Rp. 3.750
Senin
Melawan Kelelahan
Raline Shah Main Drama Musikal
01.04.2013
12
20
Membuat Pertamina Tidak Diejek-ejek Sepanjang Masa HAMPIR saja saya merasa bahagia yang berkepanjangan. Yakni, ketika mengetahui bahwa laba PT Pertamina (Persero) berhasil mencapai Rp 25 triliun. Itulah laba terbesar dalam sejarah Pertamina. Juga laba terbesar di
lingkungan BUMN. Bahkan, laba terbesar yang bisa dicapai sebuah perusahaan apa pun di Indonesia sepanjang 2012. Saya pun minta agar Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengumumkannya. Agar
capaian yang hebat itu bisa membuat masyarakat bangga pada Pertamina. Setidaknya bisa mengurangi ejekan sinis masyarakat kepada Pertamina. Maka, pada laporan keuangan kepada publik bulan lalu, disertakanlah judul
Oleh Dahlan Iskan Menteri Negara BUMN
ini: Pertamina berhasil memperoleh laba terbesar dalam sejarahnya. Melalui Twitter (@iskan_dahlan) saya pun ikut membagi kebahagiaan itu. Tentu saya ingin memberikan penghargaan ke-
pada jajaran Pertamina. Berita gembira itu juga saya manfaatkan untuk kampanye menumbuhkan harapan umum. Manufacturing hope. Yakni, bahwa perbaikan dan kerja keras yang dilakukan jajaran Pertami-
na sudah mulai memberikan hasil nyata. Ini berarti kalau perbaikan, efisiensi, dan kerja keras terus dilakukan, hasilnya akan lebih hebat lagi.
Baca Membuat...Hal 4
Jagoan Kalah di Pilwako Palopo
Massa Bakar Kantor Wali Kota JPNN, Palopo
P
uluhan ribu warga yang turun mengawal jalannya rapat terbuka pleno penetapan hasil penghitungan suara di KPU Kota Palopo berunjung anarkis, sekira pukul 11.30 Wib, kemarin. Aksi massa yang brutal itu membuat 10 gedung pemerintahan ludes dibakar massa. Kemarahan massa dipicu dari sikap KPUD Palopo yang memenangkan HM Judas Amir-Akhmad Syarifuddin (JA) dalam pilwako Palopo, kemarin.
Baca Massa ...Hal 4
F.JPNN
MASSA yang tak puas atas perhitungan suara Pilwako Palopo, Sulawesi Selatan, kemarin mengamuk. Massa membakar kendaraan dan sejumlah bangunan termasuk Kantor Wali Kota serta kantor Palopo Pos, kemarin. GRAFIS.NOBEL
Fitra Rilis Pendapatan Non-APBN
Jadi pengusaha pemula itu jangan diberikan fasilitas terlalu mewah.Nanti malah terlalu manja.
Polri Punya Simpanan Ratusan Miliar
F.DOK
JAKARTA (BP) - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) kembali membuat kejutan. Usai membuat heboh dengan merilis pendapatan sejumlah kepala daerah di Indonesia, LSM tersebut kembali melansir pendapatan lembaga negara yang dianggap tidak wajar. Kemarin (31/3) Fitra mengumumkan pendapatan Polri di luar APBN dengan jumlah cukup fan-
kicauan @anasurbaningrum (Anas Urbaningrum) Jangan sampai Kenyang Luar Biasa. Makan secukupnya. #klb
Baca Kicauan...Hal 4
tastis, Rp 268,9 Miliar. Angka tersebut merupakan nilai pendapatan Polri di luar APBN selama 2011. Sedangkan, untuk tahun 2010 pendapatan non-APBN Polri hanya Rp 188,6 miliar atau selisih Rp 80,3 miliar dengan tahun 2011. Fitra mengklaim angka tersebut didapat dari Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP-BPK) atas laporan keuangan
7.000 PERUSAHAAN TAK BAYAR PAJAK
Polri tahun 2011. Dari Rp 268.866.101.569 itu, 44,75 persennya atau sekitar Rp 120,3 miliar didapat dari dana pihak ketiga. Selebihnya terbagi ke dalam tujuh item pendapatan. Mulai dana Samsat, pendapatan RS, dana siap pakai, dana Jasa Raharja, dana Pam Obvit, pelatihan satpam, dan sisa dana tsunami. “Seluruh dana itu digunakan Pol-
ri secara off budget dengan pencatatan sendiri,” terang Koordinator Advokasi Seknas Fitra, Maulana. Mekanisme pengelolaan pendapatan tersebut di luar mekanisme yang diatur UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan UU Nomor 1 Tahun 2004 tantang Perbendaharaan Negara.
