C M Y K
Pensiunan Terancam Pajak Tinggi... baca halaman 7 RP 1.000
ALAMAT REDAKSI/IKLAN/SIRKULASI: JL RUNGKUT INDUSTRI III NO. 68-70 SIER SURABAYA 60238
●
SURYA
PAGE 01 SBY-MLG
SUMPAH MATI PUTUS Angan Ardina Rasti untuk sehidup semati dengan Lucky Wija ternyata cuma sebatas lagu yang dinyanyikannya, Sumpah Mati. Empat tahun menjalin kasih, pasangan ini memilih berpisah.
JUMAT 20 NOVEMBER 2009 NO. 11 TAHUN XXIV TERBIT 20 HALAMAN
— baca halaman 12
TELEPON (031) 8419000 ● www.surya.co.id
ya
aba
g lan Ma g jo lan 03 oar a Ma r 0 . d tar i 7 S 1 be ta Bli kerto iri ot 4 K m 6 e 0 J 6. Ko Mojo a Ked 8 o t .5 20 66 Ko bond u n 5.0 3.848 .431 3 t Si ua 6 3 05 sur ajang go 3.3 3.3 5 a P g 3.01 7 Lum bolin 8 Pro ah- in 2.9 4 er la 2.91 4 Da erah Jumlah 2007 0 a 9 . d Total 2008 2 102.156 ekor 030 104.138 ekor 45. Sur
40 Anjing Rabies Disate
. Kab
Berhasil Digagalkan Stasiun Karantina Jatim SURABAYA-SURYA Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Jawa Timur bekerja sama dengan Stasiun Karantina Hewan Ketapang, Banyuwangi, berencana memusnahkan 40 ekor anjing pengidap ra-
bies yang diselundupkan dari Bali ke Jatim. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnak Jatim, drh Irawan Subiyanto di Surabaya, Kamis (19/11), mengatakan, 40 ekor anjing dari Bali itu diselundupkan melalui Pelabuhan
Gilimanuk (Bali) ke Ketapang untuk memenuhi pesanan sebagai bahan sate di Sragen dan Solo, Jawa Tengah. Ia mengatakan, dua keranjang berisi 40 ekor anjing yang dibawa seseorang dari Bali, dicurigai oleh petugas pelabuhan pada saat ■ KE HALAMAN 11
grafis/foto:surya/yusuf/dok
PUTING BELIUNG MULAI
SERANG JATIM ANCAMAN
PEMALANG - SURYA PETIR dan angin puting beliung di awal musim penghujan ini mulai menelan korban. Kamis (19/11), tiga orang tewas disambar petir di Desa Payung, Kecamatan Bodeh, Pemalang, Jawa Tengah. Warga Jatim harus waspada, karena angin puting beliung mulai mengepung. Pada saat peristiwa terjadi yang diwarnai hujan deras itu, ada 11 orang yang tengah berteduh di sebuah gubuk. Tibatiba petir menyambar dan tiga orang langsung tewas seketika, sedangkan empat orang lainnya mengalami luka bakar cukup serius. Duryani, korban selamat, mengatakan, ketiga korban tewas adalah Farisin bin Cahyono, 40, warga Desa Karangbrai; Slamet Raharjo bin Hutoyo, 32, warga Desa Payung; dan Ruslani bin Daryono, 37, warga Desa Cengak; semuanya masuk Kecamatan Bodeh, Pemalang. Sedangkan empat korban luka bakar kini dirawat di Puskesmas Kebandaran, Bodeh. Korban selamat lainnya, Tarjani, menceritakan, saat peristiwa tersebut 11 penggali pasir di lahan larangan di Desa Payung sedang berteduh di gubuk yang letaknya 200 meter dari lahan penggalian pasir. “Hujan turun sangat lebat se-
hingga kami berteduh di bawah gubuk bambu kurang lebih satu jam lamanya. Turunnya hujan juga disertai angin kencang dan petir yang menggelegar berulang-ulang,” katanya. Mendengar suara petir menggelegar hingga tiga kali, sambaran petir pertama tidak terjadi apa-apa, begitu juga sambaran kedua, tetapi saat sambaran petir ketiga, dirinya tak ingat lagi. “Pada saat itu saya melihat sembilan teman saya tergeletak tak berdaya, sehingga saya minta tolong kepada penduduk. Sementara itu, Duryani menolong temannya yang luka bakar,” katanya. Hutoyo, ayah Slamet, korban tewas, sempat kaget mengetahui putra ketiga dari lima bersaudara ini tewas tersambar petir. “Padahal sebelum berangkat kerja, saya sempat melarangnya pergi menggali pasir, mengingat cuaca mendung pekat dan suara petir ■ KE HALAMAN 11
Selain puting beliung, Pemprov Jatim minta 20 kabupaten/kota waspada banjir dan longsor. Ke-20 daerah itu Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, Tulungagung, Ponorogo, Madiun, Nganjuk, Kediri, Jombang, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Lumajang, Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi.
