuka pada 24 April 2009 lalu, saat Mieke merayakan ulang tahun. Kala itu, pasangan yang bertemu dalam acara televisi Extravaganza tersebut jalan bersama. Tora menjemput Mieke di lokasi syuting. “Pasti teman-teman pada tahu, dong, sekarang saya dengan siapa,” ucap pemilik nama lengkap Taura Danang Sudiro, yang sekujur badannya penuh tato. Sekadar mengingatkan, saat ini Tora berstatus duda setelah digugat cerai Anggraini Kadiman, yang biasa disapa Anggi. ■ dtc
Pendaftaran 17-19 Juni 2009 SURABAYA - SURYA Pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga miskin akhirnya direalisasikan oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya.
Berdasarkan rancangan yang ditetapkan, Dindik memutuskan beasiswa personal itu akan diberikan kepada 30 siswa tahun ini se-Surabaya. Para siswa yang mendapat bantuan dana pendukung pendidikan itu masingmasing terdiri 10 calon siswa tingkat SMP, 10 calon siswa SMA, dan 10 calon siswa SMK. Para calon penerima bea-
siswa itu adalah siswa kelas VI dan kelas IX yang akan melanjutkan jenjang pendidikan ke tingkat SMP dan SMA. Syarat utama yang diberlakukan adalah nilai Unas yang tinggi dan tercatat sebagai warga Surabaya yang memiliki Kartu Identitas Keluarga Miskin (KIKM). ■ KE HALAMAN 11
surya/erfan hazransyah
PECAH - Sejumlah karyawan toko busana mengamati kaca bagian depan toko yang hancur setelah dilempari batu oleh suporter Persebaya, Rabu (6/5).
Pabrik Sabu-sabu Tulungagung Beromzet Rp 500 Juta Kapolda: Tersangka Pemain Lama TULUNGAGUNG - SURYA “Pabrik” sabu-sabu mulai ditemukan di kota kecil seperti di Tulungagung. Pabrik beromzet sekitar Rp 500 juta per bulan itu digerebek aparat gabungan dari Polda Metro Jaya Jakarta, Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tulungagung, Polwil Kediri, dan Polres Tulungagung, Selasa (5/5) sekitar pukul 14.00 WIB. Hasil penggerebekan dirilis ke pers, Rabu (6/5) siang. Saat itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol Anton Bachrul Alam, didam-
pingi Kapolres Tulungagung, AKBP Rudi Kristyanto, meninjau pabrik sabu-sabu di Jl Dr Sutomo III/30, Kelurahan Tretek, Kecamatan Kota, Kabupaten Tulungagung, tersebut. Kepada wartawan Anton menyampaikan bahwa produsen sabu-sabu sekarang, sebagai “home industry “, sudah mulai bergeser dari wilayah kota-kota besar ke daerahdaerah. “Dengan peran serta masyarakat serta bantuan dari ■ KE HALAMAN 11
POLISI GEREBEK PABRIK SABU-SABU DI TULUNGAGUNG
2
Saat digerebek polisi, Lik Fung, 38, tertangkap basah sedang membuat sabu-sabu di kamar belakang.
1
Selasa (5/5) siang lima polisi berpakaian preman menobrak rumah milik Jimmy Yulianto, 31, di Jl Dr Sutomo III/30 Kelurahan Tretek, Kecamatan Kota, Kabupaten Tulungagung. Rumah itu ternyata digunakan sebagai “pabrik” sabu-sabu.
3
Polisi menangkap Jimmy dan dua saudaranya yang bukan warga setempat, yaitu Lik Fung, dan Tan Yin Hwa, 37, sekaligus mengamankan beberapa barang bukti.
kapanlagi
grafis: surya/rendra
C M Y K
HARIAN SURYA
PAGE 01