Rp. 3.750
Jumat
Sandra Dewi Tergila-gila dengan Gadget
Chevrolet Spin Jadi Idola Baru
19.04.2013
20
13
Pabrik Pupuk Meledak, Ratusan Orang Luka-luka TEXAS (BP) - Belum selesai pengusutan ledakan Boston Marathon, Amerika kembali berduka setelah sebuah pabrik pupuk Negara Bagian Texas meledak, Rabu (17/4) malam waktu setempat. Ledakan keras mengguncang kawasan itu disertai kepundan bola api yang membumbung ke angkasa. Api juga melalap rumah-rumah warga di sekitar akibat ledakan tangki amoniak. Kondisi ini
Baca Texas...Hal 4
Sisa-sisa pabrik pupuk terbakar setelah ledakan di pabrik di Texas, Kamis (18/4). Ledakan itu menghancurkan pabrik pupuk dan rumah warga sekitar dan melukai lebih dari 100 orang. f.Mike Batu/REUTERS
Kasus Hakim Tipikor Terima Suap
Kartini Dihukum 8 Tahun JPNN, Semarang
Menjadi orang sukses tidak harus punya cita-cita. Hidup terus saja mengalir, akan tetapi alirannya yang deras dan jangan hanya sekedar mengalir.
M
ata hakim adhoc Pengadilan Tipikor Semarang, Kartini Juliana Marpaung berlinang ketika Ketua majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Ifa Sudewi memutus hukuman delapan tahun penjara. “Terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana secara bersama-sama,” kata Ifa dalam sidang putusan terdakwa Kartini Marpaung di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (18/4). Selain itu Kartini juga dijatuhi denda Rp 500 juta atau hukuman kurungan lima
Ketua DPRD Bogor Huni Rutan KPK
tahun penjara. Vonis hukuman ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan tuntutan lima belas tahun penjara. Dan denda Rp 750 juta atau kurungan lima bulan penjara. Dalam sidang, Kartini Marpaung diputus melanggar pasal 12 huruf c Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan
f.dhani setiawan/jateng pos
Hakim adhoc Kartini Juliana Marpaung divonis 8 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 5 bulan karena menerima suap.
Baca Kartini ...Hal 4
Kasus Mantan Kepsek Cabul
JAKARTA (BP) - Setelah menjalani pemeriksaan 1x24 jam, Ketua DPRD Bogor Iyus Djuher akhirnya ditahan KPK. Penahanan politisi Partai Demokrat tersebut merupakan pengembangan operasi tangkap tangan atas dugaan suap Rp 800 juta untuk lahan pemakaman mewah. Sebelumnya KPK telah menahan empat tersangka. Saat menuju tahanan di basement KPK, dia menampik berbuat kotor. Dalam perjalanannya menuju mobil tahanan, dia tidak berbicara banyak. Dia
Tersangka Suap Lahan Kuburan
Irjen Djoko didampingi Juniver Girsang, kuasa hukumnya saat menjalani pemeriksaan, beberapa waktu lalu.
Baca Ketua ...Hal 4 f.dok
Irjen Djoko Bersiap Hadapi Berkas 1,2 M JAKARTA (BP) - Irjen Djoko Susilo yang menjadi tersangka dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) proyek simulator SIM dipastikan menjalani sidang perdana Selasa (23/4) pekan depan. Kuasa hukum Irjen Djoko, Juniver Girsang memastikan kliennya siap menghadapi persidangan dengan modal banyaknya berkas perkara yang dinilai tak relevan.