JOMBANG, Rabu (18/11) malam: Gedung SDN Jarakkulon II, Kecamatan Jogoroto, Jombang rusak berat diterjang puting beliung.
PAMEKASAN, Senin (16/11): 41 Rumah di Kec Palengaan dan 2 rumah di Kec Pegantenan, Pamekasan rusak parah diterjang puting beliung. Empat warga, termasuk seorang ibu hamil patah tulang tertimpa reruntuhan rumah.
ap/michel euler
GOL KONTROVERSIAL - Thierry Henry mengontrol bola dengan tangan saat menghadapi Rep Irlandia. PARIS – SURYA Kontroversi mengiringi lolosnya Prancis ke PD 2010. Tim juara dunia 1998 ini merebut tiket setelah bermain imbang 1-1 atas Rep Irlandia di Paris pada leg kedua playoff di Paris, Kamis (19/11) pagi KUALIFIKASI WIB. Skor itu membuat Prancis unggul agregat 2-1 setelah sebelumnya mencuri kemenangan 1-0 di Dublin di leg pertama pekan lalu.
Pamekasan
SURABAYA Jombang
Bondowoso Tulungagung
■ KE HALAMAN 11 surya/izi hartono
BONDOWOSO, Rabu (18/11) sore Sejumlah rumah dan bangunan SDN I Tanah Wulan, Desa Tanah Wulan, Kecamatan Maesan, ambruk diterjang angin puting beliung.
TULUNGAGUNG, Rabu (18/11) malam: 85 Rumah dan satu musala di Desa Sanggrahan, Kec Boyolangu, dan Desa Doroampel, Kec Sumbergempol porak poranda. Tak ada korban, puluhan warga kehilangan tempat tinggal.
AMBRUK - Tiang listrikpun ikut roboh di terjang angin puting beliung, Rabu (18/11) malam.
Redaksi Koran Dipanggil Polri Terkait Berita Rekaman Anggodo surya/rie
Dadang Setiawan Tegalsari. Sepuluh anggota Satpol PP langsung berpencar di Jl Raya Kedungsari. Melihat keberadaan Dadang yang asyik menyanyi, petugas Satpol PP langsung menariknya. “Ayo naik ke truk,” ujar Andi. ■ KE HALAMAN 11
SURABAYA-SURYA Markas Besar (Mabes) Polri telah mengirimkan surat panggilan kepada redaksi sejumlah media. Pemanggilan ini terkait pemberitaan tentang pemutaran rekaman percakapan pengusaha Anggodo Widjojo dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu. Salah-satu yang menerima surat panggilan adalah redaksi Harian Kompas. Menurut Pemimpin Redaksi Kompas Rikard Bagun kepada Surya,
Kamis (19/11) malam, surat dari Mabes Polri itu berisi permohonan keterangan untuk memperjelas transkrip/rekaman/percakapan antara Anggodo dengan orang yang telah disebut di sidang Mahkamah Konstitusi pada 3 November 2009. “Kompas memuat berita tersebut pada 4 November 2009,” kata Rikard. Surat panggilan itu ditandatangani Direktur II Ekonomi dan Khusus Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim)
Ahmad Al Ghazali
Sempat Mogok Ujian
I
AWAN CUMULUS NIMBUS
grafis: surya/rendra
SURABAYA – SURYA Beralasan baru mendapat uang Rp 3.000, pengamen tua Dadang Setiawan, 65, menolak dinaikkan ke truk. Ia bahkan nekat menusuk lengan Andi Pribadi, 35, anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Tegalsari, yang sedang bertugas saat itu. Kejadian yang berlangsung Kamis (19/11) sekitar pukul 11.45 WIB itu terjadi di depan toko buah Hokky, Jl Raya Kedungsari Surabaya. Saat kejadian Dadang sedang asyik mengamen di depan pintu masuk toko buah Hokky. Dia menyanyikan lagu berjudul Rekayasa yang diciptakan Dadang sendiri. Tiba-tiba dari arah utara, meluncur mobil patroli dan truk Satpol PP Kecamatan
Ditolong Tangan Henry
BANJIR-LONGSOR
Cumulus artinya berkumpul dan nimbus artinya hujan. Awan cumulus nimbus adalah awan yang bentuknya bergumpalgumpal seperti bunga kol dan berwarna abu-abu. Pada dasar awan ini biasanya datar dan bisa sekitar 1.000 meter di atas permukaan tanah. Pada saat awan ini muncul, biasanya langit kelihatan sangat gelap. Awan ini membawa hujan yang disertai dengan kilat dan petir. Ada kemungkinan, tak lama setelah muncul kilat dan petir akan muncul angin puting beliung.
