19 Februari 2014

Page 1

Rp. 3.750

Rabu 19.02.2014

Kepala Rumah Tangga Cikeas Terlibat

Pimpro Hambalang Dituntut 9 Tahun JPNN, Jakarta

Lagi, Boediono Tolak Panggilan Timwas Century

ejabat Pembuat Komitmen dalam proyek (Pimpro) Hambalang, Deddy Kusdinar dituntut sembilan tahun penjara oleh Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kemarin. Namun, mantan bawahan Andi Mallarangeng itu tak ingin menderita sendirian. Selain akan menyeret Andi dan Anas Urbaningrum, Deddy juga menyebut kepala rumah tangga Cikeas, Sylviana Soleha alias Bu Pur, ikut terlibat. Jaksa I Kadek Wiradana menyebutkan mantan Kabiro Perencanaan dan Keuangan Kementerian Pemuda dan Olahraga itu terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang. Deddy dinilai melanggar pasal 3 junto pasal 18 UU No 31 / 1999, sebagaimana diubah dengan UU No 20 / 2001 junto pasal 55 ayat 1 ke-1 junto pasal 65 KUHP. ”Hal yang memberatkan terdakwa ialah tidak mendukung program pemerintah dalam hal pemberantasan korupsi dan melanggar hak sosial dan ekonomi masyarakat secara luas,” jelas jaksa. Sementara penilaian yang meringankan ialah Deddy dianggap menyesali perbuatannya. Selain itu Deddy juga memiliki tanggungan dua orang anak kandung dan dua anak angkat. ”Terdakwa sebelumnya juga tidak pernah dihukum,” ujar Kadek.

P

 Baca Polri...Hal 4

 Baca Pimpro...Hal 4

Kita tidak bisa mengatasi masalah hanya dengan ngomel-ngomel. Hanya rapat-rapat. Hanya berwa­ cana. Kita harus berbuat sesuatu. f.Athit Perawongmetha/REUTERS

POLISI TEWAS

oase Totalitas

Bekerja keras, fokus, dan total. Itulah yang dilakukan Alim Markus saat mem­ bangun Maspion, perusa­ haan peralatan rumah tangga. Alim rela me­ ning­galkan bangku SMP di umur 15 tahun, demi membantu ayahnya yang membuat lampu teplok. Dia bekerja dari pukul 05.00-19.00 WIB, mulai dari mengepel lantai, hingga menjajakan lampu. Kerja keras­ nya terbayar. Dia me­miliki Mas­ pion yang mem­pekerjakan lebih 30 ribu orang. Kata Alim, kita tak akan pernah sukses jika tak pernah kerja keras dan total. (med)

Buah Bibir

Natalie Portman

Jadi Sutradara Diprotes Yahudi

SEORANG polisi tewas dan 42 orang lainnya terluka saat polisi membubarkan unjukrasa anti-pemerintah di tempat-tempat strategis di Bangkok, Thailand, Selasa (18/2). Demonstran menuntut Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra mengundurkan diri dan memberikan jalan kepada Dewan Rakyat untuk melakukan reformasi.

JAKARTA (BP) - Keinginan Tim Pengawas (Timwas) Kasus Bank Century DPR untuk meminta keterangan Wapres Boediono kembali gagal terealisasi. Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengungkapkan, Boediono telah mengirim surat kepada pim­p inan DPR tentang ketidakhadirannya, Rabu (19/2) hari ini untuk memenuhi Silakan Timwas untuk meundangan Timwas. ”Pak Boediono telah nyikapinya. mengirim surat, tetap tidak bisa menghadiri Pramono Anung dengan alasan menghorWakil Ketua DPR mati proses penegakan hukum di KPK,” kata Pramono seusai rapat paripurna di kompleks parlemen kemarin (18/2). Undangan untuk Boediono dilayangkan dalam kapasitasnya sebagai mantan Gubernur Bank Indonesia (BI). Pram, sapaan akrab Pramono, mengatakan, pihaknya menyerahkan sikap selanjutnya kepada Timwas. Politikus PDIP itu juga enggan menanggapi adanya usul panggil paksa karena Boediono telah beberapa kali menolak panggilan timwas. ”Terserah Timwas karena itu kewenangan ada di sana. Besok (hari ini, red) silakan Timwas untuk

 Baca Lagi...Hal 4

Mengenang Eddy Hendry, Bos Pacific Palace yang Meninggal di Singapura

Hasil Karyanya Hotel Mirip Kapal Pesiar Eddy Hendry atau biasa dikenal Eddy Yanghui, pengusaha dan pemilik hotel Pacific Palace, telah pergi untuk selamalamanya. Siapa dan bagaimana sepak terjang Eddy di mata orangorang terdekatnya? Deputy COO Batam Pos Socrates memiliki catatan tersendiri tentang Eddy. Kabar duka itu menyebar cepat. Eddy Hendry atau biasa dikenal Eddy Yanghui, pengu­s aha dan pemilik Hotel Pacific Palace, pergi untuk selamalamanya. Eddy me­

f.isitimewa

EDDY Hendry (kanan) dalam sebuah acara di Batam.

redaksi@batampos.co.id

http://twitter.com/batampos

ninggal dunia, Selasa (18/2) pukul 10.00 waktu Singapura. Ia meninggalkan istri dan lima anak, setelah berjuang menghadapi sakit ginjal yang dialaminya. Eddy Hendry adalah pengusaha yang berasal dari Urung, Tanjungbatu. Belasan tahun bekerja di laut, Eddy akhirnya memiliki kapal barang dan feri. Ia menetap selama 18 tahun di Belakangpadang, lalu pindah ke Batam. Eddy sempat terjun ke usaha perjudian dan tempat hiburan malam. Saya mengenal Eddy saat ia me­ mulai membangun Hotel Pacific. Lelaki bertubuh tinggi besar itu, selalu bersemangat dan bicara berapi-api. ”Dulu, saat saya lagi jaya-jayanya, kita tidak kenal. Tapi, sekarang saya lagi susah, baru kita berteman,’’ katanya. ‘”Dulu bapak pengusaha judi, sekarang pengu-

saha hotel,’’ jawab saya. Eddy tidak marah dan tertawa. Eddy memang memimpikan pu­ nya hotel seperti kapal pesiar. Kehidupannya yang dekat dengan laut dan kapal, sehingga ia bercitacita membangun hotel mirip kapal dan menghadap ke lautan lepas. ’’Modelnya seperti kapal pesiar, tapi arsitekturnya mengalami beberapa perubahan agar memenuhi syarat sebagai sebuah hotel,’’ katanya. Sebuah ruang sederhana, dijadikan Eddy sebagai kamar kerjanya, sambil mengawasi proses pembangunan hotel. Hotel yang diberi nama Pacific Palace itu, memiliki 180 kamar dan dibangun di atas lahan seluas 5 hektare. Di situlah, sesekali saya diajaknya m e n g o b r ol, sambil menyeruput kopi dan

 Baca Hasil...Hal 4


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.