Bimbim Slank Fans Berat Dahlan Iskan SIAPA sangka drummer grup band Slank, Bimbim sejak lama mengidolakan Menteri Badan Usaha Milik (BUMN) Dahlan Iskan. Pria bernama lengkap Bimo Setiawan Al Machzumi ini mengaku jatuh cinta dengan gaya memimpin Dahlan yang terbilang aneh, tapi nyata. “Iya pasti mengidolakan beliau, dengan segala terobosan Pak Dahlan, keren lah,” ujar Bimbim. Bimbim bahkan sudah memiliki rencana akan membuat kejutan bersama Dahlan. Saat ditanya kejutan apa, Bimbim enggan membocorkan. Kata pria kelahiran Jakarta, 25 Desember 1966 ini, Slank akan mengaet salah satu perusahaan plat merah untuk bekerjasama. “Ada ide mau buat sesuatu dengan BUMNnya Pak Dahlan, tapi masih rahasia,” ujarnya. (jpnn)
Juniver mengatakan kalau berkas untuk kliennya berlebihan karena memasukkan dokumen atau surat yang dianggap tak ada hubungannya dengan Djoko Susilo. Mungkin, karena itu tebalnya berkas hingga 6 ribu halaman atau setinggi 1,2 meter. “Termasuk dakwaan yang dikaitkan dengan bukti-bukti tersebut,” ujarnya. Juniver memang menyebut KPK
terlalu berlebihan dalam menyusun berkas perkara kliennya yang mencapai 1,2 meter. Meski mengakui kalau penyusunan berkas menjadi kewenangan KPK, menurutnya tak perlu memasukkan yang tak penting. Dia yakin jika berkas setinggi itu isinya tidak terlalu signifikan. Namun, dia tidak mengambil
Baca Irjen ...Hal 4
Herizon Belum Tersangka BATAM (BP) - Penyidik Satreskrim Polresta Barelang sampai saat ini belum menetapkan status Herizon sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencabulan belasan siswinya. Mantan Kepsek SMPN 28 itu masih saksi terduga meski jumlah siswi yang melaporkan duagaan perbuatan cabul mencapai belasan. Kemarin penyidik dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Barelang kembali memanggil salah satu saksi dari komite sekolah untuk dimintai keterangan terkait kasus pencabulan belasan siswi yang dilakukan oleh Herizon. “Herizon masih terperiksa, bukan tersangka. Hari ini kami meminta keterangan saksi dari
Begitu ada kabar Herizon coba bunuh diri hingga dirawat di RSAB, terpaksa kami tunda pemeriksaannya. Puji Astuti komite sekolah terkait kasus ini. Sampai saat ini yang sudah kami mintai keterangan ada 20,” ujar
Baca Herizon ...Hal 4
Tasripin, Bocah 13 Tahun Berjuang Hidupi Tiga Adiknya yang Masih Kecil
Sekolah Tak Ada Biaya, Makan Pun Seadanya Berat nian beban hidup Tasripin. Bocah 13 tahun ini harus menjadi kepala keluarga menghidupi tiga adiknya yang masih kecil-kecil. Ayah dan kakak tertuanya pergi merantau ke Kalimantan, sedangkan ibunya sudah meninggal setahun silam. Namun kini uluran tangan mulai banyak berdatangan. AGUS MUNDANDAR, Banyumas
f.net
Kisah duka Tasripin bermula saat ibunya, Sutinah, 39, meninggal dunia setahun silam. Saat itu Sutinah tengah bekerja mencari pasir di Sungai Mengaji. Tiba-tiba ada batu longsor menimpa tubuhnya. Jiwanya tak tertolong saat menjalani perawatan. Sutinah meninggalkan lima buah hatinya yang empat di antaranya masih kecil. Yakni Nartim,
redaksi@batampos.co.id
f.jpnn
Tasripin bersama Dandi, Riyanti, dan Daryo menginap di Hotel Wisata Niaga Purwokerto saat rumah mereka dibedah TNI, kemarin.
21; Tasripin, 13; Dandi, 7; Riyanti, 6; dan Daryo, 4. Suami Sutinah, Kuswito, 41, berada di Cilacap saat istrinya mengalami kecela-
kaan. Bahkan, sampai Sutinah meninggal, Kuswito tetap di Cilacap hingga akhirnya bekerja ke Kalimantan sejak delapan bulan silam. Anak sulung mereka, Nartim sebe-
http://twitter.com/batampos
narnya menjadi sandaran Tasripin dan adikadiknya. Namun, tiga bulan lalu Nartim justru memilih mengikuti jejak ayahnya merantau ke Kalimantan. Empat anak Kuswito pun kini tinggal sebatang kara di rumah berukuran sekitar 5 x 6 m di Grumbul Pesawahan, Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jateng. Rumah mereka pun terbilang sederhana. Berbeda dengan tetangganya yang sudah berkeramik dan bertembok, dinding rumah Kuswito terbuat dari papan dan lantainya semen yang pecah di sana-sini. Ruangan dalam pun terasa pengab lantaran sirkulasi udara tidak sempurna. Beruntung keluarga almarhum Sutinah tempat tinggalnya berdekatan dengan rumah empat anak yang masih kecil itu. Keluarga almarhum Sutinah pernah mengusulkan supaya empat anak itu dititipkan ke saudara. ”Namun saat itu Kuswito bersikeras supaya
Baca Sekolah ...Hal 4