Dirazia, Pengamen Nekat Tusuk Satpol PP
Prancis vs Rep Irlandia, 1 – 1
Mabes Polri, Kombes Pol Raja Erizman, dan sampai ke meja redaksi Kompas pada 19 November 2009. Dalam surat panggilan tercantum tanggal 18 November 2009. “Sebagai warga negara yang baik kami akan memenuhi panggilan,” ucap Rikard. Rencananya, Redaktur Pelaksana Kompas Budiman Tanuredjo yang akan datang ke Mabes Polri untuk memenuhi panggilan itu. “Sekitar pukul 10 pagi besok (hari ini, Red) akan ke sana,” kata Rikard menambahkan. ■ KE HALAMAN 11
MBAS perceraian orangtua yang diwarnai gontokgontokan biasanya membuat anak-anak tertekan. Episode perceraian Ahmad Dhani dengan Maia Estianty yang berlarut-larut dengan berbagai kekerasan yang Dul mengiringi, memaksa Dhani meminta Al, El, dan Dul –tiga anak mereka—keluar dari sekolah reguler. Sejak awal Maia meminta pada pengadilan agar memberikan hak asuh anak jatuh ke tangannya. Dia berjanji anakanak akan mendapatkan pendidikan yang pantas. Sementara Dhani berpendapat
El
■ KE HALAMAN 11
Tragedi Warga Kepulauan Sumenep
Al
kapanlagi.com
Kelamaan di Perjalanan, Ibu dan Bayi Tewas di Kapal Runi, ibu rumah tangga asal Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, ini tak pernah membayangkan nyawanya harus melayang hanya karena tempat tinggalnya yang jauh dari pusat kota. Andai di pulau itu fasilitas puskesmas memadai, nyawanya dan nyawa bayinya mungkin masih bisa diselamatkan. ACHMAD RIVAI SUMENEP
surya/m rifai
SAKSI - KMP Dharma Bahari Sumekar I ini menjadi saksi bisu persalinan Runi, Rabu (18/11).
K
ARENA jauhnya tempat dan tidak memadainya fasilitas pelayanan kesehatan, Runi, 43, warga Dusun
Bantulan, Desa Da’andung, Kecamatan Kangayan (Pulau Kangean) akhirnya meninggal dunia bersama bayi yang baru dilahirkannya. Peristiwa memilukan itu terjadi saat Runi berada dalam perjalan-
an laut dengan Kapal Motor Penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS) I menuju Kota Sumenep untuk proses persalinan, Rabu (18/11) malam. Dengan kapal itu, diperlukan waktu sekitar 12 hingga 13 jam untuk sampai di Kota Sumenep. Namun, perjalanan baru empat jam, Runi sudah tidak kuat menahan keluarnya sang jabang bayi. Diperkirakan, Runi meninggal dunia karena kehabisan ■ KE HALAMAN 11
C M Y K
Pisau Lipat
S
UATU kali, Tole ikut kegiatan outbound camp. Menginap di hutan selama lima hari. Di acara ini, seorang instruktur menemukan pisau lipat. Sebelum kegiatan, ditegaskan, barangsiapa meninggalkan sesuatu selama kegiatan, akan dihukum berat. “Siapa yang merasa kehilangan pisau lipat,” tanya instruktur itu setelah semua peserta berkumpul. Diam, tak ada yang menjawab. “Ayo cepat ngaku. Kalau tidak saya panggil. Saya sudah tahu, karena namanya terukir di situ,” teriak instruktur. Suasana hening. “Baiklah, saya akan panggil saja jika tak ada yang mengaku. Ayo, stain.... maju ke depan. Saya panggil sekali lagi, stainless steel, maju ke depan.” ■ Cak Sur
SURYA PAGE 01 SBY-MLG