Lika-Liku Psikologi dan Stereo Judul di atas adalah usulan dari Pak Teguh Santoso, guru Bahasa Inggris di SMUK 1 BPK Penabur KPS Jakarta. Berikut ini e-mailnya. From: "Teguh Santoso, S.Pd." <uget1@centrin.net.id> Subject: Teknik mengajar Date: Wed, 2 Feb 2000 06:10:42 +0700 Mengenai ilmu ukur ruang, oh begitu rupanya. Karena Pak Bambang demen Stereo waktu sekolah dulu, dan pernah juga ngajar geometry, kenapa nggak bagi-bagi tips gitu, pak, di Berita Penabur, deh. Khan asyik juga tuh pak. Nggak bakalan deh ada guru Math yang protes. Mungkin ada teknik yang lain bin ajaib untuk membuat murid betah berstereo ria? Saya udah bisa membayangkan judul artikelnya: (semacam) Lika-Liku Psikologi dan Stereo. Salam, Teguh Santoso. Memang pada tahun 1970, 1971 dan 1972 saya mengajar Ilmu Ukur (Geometri) di SMPK V ketika masih di Jalan Pembangunan III/1A, Jakarta Pusat. Kebetulan ketika mengikuti rapat ikatan alumni hari Sabtu tanggal 29 Januari 2000 saya ketemu mantan murid geometry. Tidak menduga sama sekali. Kaget. Saya bukan alumni BPK Penabur. Waktu Prof. Dr. Singgih D. Gunarsa menjabat Ketua Ikatan Alumni sering rapat selesai praktek di Pusat Konsultasi Psikologi ketika masih Jalan Gunung Sahari 90A, saya tidak pernah diajak. Logis, karena bukan alumni. Hari Sabtu tsb semua yang hadir adalah alumni dan saya sendiri yang bukan. Maka saya ceritakan riwayat pekerjaan saya di BPK Penabur. Ternyata MC-nya yaitu Pak Tirta Setiadharma kini kerja di PT. Federal International Finance (Astra), bilang wah senang sekali ketemu mantan guru yaitu Pak Bambang. Ketika saya cerita bahwa saya pernah mengajar Ilmu Ukur rupanya dia ingat lagi ketika di SMPK V. Saya masuk psikologi juga kebetulan. Bukan cita-cita. Semula mau jadi tukang insinjur. Karena pelajaran yang saya senangi di SMP adalah Ilmu Ukur dan di SMA adalah Ilmu Ukur Ruang (Stereo). Ketika di SMA saya punya teman namanya BL, dia temannya Arief Budiman (Dulu bernama Soe Hok Djin, kini profesor di Australia). BL sejak SMA citacitanya masuk psikologi dan sudah banyak baca buku psikologi pinjam dari Arief Budiman. Ketika daftar ke UI saya ikut-kutan daftar karena waktu itu UI belum ada Fakultas Teknik. Ternyata saya yang diterima di Fakultas Psikologi dan BL tidak diterima. BL marah sekali dan bilang tes psikologi salah. Tahun pertama saya juga kuliah di FT Ureka sebelum Trisakti. Tetapi karena kuliah lebih teratur di Psi UI maka selanjutnya terus saja dah di Psikologi. Mengenai tips mengajar geometri terus terang sudah banyak lupa karena hanya mengajar selama tiga tahun dan sudah tiga puluh tahun yang lalu. Yang saya masih ingat ialah kelasnya di Aula SLTPK 2 sekarang yang dibagi jadi 4 kelas. Muridnya ada 50 sekelas sehingga kalau koreksi ulangan membosankan. Bagi saya mengajar ilmu ukur tidak terlalu berkesan. Yang lebih berkesan ialah ketika mengajar fotografi karena dapat kesempatan menangani siswa SMUK 1 yang suka bolos sehingga dapat mobil media keliling dan bisa jalan-jalan keliling Eropa.