Baca Polri ...Hal 4
JAKARTA (BP) - Pemerintah terus mengendus modus-modus penghindaran pajak. Berbagai upaya pun siap dijalankan untuk menutup celah tersebut. Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, salah satu modus penghindaran pajak adalah mekanisme transfer pricing yang dilakukan oleh perusahaan joint venture. ”Ada 7 ribuan joint venture di Indonesia, itu mereka bisa sampai 7 tahun tidak pernah bayar pajak,” ujarnya pekan lalu.
Baca 7.000...Hal 4
Agus Martowardojo F.NET
PETUGAS KPK saat menggeledah kantor Wali Kota Bandung, pekan lalu.
Ryan dan Dina, Suami-Istri yang sejak 2009 Menjadi Permanent Traveler
Awalnya Gurauan, Kini Tak Tahu Kapan Pulang Sudah hampir empat tahun Dina dan Ryan melakukan perjalanan keliling dunia. Bagi pasangan gadogado Indonesia-Kanada itu, tempat tinggal mereka adalah di negara mana pun mereka berada. Belum ada kata berhenti meski keduanya telah menjelajah lebih dari 40 negara.
RYAN dan Dina, jadi Permanent Traveler sejak 2009 lalu.
TRI MUJOKO BAYUAJI, Jakarta SOSOK Dina dan Ryan terlihat sederhana. Sebagai traveler sekaligus backpacker, suami-istri yang dikenal dengan pasangan dua ransel itu hanya mengenakan baju serba praktis. Dina mengenakan kaus hitam
F.JPNN
redaksi@batampos.co.id
polos dan Ryan berkemeja lengan pendek abu-abu. Keduanya sama-sama mengenakan celana gunung polos berwarna gelap. Saat ini Dina dan Ryan tengah berada di Jakarta. Keduanya berencana melakukan perjalanan ke sejumlah daerah di Indonesia sebagai bagian dari petualangan mereka. “Maret nanti kami siap berangkat. Ke mana saja asal di Indonesia,” ujar Dina kepada Jawa Pos (Grop Batam Pos) beberapa waktu lalu. Berbicara soal pakaian, Dina dan Ryan menyatakan hanya memiliki satu celana panjang yang dikenakan. Bahan kain celana itu mirip parasut yang ringan namun kedap angin.
Baca Awalnya...Hal 8
http://twitter.com/batampos
KPK Siap Bantu Kejaksaan Usut Kasus Bansos Pemko Bandung
JAKARTA (BP) Vonis kasus dana bantuan sosial (bansos) Pemko Bandung yang diketuai oleh Hakim Setyabudi Tejocahyono terindikasi kecurangan. Bukti awal yang dimiliki KPK adalah uang Rp 150 juta saat tangkap tangan berlangsung. Meski kabarnya ada terdakwa lain yang masih menjalani per-
sidangan, lembaga antirasuah itu tidak bisa ikut campur. Jubir KPK Johan Budi mengatakan pihaknya tidak bisa begitu saja mengambil alih suatu kasus yang sudah berjalan. Apalagi, kasus bansos tersebut sudah dipegang oleh Kejaksaan.
Baca KPK ...Hal 8